Pemuda dan Perannya Membawa Perubahan Demi Mewujudkan Indonesia Inklusif

Menjadi agent of change, peran pemuda sangat diperlukan untuk mewujudkan Indonesia inklusif yang ramah disabilitas.

Pemuda dan perannya

Di dunia hanya ada 2 jenis anak muda. Pertama, mereka yang selalu menuntut perubahan. 

Kedua, mereka yang menciptakan perubahan. 

Diantara keduanya, pilihan perjuangan ada ditanganmu.

- Pandji Pragiwaksono -

Kata-kata nasehat atau quote tentang pemuda yang disampaikan Pandji Pragiwaksono dalam bukunya tersebut begitu menohok, mana peran yang akan kita ambil? Menjadi penuntut ataukah menjadi pelaku perubahan? 

Melansir dari katadata.com, di tahun 2020 ada sekitar 0,18% penyandang disabilitas dengan usia lebih dari 15 tahun yang bekerja di Indonesia dari total 69,21% angkatan kerja. Tentu jumlah ini sangat kecil dibanding ketersediaan lapangan kerja yang ada. 

Belum lagi, sejumlah data riset kesehatan dasar (Riskesdas) Kemenkes tahun 2018 yang menyebutkan 3 dari 100 anak berusia 5-17 tahun di Indonesia mengalami disabilitas dan 22 % orang Indonesia berusia 18-59 tahun juga mengalami hal yang sama. Sebuah angka besar yang tentunya membutuhkan peran kita, sebagai pemuda untuk aktif dan mengambil peran dalam mewujudkan Indonesia Inklusif. Tentu yang dimaksud inklusif disini, bukan hanya dalam hal mendapatkan pelayanan publik dan kesehatan saja tetapi  dalam banyak hal.

undang undang disabilitas
Hak penyandang disabilitas berdasarkan pasal 5 UU No. 8 Tahun 2015 

Yang dimaksud disabilitas sendiri ternyata bukan hanya mereka yang mengalami keterbatasan fisik, mental dan sensorik sedari lahir, tetapi juga mereka yang pernah mengalami serangan penyakit seperti stroke, trauma kecelakaan dan kusta.

Menurut UU No.8 tahun 2016 tentang disabilitas, ada 26 poin hak yang dimiliki para difabel termasuk diantaranya mendapatkan akses pelayanan publik, bebas dari stigma, tindakan diskriminasi, penelantaran dan mendapatkan lapangan pekerjaan. Meski sudah diatur melalui undang-undang, dalam kenyataannya akses lapangan pekerjaan masih sangat terbatas bagi kaum disabilitas.. Ada banyak alasan baik dari perusahaan maupun dari penyandang disabilitas itu sendiri yang menghambat terjalinnya kerjasama kedua belah pihak. 

Memperingati International youth day yang jatuh pada tanggal 12 Agustus, Radio KBR bekerjasama dengan NLR Indonesia mempersembahkan live talkshow youtube dengan mengangkat tema "Yang Muda Yang Progresif Untuk Indonesia Inklusif ". Mba Inez Nirmala selaku host didampingi Ibu Widya Prasetyanti, program development and quality manager NLR Indonesia dan Agustina Ciptarahayu sebagai wakil sekaligus founder perusahaan yang telah menerapkan inklusi lapangan kerja bagi penyandang disabilitas.

yang muda yang progresif
Kiri, host Ruang Publik KBR, Ines Nirmala. Kanan atas, Ibu Widya Prasetyanti dan kanan bawah, Agustina Cipta Rahayu

Botanina, Salah Satu Profil  PerusahaanYang Berperan Mewujudkan Indonesia Inklusif ?

Sebagai pelaku usaha, Agustina Ciptarahayu, founder & CEO PT. Botanina Hijau Indonesia, sebuah perusahaan yang telah berdiri tahun 2014 dan fokus dalam natural health &beauty product mengakui bahwa tantangan di era sekarang makin besar sehingga memaksa perusahaan terus melakukan inovasi. Sejalan dengan hal tersebut, dibutuhkan skill spesifik dan pola kerjasama yang lebih fleksibel.  

