Benarkah Sinovac, Vaksin Covid-19 Aman?

Sinovac Vaksin Covid 19

Rasanya senang mendengar Sinovac,  Vaksin Covid 19 sudah mulai terdistribusi ke sejumlah wilayah. Pasalnya, jumlah yang terpapar Covid-19 kian hari meningkat dan harus segera diatasi agar  kematian akibat terpapar virus ini bisa ditekan.

Sebanyak total 38 juta vaksin telah diterima dan  pada tanggal 3 Maret 2021 kemarin, 10 jutanya mulai didistribusikan untuk  penerima vaksin tahap ke-2. Sayangnya, banyak isu tak bertanggung jawab beredar terkait Sinovac ini. Sebagian orang, termasuk saya dibuat resah tentang keamanannya. Bahkan muncul kabar yang menyatakan bahwa ada penerima vaksin yang meninggal selepas diimunisasi Sinovac ini. Benarkah demikian? Lantas kenapa Sinovac yang dipakai untuk vaksin?

Apa itu Sinovac?

Sinovac adalah salah satu dari beberapa jenis vaksin covid 19 yang diproduksi oleh Sinovac Biotech, Ltd yang berlokasi di Beijing China untuk diedarkan secara resmi ke Indonesia. Vaksin ini berisi virus yang telah dimatikan, bukan dilemahkan atau dilumpuhkan sementara. 

Baca juga : Tips mencegah penularan Covid-19

Menurut New York Times, cara kerja Sinovac ini adalah dengan mengenalkan tubuh untuk menciptakan sistem kekebalan melawan SARS-Cov-2 atau yang lebih dikenal dengan sebutan Covid-19. Beberapa waktu lalu bahkan BPOM dan MUI mengeluarkan sertifikat yanng menyatakan bahwa produk vaksin Sinovac ini aman, halal dan suci. Baik materi dasar, inang  atau media yang dipakai untuk menumbuhkan virus, proses inaktivasi bahkan hingga pengemasannya dijamin kesuciannya. Tidak ada campuran seperti babi atau sel tubuh manusia dalam proses pembuatannya.

Seperti dilansir dari Halodoc, ada beberapa alasan yang meyakinkan bahwa vaksin Sinovac ini aman, antara lain

  • Vaksin Sinovac tidak mengandung virus hidup maupun virus yang dapat tumbuh kembali

Karena vaksin sinovac ini dibuat dari virus yang dimatikan, maka bisa dipastikan bahwa vaksin Sinovac tidak menyebabkan seseorang terinfeksi covid-19.

  • Sinovac telah tersertifikasi EUA, BPOM dan MUI

Sinovac telah mendapat persetujuan EUA (Emergency Use of Authorization) dari PT Biofarma dan lulus uji klinis BPOM serta memperoleh sertifikasi halal dan suci dari MUI berdasarkan kegawatdaruratan dan kebutuhannya yang mendesak.

  • Efek samping yang ditimbulkan Sinovac ringan

Sama seperti vaksin lain, efek samping yang ditimbulkan Sinovac relatif ringan, biasanya berupa demam, sakit kepala atau nyeri otot sebagai tanda bahwa tubuh sedang bekerja membentuk antibodi.

Baca juga : Haruskah terlambat imunisasi saat pandemi

Jenis Vaksin Covid-19 Yang Beredar Resmi Di Indonesia

Rencananya, tak hanya Sinovac saja yang nantinya akan dipakai. Ada 5 jenis vaksin Covid 19 yang juga akan digunakan secara resmi oleh pemerintah Indonesia selain Sinovac yaitu

Vaksin Sars Cov-2 Covid-19
image source : pixabay

1. Oxford AstraZeneca

Astrazeneca merupakan vaksin yang dibuat perusahaan asal Inggris, Astrazeneca yang menggandeng Universitas Oxford dalam uji klinis dan pembuatannya. Berbeda dengan Sinovac, Astrazeneca dikembangkan dari virus flu yang dimodifikasi dengan memasukkan genetik virus Covid-19 (sara cov-2) dengan memanfaatkan vektor atau media pertumbuhan dari virus yang sudah dilemahkan atau yang tidak aktif lagi. Nilai efikasi(kemanjurannya paling rendah diantara vaksin lain yaitu 70%) tetapi  lebih mudah disimpan dalam suhu beku dan bisa diberikan kepada lansia diatas 60 tahun. Dosis pemberian vaksinasinya pun berbeda dengan Sinovac yang berselang 14 hari, pemberian vaksin astrazeneca berjarak 30 hari dari vaksin tahap pertama yang diberikan.

