Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Wednesday, June 10, 2020

5 Cara Terbaik Mewujudkan Self Love

June 10, 2020 3 Comments

5 cara mewujudkan self love

Cobaan yang menerpa kadang membuat iman kita jatuh bangun. Bermacam kesedihan maupun kebahagiaan akan mampu kita lewati dengan Self Love yang kita bangun bersama support system yang mampu membimbing kita jadi lebih kuat dan lebih baik. Lalu bagaimana mewujudkannya?

Nyatanya memang tak mudah hidup dalam lingkup sosial. Ada yang mendukung tetapi ada pula yang kadang justru mencoba menjatuhkan. Kadang keinginan kita untuk maju dan berkembang itu membuat seorang atau sekelompok golongan menjadi dengki dan menyebarkan berbagai rumor. Belum lagi ditambah cibiran yang membuat hati perih mendengarnya. Namun, semua itu bisa kita atasi dengan bermacam cara yang mampu membangkitkan kembali semangat dan keinginan untuk maju.

Jadi sebenarnya self love itu apa sih? Self love adalah perasaan syukur, menerima dan menghargai diri sendiri atas apa yang dimiliki lengkap dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada.
Ada yang beranggapan bahwa self love itu semacam memanjakan diri, tapi menurutku self love bukan soal bermanja, narsis atau terlalu PeDe (Percaya Diri) tetapi lebih bagaimana kita menghargai diri dan fokus pada pengembangan diri kita. Apalagi jika kita punya dukungan yang mampu menghangatkan semangat melewati hari.

Penyebab Rendahnya Self Love


Menurutku ada beberapa penyebab kenapa kita kurang bisa mencintai diri sendiri, antara lain

  • Kurang Bersyukur

Perasaan kurang bersyukur itu ibarat kita minum air garam, tak pernah puas dengan apa yang dimiliki. Rasa tersebut hanya akan memicu berbagai hal negatif seperti marah, iri, dengki dan kufur nikmat. Padahal ketika kita legowo, Allah justru melimpahkan nikmat dan kemudahan yang sangat banyak, termasuk kelapangan  rezeki.

  • Tak punya tujuan hidup

Seseorang yang tak punya tujuan hidup yang matang hanya akan mudah limbung ketika cobaan menerpa dan mudah iri melihat orang lain berhasil.

Contoh 1 :

X adalah tetangga Y. Si X diterima di PTN jurusan hukum, karena iri maka jadilah Y masuk di jalur yang sama meskipun bukan minat dan bakatnya. Si X karena usaha dan kecerdasannya menjadi lulusan terbaik dan Y menyesal karena tak mengikuti pasionnya waktu itu. Si Y yang kurang bersemangat pada studi yang bukan minatnya tersebut akhirnya malas melanjutkan skripsi hanya karena dosen pengampunya memintanya revisi berulang-ulang. 

Contoh 2 : Bu Desi adalah seorang ibu rumah tangga dan suaminya bekerja sebagai staf di sebuah instansi. Ia bertetangga dengan bu Fina yang bekerja dan suaminya seorang manager perusahaan multinasional. Karena tuntutan pekerjaan, Bu Fina membeli mobil baru sementara Bu Desi yang iri juga membeli hanya karena melihat bu Fina memiliki. Akhirnya Bu Desi mengalami kesulitan keuangan karena cicilan angsuran mobil yang dibelinya 

  • Mr Yessman

Seseorang yang mengabaikan kepentingan primernya hanya karena merasa sungkan akan mengalami banyak kesulitan membagi prioritas dan akhirnya membuat peran serta tujuan hidupnya kurang maksimal dijalani. Tak semua ajakan selalu diiyakan, fokus pada tujuan dan belajar untuk berkata tidak terhadap hal yang tak penting.

  • Terlalu Perasa

Overthingking terhadap suatu ucapan atau perbuatan orang lain hanya akan menguras energi, membuat hilang fokus dan tidak produktif. Selain itu, kita akan jadi mudah depresi dan insomnia karena memikirkan sesuatu yang terkadang tak bermanfaat. Kritikan seseorang bisa kita jadikan renungan jika memang hal tersebut benar, tetapi berlebihan menganggap sindiran, kritikan dan cibiran orang lain itu hanya akan menjatuhkan mental dan membuat kita takut melangkah.

  • Inner Child

Kenangan buruk yang belum tuntas saat kecil pada sebagian orang akan berakibat rendahnya menghargai diri, minder dan insecure ketika berhadapan dengan orang lain. Cara terbaik untuk mengatasinya adalah menyelesaikan inner child agar tak menjadi beban dan menghambat pengembangan diri.

                   Inner Child dan Solusinya

  • Sulit Memaafkan

Seseorang yang memiliki sifat sulit memaafkan baik atas kesalahan dirinya maupun orang lain akan sulit mencintai dan menghargai diri sendiri. Memaafkan kesalahan diri maupun orang lain akan meringankan beban dan memudahkan langkah.

5 cara mewujudkan self love


  • Perfeksionis

Tuntutan untuk selalu sempurna itu bagus tapi jika hal tersebut membuat kita berlebihan dalam merespon suatu hal yang ada  akhirnya justru membuat kita kelelahan dan rentan depresi. Tak semua harus berjalan sesempurna mungkin, ada banyak hal di luar kendali yang kadang membuat keinginan kita belum terwujud. Misal, sebagai seorang ibu rumah tangga dengan dua anak kecil dan tanpa asisten, keadaan rumah yang berantakan itu memang tak baik tetapi harapan agar rumah selalu rapi dan bersih tiap saat misalnya akan membuat kita rentan stres, memarahi anak dan kelelahan karena terlalu fokus pada kerapian itu.

