Thursday, April 30, 2020

Belajar SEO On Page di Kala Ramadan

April 30, 2020 0 Comments
Belajar SEO On Page

Sebagai pendatang baru di dunia blogging dan menulis, prioritas utama yang perlu aku kembangkan saat ini adalah menulis konten yang menarik, sesuai PUEBI, dan bisa dinikmati pembaca. Agar tulisanku bisa dijangkau semua orang, dibutuhkan optimasi blog sehingga mudah ditelusuri oleh mesin pencari. Akhirnya, aku memutuskan berburu bermacam kelas menulis baik yang berbayar maupun yang gratis.

Apa saja SEO On Page yang kupelajari?

7 Pilar SEO on page
7 Pilar SEO On Page
SEO (Search Engine Optimation) adalah sebuah sarana untuk meningkatkan performa blog agar mudah ditemukan mesin telusur bahkan muncul di halaman utama. Ada 7 Pilar yang harus diperhatikan dalam belajar SEO, antara lain

1. Header Tag

Blog yang baik, berisi struktur minimal H1-H3. Untuk mengeceknya, bisa menggunakan SEO 1 Click. Template yang kita pakai untuk blog ternyata juga mempengaruhi struktur H1-H3 punya kita, jadi pilihlah template yang responsif dan SEO friendly. Perhatikan bahwa H1 berisi judul, H2 berisi sub judul dan H3 sub dari sub judul.

2. Meta Description Tag

Untuk mensetting meta deskripsi, posisinya ada di bawah  judul/title. Meta description menjelaskan tentang isi atau konten blog kita lebih lengkap. Misal jika header kita isi dengan "Techno Blogger" , maka meta deskripsi diisi dengan apa yang ada di dalam blog kita yang bertema teknologi misal review aplikasi, update gadget terkini dan lainnya. Meta deskripsi yang ideal berisi 120 - 350 karakter.

3. Title Tag

Jadi penting sebenarnya antara judul yang kita usung untuk blog kita dengan konten atau isi blog itu sendiri. Biasanya judul yang baik berisi antara 30 - 35 karakter (huruf dan spasinya). Untuk mensetting judul blog di blogspot silahkan menuju setting- basic- title  (setelan-dasar-judul).

4. Alt Tag

Sebaiknya ketika posting sebuah gambar di blog, isilah properti Alt Image itu dengan kata kunci yang sesuai dengan judul dan isi artikel yang kita posting sehingga mudah ditemukan mesin pencari.

5. Keyword

Kata kunci atau keyword adalah hal penting yang ada dalam sebuah konten. Untuk membuat konten, sebaiknya rencanakan dahulu isi konten dengan memilih kata kunci utama, kata kunci turunan dan kata kunci yang berhubungan dengan isi konten. Kita bisa memakai Ubbersuggest atau keywordtool.io, cara manualnya bisa dengan cara mengetik keyword yang kita pakai di mesin pencari dan catat berapa banyak pengguna serta kata kunci apa saja yang terkait dengan kata kunci yang kita ketikkan tadi. Buatlah judul yang terdiri dari 3-4 kata kunci.

6. Konten Tulisan

Konten yang baik membuat pembaca betah berlama-lama membaca isi blog kita, untuk itu perhatikan PUEBI, tata bahasa dan berilah infografis atau  video yang menarik.

7.  Internal Link

Internal link adalah link atau tautan terkait dengan postingan yang kita tulis. Misal, jika kita menulis postingan tentang "Cara mendidik anak yang tepat" ,  maka tautan dalam postingan ini bisa misalnya "Mendidik dengan kasih sayang" atau "Review buku cara mendidik anak"misalnya.

Ketuju hal ini menjadi pilar penting SEO yang ada di blog kita (On Page) selain nanti bagian Off Page yang juga penting kita pelajari. Selamat belajar juga ya teman-teman.


Wednesday, April 29, 2020

5 Aplikasi Terbaik yang Menemani Saat WFH

April 29, 2020 0 Comments
Aplikasi terbaik kumparan, WhatsApp, canva, zoom, Instagram

Ketika pemerintah mulai memberlakukan pembatasan sosial dan membuat kita harus beraktivitas di rumah (WFH), rasa bosan dan jenuh menghinggapi karena tiba-tiba semua rencana berubah. Kegiatan sekolah dan bekerja kemudian dilakukan di rumah. Mencari solusi mengatasi rasa bosan tersebut, aku kemudian berburu beragam kegiatan positif yang bisa dilakukan walau hanya di rumah. Ada 5 aplikasi terbaik yang menemaniku berkegiatan sehingga aku tetap produktif dan nyaman di rumah.

5 Aplikasi Terbaik Saat Pandemi Covid-19


Di saat pandemi seperti ini, meminimalisir kegiatan di luar rumah adalah hal yang utama aku lakukan. Selain mengikuti anjuran pemerintah, dengan berada di rumah kita bisa memastikan bahwa keluarga tetap terlindungi dari penularan virus corona. Keterbatasan untuk bertatap muka dengan orang lain membuatku awalnya kurang informasi. Tapi kemudian, aku menemukan beberapa aplikasi yang membuatku tetap tenang dengan beredarnya beragam hoaks dan tetap produktif menjalani aktivitas di tengah pandemi, apa saja aplikasinya?

1. Canva


Canva adalah sebuah aplikasi infografis yang membuat blog dan postingan instagramku tampil menarik. Dengan Canva, aku bisa membuat bermacam grafis seperi banner blog, desain feed dan story instagram, desain postingan sosial media dan curriculum vitae sehingga tampilannya makin menarik.

2. Spotify

Suka dengerin radio atau musik kah? Ketika bosan dan merasa boros kuota *ups, maka biasanya aku dengerin podcast kajian, parenting atau musik lewat Spotify. Tapi sayangnya untuk menikmati musik yang jauh lebih baik, kita diwajibkan berlangganan Spotify premium yang berbayar.

3. Instagram


Bagi blogger sepertiku, inspirasi bisa datang dari mana saja termasuk dari sosial media. Salah satu aplikasi yang menemaniku agar tetap produktif di rumah adalah Instagram. Fitur IG Live dan story yang ada di instagram memungkinkanku mengikuti bermacam webinar termasuk update berita dari influencer dan informasi terkini dari situs berita. Selama pandemi ini, ada beragam kegiatan yang diadakan selebgram dan  situs berita seperti memasak, konser musik dan seminar bisa dinikmati melalui IG Live. Akhirnya pandemi justru membuatku semakin kreatif dan mahir.

4. Zoom


Di tengah pandemi seperti ini, kita dianjurkan untuk membatasi bertemu dengan banyak orang secara langsung. Akhirnya rapatpun dilakukan secara online. Salah satu aplikasi video conference yang digunakan untuk rapat maupun kelas online adalah Zoom. Aku memakainya saat mengikuti beberapa kelas online seperti kelas kesehatan mental yang diadakan APDC, kelas menulis sesuai SEO  yang diadakan Kumparan dengan pemateri Erwin Petas dan beberapa kelas menulis online.

5. Whatsapp


Whatsapp memungkinkanku untuk mendapatkan berita dan informasi terkini dengan lingkungan sekitar dan memastikan keluargaku selalu sehat meski dengan keterbatasan untuk bertemu langsung. Dengan bertukar informasi tentang kesehatan dan saling memberi semangat membuat kita tetap merasa tenang. Pertahankan untuk selalu menyaring berita yang beredar dan pastikan informasi yang kita bagikan benar ya.

Nah, ini 5 aplikasi favoritku, beda orang pastinya beda ceritanya kan? Kalau kalian apa aplikasi favoritnya?


