Jenis Masker dan Fungsinya

Akhir-akhir ini pemerintah gencar meminta kita memakai masker. Selain sebagai pelindung diri, masker juga merupakan salah satu sarana menghambat penularan Covid-19 melalui percikan atau droplet. Nah, sebenarnya ada berapa jenis masker sih dan jenis mana yang sebaiknya dipakai?

Jenis Masker dan Fungsinya


Berdasarkan bahan dan kegunaannya, ada 3 jenis masker yang digunakan untuk mencegah penularan infeksi pernapasan, antara lain

Jenis masker dan fungsinya, cara menggunakan masker yang tepat
Jenis masker dan fungsinya

1. Masker Kain


Sebenarnya fungsi utama masker kain ini adalah sebagai pencegah masuknya partikel debu dan menjaga kehangatan. Cukup efektif untuk mencegah terkena percikan atau droplet tapi tak efektif untuk mencegah patogen yang ada di udara. Jadi, masker ini hanya disarankan dipakai oleh masyarakat umum yang sehat dengan tetap menjaga jarak 1-2 meter. Keuntungan dari masker kain ini adalah bisa digunakan berulang. Cara pemakaiannya juga mudah seperti masker lain. Sementara untuk melepasnya, sebaiknya sebelum melepas disarankan untuk mencuci tangan terlebih dahulu lalu tarik bagian depan masker sambil melepas earloop. Jika tak memungkinkan cuci tangan, maka untuk melepasnya dengan melepas langsung melalui earloop agar bagian masker tak tersentuh. Masker kain harus diganti jika pemakaiannya lebih dari 4 jam atau sudah basah dan sebaiknya hanya dipakai mereka yang sehat.

2. Masker Bedah


Masker Bedah sebaiknya digunakan oleh masyarakat yang mempunyai masalah pernapasan seperti batuk, pilek maupun bersin atau mereka yang bekerja di bidang medis. Masker Bedah ini memiliki lapisan kedap air di bagian depannya sehingga mampu mencegah droplet atau percikan menembus masuk atau keluar dari masker. Masker ini mampu mencegah masuknya serbuk sari maupun bakteri berukuran mikro. Tingkat efektvitas masker bergantung pada kualitas masing-masing brand dan hanya bisa sekali pakai. Tingkat efektivitasnya lebih rendah dibandingkan masker N-95 tapi lebih baik daripada masker kain. Masker bedah ini terdiri dari lapisan pertama yang sifatnya anti air, lapisan kedua untuk menyaring partikel lebih kecil dan ketiga untuk menyerap kelembaban.

3. Masker N-95


Masker N-95 merupakan masker dengan tingkat efisiensi sebesar 95 % . Dinamakan juga respirator dan efektif mencegah partikel berukuran piko masuk saluran pernapasan. Terdapat 2 jenis masker N-95 yaitu yang menggunakan katup maupun tanpa berlatih. Masker N-95 berkarya memungkinkan kita bebas mengeluarkan udara dengan tetap membatasi udara yang masuk. Masker N-95 efektif melindungi dari infeksi pernapasan yang ditularkan melalui udara.

Nah, dari ketiga jenis itu, sebaiknya gunakan sesuai dengan kebutuhan ya dan sebaiknya hindari menimbun masker untuk mencegah kelangkaan masker di masa pandemi seperti ini.

No comments