Rapid Test : Pilih lokasi Terdekat dan Aman

Rapid Test : pilih lokasi terdekat dan aman

Pemerintah menjalankan rapid test massal di berbagai daerah. Tujuan utamanya agar Penularan Covid-19 dapat ditekan dan masyarakat merasa aman mengakses sarana umum seperti bus, kereta api atau pesawat terbang. Lalu apa sih rapid test itu, dimana bisa mendapatkan rapid test terdekat yang ada di kotamu? 

Mengenal Rapid Test


Rapid Test adalah skrining  atau uji awal yang dilakukan  untuk mendeteksi keberadaan antibodi igM dan igG yang terbentuk ketika seseorang terpapar virus Corona. Pemerintah melakukan uji rapid test ini dengan tujuan menekan penyebaran virus Corona sehingga tak bertambah jumlahnya.
Cara kerja Rapid Test hampir sama dengan uji kolesterol atau gula darah. Rapid test dilakukan dengan mengambil sampel darah pada ujung jari kemudian meneteskannya pada alat uji. Alat uji ini akan menunjukkan hasil kurang lebih 15 menit setelah diteteskan. Jika hasilnya negatif, maka perlu dilaksanakan uji ulang 7 hari setelahnya. Uji ulang ini dilakukan karena biasanya antibodi akan terbentuk setelah 7-10 hari terpapar virus Corona. 
Jika hasilnya positif atau reaktif maka dibutuhkan uji swab atau PCR untuk mengetahui hasil yang lebih akurat karena bisa saja seseorang yang dinyatakan positif hasilnya tak menunjukkan gejala terpapar Covid-19. Orang tersebut akan dinyatakan sebagai OTG ( Orang Tanpa Gejala). Seseorang yang berstatus OTG sebaiknya melakukan isolasi mandiri selama 14 hari  dan apabila menunjukkan gejala Covid-19, maka sebaiknya segera hubungi tenaga medis terdekat untuk melakukan perawatan. 

Menjaga Diri dari Ancaman Covid-19


Beberapa waktu lalu pemerintah kota Salatiga melakukan Rapid Test ke sejumlah pedagang dan pembeli di pasar, sopir angkutan umum, driver ojol, tukang becak, sais dokar serta juru parkir  untuk memastikan keamanan masyarakat yang mulai menjalankan kehidupan new normal. Meskipun pengaturan spasi antar pedagang pasar telah dilakukan, ternyata masih ada sejumlah  orang yang terpapar Covid-19. Lalu apa yang sebaiknya dilakukan untuk mencegah tertular virus Corona saat new normal ini? Ada beberapa tips yang bisa dilakukan, antara lain :

1. Mengenakan masker ketika akan bepergian


Masker merupakan salah satu cara yang efektif untuk mencegah tertular Covid-19 melalui droplet atau percikan. Sebaiknya pilih masker yang aman dan nyaman saat digunakan.

2. Rajin Cuci Tangan

Cegah Covid-19 dengan cuci tangan
Salah satu cara efektif membunuh kuman dan virus adalah mencuci tangan
Image : canva


Bekali diri dengan hand sanitizer saat bepergian sehingga ketika tetap bisa memastikan tangan tetap bersih meski tak ada air dan sabun cuci tangan.

3. Hindari Memegang Wajah Saat Belum Cuci Tangan


Hal ini juga berlaku ketika kita akan memasang atau melepas masker, pastikan tangan sudah bersih saat akan memakai atau melepaskan masker. Tahan diri untuk menyentuh wajah saat berada di luar rumah.

4. Tak berjabat tangan atau berpelukan


Selama new normal ini, sementara hindari  kebiasaan berjabat tangan atau berpelukan ketika bertemu dengan teman atau saudara.

5. Jaga Jarak


Usahakan untuk membatasi jarak ketika berada dalam kerumunan. Hal ini untuk memastikan keamanan dan keselamatan bersama karena kita sama-sama tak tahu siapa yang menularkan atau tertular virus Corona ini.

6. Bawa alat ibadah sendiri


Untuk menjaga keamanan diri, bawalah sajadah dan mukena sendiri. Dengan demikian ibadah di tempat umum tetap bisa dilakukan tanpa harus was-was.

7. Bawa bekal, hindari makan di tempat umum


Jika harus bekerja atau bepergian jauh, usahakan bawa bekal sendiri dan hindari makan di tempat umum. Jika tak memungkinkan, kita bisa memanfaatkan jasa antar makanan atau membungkus pesanan tanpa perlu makan di tempat.



Rapid Test Yang Aman


Ada beberapa orang yang dianjurkan melakukan Rapid Test, yaitu

1. ODP Orang Dalam Pemantauan)


Yaitu orang yang terindikasi gejala batuk, pilek, demam, sakit tenggorokan atau mengalami gangguan pernapasan lain dan tinggal atau pernah berada di daerah penularan Covid-19. Meskipun tidak pernah melakukan kontak langsung dengan pasien positif Covid-19, namun seseorang berstatus ODP wajib melakukan karantina mandiri selama 14 hari dengan tujuan mencegah penularan terjadi.