Tuesday, April 28, 2020

4 Ide Melatih Life skill pada Anak Usia 5 tahun

April 28, 2020 0 Comments
Cara melatih life skill anak 5 tahun


Selama pandemi, karena semua kegiatan belajar kakak dilakukan di rumah dan masih belum mampu melakukan kegiatan belajar mandiri tanpa dampingan ibunya, kadang beberapa tugas agak terbengkalai dan baru bisa dikerjakan malam harinya sebelum tidur. Sepertinya mengharap anak tuntas belajar saat SFH (School from home) memang agak sulit. Akhirnya kegiatan tersebut saya alihkan ke kegiatan life skill atau keterampilan hidup yang bisa dilakukan bersama di rumah. Apa saja kegiatannya?

1. Membantu Ibu Memasak


Aslinya sekedar membantu potong-potong kacang panjang dan serabut buncis lalu belajar menggoreng tapi kegiatan ini sudah membuat anakku ketagihan ke dapur. Rasa ingin tahunya dan kepercayaan dirinya meningkat saat ia dipercaya ikut memasukkan lauk yang hendak digoreng.

2. Membantu melipat baju


Kegiatan sederhana namun menguras waktu karena cucian di rumah tiap hari menumpuk dan saya paling malas kalau setrika. Akhirnya saat cucian kering, kamipun melipat baju sembari ngobrol sana-sini dan kakak menyukainya meski hasilnya belum rapi tapi dia belajar banyak mengenai kebiasaan melipat baju saat cucian kering, melatih kesabaran sekaligus keterampilan motoriknya.

3. Mencuci piring


Karena alat makan yang dipakai kakak terbuat dari plastik yang gak gampang pecah, maka setiap kali makan saya berusaha membiasakan kakak menaruh piringnya di tempat cuci piring. Sesekali malah ikutan mencuci piring dan sembari cuci piring, ia juga bisa bermain gelembung sabun.

4. Membuat Minuman untuk takjil


Selama puasa, kadang kami membuat takjil dan menunya berganti-ganti. Kadang es buah, es dawet atau es cincau dan kakak lumayan senang diajak menyusun bahan dan memasukkannya ke mangkuk es.

Selama pagebluk ini, kegiatan sederhana yang kami lakukan bersama ini sudah cukup membuatnya bahagia meski terkadang bosan juga ketika ibu disibukkan kegiatan belajar juga. Kalau bunda, kegiatan apa nih yang dilakukan bersama anak selama WFH?

Monday, April 27, 2020

8 Kegiatan Agar Anak Betah Di Rumah

April 27, 2020 0 Comments
6 kegiatan agar anak betah di rumah bermain lego


Sudah dua bulan kebijakan pembatasan sosial oleh pemerintah diberlakukan. Agar tak bosan di rumah, sebisa mungkin ragam kegiatan disusun agar anak tetap sibuk dan tetap belajar sambil bermain rumah.

Keinginan Main di Luar


Seperti orang dewasa, anakpun ternyata juga memiliki rasa bosan, apalagi jika kegiatannya monoton yang berimbas menurunnya semangat anak termasuk mengerjakan  tugas yang diberikan  gurunya.  Dunia bermain masih begitu melekat pada diri anak, apalagi anakku usianya belum ada lima tahun. Jadi, cara belajarnya pun tak jauh dari kegiatan bermain. Adanya wabah Covid-19 membuat semua aktivitas yang tadinya bisa dilakukan di luar ruangan harus dikurangi, apalagi anak-anak imunnya belum sebagus orang dewasa sehingga lebih rentan terpapar virus. Memberi pengertian dan menemani anak bermain bisa jadi solusi. Tapi kegiatan seperti apa yang kira-kira bagus untuk anak dan membuatnya kerasan di rumah? Aku punya 5 ide aktivitas yang bisa dilakukan nih.

Ada 5 aktivitas seru yang bisa dilakukan agar anak nyaman  di rumah, antara lain


1. Bermain Playdough

Aktivitas seru agar anak betah di rumah yaitu bermain playdough
Homemade playdough

Playdough yang dimainkan bisa dibuat sendiri dari bahan sederhana seperti tepung dan garam. Membentuk bermacam-macam benda dari playdough ini membuat anak betah memainkannya. Uty dan Tito bisa bermain bersama karena mainan ini aman untuk anak karena bahan yang digunakan minim bahan kimia berbahaya.

2. Bermain Sains


Pada dasarnya anak sangat senang belajar sesuatu yang baru termasuk belajar sains di rumah. Belajar sains banyak macamnya dan bisa dilakukan dengan bahan yang ada di sekitar kita. Misal, belajar melihat fenomena es mencair dengan memberi pewarna pada es yang akan dibekukan dan menyelipkan mainan di dalamnya, atau bermain warna dengan pewarna makanan yang biasa kita gunakan di dapur.

3. Bermain Gelembung Naga


Dengan menggunakan botol kemasan air mineral yang dilubangi bagian bawahnya dan membuat gelembung sabun dengannya anak jadi betah bermain air sekaligus mandi.

4. Mendongeng atau membacakan buku


Pada dasarnya, setiap anak sangat senang ditemani bermain. Apalagi jika kita juga aktif bermain bersamanya. Mendongeng atau membacakan buku selain bermanfaat menambah kosa kata dan imajinasi anak juga bermanfaat dalam pembangunan karakter positif anak.

5. Bermain Peran


Kegiatan ini bermanfaat menjelaskan beragam profesi, mengokohkan karakter anak dan sekaligus menguatkan ikatan anak dengan orang tua.

6. Mewarnai dan menempel

Aktivitas seru agar anak betah di rumah
Mewarnai dan menempel

Mewarnai dan menempel selain melatih motorik halus, juga berfungsi melatih fokus, kreativitas dan ketekunan. 

7. Olahraga bareng anak


Berolah raga bareng anak mampu meningkatkan rasa percaya diri, semangat dan membuat badan tetap fit di kala pandemi seperti ini. Bisa dengan gerakan sederhana seperti lari di tempat atau senam yang bisa kita dapatkan via youtube misalnya.

8. Memasak bersama


Memasak bersama anak berfungsi menanamkan life skill, kemandirian sekaligus melatih motorik anak. Anak jadi tahu berbagai macam sayuran, bumbu, dan cara mengolah masakan dengan praktik langsung. Gunakan alat memasak yang aman untuk anak.

Nah, itu tadi 8 ide beraktivitas bareng anak saat di rumah aja, semoga anak-anak tetap bisa bermain dan belajar meski berada di rumah. Kalau bunda, punya ide apa? Silahkan sisipkan idenya di kolom komentar yaa..

Sunday, April 26, 2020

Hal yang Kurindu Semenjak WFH

April 26, 2020 1 Comments
Sudah sebulan semenjak pemerintah mengumumkan pembatasan sosial (social Distancing) ini aku lebih banyak mengisi keseharian ku di rumah. Padahal selama ini, aku lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah (dan terkadang mengeluh juga, astaghfirullah). 

Perasaan sedih, jenuh dan mungkin marah adalah bentuk emosi yang wajar ketika ada stressor atau pemicu stress seperti yang terjadi selama pandemi ini. Yang tidak wajar adalah bagaimana mengelola emosi itu sendiri agar tak berlarut dan menyebabkan emosi negatif semakin banyak dan emosi positif berkurang. Menurutku, boleh kok kita merasa demikian. Semua perasaan sedih, jenuh dan ingin marah harus kita terima agar solusi segera didapatkan. Akhirnya lama berpikir, tetiba teringat bagaimana caraku mengatasi kebosanan ini. Ya, memikirkan hal-hal yang membuat kita optimis dan mulai menulis apa saja yang ingin dilakukan ketika pandemi Covid-19 ini berakhir.