Cara Mewujudkan Self Love

Mencintai diri sendiri ternyata ada tehniknya dan cara masing-masing orang berbeda. Berikut beberapa cara yang aku terapkan

1. Miliki Support System


Support System terbaik di dunia itu hanyalah Allah buatku, tetapi tak ada salahnya kan kita juga membagi perasaan dan keluhan kepada seorang yang kita percaya semisal suami. Sebagai seorang yang introvert (tertutup) tentu tak mudah membagi perasaan ke orang lain apalagi jika orang tersebut gemar bercerita. Bisa jadi, aib kita juga diikutsertakan sebagai bahan rumpian kan. Karena suami atau saudara hanyalah faktor luar maka faktor pendukung terbaik yang ada hanyalah diri sendiri. Bagaimana diri bangkit adalah karena kemauan diri untuk berubah dan lepas dari kesedihan. Yakinlah bahwa kita mampu, layak dicintai dan banyak yang menyayangi.

2. Perbanyak Bersyukur


Dengan bersyukur dan menerima segala apa yang diberi dengan lapang justru menambah nikmat yang ada. Contoh mudahnya,  keadaan saat pandemi ini misalnya, banyak yang akhirnya harus bekerja di rumah bahkan dirumahkan. Respon negatif akan memicu keluhan dan menimbulkan stress karena penghasilan berkurang, kehilangan pekerjaan yang akhirnya membuat stress dan depresi. Tetapi jika kita menganggap pandemi ini sebagai tantangan, maka di tengah situasi ini banyak yang justru bisnisnya meluas karena kreatif membuat inovasi atau memanfaatkan masa pandemi untuk memperbaiki diri dan menambah potensi diri.

3. Susun Rencana Hidup


Beberapa orang beranggapan bahwa menyusun rencana hidup itu adalah sesuatu yang sulit diwujudkan karena takut gagal. Buatku bermimpi tinggi itu boleh, bekerja keras iya. Jadi selain merencanakan, kita juga perlu menyusun langkah apa dan bagaimana mencapai mimpi tersebut.

4. Memaafkan


Memaafkan kesalahan diri dan orang lain adalah cara meringankan masalah yang dihadapi. Dengan memperbanyak introspeksi, maka kesalahan yang sama tak akan terulang.


5. Mengakui


Sulitnya mengakui segala kelemahan dan kekurangan serta menuntut diri untuk sempurna menyebabkan kita akan sulit bersyukur dan mencintai diri. Self love akan hadir di tengah perasaan menerima, so be yourself!!

Referensi : Dari berbagai sumber

Sunday, May 31, 2020

Update Informasi Lengkap Seputar Covid-19 di Pusat Informasi Corona Kumparan

May 31, 2020 25 Comments
Update Informasi Lengkap Seputar Corona di Kumparan

Saat kasus Corona mulai menyebar ke beberapa daerah, aku terkena flu berat. Muncul perasaan takut dan khawatir tertular Covid-19. Layaknya reporter, semua orang bebas membagikan postingan berita yang beredar di WhatsApp, baik itu di grup keluarga, seputaran teman atau bahkan rekan komunitas. Beberapa yang bijak memilah mana yang fakta dan mana yang hoaks. Beruntung menjadi bagian Komunitas Emak Blogger yang literasinya menurutku keren. Beberapa waktu lalu aku terkena batuk kering yang membuat paru-paru dan tenggorokan terasa perih ketika batuk, dan aku mulai berpikir buruk terjangkit Covid-19. Beruntung, aku mendapatkan informasi Corona yang berasal dari sumber terpercaya. Konten dan beritanya yang faktual dan aktual bisa kalian nikmati.

Memahami Keberadaan dan Gejala Virus Corona

Gejala awal batukku mirip dengan Covid-19, tafsiranku kala itu aku terinfeksi. Tenggorokan terasa kering, perih ketika batuk dan sendi jadi nyeri semua. Pernafasan agak sulit karena flu dengan droplet pekat tersebut menyebabkan hidung tersumbat. Hal ini membuatku sampai berpikir keras di rumah adalah siapa saja yang kutemui selama sebulan terakhir. Saat memutuskan berobat, dokter dan yang lainnya lengkap dengan APD memeriksa bahkan menanyakan riwayat perjalananku waktu itu. Perasaan jadi makin resah karena seminggu sebelumnya kami sekeluarga melakukan perjalanan ke Magelang dan sudah beredar fakta ada satu pasien positif terinfeksi Corona. Aku bersyukur ternyata batukku bukanlah salah satu indikasi terjangkit virus corona. Meski demikian, dokter menyarankan aku untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Semenjak itu, berbagai kegiatan menjaga imunitas seperti olahraga, makan bergizi seimbang, konsumsi vitamin, berjemur, rajin cuci tangan, dan memakai masker setiap kali pergi jadi kebiasaan. Sembari melakukan itu semua aku juga mengakses beragam info terkait virus Corona, dari soal gejala, penanganan hingga artikel terkait kegiatan WFH (work from home) dan tinggal di rumah.

Seperti dilansir dari Kumparan, gejala umum yang dialami seorang yang terinfeksi Corona antara lain 
  • Demam
  • Letih dan lesu
  • Gangguan pernafasan seperti batuk, pilek, hidung tersumbat.
  • Beberapa yang lain bahkan hingga diare dan nyeri.

Saat postingan ini aku tulis, muncul istilah baru untuk menyebut orang sehat tetapi terpapar virus Corona yaitu OTG (Orang Tanpa Gejala). Oleh karenanya kita disarankan untuk tetap berada di rumah. Semua sama-sama tak tahu, kitakah yang akan tertular atau menularkan mahluk mungil bernama Corona ini.

Saat Kumparan merilis Kumpulan berita bertajuk Pusat Informasi Corona, aku jadi yang paling bersemangat untuk update informasi terkini tentang Corona dan segala hal yang berhubungan dengan dampaknya. 