2. PDP ( Pasien Dalam Pengawasan)


PDP adalah seseorang yang juga menunjukkan gejala gangguan pernapasan dan pernah kontak langsung dengan seseorang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

3. OTG ( Orang Tanpa Gejala)


Orang yang sehat dan tak memiliki gejala sakit pernapasan seperti yang dialami pasien positif Covid-19 belum tentu aman, apalagi jika pernah kontak langsung dengan pasien terkonfirmasi Covid-19. OTG juga berstatus rawan dalam menularkan virus Corona karena tidak menunjukkan gejala apapun. Bisa saja mereka yang baik dan sehat secara fisik ternyata menjadi media penularan Covid-19.

Jika kita merasa cemas karena gangguan pernapasan dan gejalanya mirip Covid-19,  bisa kok melakukan uji Rapid Test mandiri dengan mendatangi Rumah Sakit yang membuka layanan atau melalui aplikasi.
Berikut beberapa cara melakukan Rapid Test :

1. Mendatangi Puskesmas


Hampir semua puskesmas yang ditunjuk di seluruh Indonesia bisa melakukan Rapid Test, sayangnya uji ini hanya bisa dilakukan untuk orang yang berstatus ODP.

2. Ikut Rapid Test Massal


Untuk menanggulangi bertambahnya jumlah pasien Covid-19 dan menghadapi era new normal, pemerintah akan secara rutin melakukan Rapid Test massal. Beberapa perusahaan swasta seperti perusahaan asuransi juga melakukan kerjasama mengadakan Rapid Test massal. Sayangnya waktu Rapid Test insidental, tak bisa dilakukan setiap saat.  

3. Mendatangi Rumah Sakit

  • Rapid Test Gratis

Terdapat 7 Rumah Sakit yang ditunjuk pemerintah provinsi Jawa Tengah untuk menjadi tempat rujukan Rapid Test. Tempat tersebut antara lain :
  • RSUD Dr Moewardi Surakarta
  • RSUD Prof. Margono Soekarjo Purwokerto
  • RSUD Lelet Jepara
  • RSJD Surakarta
  • RSJD Dr Amino Gondohutomo Semarang
  • RSUD Tugurejo Semarang
  • RSJD Dr RM Soedjarwadi Klaten

  • Rapid Test Berbayar

Beberapa Rumah Sakit ikut mengurangi penyebaran Covid-19 dengan turut berpartisipasi melayani Rapid Test.  Bahkan di Jakarta beberapa Rumah Sakit swasta juga membuka layanan Drive Thru. Dengan membuat janji terlebih dahulu, pengguna yang ingin Rapid Test dapat melakukan pengujian tanpa harus keluar dari mobil.

4. Melalui Aplikasi

Jangan khawatir jika lokasi Rapid Test yang ditunjuk terlalu jauh dan waktunya tak bisa dijadwalkan sesuai kebutuhan. Aplikasi kesehatan digital Halodoc membantu menjawab perasaan cemas untuk segera Rapid Test.

 Cara mengaksesnya aplikasi Halodoc :

1. Download aplikasi Halodoc lalu buka aplikasi dan tekan tombol Covid-19 Test
2. Pilih lokasi dan tempat uji dengan klik Lokasi Test Drive 
3. Upload foto, scan KTP atau KK untuk reservasi
4. Lakukan pembayaran
5. Menerima SMS Notifikasi detail pesanan sebagai bukti saat pemeriksaan.

Pilih Lokasi Terdekat Rapid Test Halodoc
Alur Reservasi Halodoc

Keuntungan Reservasi Rapid Test di Halodoc :

1. Lokasi Rapid Test terdekat dengan mudah ditemukan
2. Tak perlu antre dan berkerumun
3. Hasil tes terjaga kerahasiaannya
4. Waktu uji bisa disesuaikan
5. Praktis 
6. Hasil uji bisa langsung diketahui sehari setelah Rapid Test cukup melalui aplikasi saja
7. Disediakan Rumah sakit rujukan jika hasilnya positif

Selain mudah, tentunya kita jadi merasa aman dan tenang. Jangan lupa perhatikan protokol kesehatan juga saat akan tes dengan tetap memakai masker dan kelengkapan serta bukti saat berangkat Rapid Test.

Referensi : Tirto.co.id
                     Halodoc
                     IDN Times




27 comments

  1. Lokasi terdekat itu juga untuk mencegah penyebaran ya mbak^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak..gak perlu repot-repot keluar kota. Sama aja menurutku keluar kota keluar ongkos perjalanan dan jajan pastinya

      Delete
  2. DI surabaya beberapa minggu ini gencar dilakukan rapid test mbak. Saya ingin banget sebenernya ikut tapi kok khawatir malah terinfeksi. Kenapa saya bilang begitu karena peserta rapid test massal biasanya berjubel dan justru tidak ada social distancing.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah ini yang ditakutkan banget mba, niatnya Rapid Test untuk memastikan "bersih" Covid-19 tapi antreannya apalagi misal Rapid Test nya di pasar

      Delete
  3. Alhamdulillah udah pake Halodoc sejak 2015 dan sangat terbantu. Di Surabaya alhamdulillah ada juga lokasi rapid test terdekat yg mitra sama RS Mitra Keluarga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah ya mba, aku juga paket Halodoc ini untuk beli obat beberapa waktu lalu karena cari sendiri ternyata butuh effort ( obat susah dicari di pasaran)

      Delete
  4. Poin pencegahan jangan memegang muka sebelum cuci tangan itu paling sering saya langgar. Yaampun, btw terimakasih loh infonya mba. Di daerah saya masih awam banget soal beginian.