Aku meyakinkan diri bahwa di luar sana masih banyak orang yang justru tak seberuntung kita. Di saat Ramadhan di tengah pandemi Covid-19 seperti ini misalnya, mungkin di luar sana banyak pedagang yang tengah menantikan pembeli berdatangan padahal daya beli masyarakat tengah turun. Ada juga buruh pabrik, karyawan perusahaan dan asisten rumah tangga yang terpaksa kehilangan pekerjaan karena rumah dan kantor tempat mereka bekerja sedang mengurangi pengeluaran. Adakah rasa syukur, di saat di luar sana ada yang  menanti dibagikan menu berbuka barangkali. 

Hal Yang Kurindukan


Ada beberapa hal yang ingin aku lakukan jika pandemi ini berakhir. Hal yang Kurindukan tersebut antara lain

1. Bisa Menimba Ilmu Blog Secara Offline


Sebagai seorang newbie blogger, rasanya kepengen dong menuntut ilmu sebanyak-banyaknya dari para senior blogger. Dan ini salah satu yang Kurindukan, siapa tau juga ikut kecipratan jobnya kan, hehe..

2. Berenang


Rasanya udah lama banget gak berenang dan aku merasa butuh penyegaran lewat hobi yang sudah lama tak kulakukan ini. Sekalian mengajarkan anak biar pintar berenang juga pengen ku.

3. Meminjam Buku di Perpusda


Sudah sebulan semenjak ada pembatasan sosial ini aku tidak bisa ke perpus dan meminjam buku. Bahkan kali terakhir aku mengembalikan buku hanya bisa dititipkan di box pengembalian buku yang ada di depan gerbang perpusda. Hal ini dilakukan perpusda demi mengurangi terjadinya kerumunan.

4. Mudik

Momen foto bersama saat mudik kalimendong
Momen kumpul Saat Mudik

Beberapa kali ketika pak suami telepon ke ibu mertua, Uty  bilang ke embah kalau sudah pengin banget mudik. Padahal pemerintah baru saja menerbitkan pelarangan mudik. Kita tahan dulu deh, perasaan rindunya demi keselamatan semua pihak.

5. Jalan-jalan

Uty sedang kecehan di sungai saat ibu sedang foto untuk blog
Sudah kangen jalan-jalan


Iya nggak sih? Sudah lama banget gak ngerasain jalan-jalan baik ke lokasi yang dekat maupun yang jauh. Minimal ke alun-alun kota, selebihnya pengen jalan-jalan ke Singapura. Hehe, ngarep..siapa tau nanti menang lomba blog dan hadiahnya jalan-jalan..hihi..

Apa lagi ya, kira-kira? Kalau pekerjaan, sudah pasti kangen banget ya. Tapi entahlah..aku berharap yang baik-baik aja. Tempat kerja itu cuma sarana, semua Rezeki datangnya dari Allah. Pastinya rezeki tak akan tertukar kok dan tinggal kita menjemputnya dengan cara yang baik dan halal. 







Saturday, April 25, 2020

Jenis Masker dan Fungsinya

April 25, 2020 0 Comments
Akhir-akhir ini pemerintah gencar meminta kita memakai masker. Selain sebagai pelindung diri, masker juga merupakan salah satu sarana menghambat penularan Covid-19 melalui percikan atau droplet. Nah, sebenarnya ada berapa jenis masker sih dan jenis mana yang sebaiknya dipakai?

Jenis Masker dan Fungsinya


Berdasarkan bahan dan kegunaannya, ada 3 jenis masker yang digunakan untuk mencegah penularan infeksi pernapasan, antara lain

Jenis masker dan fungsinya, cara menggunakan masker yang tepat
Jenis masker dan fungsinya

1. Masker Kain


Sebenarnya fungsi utama masker kain ini adalah sebagai pencegah masuknya partikel debu dan menjaga kehangatan. Cukup efektif untuk mencegah terkena percikan atau droplet tapi tak efektif untuk mencegah patogen yang ada di udara. Jadi, masker ini hanya disarankan dipakai oleh masyarakat umum yang sehat dengan tetap menjaga jarak 1-2 meter. Keuntungan dari masker kain ini adalah bisa digunakan berulang. Cara pemakaiannya juga mudah seperti masker lain. Sementara untuk melepasnya, sebaiknya sebelum melepas disarankan untuk mencuci tangan terlebih dahulu lalu tarik bagian depan masker sambil melepas earloop. Jika tak memungkinkan cuci tangan, maka untuk melepasnya dengan melepas langsung melalui earloop agar bagian masker tak tersentuh. Masker kain harus diganti jika pemakaiannya lebih dari 4 jam atau sudah basah dan sebaiknya hanya dipakai mereka yang sehat.

2. Masker Bedah


Masker Bedah sebaiknya digunakan oleh masyarakat yang mempunyai masalah pernapasan seperti batuk, pilek maupun bersin atau mereka yang bekerja di bidang medis. Masker Bedah ini memiliki lapisan kedap air di bagian depannya sehingga mampu mencegah droplet atau percikan menembus masuk atau keluar dari masker. Masker ini mampu mencegah masuknya serbuk sari maupun bakteri berukuran mikro. Tingkat efektvitas masker bergantung pada kualitas masing-masing brand dan hanya bisa sekali pakai. Tingkat efektivitasnya lebih rendah dibandingkan masker N-95 tapi lebih baik daripada masker kain. Masker bedah ini terdiri dari lapisan pertama yang sifatnya anti air, lapisan kedua untuk menyaring partikel lebih kecil dan ketiga untuk menyerap kelembaban.

3. Masker N-95


Masker N-95 merupakan masker dengan tingkat efisiensi sebesar 95 % . Dinamakan juga respirator dan efektif mencegah partikel berukuran piko masuk saluran pernapasan. Terdapat 2 jenis masker N-95 yaitu yang menggunakan katup maupun tanpa berlatih. Masker N-95 berkarya memungkinkan kita bebas mengeluarkan udara dengan tetap membatasi udara yang masuk. Masker N-95 efektif melindungi dari infeksi pernapasan yang ditularkan melalui udara.

Nah, dari ketiga jenis itu, sebaiknya gunakan sesuai dengan kebutuhan ya dan sebaiknya hindari menimbun masker untuk mencegah kelangkaan masker di masa pandemi seperti ini.

Friday, April 24, 2020

Kenapa Harus Social Distancing?

April 24, 2020 0 Comments
Kenapa Harus Social Distancing

Ada banyak istilah baru yang aku dapatkan selama pandemi ini terjadi. Ada istilah Isolasi Mandiri, Lock down, Social Distancing, PSBB ( Pembatasan Sosial Berskala Besar), APD (Alat Pelindung Diri) dan masih banyak lagi. Lalu, kenapa sih pemerintah meminta kita tetap #dirumahaja alias tidak pergi tanpa keperluan mendesak. Bahkan sebagian daerah telah melakukan Lock down dan Jakarta sudah menerapkan PSBB.

Kenapa Harus Social Distancing?


