NGJcNqRbLWBcLGFaNqF5NWZ8x7ogxTcoAnUawZ==
MASIGNCLEANLITE103

Makanan Saat Anak Diare dan Muntah

Tidak semua anak mau makan makanan ketika dia mengalami diare dan muntah. Hal ini terjadi juga pada Tito, dua minggu sebelum postingan ini aku tulis, Tito mengalami diare disertai demam dan muntah. Aku sendiri sempat khawatir karena suasana pandemi seperti sekarang membuat kita berpikir macam-macam. Duh, jangan-jangan covid-19 atau gimana nanti ke dokter saat seperti ini?

makanan saat anak diare dan muntah
image by canva

Awalnya siang sebelum demam, Tito bermain pasir dan sempat menyentuh bagian mulut. Di hari yang panas itu, aku memintanya masuk rumah. Namanya anak kecil, saat diajak masuk rumah, dia justru mengajakku bercanda padahal keringat seukuran biji jagung mengalir deras saking panasnya. Khawatir masuk kamar, saat badannya penuh pasir kubawa dia ke kamar mandi dan langsung kumandikan. 

Padahal ketika tubuh masih dalam suhu panas dan dimandikan air dingin bisa memicu penurunan suhu tubuh secara drastis. Ada yang bilang bikin masuk angin dan saat aku membaca sebuah artikel di kompas, mandi air dingin saat tubuh masih panas bisa memicu bersin-bersin, menggigil dan reaksi alergi seperti bentol-bentol.

Benar saja, sore setelah bangun tidur, badan Tito hangat. Sayang, aku tidak bisa mengukur suhu tubuhnya. Termometer yang sempat aku beli kapan lalu dibuat mainan dan digigit-gigit. Aku sih berharap panasnya segera reda dan mungkin karena kurang minum juga sehingga solusinya aku beri Tito air putih.

Ternyata  saat malam tubuhnya makin anget, setelah makan dia minta ke kamar mandi dan makan malamnya ternyata dimuntahkan kembali. Saking khawatirnya, aku beri Tito tablet penurun panas padahal penurun panas disarankan diberikan sesudah 2 hari. Aku pilih tablet penurun panas karena mudah dikunyah, tiap diberi yang cair Tito selalu menangis dan tak jarang makanan juga ikut keluar saat obat penurun panas dipaksa masuk mulutnya.

Hari berikutnya, Tito diare, panas dan muntah. Dalam sehari ada sekitar 5-6 kali diare dan tiap kali makan selalu muntah sehingga malas makan. Berbeda dengan orang dewasa yang ketika diare dan muntah masih bisa konsumsi obat untuk mengatasi mualnya sehingga nutrisi yang masuk ke tubuh masih terjaga. Makanan favorit seperti bakso, biskuit dan jajan yang aku berikan ikut dimuntahkan. Makan bubur, minum susu dan air putihpun enggan dan ini membuat Tito tampak lemas. L- Bio yang selalu ada di rumah juga gagal dikonsumsi Tito karena tak satupun makanan yang kami berikan mau dikonsumsi. 

L- Bio merupakan suplemen probiotik berbentuk serbuk berwarna putih yang mengandung bakteri baik Lactobacillus acidophilus dan bermanfaat memperbaiki saluran pencernaan seperti mengatasi diare maupun konstipasi, bisa diberikan langsung dengan melarutkannya ke air putih atau mencampurkannya dalam makanan.

Pagi di hari ketiga, aku berharap bisa mengajak anak berumur tiga tahun ini ke dokter anak, sayangnya hujan deras datang ketika pagi. Padahal dr Listya biasa praktek di pagi dan malam hari. Panasnya  menurun ketika siang sehingga keinginan pergi ke dokter saat sorenya aku tunda. Tubuhnya terlihat semakin lemas dan bawaannya tidur, kepala sakit katanya. Konsumsi air putihpun sangat minim,hanya sekitar 2 sendok makan tiap kali minum. Bersyukur, Tito tidak batuk, pilek dan tidak ada bercak darah di fesesnya saat itu. 

Di hari keempat, ada beberapa makanan yang berhasil aku berikan ke anak saat dia muntah dan diare seperti roti tawar, yakult, buah jeruk, nasi putih dan biskuit kentang. Makanan gurih dan mengandung kaldu belum aku berikan karena selalu mual. Alasan aku berikan Tito Yakult karena selain mengurangi rasa mualnya, kandungan bakteri baik dalam yakult bisa melawan bakteri jahat dalam pencernaannya dan agar ada cairan yang masuk ke tubuh Tito. Terbukti saat minum yakult ini, Tito tidak muntah, pupnya mulai padat dan diarenya berkurang.

Total hampir 5 hari Tito mengalami diare hingga akhirnya sembuh. Hampir seminggu diare, tubuhnya kelihatan kecil, wajahnya tirus dan tulang bahunya kelihatan menonjol. Setelah sembuh, akupun fokus memberikan makanan penambah berat badan anak agar bobotnya kembali pulih seperti sedia kala dengan mempersering pemberian makanan, cemilan dan susunya.

Diare sendiri merupakan reaksi tubuh saat pencernaan mendapatkan serangan kuman maupun virus. Dilansir dari alodokter.com, anak yang kena diare biasanya mengalami gejala seperti BAB encer lebih dari 4 kali dalam sehari, muntah, demam, badan anak lemas, tidak pipis lebih dari 12 jam, bibir terlihat kering. Berikut makanan yang bisa teman-teman berikan saat anak mengalami diare dan muntah

1. Pisang

Saat diare dan enggan makan, biasanya anak lebih suka konsumsi buah untuk mengurangi rasa pahit yang ia rasakan. Buah yang sangat disarankan dikonsumsi ketika diare adalah pisang yang tinggi pektin, serat dan merupakan prebiotik yang menjadi makanan untuk bakteri baik dalam pencernaan. Pisang juga bermanfaat menggantikan elektrolit yang hilang selama diare.

2. Makanan lunak

Makanan seperti nasi tim, bubur maupun sereal diperlukan tubuh untuk mengganti energi yang hilang saat diare. Terkadang, ketika sedang sakit, anak enggan mengonsumsi nasi dan sebagai gantinya teman-teman bisa menyajikannya dalam bentuk bubur maupun nasi tim. 

3. Roti dan Biskuit Gandum

roti gandum
image by canva

Roti maupun biskuit yang mengandung gandum baik dikonsumsi saat diare. Rasanya yang cenderung tawar dan kandungan seratnya yang tinggi bagus untuk mengatasi pencernaan dan rasa mualnya. Apabila mualnya berkurang, roti gandum juga bisa dikreasikan menjadi menu yang disukai anak.

4. Makanan kaya probiotik

Makanan probiotik alami seperti youghurt, tempe, kefir, keju, susu fermentasi baik diberikan saat diare. Probiotik merupakan mikroorganisme atau bakteri baik yang dibutuhkan tubuh terutama pencernaan.

Setelah fokus memberikan makanan yang mau dikonsumsi anak saat muntah dan diare, fokus memperbaiki nutrisi dan berat badannya bisa teman-teman lakukan. Semoga cerita dan pengalaman di atas bermanfaat. Ceritakan pengalaman teman-teman mengatasi diare juga yuk


Referensi :  

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/09/18/140411920/mengapa-kita-dianjurkan-makan-pisang-saat-diare

Share This Article :
Priyani Kurniasari

Seorang pemimpi dan pembelajar, Menyukai travelling, desain, parenting dan kulineran. Lulusan fisika yang suka belajar marketing. Saya bisa dihubungi melalui e-mail priyani.kurniasari@gmail.com

141222861953258005