Kumparan, Pusat Informasi Corona Terpercaya dan Terlengkap


Meski dirilis tahun 2017, aku mengenal Kumparan saat salah seorang teman membahas tentang event bersama Kumparan di tahun 2019. Saking penasarannya, akhirnya aku mengikuti akunnya di jejaring Instagram.

Berikut tips untuk mendapatkan pengalaman yang lebih personal dari Kumparan :

  • Unduh aplikasi Kumparan di Playstore
  • Buat akun di Kumparan
  • Atur notifikasi sesuai kebutuhanmu
  • Gabung dengan grup WhatsApp teman kumparan
  • Untuk mendapatkan informasi terupdate seputar Covid-19, akses Pusat Informasi Corona di collective

Di Pusat Informasi Corona ini, kita mendapatkan

1. Berita terupdate terkait Corona


Dari mulai yang positif terinfeksi, kasus sembuh, meninggal semua dikemas dalam data yang akurat dan mudah dipahami.

Pusat informasi Corona Kumparan

Data Terkini Pasien Positif Corona dari Kumparan

2. Bermacam tips menghadapi Corona


Bermacam tips seputar kesehatan, film favorit, berkegiatan di rumah kala physical distancing, dan berita utama dari Pemerintah.

3. Info terkait kegiatan donasi


Bersedekah itu selain menyucikan harta juga membuat kita sebagai pemberi merasakan kebahagiaan tersendiri. Kumparan bekerjasama dengan kitabisa juga mengajak kita berdonasi untuk meringankan mereka yang terdampak. 

4. Kumpulan doa yang bisa diamalkan


Rasa cemas yang muncul akibat pandemi bisa dikurangi dengan melafazkan doa sesuai keyakinan masing-masing tentunya. Kumparan menyediakan kumpulan doa agar terhindar dari wabah dan penyakit.

Lengkap kan informasinya? Aku jadi semakin bahagia mengenal Kumparan, sama seperti slogannya kini aku jadi makin #PercayaKumparan.
Kumparan emang bikin tenang, 

Marathon blog Kumparan

Postingan ini aku ikut sertakan dalam Marathon Blog yang diadakan Kumparan.
#TenangUntukMenang #BerkahNulisDiRumah






Monday, May 18, 2020

Menyembuhkan Inner Child Menuntaskan Luka Pengasuhan

May 18, 2020 5 Comments
Menyembuhkan inner Child menuntaskan luka pengasuhan

Menjadi orangtua bukanlah perkara mudah. Memperlajari ilmu parenting tak lantas membuat perilaku kita berubah dalam mendidik anak kecuali disertai tekad yang besar ingin memperbaiki diri, apalagi jika dalam diri masih menyimpan luka masa lalu akibat kesalahan pengasuhan yang kita kenal sebagai inner child. Lalu bagaimana caranya self healing atau menyembuhkan luka pengasuhan yang masih belum tuntas hingga dewasa ?

Apa Itu Inner Child?


Suatu hari ketika selesai memarahi putrinya, sang ibu menangis karena hal serupa pernah beliau dapatkan semasa kecil, padahal kenangan tersebut begitu beliau benci. Lain hari, tiba-tiba beliau mendiamkan putrinya tanpa sebab dan akhirnya sang anak terluka? Sang anak akhirnya merasa semua yang dilakukan salah dan membenci kejadian tersebut. Bertahun lamanya hal tersebut dipendam hingga saat berkeluarga, sang anak menyadari ada yang salah dalam dirinya. Ternyata pola didikan yang diterima semasa kecil menyisakan luka dan tanpa sadar diimitasi polanya. Kadang, saat terpancing marah akhirnya cubitan kecil mendarat di tangan mungil anaknya. Padahal perbuatan tersebut harusnya bisa dicegah.

Inner child sendiri sebetulnya merupakan jiwa anak-anak yang masih ingin direngkuh dalam diri kita, lebih tepatnya luka semasa kecil (belum baligh) yang belum tuntas dan terekam alam bawah sadar hingga dewasa. Hal tersebut tanpa kita sadari ternyata berpengaruh pada respon kita terhadap suatu masalah atau keadaaan. Pemicunya bisa timbul ketika kita merasa tidak nyaman terhadap suatu hal, seperti sindiran, bentuk perhatian, desakan atau ketika merasa tidak dilibatkan.

Luka terpendam tersebut akhirnya mempengaruhi bagaimana kita berinteraksi dengan suami, anak, dan lingkungan sekitar kita. Sebagai contoh :

Contoh 1 : jika dari kecil seorang anak sering dituduh atau disalahkan tanpa sebab oleh orangtuanya, maka tanpa disadari pola tersebut diimitasi atau ditiru sehingga ia mendidik dengan cara yang tak jauh berbeda dengan orangtuanya ditambah rasa rendah diri yang timbul tanpa ia sadari penyebabnya.

Contoh 2 : Si A, istri yang lahir dalam keluarga pekerja keras dan cenderung menyalahkan akan sering berkonflik ketika menikah dengan B yang lahir dari keluarga B yang jarang mengingatkan. Si B yang easy going sementara A yang perfeksionis membutuhkan jembatan penyelesaian terhadap pola asuh yang salah tersebut dengan menyadari kekurangan masing-masing.

Menyembuhkan inner Child menuntaskan luka pengasuhan
Quote pengasuhan yang saya suka dari Dorothy Law
 Anak Belajar dari Kehidupannya

Ciri-ciri Inner Child yang belum tuntas


Dikutip dari Loonerwolf.com , seseorang yang masih memiliki inner child akan memiliki tanda seperti:


  1. Kurang fleksibel dan mudah marah
  2. Insecure atau tak nyaman berada di sekitar orang banyak
  3. Sulit menunjukkan ekspresi ketika senang, sedih, marah, terluka atau tidak nyaman
  4. Memiliki rasa bersalah yang berlebihan dan minder
  5. Mudah marah
  6. Merasa kesepian
  7. Merasa bukan dirinya ketika berbuat sesuatu yang salah
  8. Perfeksionis
  9. Sulit mempercayai orang lain
  10. Sulit dekat dengan orangtua

Cara Menyembuhkan Luka Pengasuhan


Secara garis besar, ada dua metode yang diterapkan untuk menyembuhkan inner child itu sendiri yaitu

1. Dengan Bantuan Orang Lain


Melalui bantuan orang lain ini bisa berwujud curhat kepada suami misalnya atau konsultasi terapi psikiatri.