Pandemi Covid-19 sejak kemunculannya pertama kali di Wuhan China berkembang begitu pesat. Saat postingan ini aku tulis, ada sekitar 
2,79 juta orang yang telah dikonfirmasi positif terkena Covid-19. Sebanyak 196 ribu orang dari seluruh dunia dinyatakan meninggal akibat terkena virus ini. Covid-19 adalah jenis virus yang menyerang saluran pernafasan dan menyebabkan penderitanya mengalami gangguan seperti batuk kering, demam dan bahkan pneumonia (radang paru-paru) yang menyebabkan kesulitan bernapas. Virus ini memiliki masa inkubasi 14 hari dan selama masa tersebut, mungkin orang yang terpapar akan merasa baik-baik saja. Virus yang menular lewat percikan batuk atau bersin, baik dari udara maupun sentuhan bisa dihambat dengan efektif salah satunya dengan menerapkan Social Distancing. Kenapa Social Distancing dianggap efektif mencegah penularan virus ini? Karena dengan Social Distancing, berdiam diri di rumah dan membatasi jarak dengan orang lain kita dianggap memutus rantai penyebaran virus tersebut.

Pengaruh Social Distancing


Dilihat dari segi kesehatan, penerapan Social Distancing merupakan cara yang efektif menghentikan penyebaran virus ini tapi di lain pihak, banyak stressor yang timbul mulai dari PHK, work from home, sekolah dari rumah, pembatasan semua kegiatan pengumpulan massa seperti pengajian, resepsi pernikahan, arisan dan beragam kegiatan lain. Pembatasan berbagai kegiatan dan memusatkan seluruh kegiatan baik sekolah maupun bekerja dari rumah saja menjadi pemicu timbulnya stress. Jika kita tak mampu mengelola stress itu dengan baik, keadaan yang ada justru akan membuat mental kita terganggu. Dengan tetap tenang dan berpikiran positif semua yang timbul justru menjadi pemantik diri untuk berubah dan berbuat lebih baik. Misal, kita jadi peduli soal manajemen waktu bersama anak dan tetap fokus bekerja, manajemen keuangan dimana kita bisa cermat membagi pemasukan ke dalam pos-pos yang ada dan tetap bisa menabung misalnya.

Thursday, April 23, 2020

5 Tips Mencegah Penularan Covid-19

April 23, 2020 1 Comments
5 tips mencegah penularan Covid-19

Khawatir berlebihan di saat pandemi bisa menyebabkan kita stress dan turunnya imunitas, yang sebaiknya kita lakukan adalah tetap waspada dan melakukan tindakan pencegahan agar kita tetap terlindungi. Apa saja tindakan preventif yang bisa kita dan keluarga lakukan?

5 Tips Mencegah Penularan Covid-19

1. Rajin cuci tangan


Sering-seringlah mencuci tangan terutama setelah berkegiatan di luar rumah dan setelah bersin. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir dapat mencegah penularan Covid-19. Lakukan 6 langkah  cuci tangan dengan benar
1. Basahi tangan dengan air mengalir
2. G QQosok sabun pada permukaan tangan, punggung tangan, sela-sela jari
3. Bersihkan jempol dan kuku-kuku dengan gerakan memutar
4. Bilas dengan air mengalir
5. Keringkan dengan handuk atau tissue bersih

5 langkah cuci tangan dengan benar
Image : Kemenkes



2. Gunakan Masker


Gunakan masker saat bepergian, hal ini untuk mencegah penularan Covid-19 melalui percikan dan melalui udara. Masker yang kita gunakan sebaiknya hanya dipakai selama 4 jam. 

3. Tutup batuk maupun bersin dengan tissue


Saat berada di luar jangan lupa membawa tissue, terutama saat sedang batuk atau bersin dan jangan menyentuh wajah sebelum cuci tangan. Jika tidak memungkinkan, tutuplah bersin atau batuk dengan siku baju.

4. Makan bergizi seimbang dan olahraga


Imunitas yang baik bisa diperoleh dari pemenuhan kebutuhan gizi yang cukup, olahraga dan pikiran positif.

5. Physical distancing


Hindari berada dalam kerumunan dan lakukan physical distancing maupun berdekatan terutama dengan orang yang sudah terinfeksi atau terpapar Covid-19.

Dengan melakukan tindakan preventif diharapkan kita semua terlindungi dan penyebaran virus Corona bisa dihambat. Yuk mulai lakukan dari diri sendiri dulu..

Wednesday, April 22, 2020

5 Cara Membantu Sesama Saat Pandemi

April 22, 2020 8 Comments
5 cara membantu sesama saat pandemi

Ramadan  telah tiba, namun di saat pandemi seperti sekarang menjaga jarak dengan tetap beribadah di rumah lebih utama. Selain melindungi diri kita juga turut melindungi orang lain. Lalu bisakah tetap melaksanakan sunnah Rasulullah di kala pandemi seperti ini, seperti berbagi  atau membantu sesama contohnya?

Beribadah di Kala Pandemi


Di kala ramadhan tiba, setiap orang berlomba melakukan kebaikan karena dalam bulan ini pahala kita dilipatgandakan berkali lipat. Kalau biasanya kita meramaikan masjid dengan tarawih, tadarus dan membagikan takjil secara bergiliran tetapi di kala pandemi ini kita perlu menahan diri pergi ke masjid. Bukan tanpa alasan, seperti kata Ustadz Abdul Somad dalam ceramahnya, kita meninggalkan satu Sunnah untuk melaksanakan sunnah yang lain yaitu menjaga diri dari penularan Covid-19 dengan tetap di rumah. Shalat tarawih, tahajud, witir, tilawah, iktikaf semuanya bisa dilakukan di rumah. Bahkan kita juga bisa turut melatih anak beribadah puasa di rumah. Sedangkan bersedekah, membayar zakat dan membagikan takjil bisa dilakukan dengan tetap memperhatikan aturan keselamatan agar tak terpapar virus.

Beragam Cara Membantu Sesama


Ada banyak jalan menuju surga, begitu pula ada banyak jalan untuk beramal. Termasuk jika kita berharap bisa menantu sesama di kala pandemi ini. Dari yang sederhana dan mudah dilakukan hingga yang sulit, darahku sebaiknya melakukan yang mudah dulu ya

1. Memakai masker


Dengan memakai masker saat bepergian berarti kita telah menjaga diri dan orang lain dari penularan virus Corona karena virus ini bisa menyebar lewat batuk, bersin yang tak sengaja terhirup dan masuk saluran pernafasan.


2. Physical distancing


Memberi jarak bagi fisik agar tidak bersentuhan dengan orang lain minimal 1 meter. Dari pemberian jarak ini diharapkan kita dan orang lain sama-sama terjaga dari paparan virus karena kita satu sama lain tak tahu mana yang akan menularkan dan ditulari. Kita tetap bisa kok berkomunikasi atau bersosialisasi, hanya soal fisik saja dibatasi.
Pembatasan jarak
Tetap bisa terhubung meski dibatasi jarak
Picture by Canva


3. Tidak menyebarkan hoaks


Berita tentang pandemi Covid-19 tersebar dimana-mana baik di jejaring sosial maupun di situs berita. Beberapa yang dibagikan merupakan pengumuman resmi dari pemerintah dan sebagiannya adalah hoaks. Maka pinter-pinter milih dan menyaring berita ya. Jangan sekalipun membagikan berita tanpa mengecek kebenarannya terlebih dahulu.


4. Berbagi postingan positif


Membagikan postingan ternyata punya dampak tersendiri bagi para pengguna sosial media. Membagikan postingan negatif dan menakuti hanya akan menambah beban dan energi negatif bagi pembaca postingan. Beberapa Influencer bahkan mengajak followernya berbagi postingan berhestek sambil berdonasi. Jadi, yuk  bagikan postingan yang positif dan memberi semangat.