2. Sinopharm

Sama dengan Sinovac, vaksin sinopharm menggunakan media virus yang telah dinonaktifkan. Nilai efikasinya sebesar 86%, dibawah Sinovac yang kemanjurannya 95%. Sesuai namanya, vaksin sinopharm sendiri dikembangkan oleh perusahaan China National Group Corp yang lebih dikenal dengan nama sinopharm.

3. Moderna

Moderna dan sinopharm, dua vaksin yang akan dipakai untuk vaksinasi gotong royong (istilah mereka yang menerima vaksin secara mandiri).  Moderna adalah vaksin yang dikembangkan di Boston, Amerika Serikat dengan metode mRNA. Tingkat efikasinya cukup tinggi, sekitar 95%. Moderna dikembangkan di National Institusi of Health Massachusetts.

4. Pfizer-BioNTech

Baik Moderna maupun Pfizer BioNTech, kedua vaksin tersebut dibangun dengan perintah genetik menggunakan mRNA untuk membuat protein baru yang pada akhirnya mereaksi kan  tubuh untuk membentuk antibodi.

5. Novavac

Novavac yang memiliki nilai efikasi sebesar 89,3% ini dibuat oleh perusahaan yang berpusat di Maryland,AS. Seperti pfizer BioNTech dan Moderna yang memodifikasi protein genetik tetapi bukan mRNA. 

Sayangnya kita tidak bisa memilih vaksin mana yang akan kita terima nanti. Saat ini, pemerintah tengah berfokus memberikan vaksin kepada prioritas penerima vaksin seperti tenaga medis, lansia 60 tahun keatas, tokoh agama, pedagang pasar, pendidik, wakil rakyat dan ASN, atlit, dan pelayan publik seperti perangkat desa, karyawan BUMN, dan pariwisata. Sedangkan beberapa kelompok yang belum bisa menerima vaksin antara lain ibu hamil dan menyusui, anak berusia dibawah 18 tahun, seseorang dengan bawaan alergi tertentu dan penyakit tertentu seperti diabetes dan hipertensi.

Pemerintah juga tengah berupaya agar proses pendistribusiannya berjalan lancar dengan menggaet penyedia layanan kesehatan online Halodoc dan gojek  dalam bentuk vaksinasi secara Drive thru

Halodoc sendiri merupakan sebuah platform aplikasi digital penyedia layanan kesehatan yang bisa diunduh melalui playstore. Dengan Halodoc, hambatan yang diakibatkan selama pandemi seperti bertemu dokter, pembelian obat, Rapid test bisa diatasi melalui aplikasi ini. Kita bahkan bisa dengan mudah membuat janji dengan dokter di Rumah Sakit, konsultasi secara online dan bahkan mendapatkan layanan home care secara praktis. Transaksinya juga cukup mudah karena biaya layanannya bisa dibayar dengan gopay.



So, buat teman-teman yang akan ke luar kota, rapid test kini bukan hal sulit lagi kan?
Jangan lupa, meski teman-teman sudah divaksin nantinya, tetep patuhi protokol kesehatan dengan rajin mencuci tangan dan pakai masker yaa.. semoga sehat selalu..

Referensi : 

https://indonesia.go.id/narasi/indonesia-dalam-angka/Sosial/vaksinasi-mandiri-masih-menunggu-hari

https://nytimes.com/interactive/2020/health/moderna-covid-19-vaccine.html

https://wikipedia.com

16 komentar

  1. Semenjak pandemi aku males banget deh keluar dan bepergian yang perlu menggunakan rapid. Alhamdulillah sekarang udah ada vaksin ya jadi lebih tenang.