2. Self Healing


Menyembuhkan inner child bisa dilakukan sendiri dengan cara

a. Mengakui

Dengan mengakui bahwa ada pribadi kita bermasalah dan harus disembuhkan akan mempermudah kita memulihkan luka itu sendiri

b. Memaafkan

Memaafkan kesalahan orangtua di masa lalu dan berusaha memperbaiki kembali hubungan yang ada akan mempermudah kita menyelesaikan inner child. Mengingat kenangan baik di masa kecil dan memahami peran orang tua yang tak mudah tentu bisa jadi sarana bersyukur bagaimana beruntungnya hidup kita. 
  1. Jika memungkinkan, bisa juga kok membicarakan hal yang membuat kita terluka dengan orang tua selama tak menyakiti, menyudutkan dan menyampaikannya dengan luapan emosi berlebihan. 
  2. Jika hal tersebut dirasa sulit, ada baiknya terima apa yang sudah terjadi. Ikhlaskan, toh semua yang kita alami tak luput dari yang Allah takdirkan.
  3. Mengingat kebaikan-kebaikan orangtua 
  4. Yakinkan diri bahwa kita layak disayangi, dihargai, dan bahagia
  5. Menyadari bahwa semua manusia bisa salah melakukan atau menyadari sesuatu
  6. Boleh kok menangis, tersenyum, tertawa, dan menunjukkan kesedihan. Kita bebas mengekspresikan diri selama tak melanggar norma yang ada.
  7. Berdamai dengan diri, belajar bersabar saat kita berhak marah. Menarik nafas panjang
Menyembuhkan inner Child menuntaskan luka pengasuhan
Penggalan surat yang saya suka. Membantu membuat kita mengikhlaskan dan menerima yang menjadi ketetapanNYA

Anak-anak yang bahagia adalah anak-anak yang tumbuh dari ibu yang bahagia juga. Jadi tugas utama kita adalah menuntaskan inner child kita sehingga mampu menjalani peran sebagai ibu dengan gembira. 


Friday, April 24, 2020

Kenapa Harus Social Distancing?

April 24, 2020 0 Comments
Kenapa Harus Social Distancing

Ada banyak istilah baru yang aku dapatkan selama pandemi ini terjadi. Ada istilah Isolasi Mandiri, Lock down, Social Distancing, PSBB ( Pembatasan Sosial Berskala Besar), APD (Alat Pelindung Diri) dan masih banyak lagi. Lalu, kenapa sih pemerintah meminta kita tetap #dirumahaja alias tidak pergi tanpa keperluan mendesak. Bahkan sebagian daerah telah melakukan Lock down dan Jakarta sudah menerapkan PSBB.

Kenapa Harus Social Distancing?


Pandemi Covid-19 sejak kemunculannya pertama kali di Wuhan China berkembang begitu pesat. Saat postingan ini aku tulis, ada sekitar 
2,79 juta orang yang telah dikonfirmasi positif terkena Covid-19. Sebanyak 196 ribu orang dari seluruh dunia dinyatakan meninggal akibat terkena virus ini. Covid-19 adalah jenis virus yang menyerang saluran pernafasan dan menyebabkan penderitanya mengalami gangguan seperti batuk kering, demam dan bahkan pneumonia (radang paru-paru) yang menyebabkan kesulitan bernapas. Virus ini memiliki masa inkubasi 14 hari dan selama masa tersebut, mungkin orang yang terpapar akan merasa baik-baik saja. Virus yang menular lewat percikan batuk atau bersin, baik dari udara maupun sentuhan bisa dihambat dengan efektif salah satunya dengan menerapkan Social Distancing. Kenapa Social Distancing dianggap efektif mencegah penularan virus ini? Karena dengan Social Distancing, berdiam diri di rumah dan membatasi jarak dengan orang lain kita dianggap memutus rantai penyebaran virus tersebut.

Pengaruh Social Distancing


Dilihat dari segi kesehatan, penerapan Social Distancing merupakan cara yang efektif menghentikan penyebaran virus ini tapi di lain pihak, banyak stressor yang timbul mulai dari PHK, work from home, sekolah dari rumah, pembatasan semua kegiatan pengumpulan massa seperti pengajian, resepsi pernikahan, arisan dan beragam kegiatan lain. Pembatasan berbagai kegiatan dan memusatkan seluruh kegiatan baik sekolah maupun bekerja dari rumah saja menjadi pemicu timbulnya stress. Jika kita tak mampu mengelola stress itu dengan baik, keadaan yang ada justru akan membuat mental kita terganggu. Dengan tetap tenang dan berpikiran positif semua yang timbul justru menjadi pemantik diri untuk berubah dan berbuat lebih baik. Misal, kita jadi peduli soal manajemen waktu bersama anak dan tetap fokus bekerja, manajemen keuangan dimana kita bisa cermat membagi pemasukan ke dalam pos-pos yang ada dan tetap bisa menabung misalnya.

Wednesday, April 22, 2020

5 Cara Membantu Sesama Saat Pandemi

April 22, 2020 8 Comments
5 cara membantu sesama saat pandemi

Ramadan  telah tiba, namun di saat pandemi seperti sekarang menjaga jarak dengan tetap beribadah di rumah lebih utama. Selain melindungi diri kita juga turut melindungi orang lain. Lalu bisakah tetap melaksanakan sunnah Rasulullah di kala pandemi seperti ini, seperti berbagi  atau membantu sesama contohnya?