5. Bersedekah


Ada banyak ragam cara untuk bersedekah, antara lain

a.  Berdonasi 


Kita bisa ikut berdonasi sesuai kemampuan kita baik secara langsung maupun melalui platform  seperti kitabisa.com, ACT, atau yayasan penerima sedekah seperti BAZNAS, Dompet Duafa, LAZISMU, Yayasan Yatim Piatu dan lainnya. Kita bisa berdonasi via gopay atau bank transfer baik ATM maupun mobile banking bagi yang terdampak pandemi. Donasi juga bisa dilakukan secara langsung misalkan dalam bentuk pembelian masker, stok konsumsi, dan APD ke tenaga medis dengan tetap memperhatikan keamanan diri.

b.  Membagikan makanan atau sembako


Sebaiknya membagikan sembako atau makanan dilakukan ke tetangga terdekat yang membutuhkan karena dalam situasi pandemi dan pembatasan sosial semacam ini banyak di sekitar kita yang penghasilannya terhenti karena pengurangan jam kerja maupun PHK.

C. Membagikan takjil 


Pembagian takjil  bisa tetap dilakukan tetapi ada baiknya kita tetap memperhatikan pembatasan jarak ya. Ada banyak tim relawan yang bersedia membaginya jika kondisi tak memungkinkan untuk membagikannya secara langsung.

Nah, itu tadi beberapa cara membantu sesama dari hal termudah yang bisa kita lakukan. Apapun cara yang akan kamu pilih tetep stay safe yaa...

Tuesday, April 21, 2020

Haruskah Terlambat Imunisasi Saat Pandemi?

April 21, 2020 8 Comments
Haruskah Terlambat Imunisasi Saat Pandemi

Saat pandemi Covid-19 seperti ini, Orangtua terutama yang memiliki balita memang sebaiknya di rumah. Selain mengikuti anjuran pemerintah, juga untuk mencegah diri dan keluarga dari paparan virus Corona. Apalagi, imunitas anak terutama balita belum sebaik orang dewasa. Namun, bagi ibu yang anaknya belum imunisasi, galau nggak sih? Kalau aku terus terang iya, tapi haruskah anak terlambat imunisasi saat pandemi?

Terlambat Imunisasi

Imunisasi Dasar yang diterima anak sedari lahir hingga usia 1 tahun antara lain Hb 0-4, BCG, Polio, DPT dan campak, sedangkan DPT-Hb-Hip lanjutan diberikan di usia 18 bulan. Alhamdulillah Imunisasi Dasar untuk Tito sudah selesai dan aku ingin meneruskan pemberian vaksin lanjutannya untuk usia 18 bulan, meski sekarang usia Tito 21 bulan. Hanya saja, ketika pandemi seperti ini apa ya yang sebaiknya dilakukan? Akankah menunda imunisasi lebih lama lagi atau tetap melanjutkannya?

Jadwal imunisasi IDAI 2017
Jadwal Imunisasi dari IDAI tahun 2017
Sumber : kulwap dr Chintya

Imunisasi di kala pandemi Corona


Aku sempat mencari artikel terkait Imunisasi kala pandemi dan mengikuti kulwap dr Cynthia Centauri, sp. A dari parentstory community. Ada beberapa tips yang dibagikan dr Cynthia tentang Imunisasi di kala Pandemi, yaitu

1. Sebaiknya memberikan imunisasi tepat waktu


Imunisasi Dasar bisa terlambat diberikan ke anak asalkan sesuai dengan anjuran IDAI dan untuk vaksin BCG dan Rotavirus, ada batas maksimal usia jadi diusahakan tepat waktu. Untuk imunisasi dasar, bisa ditunda maksimal 1 bulan dari jadwal.  Wajib bagi anak kurang dari usia 9 bulan untuk melaksanakan imunisasi dasar lengkap. Menunda lebih lama hanya akan meningkatkan resiko penyakit serius yang disebabkan oleh virus.

2. Hindari berkerumun


Sebelum melakukan Imunisasi, perhatikan tempat dan orang yang datang. Jika pasien yang datang tidak dibatasi dan memungkinkan kerumunan maka sebaiknya dihindari. Apalagi biasanya anak tidak nyaman menggunakan masker terlalu lama.

3. Imunisasi di puskesmas tetap bisa dilakukan selama puskesmas menerapkan prinsip social distancing, sirkulasi udara baik dan ruangan cukup luas.

Standar ruangan yang digunakan imunisasi saat pandemi adalah yang terbuka dan cukup luas serta tetap memperhatikan prisip social distancing. Pastikan hanya satu pengantar yang diijinkan masuk ruangan antrian.


4. Pilih RS atau tempat imunisasi yang memisahkan antara pasien sakit dan sehat

Beruntung di Salatiga, puskesmas memusatkan imunisasi di puskesmas pembantu yang ada di sekitar warga sehingga bisa dipastikan pasien sehat dan sakit tidak tercampur.

5. Tetap menggunakan masker, 

Berjaga-jaga itu penting, sehingga sebaiknya selalu gunakan masker saat di luar. Baik anak, orangtua yang mengantar serta petugas yang memberi vaksin wajib mengenakan masker. Bahkan khusus untuk tenaga medis, diwajibkan memakai APD saat memberi vaksin.


6. Bila memungkinkan, buat janji terlebih dahulu

Membuat janji terlebih dahulu dengan dokter atau tenaga medis membuat kita bisa tetap menjalankan physical distancing sehingga keamanan dan keselamatan bisa tetap diupayakan.

Orangtua juga harus memperhatikan tentang keamanan dan keselamatan anak saat berangkat dan sesudahnya. Rajin mencuci tangan dan mandi setelah berkegiatan di luar ruangan mampu mengurangi resiko penularan virus Corona. Semoga bermanfaat yaa


Monday, April 20, 2020

Covid-19 dan Pertanyaan Anak Tentangnya

April 20, 2020 0 Comments
Covid-19 dan Pertanyaan Anak Tentangnya

Pandemi Covid-19 membuat kesehariaan kita berubah 180 derajat. Hal yang tadinya tak pernah kita sangka akan seluas ini persebaranya. Beberapa kali anakku menanyakan kapan ia dan teman-teman bisa main seperti sedia kala dan beberapa pertanyaan lugu juga ditanyakan perihal covid-19 ini. Lalu, apa jawaban yang aku pilih?

Covid-19 dan Isolasi Mandiri

Covid-19 merupakan singkatan yang diambil dari Corona Virus Disease 2019, sebuah penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus corona jenis baru yang masih satu keluarga dengan SARS dan MERS yang muncul di tahun 2003. Virus Corona sendiri pertama kali muncul di Wuhan tahun 2019 sehingga nama di belakangnya terdapat angka 19. Seseorang yang terpapar dan memiliki imunitas rendah akan mudah terserang penyakit ini dengan gejala kelelahan, demam, batuk dan gejala infeksi pernafaan lain.
Cara melawan virus Corona
Cara melawan virus Corona
Image : Unicef

Penyakit ini bisa menular ke orang lain melalui kontak langsung, percikan ketika bersin atau berbicara, dan udara. Jika percikan ini mengenai benda seperti logam, kaca atau plastik maka virus tersebut mampu bertahan hingga 24 jam dan mampu bertahan di udara dalam suhu kamar sekitar 2-3 menit. Dengan mengamati bagaimana virus ini tersebar, pemerintah akhirnya melakukan bermacam pembatasan, mulai dari isolasi mandiri, karantina wilayah, hingga PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Hal ini juga yang mendasariku untuk berada lebih banyak di rumah bersama anak-anak.