    BalasHapus
  2. Wah info yang begini nih yang harusnya di-up biar masyarakat nggak kemakan hoax. So thank you mom sudah mengedukasi ;)

    BalasHapus
  3. Aku jadi penasaran nih mbak Sarie, kira2 kita blogger ada program khusus yang divaksin dg sinovac ini ga ya hehe

    BalasHapus
  4. Masih dalam keadaan pandemi gini, memang solusi terbaik kalau mau kemana atau mau konsultasi ke dokter gitu lebih aman via online yaa.
    Lebih dan nggak kepikiran sama efeknya juga

    BalasHapus
  5. mau nanya mom biaya vaksin di indonesia minimal mulai dari berapa rupiah ya?

    BalasHapus
  6. Jujur aja sih, aku pun dibuat resah dengan adanya vaksin. Mudah-mudahan kita semua selalu dalam sehat ya mbak. Btw Indonesia belum bikin vaksin sendirikah?

    BalasHapus
  7. Iya ni mbak, meskipun sudah divaksin tetep prokes no 1 ya..., Was-was juga ni karena katanya ada mutasi virus covid-19 lagi, huhu. APakah nanti sinovac ini akan ada seri sinovac yang lebih tinggi? karena vriusnya bermutan, huhu. Beneran gak ya itu? JAGA IMAN DAN IMUN! PROKES!PROKES!PROKES!

    BalasHapus
  8. saat ini saya masih masuk dalam kategori yang belum boleh menerima vaksin karena masih menyusui.

    semoga dengan adanya vaksin ini bisa membuat semua terlindungi ya, pastilah kita juga nanti dapat vaksin nya yang baik karena Pemerintah pasti ingin yang terbaik untuk warganya :)

    BalasHapus
  9. Semoga memang jd jalan ternag buat pandemi ini ya mbak, insya Allah yg terbaik ;)

    BalasHapus
  10. Jadi tahu tentang sinovac nih.. Makasih infonya ya. Di Semarang, sedang digalakkan pemberian vaksin untuk lansia (tentunya sesuai syarat&ketentuan yg ada ya) di puskesmas-puskesmas kecamatan nih. Dan responnya bagus banget. Banyak yang berpartisipasi. Semoga pandemi segera berakhir ya.. Aamiin

    BalasHapus
  11. Wah ternyata ada 5 jenis vaksin lainnya yang siap masuk Indonesia ya kak.. nah aku kan sudah divaksin, dan pakai yang sinovac, memang merasa lelah dan suhu badan meningkat di 1-2 hari pertama.

    BalasHapus
  12. Alhamdulillah ya Mba sekarang sudah ada vaksin itu yang bikin melegakan, nunggu sampai sini buat mertuaku yang sepuh pengen ta ajak vaksin tapi bisa ke rumah ga ya emak mertua ga bisa jalan soalnya

    BalasHapus
  13. Tadinya aku kira semua bakal dapet, tapi ternyata enggak ya. Makasih infinya ya mbak, lengkap bet dah.

    BalasHapus
  14. Alhamdulillah kalau halal, terasa aman di hati. Semoga ini jalan dari Allah untuj menuntaskan pandemik. Aamiin...

    BalasHapus
  15. Nah, banyak yang meragukan vasin COVID-19 ini tanpa alasan ilmiah malah menyebarkan rumor yang bikin orang2 jadi takut divaksin padahal ya seharusnya bersyukur ya setidaknya dengan adanya vaksin ini bisa membantu mengatasi pandemi COVID-19. Apalagi vaksinnya juga sudah lulus BPOM dan dapat sertifikasi Halal dari MUI

    BalasHapus
  16. setuju, meski udah divaksin harus ttpjaga protokol kesehatan ya mbak, bukan jadi malah menggampangkan,,,,

    BalasHapus