Beribadah di Kala Pandemi


Di kala ramadhan tiba, setiap orang berlomba melakukan kebaikan karena dalam bulan ini pahala kita dilipatgandakan berkali lipat. Kalau biasanya kita meramaikan masjid dengan tarawih, tadarus dan membagikan takjil secara bergiliran tetapi di kala pandemi ini kita perlu menahan diri pergi ke masjid. Bukan tanpa alasan, seperti kata Ustadz Abdul Somad dalam ceramahnya, kita meninggalkan satu Sunnah untuk melaksanakan sunnah yang lain yaitu menjaga diri dari penularan Covid-19 dengan tetap di rumah. Shalat tarawih, tahajud, witir, tilawah, iktikaf semuanya bisa dilakukan di rumah. Bahkan kita juga bisa turut melatih anak beribadah puasa di rumah. Sedangkan bersedekah, membayar zakat dan membagikan takjil bisa dilakukan dengan tetap memperhatikan aturan keselamatan agar tak terpapar virus.

Beragam Cara Membantu Sesama


Ada banyak jalan menuju surga, begitu pula ada banyak jalan untuk beramal. Termasuk jika kita berharap bisa menantu sesama di kala pandemi ini. Dari yang sederhana dan mudah dilakukan hingga yang sulit, darahku sebaiknya melakukan yang mudah dulu ya

1. Memakai masker


Dengan memakai masker saat bepergian berarti kita telah menjaga diri dan orang lain dari penularan virus Corona karena virus ini bisa menyebar lewat batuk, bersin yang tak sengaja terhirup dan masuk saluran pernafasan.


2. Physical distancing


Memberi jarak bagi fisik agar tidak bersentuhan dengan orang lain minimal 1 meter. Dari pemberian jarak ini diharapkan kita dan orang lain sama-sama terjaga dari paparan virus karena kita satu sama lain tak tahu mana yang akan menularkan dan ditulari. Kita tetap bisa kok berkomunikasi atau bersosialisasi, hanya soal fisik saja dibatasi.
Pembatasan jarak
Tetap bisa terhubung meski dibatasi jarak
Picture by Canva


3. Tidak menyebarkan hoaks


Berita tentang pandemi Covid-19 tersebar dimana-mana baik di jejaring sosial maupun di situs berita. Beberapa yang dibagikan merupakan pengumuman resmi dari pemerintah dan sebagiannya adalah hoaks. Maka pinter-pinter milih dan menyaring berita ya. Jangan sekalipun membagikan berita tanpa mengecek kebenarannya terlebih dahulu.


4. Berbagi postingan positif


Membagikan postingan ternyata punya dampak tersendiri bagi para pengguna sosial media. Membagikan postingan negatif dan menakuti hanya akan menambah beban dan energi negatif bagi pembaca postingan. Beberapa Influencer bahkan mengajak followernya berbagi postingan berhestek sambil berdonasi. Jadi, yuk  bagikan postingan yang positif dan memberi semangat.

5. Bersedekah


Ada banyak ragam cara untuk bersedekah, antara lain

a.  Berdonasi 


Kita bisa ikut berdonasi sesuai kemampuan kita baik secara langsung maupun melalui platform  seperti kitabisa.com, ACT, atau yayasan penerima sedekah seperti BAZNAS, Dompet Duafa, LAZISMU, Yayasan Yatim Piatu dan lainnya. Kita bisa berdonasi via gopay atau bank transfer baik ATM maupun mobile banking bagi yang terdampak pandemi. Donasi juga bisa dilakukan secara langsung misalkan dalam bentuk pembelian masker, stok konsumsi, dan APD ke tenaga medis dengan tetap memperhatikan keamanan diri.

b.  Membagikan makanan atau sembako


Sebaiknya membagikan sembako atau makanan dilakukan ke tetangga terdekat yang membutuhkan karena dalam situasi pandemi dan pembatasan sosial semacam ini banyak di sekitar kita yang penghasilannya terhenti karena pengurangan jam kerja maupun PHK.

C. Membagikan takjil 


Pembagian takjil  bisa tetap dilakukan tetapi ada baiknya kita tetap memperhatikan pembatasan jarak ya. Ada banyak tim relawan yang bersedia membaginya jika kondisi tak memungkinkan untuk membagikannya secara langsung.

Nah, itu tadi beberapa cara membantu sesama dari hal termudah yang bisa kita lakukan. Apapun cara yang akan kamu pilih tetep stay safe yaa...

Saturday, December 14, 2019

Resolusi 2020 : Keluarga Literasi

December 14, 2019 2 Comments
Jurnal Literasi Keluarga
Ketika seseorang berusaha mengejar sesuatu yang ia impikan. Maka proses awalnya adalah mengenali posisi nolnya saat ini, dalam artian mengetahui dari titik mana ia akan berjuang. Setelah bercerita tentang apa saja capaianku di tahun 2019, maka saatnya kembali bagiku menyusun impian setahun kedepan. Dari pengalaman selama setahun berkomunitas di dunia blogger dan pengasuhan, aku jadi semakin tertantang untuk belajar lebih banyak lagi. Ada semacam binar yang aku dapatkan ketika menulis yang artinya sebenarnya aku bahagia dengan kegiatanku ini. Nah, apa saja yang ingin aku capai di tahun 2020 terutama di bidang literasi?

  •    Memperbaiki setting template blog

Sempat beberapa kali aku bongkar pasang template blog yang kurasa cocok untuk blogku, namun ada beberapa kode html yang sepertinya tak lengkap sehingga berakibat tampilan blogku belum aku benahi. Di label dan beberapa menu belum sempat aku benahi dan aku berharap di bulan Januari semuanya beres sehingga aku bisa melanjutkan ke proses selanjutnya yaitu Top Level Domain Blog.