Pertanyaan Anak Tentang Virus Corona


 Awal-awal saat terkonfirmasi ada 1 pasien positif corona di Salatiga , aku masih mengijinkan anakku, Uty untuk ikut berbelanja atau pergi keluar dengan memakai masker kain. Tetapi, saat jumlah yang positif terus bertambah dan banyak perantau pulang ke kampung halaman, aku akhirnya melarang Uty untuk ikut kemanapun dan tetap berada di rumah bersama adik dan bapak. Kebiasaan berbelanja yang tadinya kulakukan 2 hari sekali akhirnya kulakukan setiap 3-4 hari sekali dan hanya satu orang yang bisa keluar rumah. Uty yang tadinya suka bersepeda keliling komplek kubatasi hanya di depan rumah dan aku bersyukur saat menjumpai sadel sepedanya patah, kebiasaannya bersepeda terhenti sementara waktu. Uty akhirnya menghabiskan waktu bermain dan belajar di rumah. Kulihat, anakku sudah mulai bosan dengan begitu panjangnya waktu di dalam rumah dan beberapa pertanyaan akhirnya muncul.

Uty      : Bapak, kapan kita ke tempat embah Putri ? Udah lama Uty nggak kesana..
Bapak  : Nanti, kalau Coronanya udah hilang ya?
Uty       : Kapan Uty sekolah? , Corona itu apa?

Berbagai pertanyaan Uty tanyakan kepada kami. Menjelaskan hal baru kepada anak tentu harus disampaikan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami. Akhirnya, waktu itu aku pilih sebuah gambar tentang Covid-19 yang aku browsing di google dan menceritakan komiknya mba Watik Ideo yang aku dapatkan di laman facebook. Pertanyaan yang sering ia tanyakan selain apa itu Corona dan  kapan bersekolah antara lain

1. Kenapa memakai masker?


Aku menjawabnya sederhana, agar tak ketularan saat ada orang batuk, bersin atau berbicara. 

2. Kenapa harus mencuci tangan sering-sering?


Karena virus bisa menempel pada benda yang kita sentuh, jadi di tangan mungkin ada virus. Maka dari itu kita harus sering cuci tangan

3. Kenapa tak boleh main?

Biar gak ketularan. Kan kita gak tau orang yang diluar membawa virus atau enggak

4. Kenapa gak sekolah?

Karena gak boleh sama pak Presiden, takut ketularan Corona

5. Kenapa gak ke tempat embah putri?

Karena kalau mudik, nanti bisa menulari dan kena Corona juga

6. Anak kecil juga bisa kena Corona?

Semua orang bisa terkena, anak kecil, orang tua, bapak, ibuk, embah, adik dan yang lain juga bisa kena kalau gak hati-hati

7. Corona itu virus ya?

Iya, virus yang bikin orang bisa batuk, demam, badan sakit semua dan bisa meninggal

8. Kapan Coronanya hilang?

Kalau patuh sama pemerintah ,gak main di luar, sering cuci tangan, pakai  masker, makan makanan bergizi, insyaAllah Corona hilang sendiri.

Nah itu tadi beberapa pertanyaan yang sempat anakku ajukan. Kalau teman-teman biasanya pertanyaan apa yang disampaikan anak tentang Corona?



Sunday, April 19, 2020

Kebiasaan Baru Setelah Pandemi Covid-19

April 19, 2020 2 Comments
Kebiasaan Baru Setelah Pandemi Covid 19

Sepertinya mental kita sedang diuji di tengah pandemi Covid-19 ini ya. Stressor yang datang bisa saja membuat kita sedih, bosan, mengeluh atau marah dan bisa pula justru mengubah kita jadi makin termotivasi untuk memperbaiki diri. Tak cuma orang dewasa yang kebiasaaannya berubah after covid-19 ini datang, anak-anakpun mau tak mau harus beradaptasi dengan keadaan, bermain, berkegiatan dan belajar di rumah  seperti yang pemerintah harapkan saat ini.

Pandemi Covid-19

Pandemi menurut KBBI merupakan wabah yang tejadi serempak dimana-mana dan meliputi daerah yang luas. Kita bisa sebut wabah yang terjadi mendunia ini sebagai pandemi. Sedangkan Covid-19 sendiri menurut WHO merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh jenis corona virus baru yang tidak dikenal sebelum terjadi wabah di Wuhan, Tiongkok tahun 2019. Akibat terkena virus ini, penderita akan mengalami batuk kering, pilek, sakit tenggorokan, diare hingga rasa nyeri. Saat artikel ini aku tulis pemerintah tengah berupaya mencari obat untuk mengatasi Covid-19 itu sendiri. Karena ini virus, mungkin saat ini para ilmuwan tengah berjuang menciptakan vaksin Corona juga. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk mengurangi penyebaran virus ini. Dari himbauan untuk rajin cuci tangan, memakai masker, isolasi mandiri, penyemprotan disinfektan dan melarang adanya kerumunan. Banyak istilah-istilah baru yang akhirnya aku kenal semenjak pandemi ini. Awal ketika pandemi ini muncul di Wuhan, ada rasa cemas. Berbagai berita menyebut bahwa wabah virus tersebut telah masuk ke Indonesia, dan ternyata benar. Bahkan saat postingan ini aku tulis, sudah ada sekitar total 161.000 orang meninggal dari seluruh dunia akibat wabah Corona virus. Mau tak mau, kami sekeluarga melakukan upaya mandiri agar tetap aman dari serangan virus ini, yaitu dengan cara :

1. Menerapkan physical distancing (jaga jarak, menghindari segala bentuk kerumunan dan menunda segala bentuk kegiatan yang bersifat mengumpulkan orang) seperti mengganti arisan PKK yang biasanya kumpul-kumpul menjadi arisan online.

2. Rajin mencuci tangan dan wajib berganti pakaian setelah aktivitas keluar rumah seperti berbelanja sayur yang kulakukan 3 hari sekali.

3. Mengurangi aktivitas di luar ruangan apalagi mengajak balita. 

4. Selalu memakai masker ketika akan pergi 

5. Mengusahakan agar anak tetap bermain dan belajar di rumah

6. Menjaga kesehatan dengan tetap memperhatikan pemenuhan gizi seimbang

7. Berjemur

8. Olahraga ringan atau tetap beraktivitas seperti biasa

9. Stay positif

Sebetulnya after covid-19 ini muncul, banyak kebiasaan baru yang akhirnya jadi rutinitas di rumah. Stress yang bagi keluargaku mendatangkan kebiasaan positif seperti mencuci tangan, rajin bebersih dan kepedulian terhadap pentingnya kesehatan meningkat. Seperti Uty misalnya, semenjak aku ceritakan mengenai bagaimana virus ini menular, ia mulai suka cuci tangan, baik ketika akan makan maupun setelah dari luar rumah. Menurutku, Uty juga jadi lebih kalem dan emosinya lebih stabil. Barangkali karena merasa lebih sering mendapat perhatian orangtuanya dan tak banyak menerima efek negatif dari lingkungan.