    ReplyDelete
  5. Ternyata Rapid test prosesnya seperti itu...ternyata tidak se-menyeramkan yang saya bayangkan.
    Saya sendiri belum pernah rapid test, kak, ingin ikut tapi worry sekali.
    Walaupun sudah melaksanakan protokol new normal saat aktivitas, tapi rasa khawatir pasti ada...
    Semoga keberanianku untuk ikutan rapid test segera muncul...

    ReplyDelete
  6. Makin mudah ya kalo bisa tes covid dari rumah pakai aplikasi halodoc.
    Jadi nggak perlu keluar rumah juga.

    ReplyDelete
  7. wah lbh mudah ya skrg layanan aplikasi Halodoc jg ada layanan rapid test jadi ga perlu antri di rumkit karena sdh bikin jadwal di aplikasi Halodocnya..

    ReplyDelete
  8. Oh ini rapid test di Halodoc nya berbayar ya? Bulan lalu sy ikutan yg gratisannya, beda banget pasti ya. Lebih detail daripada yg free biasanya

    ReplyDelete
  9. Beneran praktis banget pake halodoc ya Mba. Jamnya bisa menyesuaikan dengan jadwal kita. Jadinya gak ngantri, gak juga bikin kerumunan.

    ReplyDelete
  10. Kadang saya berpikir, hari ini saya tes, eh ga tau nya beberapa jam kemudian kena cipratan miro dari Penderita (yang kita tidak tahu, anonim), jadinya tes nya ga valid. Separno itu mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, karena itu Rapid Test kudu diulang sekitar 7-10 hari setelahnya untuk memastikan tak ad yang "nyangkut" mas

      Delete
  11. Makin keren aja halodoc inii. Setelah jadi pioneer konsul online tentang masalah kesehatan, skrg melayani rapid test jugaa. Kalau di Malang aku blm nyoba dimana ya mba? RS tempat kerja suami udah putus hubungan sama halodoc sejak pandemi, biasanya rameee bgt di sana untuk antar obat

    ReplyDelete
  12. Untuk daerah saya belum ada rapid tes mba.
    Alhamdulillah masih zona hijau.

    Informasi bagus nih dari halodoc.

    ReplyDelete
  13. Rapid test di halodoc memudahkan ya mbak. Jadi tidak perlu daftar ke tempat tinggal klik daftar janjian.

    ReplyDelete
  14. Enakan dari Halodoc dulu sih emang. Sekarang sudah dimudahkan dengan aplikasi kesehatan, jadi kita tidak perlu datang ke RS yang kemungkinan justru tertular

    ReplyDelete
  15. Ini yang saya takutkan mbak. Ikut rapid tes takut alat yang digunakan tidak steril. Separno itu.

    ReplyDelete
  16. Besok Senin aku rapid test di kantor eh
    Ga peenah sernervous ini rasanya
    Gilana dong biar selow aja menghadapi rapid test

    ReplyDelete
  17. Skrg di TV pada takut di rapid. Saya pun jd takut. Lagian saya blm ada didatangi unt rapid. Mkin blm tp semoga enggak. Entah jg kl tar ada kewajiban yaa, kayaknya ikut aja hehe

    ReplyDelete
  18. Terima kasih infonya gan, di Purwokerto juga bisa ya untuk rapid test.

    ReplyDelete
  19. Saya sedang cari info rapid test massal. Perlu banget untuk konfirmasi.
    Andai di Halodoc bisa diskon 50%. Hihihi, antara ngarep dan tahu diri kalau itu tidak mungkin. SEmoga pandemi ini cepat berakhir dan kta semua sehat selalu. Aamiin.

    ReplyDelete
  20. Makin banyak rumah sakit yg jadi tempat tes, makin bagus ya, jadi pelayanan cepat Dan nakes ga terlalu lelah

    ReplyDelete
  21. keuntungan yang ditawarkan oleh halodoc ini solusi banget untuk yang pengen rapid test tanpa perlu berinteraksi dengan banyak orang

    ReplyDelete
  22. Masya Allah, manfaat sekali tulisan ini. jadi tahu kemana kita harus rapid test. khawatir sama yang tannpa gejala nih. mudah mudahan kita selalu sehat ya.

    ReplyDelete
  23. Iyes..samaan kak..kemarin juga melakukan rapid test untuk ART dirumah. Meskipun non reaktif. Tetap melakukan isolasi mandiri selama 14 hari . . Biar aman aja sich.. khawatir OTG

    ReplyDelete