  •    Top Level Domain

Buatku yang hobi nulisnya masih belum teratur, sebetulnya pembuatan Top Level Domain belum begitu penting. Tapi tergiur job content placement yang sering ditawarkan ke blogger membuatku akhirnya berjuang, termasuk melakukan blogwalking, bergabung di berbagai komunitas blogger, dan mengikuti bermacam kelas online untuk penulis. Mengikuti ODOP juga merupakan bagian dari rencana yang mengarah kesana, terimakasih ya ODOP..

  •      One Week One Book

Demi menghangatkan budaya literasi di rumah sendiri dan berharap memperbaiki PUEBI dan penulisan, maka membaca jadi salah satu rutinitas yang aku lakukan. Di Desember ini, aku juga daftarkan kakak bergabung sebagai member di perpusda Salatiga, tujuan utamanya sih agar kakak, ibu dan bapak juga rajin membaca. Kebiasaan yang mulai kami bangun bersama saat ini adalah mengunjungi perpusda tiap weekend, minimal disana kakak bermain dan menemukan sebuah buku untuk dipinjam.


  • Satu Post Seminggu

Sebenarnya dengan mengikuti ODOP ini ada 6 postingan yang aku miliki per Minggu, namun kadang karena kesibukan kegiatan menulis rutin setiap hari hanya bisa aku lakukan di malam hari sehingga target menulisku minimal ada satu posting artikel per minggunya.

  • Content Writer

Ada perasaan dag dig duh ketika menulis bagian terakhir ini. Bukan,.. bukan karena aku tak pantas tetapi kok rasanya belum siap. Tapi tak apalah, untuk menyemangati diri sendiri di tahun 2019 aku bergabung di grup para content writer dengan harapan aku juga bisa menuliskan dan menyebarkan virus positif lewat tulisan..bismillah..

Semoga selain sebagai ajang mengingatkan, resolusi yang aku tulis mampu menginspirasi dan menyemangati untuk terus berkarya terutama dalam literasi. Malu dong kalau terus-terusan negara terpuruk karena berada di rangking akhir soal literasi, sekecil apapun langkah perubahan yang telah kita toreh semoga memberi arti. Salam literasi.

Sunday, December 8, 2019

Kenapa menentukan target menjadi penting

December 08, 2019 13 Comments
Pentingnya menentukan target
Sebagai seorang pengajar, ibu rumah tangga dan blogger, menulis dan membaca adalah hal yang rutin aku lakukan meski kadang hanya satu halaman atau sekedar membaca postingan blog teman. Manajemen waktu dan pembagian tugas serta menyusun target menjadi penting buatku apalagi karena ada duo krucil yang bisa dibilang kurang suka tidur siang. Tentunya, bukan hanya aku yang ingin merasakan kesenangan bahwa kegiatan ataupun impian yang diidamkan dapat terlaksana dengan baik, dibutuhkan pemikiran matang dan penyusunan target dan strategi yang jelas dan tak lupa doa tentunya. Bukan hanya target harian, tetapi bulanan bahkan 5 tahunan menjadi penting buatku agar kedepannya aku punya pandangan dalam menyusun aktivitas. Kenapa target itu jadi penting? Menyusun target itu penting karena :

1. Dengan target, pekerjaan menjadi jelas kapan harus diselesaikan

Pekerjaan sehari-hari menurutku butuh ditarget juga lho meski tak terfokus pada waktu pelaksanaanya tetapi dengan target yang disusun malam harinya, pekerjaan menjadi terpantau dan lebih banyak berhasilnya. Jadi otomatis seneng deh bisa kasih centang pada list pekerjaan. Dan impian besar serta target 5 tahunan akan bisa terlaksana dengan melakukan langkah-langkah kecil semacam ini.

2. Dengan target, kita bisa menentukan mana pekerjaan mendesak, penting dan tidak penting

Berselancar di internet maupun sosial media mungkin menjadi hal penting ketika kita melakukannya karena sebuah tujuan penting, semisal mencari atau mengumpulkan informasi tetapi jika hanya sekedar kesenangan dan stalking kegiatan selebriti, tetangga, apalagi mantan berarti kita sama saja membuang waktu untuk kegiatan yang sia-sia.

3. Dengan target, penundaan melakukan pekerjaan bisa dikurangi

Jika sehari saja tanpa target pekerjaan yang membuat kita produktif dan bermanfaat, tentunya kita akan terarah melakukan pekerjaan tidak penting dan menunda pekerjaan penting yang harusnya dilakukan. Alhasil, di lain waktu pekerjaan yang tertunda tersebut akan berubah menjadi hal yang mendesak dan kewajiban kita menjadi bertumpuk.

4. Dengan target, stress karena penundaan pekerjaan bisa dikurangi

Penumpukan kewajiban akibat terlupa atau tertunda melakukannya tentunya akan memicu stress. Dengan demikian, target menjadi penting meskipun kadang dengan target sekalipun tidak semua yang kita targetkan akan terlaksana. Target hanya lebih membuat kita fokus pada apa yang akan kita lakukan sehingga pekerjaan menjadi lebih ringan dan jelas arahnya.