Konsep inklusif ini merupakan sesuatu yang wajar karena semua orang bisa berpartisipasi terutama mereka yang mampu berkarya. Agustina menambahkan bahwa tangan kanan divisi produksi Botanina merupakan penyandang disabilitas kategori low vision namun memiliki kelebihan indera penciuman. Tentu hal ini sejalan dengan profil Botanina sebagai produsen personal care, health care dan aromatherapy yang menjual fungsi dan aroma. Dibutuhkan orang dengan skill khusus yang peka terhadap aroma sehingga kualitas produk terjaga dengan baik.

Botanina sendiri merekrut karyawan untuk bekerja secara fulltime, part time dan freelance. Posisi part time dan freelance ini terbuka bagi mereka yang punya keterbatasan ruang gerak untuk berkarya, sedangkan full time mengharuskan karyawan untuk hadir di kantor. Ada beberapa program yang disiapkan Botanina saat menerima karyawan baru, antara lain

1. Asesmen

Asesmen ini dilakukan dengan maksud mengetahui skill yang dimiliki calon karyawan

2. Project 

Project yang dimaksud adalah untuk menguji dan mengaplikasikan skill calon karyawan dengan tujuan mengetahui apakah keterampilan tersebut sudah bisa diaplikasikan dalam dunia kerja atau masih  membutuhkan perhatian.

3. Pelatihan Umum

Pelatihan umum yang diberikan Botanina sendiri bertujuan untuk mengenalkan proses bisnis Botanina dengan belajar di semua divisi serta menerjukan calon karyawan ke divisi produksi.

4. Pelatihan Khusus

Pelatihan khusus ini diberikan sesuai skill yang dibawa masing-masing calon karyawan. Misal, ketika merekrut seorang tuli yang gambarnya masih belum mempunyai konsep maupun cerita di balik gambarnya, Botanina akan memberikan bekal pelatihan convert gambar digital dan pendalaman konsep agar siap bekerja,

NLR Indonesia, LSM Yang Mendorong Inklusi Bagi Penyandang Disabilitas

NLR Indonesia merupakan sebuah lembaga non pemerintahan (LSM) yang mendorong pemberantasan kusta dan inklusi bagi penyandang disabilitas, termasuk di dalamnya kusta/lepra. Fokus kerjanya adalah di sektor kesehatan, untuk mencegah, mendeteksi dan menangani kusta serta mendukung aspek kesehatan, kemandirian dan inklusif bagi orang yang terdampak kusta.

Banyak yang beranggapan bahwa kusta ini merupakan penyakit kutukan. Padahal, kusta sendiri merupakan penyakit yang timbul karena infeksi bakteri mycobacterium leprae yang menyerang bagian pernafasan, saraf tepi, dan jaringan kulit secara menahun yang jika tidak segera mendapat penanganan akan menimbulkan disabilitas.

Di Indonesia sendiri, dalam 5 juta jiwa penyandang disabilitas yang rentang usianya 5 - 24 tahun, ada sekitar 16.000 kasus kusta baru tiap tahunnya dan 11% diantaranya terjadi pada anak di usia kurang dari 15 tahun. Hal inilah yang mendorong NLR memberikan perhatian khusus terhadap penyandang kusta dan disabilitas. NLR Indonesia berusaha memberikan pendampingan sehingga stigma negatif dari diri penyandang dan dari masyarakat tersebut tidak menimbulkan diskriminasi dalam segala aspek.

Menurut Widya Prasetyanti, ada beberapa program kerja yang menjadi perhatian utama NLR Indonesia bagi kelompok muda penderita kusta dan OYPMK (Orang Yang Pernah Mengalami Kusta) , antara lain
  • Hak ketenagakerjaan yang inklusif dalam hal ketenagakerjaan formal dan kewirausahaan
  • Program untuk anak dan remaja disabilitas dan kusta dalam hal tumbuh kembang
  • Program MBIM ( My Body Is Mine), Pendampingan dan edukasi dalam hal kesehatan seks dan reproduksi remaja
  • Pemagangan inklusif yang memberikan kesempatan orang muda yang mengalami kusta dan disabilitas lain untuk dapat bekerja di kantor NLR dan organisasi-organisasi mitra NLR serta memberikan pembekalan soft skill sesuai minat dan bakat para penyandang.
  • Konseling sebaya, dengan melatih OYPMK untuk menjadi konselor bagi teman-teman sebayanya yang mengalami kusta
  • Program SUKA (Suara Untuk Kusta) yang menyasar orang muda, warganet. Kegiatannya berupa roadshow kampus untuk membangkitkan kesadaran dan pemahaman terkait kusta sekaligus megajak mahasiswa untuk mengambil peran menghilangkan stigma negatif dan menjaring relawan terutama yang berbasis kesehatan.