Kegiatan Belajar di Rumah

Sebulan semenjak pemerintah mulai menerapkan sekolah berbasis online dan physical distancing, timbul rasa bosan pada diriku dan sudah kepengen jalan-jalan rasanya.  Uty juga demikian, kadangkala ia menanyakan kapan bisa sekolah lagi. Tetapi demi kebaikan bersama, aku tetap berusaha patuh terhadap perintah tersebut. Anakku sendiri awalnya bosan karena melakukan kegiatan itu-itu saja dan hanya menunggu intruksi yang diberikan bunda gurunya via pesan di whatsapp dan malahan ada beberapa kegiatan yang tak anakku lakukan karena moodnya kurang bagus atau karena sudah melakukan kegiatan belajar yang baginya lebih seru. Lalu, apa saja usaha yang aku lakukan untuk mengganti kegiatan belajarnya di sekolah? Berikut beberapa hal yang aku list untuk Uty meskipun ada yang belum terlaksana juga

2.1 Mengajarkan Kemandirian

Dengan kondisi pandemi demikian, fokusku sekarang lebih menekankan pada kemandiriannya dalam belajar dan mengajarkan life skill di rumah. Mengharapkan ketuntasan belajar pada anak kok rasanya seperti berat, apalagi tentunya banyak hal yang perlu dikerjakan selain menemaninya belajar. Di usia 3-5 tahun, anak lebih suka meniru dan melakukan semua kegiatan yang dilakukan orang dewasa di sekitarnya. Tetapi, karena masing-masing anak memiliki kecepatan dan gaya belajar yang berbeda maka aku sesuaikan seperti gaya belajar Uty yang audio kinestetik. Ketika anak ingin membantu pekerjaan kita misalnya, maka berikan pekerjaan yang mudah dan bisa dilakukan. Sebagai contoh, ketika aku sedang menyetrika baju, maka Uty yang berkeinginan membantu aku ijinkan untuk ikut membantu menyetrika bajunya sendiri atau merapikan baju yang baru saja diambil dari jemuran untuk disetrika sekalian. Terkadang ia juga berinisiatif mengajak adeknya bermain ketika ibunya memasak.

2.2 Mengajarkan Hafalan Surat Pendek

Menceritakan tentang sebab turunnya surat pendek yang sedang dihafalkan serta mengulang-ulangnya di depan anak ternyata memudahkannya menghafal. Menghafal bisa dilakukan sambil bermain, tiduran di kamar, belajar atau memutar beberapa serial youtube yang menampilkan bacaan surat pendek tersebut. Ternyata beberapa kali hafalan surat pendek, hadis dan shalawat Uty sudah hafal semuanya meski belum laporan lagi ke bunda gurunya. PR ku yang belum tuntas adalah mengajarkannya Asmaul Husna karena ibunya juga agak gelagapan menghafalkan sesuai dengan yang diberikan sekolah.

2.3 Kegiatan Mewarnai

Uty selalu antusias dengan kegiatan ini. Selain stok buku mewarnai yang aku beli, aku juga sediakan beberapa print out hasil pencarianku di pinterest. Di kertas yang aku cetak tersebut ada seri belajar menggunting, mencocokkan bentuk dan gambar, dan mengeja huruf yang kesemuanya bisa diwarnai.

Tracking garis, menggunting dan mewarnai
Kiri : Lembar Mewarnai, Kanan : Permainan

2.4 Mengajarkan shalat berjamaah dan mengaji


Meski belum bisa rutin, tiap kali bapak dan ibunya  shalatbiasanya Uty akan mengikuti terutama saat shalat Maghrib dilanjutkan dengan belajar mengaji dan mengulang hafalan. Kadang karena ingin segera bisa, Uty meminta ngajinya langsung loncat halaman biar cepat bisa katanya.

2.5 Membiasakan kata Tolong, Maaf, Terimakasih dan Permisi

Kebiasaan tolong, terimakasih,  dan maaf sebenarnya sudah rutin dilakukan tinggal mengajarkan kata permisi yang masih asing untuk Uty.

2.6 Mengajarkan shirah

Mengajarkan shirah ternyata butuh ilmu yang cukup banyak, meski sudah paham tetapi ibuk perlu melengkapi referensi belajar sepertinya agar pemahaman Uty semakin bagus. Sementara shirah masih jadi PR buat ibu dan Uty.

Oiya, pak suami juga punya tambahan. Beliau mulai merutinkan berbahasa Jawa ke anak agar anak tak kehilangan jati dirinya sebagai orang Jawa dan paham bahasa daerahnya. Nguri-uri budaya Jawa istilahnya.

Lalu, apa keinginan terbesarku setelah pandemi ini?


Setelah pandemi ini berakhir, rasa-rasanya kok kita semacam dilahirkan kembali ya? Apalagi di ramadhan kali ini, suasana yang kita rasakan jauh berbeda dengan ramadhan sebelumnya. Ada rasa kangen tarawih ke masjid dan mudik ke tempat mertua yang tak bisa  kulakukan.  Dari sini, jadi ada niatan untuk memperbaiki diri lebih dari sebelumnya, ingin jauh lebih bermanfaat dan lebih produktif membagi waktu. Ingin merealisasikan beberapa target yang sempat tertunda setelah menikah seperti rutin membaca buku, merutinkan tilawah dan menambah beberapa ibadah lain. Juga membuat family projects agar tujuan keluarga kami tercapai. Semoga pandemi ini lekas berakhir ya dan kita berubah menjadi kupu-kupu cantik, menjadi manusia yang lebih baik setelahnya. Aamiin..


Friday, April 10, 2020

Agar Hobi Anak Jadi Jalan Rejekinya

April 10, 2020 0 Comments
Selain mengajarkan anak melek finansial, ada baiknya kita juga melatih kemampuannya dalam bidang bisnis juga lho. Kenapa? Karena semakin besar usianya, selain dituntut memiliki akhlak yang baik, anak juga diharapkan agar bisa mandiri. Bisnis itu bisa dimulai dari yang dekat dengan kita, misal hobi yang menyenangkan yang selama ini dilakukan anak bisa jadi suatu hobi yang menghasilkan juga Lo. Bagaimana langkah memulainya, simak ceritaku yuk!

Celotehan Anak dan Inspirasi Bisnis


Tempo waktu lalu tiba-tiba Uty nyeletuk ke saya waktu kita lagi ngobrol tentang kesenangannya beli mainan harus dikurangi karena boros,
Uty : " Buk, Uty pengen punya warung!"
Saya : " Punya warung? Buat apa?
Uty : " Nanti uangnya bisa ditabung"
Saya : " Nanti yang beli jajanannya Uty sendiri, dimakan Uty?
Uty : " Enggak, jadi kalau ada yang beli Uty yang layani"
Saya : " Nanti mau jualan dimana? Terus siapa yang beli?"
Uty : " Jualan di rumah, nanti dek Shafa, Azzam sama orang-orang suruh beli
Saya : " Kalau gak ada yang beli?"
Uty : " Nanti Uty yang bilang, beli..beli.."

Sayapun tertawa mendengar celotehan anak saya ini. Barangkali karena sering jajan di warung, dia jadi terkesima sama pemilik warung yang melayani pembeli. Dan waktu itu saya gak begitu peduli dengan kemauannya ini, masih kecil pikir saya. Hingga suatu kali saya blogwalking ke salah satu blog teman yang dia ketika kecil pengen banget punya warung juga cita-citanya. Saya jadi inget  juga mbak Ais, sepupu Uty yang diberi  berjualan stiker label pembatas buku di sekolah dan lumayan menghasilkan. Lantas, saya berfikir, bagaimana cara yang tepat untuk melatih anak berbisnis dari hobi yang ia jalankan.

Moziah Bridges, adalah nama salah satu pengusaha muda yang tergolong masih anak-anak ketika memulai bisnisnya yaitu di usia 11 tahun. Pemilik akun IG Mo'sBows ini awalnya sebal ketika menemui bow ( dasi kupu-kupu) berwarna hitam dan hanya bisa dipakai untuk acara formal. Kesukaannya berpenampilan rapi dan mengenakan dasi kupu-kupu membuatnya tertarik belajar menjahit ke neneknya. Dari hobinya memakai dasi kupu-kupu buatannya sendiri itulah awal mula bisnis itu berkembang hingga sang ibu menawarkan agar ia menjual dasi kupu-kupu yang terlalu banyak di rumah. Dari sinilah bisnis itu dimulai dan Moziah Bridges akhirnya menjadi pengusaha sukses seperti sekarang.