Friday, November 22, 2019

Playing victim dan penyebabnya

November 22, 2019 6 Comments
"Suatu hari, Tina yang dikenal rajin dan pandai emosinya meledak karena melihat adeknya sibuk dengan sosial medianya padahal jemuran di luar rumah banyak dan Tina kewalahan memasukkan semuanya ke dalam rumah. Takut dilaporkan ke sang ibunda, adeknya bergegas membuat alibi dengan menyiapkan pel dan mengepel seisi kamarnya. Ketika sang ibu datang, buru-buru adeknya menyambut ibunya dan mendampingi ibunya sepanjang waktu. Paginya sang ibu menjadi marah dan mendiamkan Tina hingga beberapa hari tanpa sebab alasan yang diketahuinya hingga akhirnya sang ibu menegur bahwa Tina terlalu kasar karena adeknya yang sedang ngepel kok dipaksa mengangkat jemuran masuk. Tina terkaget-kaget mendengarnya. Oh, jadi itu alasan kenapa sang ibu mendiamkannya"

Cerita di atas merupakan satu contoh bagaimana sang adik melakukan playing victim kepada kakaknya. Lalu apa sebenarnya playing victim itu sendiri?

Playing victim adalah sebuah perilaku atau perbuatan menyalahkan atau melempar kesalahan kepada orang lain dan menganggap diri sebagai korban. Di Indonesia, kejadian tersebut sempat menjadi viral setelah cuitan ramai di twitter dengan hastag #saveaudrey bermunculan. Beberapa selebriti dan media seperti Ruben Onsu pun ikut menjenguk Audrey di Rumah Sakit karena merasa kasihan kepada Audrey yang saat itu berstatus sebagai korban bullying teman-temannya di sekolah. Audrey bersaksi bahwa belasan teman-temannya telah mencolok organ intimnya.  Cuitan setelahnya juga viral dengan hastag #Audreyjugabersalah sebagai balasan dari pengakuan tak benar yang dilontarkan Audrey setelah hasil visum dari tim medis Rumah Sakit menyebutkan bahwa keadaan organ Audrey baik-baik saja. Permasalahan awal muncul karena Audrey, menyinggung salah satu temannya yang berakibat perundungan perundun terjadi.

Di era digital ini, orang dengan mudah mengakses sosial media dan membuat keterangan palsu (hoax) yang menyebutkan dirinya sebagai korban hanya untuk menutupi kesalahan yang diperbuat. Playing victim sejatinya disebabkan karena seseorang memiliki beberapa sifat, antara lain

1. Sulit memaafkan dan pendendam

Sulitnya memaafkan dan rasa dendam yang bergejolak mengakibatkan pelaku biasanya menginginkan sang korban merasakan apa yang dirasakan pelaku sehingga dia melakukan playing victim.

2. Tidak suka bertanggungjawab

Sebuah bencana atau masalah yang timbul biasanya diakibatkan karena kesalahan si pelaku, tetapi karena sikapnya yang tak suka bertanggungjawab jadilah pelaku berusaha menyalahkan orang lain

3. Tak suka mengakui kesalahan

Mental yang lemah dan tak suka mengakui kesalahan berpotensi cenderung memojokkan orang lain agar bertanggung jawab atas perbuatan yang ia lakukan

4. Berharap orang lain melupakan kesalahan dengan menjatuhkan orang lain

Setiap orang yang berbuat salah pada dasarnya malu jika perbuatannya diketahui orang lain. Kita bisa mengakui kesalahan dan meminta maaf terhadap kesalahan ketimbang melempar kesalahan tersebut ke orang lain. Bukannya lupa, orang lain justru semakin mengingat kesalahan tersebut .

Moms juga memiliki sifat yang  disebutkan salah satu diatasi? Jika ya, yuk kenali diri dan mulai berbenah

Sunday, November 3, 2019

Maritaningtyas, Pemilik istana Marita's Palace

November 03, 2019 3 Comments
Maritaningtyas blog
Sebagai seorang blogger newbie yang masih butuh banyak ilmu dan belajar dunia blogging,  belum banyak yang bisa  kukenal apalagi ketemuan on the spot. Bergabung di beberapa komunitas blogger seperti Blogger Perempuan, KEB, GandjelRel, BloggerCrony dan beberapa yang lain membuat pikiranku terbuka. Ternyata, dunia blogging bisa jadi salah satu wadah mengekspresikan diri sekaligus menghasilkan. Seperti mbak Ririt, nama panggilan mbak Marita Surya Ningtyas dan lebih  dikenal dengan nama Maritaningtyas ini menekuni kegiatan menulis dan blogging sebagai sebuah profesi selain profesi utamanya sebagai seorang ibu bekerja di ranah domestik alias ibu rumah tangga.
Mba Ririt bersama kedua buah hati
Profil mba Maritaningtyas

Istri dari pak Martin Eko Setiawan serta ibu dari Mayda Hanifa Setianingtyas dan Muhammad Rafanda Setiawan ini mulai menekuni kegiatan menulisnya secara profesional sebagai seorang content writer dan blogger sejak tahun 2012. Selain kecintaannya pada menulis, mba Ririt tergabung dalam beberapa komunitas parenting dan literasi seperti HSMN ( Home Schooling Muslim Nusantara), IIP (Institut Ibu Profesional) dan menjadi salah seorang pengurus di Semarang, Komunitas Pejuang Literasi, Komunitas HEBAT yang diinisiasi oleh ustadz Harry Santosa.

Meski tergabung dalam komunitas Blogger GandjelRel, tapi karena sama-sama jarang aktif di grup WhatsApp dan saya sendiri jarang ikut meet up jadilah saya kudet alias kurang update sesiapa saja anggotanya. Termasuk mba Ririt ini, hehe maafkan ya mbak. Aku jadi penasaran sama mba Ririt gegara kakak ipar cerita kalau baru saja darma wanita ke Semarang dan salah satu pengisinya dari IIP dan dipanggil Ririt. 