nilai nlr
nilai NLR, zero transmisi, zero disabilitas dan zero ekslusi

Ada banyak mitra NLR Indonesia yang tersebar di 13 provinsi dan 34 kota/kabupaten seperti Kementrian Kesehatan, Universitas Diponegoro, Perrmata Sulawesi Selatan, dan mitra-mitra yayasan.

Gaby, Salah Satu Inspirasi , Mantan Penyandang Kusta Yang Berani Bangkit

Pada kesempatan tersebut, Gaby, OYPMK yang ditangani salah satu yayasan sosial, mitra NLR Indonesia bernama Yayasan Ibu Anfrida menginspirasi pendengar dengan menceritakan keadaannya yang sempat lumpuh ringan akibat kusta. Stigma di masyarakat yang menganggap seorang yang terkena kusta harus dihindari merupakan masalah serius yang harus ditangani.

Keterbatasan fisik akibat kusta seperti kesulitan berjalan dan mati rasa membuat seorang yang mengalami kusta membutuhkan bantuan orang lain dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Setelah mengikuti terapi di Yayasan Sosial Ibu Anfrida, Gaby mengaku sudah bisa berjalan dan melakukan aktivitas biasa.

Gaby menyemangati, orang-orang yang mengalami kusta sebaiknya jangan putus asa karena ada banyak kesempatan untuk mengembangkan potensi sesuai minat dan bakatnya. Gaby yang sempat merasa putus asa karena sempat mengalami kelumpuhan,berhasil bangkit memberikan semangatnya. Dengan pendampingan dari NLR Indonesia, Gaby berani bangkit dan kini mulai belajar menekuni aktivitas menenun dengan tangan. 

"Kan kalau kaki mati rasa, tangan bisa digunakan, imbuh Gaby yang optimis tetap bisa berkarya
Menutup acara live Ruang Publik KBR, Agustina menambahkan bahwa setiap perusahaan punya peluang membuka hubungan kerjasama terkait penerimaan tenaga kerja disabilitas. Banyak skill yang kadang justru dimiliki kaum disabilitas, imbuhnya.

Dari sisi perusahaan, Agustina merasa masih ada gap informasi antara dunia usaha dengan mitra penyandang disabilitas seperti NLR Indonesia ini. Informasi untuk mengakses tenaga kerja disabilitas dengan skill dan kualitas pekerjaan seperti yang diharapkan perusahaan masih minim.

Langkah dan Peran Pemuda Mewujudkan Indonesia Inklusif

Banyaknya tantangan kaum disabilitas dalam mengakses pekerjaan dan kurangnya informasi yang dimiliki perusahaan terkait skill kaum difabel ini tentu menjadi PR kita bersama, saatnya kita, Pemuda Indonesia mengambil peran positif. Inilah waktu yang tepat untuk mengusung perubahan dan menciptakan dunia kerja yang lebih inklusif di Indonesia. Hapus segala stigma negatif, bangun kesadaran agar tetap peka dan hapus segala bentuk diskriminasi.

Sederhananya kaum disabilitas bukanlah beban keluarga atau negara jika mendapatkan pendampingan dengan baik dan benar. Adanya NLR Indonesia adalah wujud nyata bahwa inklusivitas itu possible, bisa diwujudkan. Gaby telah membuktikan kerja nyata dengan berusaha membangkitkan semangatnya untuk tetap berkarya dan menginspirasi. 

Saya berharap, semoga semakin banyak perusahaan yang mau membuka diri seperti Botanina untuk merekrut karyawan disabilitas. Yuk, beri usulan di kolom komentar, peran apa saja yang bisa kita ambil untuk mewujudkan Indonesia inklusif?

Tidak ada komentar