Kanan : Moziah Bridges
Source : IG Mo'sBows
Dari inspirasi diatas, lantas saya berpikir bagaimana cara mendidik anak yang tepat agar ia bisa berhasil bahkan dari hobi yang digelutinya. Kalau kata pepatah, Love what you do, Do what you love. Cintai apa yang kamu kerjakan dan kerjakanlah yang kamu cintai. Saya bahkan berkali-kali memperoleh penghasilan dari menjalankan hobi juga. Kesukaan saya ngoprek Corel Draw sekitar tahun 2011 itu membuahkan orderan MMT, Katalog, desain logo, flyer dan semacamnya kala itu dan menghasilkan pundi dari selain pekerjaan di kantor. Tapi karena pindah dan kurang telaten mengurusi printilan segala macam , semenjak menikah akhirnya hobi itu terhenti.

Selanjutnya, apa yang kita lakukan agar anak mau bekerja dan belajar sungguh-sungguh dalam menjalankan hobinya dan bagaimana cara yang tepat mendidik anak agar suatu saat hobinya bisa menghasilkan juga?

Hobi Menyenangkan itu Bisa Berpeluang Menghasilkan Juga


Hobi yang dijalani anak bisa jadi ladang penghasilan juga rupanya.  Apalagi  di era milenial sekarang ada beragam profesi baru yang bermula dari sekedar hobi, seperti fotografi, ngeblog, vlog, bookstagramer, memasak, mendesain seperti programer, desainer grafis, dan perancang busana. Lalu, apa yang sebaiknya hal yang perlu diterapkan ke anak?

A. Mendidik Anak Melek Finansial 


Kenapa hal ini penting dilakukan? Tentunya agar anak paham bagaimana cara mengelola keuangan yang tepat dan memilih kelak akan seperti apa ia. Seperti di bukunya Robert T Kiyosaki, memilih jadi pekerja, freelancer, pemilik bisnis atau bahkan investor.

1. Pahamkan Tentang Konsep Harta

Segala rezeki yang kita punya datangnya dari Allah. Cara memperolehnya bisa dengan berbagai cara. Mengajarkan anak bagaimana memperoleh harta dan memanfaatkannya jadi langkah pertama memberi pemahaman tentang konsep harta, terutama harta yang halal.

2. Pahamkan Tentang Kebutuhan dan Keinginan

Saya pribadi biasa memberi pilihan ketika anak ikut berbelanja dan menginginkan sesuatu. Cukup satu atau dua makanan saja yang dibeli, bukan semua jajanan yang ia mau wajib terbeli. Pertama kali hal ini diterapkan, Uty ketika itu menangis, tetapi lama kelamaan akhirnya ia paham dan tahu cara membedakan kebutuhan dan keinginan. Perlu komunikasi efektif juga dengan saudara dan orangtuanya saya agar Uty tak selalu membeli barang yang ia inginkan.

Baca juga : Tips Mengurangi Nafsu Jajan Anak

3. Melatihnya Menabung 

Melatih anak mengatur keuangan
Melatih Menabung
Dok.pri

Karena tidak semua barang yang diinginkan anak bisa kita penuhi saat itu juga, maka pahamkan anak konsep menabung. Mengajarkan konsep  menabung ke anak bisa dilakukan sesuai tahapan usianya. Untuk Itu yang baru berusia 4 tahun, menabung bisa jadi alasan karena ingin membeli sesuatu yang diinginkan atau untuk simpanan kebutuhan sekolah.

4. Mengajarkan Mengatur Keuangan

Ketika anak mulai bersekolah dan mendapatkan uang saku, kita bisa melatih anak mengatur pemasukan dan pengeluaran harian terus berlanjut mingguan hingga akhirnya bulanan sesuai tahapan usianya dan tingkat pemahamannya tentang uang.

Baca juga :

  Kakeibo, Mengatur Keuangan ala Jepang
  Tips Keuangan Ala Prita Ghozie
  5 Tanda Keuangan Rumah Tangga Tidak Sehat

5. Mengajarkan Anak Berbisnis

Berbisnis bisa dimulai dari hal yang sederhana, seperti menjual makanan, aksesoris lucu atau perlengkapan tulis di sekolah. Awali dengan modal minimum, misal cukup 10.000 rupiah untuk kulakan atau membuatkan camilan, anak bisa menjualnya ke teman-temannya. Dengan mengajarkan anak berbisnis, anak akan belajar bagaimana cara menjual, promosi, melihat peluang dan menambah kepercayaan dirinya

B. Dari Hobi jadi Sumber Kebahagiaan

Perlu 10.000 jam terbang agar seseorang menjadi ahli di bidangnya. Menekuni hobi dengan serius bisa membuat kita ahli di bidang tersebut. Lalu bagaimana langkah agar anak memiliki hobi yang bermanfaat untuk masa depannya?

1. Kenali Bakatnya

Ketika anak rela melakukan sesuatu berjam-jam dan melakukannya dengan bahagia, bisa jadi hal tersebutlah yang menjadi minat anak. Ada banyak ragam cara untuk mengenali minat dan bakat anak melalui beragam aktivitas yang ia lakukan sehari-hari. Mengenali bakat dan minat anak sedari dini lalu mengarahkannya ke dalam kegiatan yang positif membuat anak lebih bahagia karena pada akhirnya kita tak lagi membandingkan anak dengan anak lain tetapi jadi lebih fokus dalam pengembangan bakatnya.

2. Tidak Memaksakan Impian Kita 


Jika kita sebagai orangtua pernah memiliki kegagalan dalam menggapai impiannya, jangan sekalipun memaksakan anak mewujudkan impian tersebut. Biarkan ia memilih jalan cita-citanya sendiri. Tugas kita sebagai orangtua hanyalah mengarahkannya, bukan memaksakan. Dengan demikian anak akan punya kepercayaan diri dan  semangat menjalani pilihannya.

3. Dukungan


Tak hanya memberikan kesempatan kepada anak untuk mengembangkan hobinya melalui belajar otodidak maupun mengikuti kursus misalnya, anak juga membutuhkan dukungan moral dari orangtuanya sehingga diharapkan ketika usia anak sudah baligh, ia sudah mampu menentukan mana yang menjadi pilihannya. Kita bisa mewujudkan keinginan anak dan memasukkannya dalam famili project jika keinginannya realistis dan anak menunjukkan kesungguhannya. Jika saat ini Orangtua belum bisa memenuhi keinginan anak karena keterbatasan rejeki, ajak anak terus berdoa agar keinginannya terwujud dan meyakinkan bahwa rejeki yang diberikan Allah sangatlah banyak dan rejeki Orangtua hanyalah sebagian dari rejeki yang Allah berikan.

Nah itu tadi beberapa langkah yang bisa dilakukan agar anak mau menekuni hobinya dengan sungguh-sungguh dan menghasilkan. Pesan saya, jangan pernah paksakan keinginan kita ke anak ya, ikutlah belajar dari anak dan terbukalah.
Keep positif.

Sumber :
The Asian Parent
 Materi Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini IIP

recent posts

Featured post

Belajar Hikmah perjuangan Cinta Hajar, Ismail dan Ibrahim

Dalam Idul Adha, kita bisa mengambil hikmah perjuangan Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS dan Siti Hajar bahwa ketaatan pada Allah adalah sumbe...

Popular Posts