Selain menulis di blog dan sebagai content writer, ternyata mba Ririt juga hobi menulis buku. Buku terbaru mba Ririt di tahun 2019 antara lain :
- Bring a  new mom : Priceless , buku antologi yang diterbitkan oleh Pejuang Literasi & SIP
- Story of my wedding , antologi , diterbitkan Pejuang Literasi & SIP
- The teacher #2 , Pejuang Literasi & SIP
- Resonansi, Pejuang Literasi & SIP
- Father, a tribute, Pejuang Literasi & Lovrins
- Mata hati wanita : Honest, Pejuang Literasi & Lovrins
- Jejak langkah Bunda Sayang , KIPublishing
- Aku dan diriku, Pejuang Literasi
- Bunda berkisah

Keren juga ya, produktif banget hidupnya menurutku. Mba Ririt juga hobi bermain koding html sehingga tampilan blognya tampak cantik. Jadi ingat juga, di tahun 2019 ini mba Maritaningtyas juga menjuarai lomba blog ASUS dengan hadiah laptop yang diadakan Blogger Borneo dan lomba blog ASUS yang diadakan ketika blogger gathering ASUS. Jika ingin mengenal lebih jauh tentang mba Ririt, bisa kok dikulik di media sosial dan blognya di bawah ini

Facebook: Marita Ningtyas
Fanpage: @MaritaPalace
Twitter: @maritaningtyas
Instagram: @maritaningtyas dan @marita.palace
Email: ms.ninktyaz@gmail.com
Blog : https://Maritaningtyas.com

Saturday, October 12, 2019

Merencanakan ulang hidup

October 12, 2019 0 Comments
Merencanakan ulang hidup

Pernah merasa hidup buntu dan tak tahu kemana arah tujuan? Jangan-jangan selama hidup kita, kita hanya berpikir seperti air mengalir alias like a water flow. Iya kalau arah air mengalirnya dari hulu sampai ke laut, salah-salah mengalir ke (maaf) selokan, Ups.. Ini hanya gambaran kecil kalau kita tak merencanakan apapun dalam hidup. Pernah mendengar slogan, Gagal merencanakan berarti merencanakan kegagalan? Kira-kira demikian kalau kita mengabaikan apa yang menjadi tujuan kita hidup.

Setiap manusia lahir membawa dua tujuan. Tujuan jangka pendek dan panjang. Dalam tujuan jangka panjang, manusia hidup dengan tujuan untuk beribadah kepadaNYA. Seperti yang tertulis dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 51, Tidaklah manusia dan jin diciptakan kecuali untuk beribadah kepada Allah. Sehingga jelas tujuan jangka panjang kita adalah untuk beribadah kepada Allah. Sedang tujuan jangka pendeknya adalah tujuan manusia selama hidup seperti mencapai gelar, keahlian atau misi hidup tertentu.

Lalu jika kita telah paham ke mana arah tujuan kita, selanjutnya bagaimana kita memulai?

1. Tetapkan impian dan sasaran

Jangan takut bermimpi, kalau kata Bung Karno, bermimpi lah yang tinggi maka jika kau  jatuh, kau akan terjatuh diantara bintang-bintang. Bermimpi itu gratis, kita bisa menetapkan impian dan menjadi seperti apa yang kita inginkan selama kita mau berusaha dan berdoa. Oya, jangan lupa tulis impianmu, atau bahkan akan lebih bagus jika disertai mindmap ya. Sehingga tujuan akhir kita akan lebih jelas. Jika mimpi sudah tertulis selanjutnya tugas kita adalah menetapkan sasaran. Misal, jika tujuan kita menjadi dokter atau programmer , maka sasaran kita adalah memiliki gelar sarjana kedokteran dan memenuhi tanggung jawab studi agar mendapat gelar dokter. Jika tujuan kita menjadi programmer, kita bisa belajar otodidak selama sekian tahun atau menempuh gelar kesarjanaan.
Mulailah menentukan sasaran hidupmu

2. Kejar sasaran

Jika telah menetapkan  sasaran, misal menjadi menjadi seorang  blogger profesional atau ahli, maka minimal kita memiliki 10.000 jam terbang yang artinya kita harus belajar sekitar 14 jam per hari jika ingin menjadi profesional dalam kurun waktu 2 tahun dan
6,8 jam per hari jika ingin menjadi ahli atau profesional dalam waktu 4 tahun. Tidak ada yang tidak mungkin selama kita mau berusaha dan yakin usaha kita berhasil, tentunya tetap dibarengi doa dan tawakkal.

3. Mengubah setiap kelemahan dan kegagalan menjadi kekuatan untuk bangkit

Kadang, terlalu banyak alasan adalah salah satu hal yang justru membuat kita menjadi tidak yakin dan akhirnya membuat kita gagal.
Contoh alasan yang dimaksud :
- Aku miskin, mana mungkin aku bisa kuliah?
- Aku kan ibu rumah tangga dengan segudang aktivitas, mana mungkin aku bisa jadi profesional ?
- Aku tak punya laptop, smartphone atau buku penunjang aku belajar, lalu bagaimana aku bisa?

Intinya, mulai saja..semesta akan mendukung dan mengikuti mimpimu..begitu kira-kira prof Yohanes Surya pernah berkata.
Bahkan dalam Al Quran juga telah disebutkan..bahwa Allah mengikuti persangkaan hambaNYA. Selama kita yakin, otak kita akan bekerja mengarahkan berbagai potensi di sekitar kita dan membuka jalan kemungkinan. Yakin dan terus berdoa.
Pesan quote The dream dan come true of we have the courage to pursue

4. Tawakkal dan berserah diri

Setelah semua sasaran ditetapkan, ada baiknya kita barengi usaha sungguh-sungguh kita dengan doa dan berserah diri. Bahwa Allah-lah segala pemilik rencana. Bahwa Allah-lah pemberi jawab terbaik dari usaha dan doa kita. Bahwa tiada daya dan Kekuatan selain Allah. Laa Haula walaa Quwwata Illa Billah..

recent posts

Featured post

Kenangan : Traveling Bersama Bapak Saat Kecil

Aku selalu ingat, kala bapak mengajakku traveling kala kecil dulu. Ini menjadi permata pengalamanku yang tak bisa kulupakan. Bahkan hingga...