Pengalaman menyapih anak

Menyapih dengan cinta dan Brotowali

Saat ini usia Uty sudah 4 tahun dan anak ini termasuk penyuka  susu.  Kalau bepergian atau sekedar jalan-jalan yang dimintanya selalu susu kotak. Bagiku, menyapih Uty adalah perjuangan tersendiri. Tidak seperti anak-anak lain yang  sama-sama full ASI eksklusif, Uty termasuk anak yang bagiku susah disapih. Mungkin karena kurang tega ya, atau mungkin karena kebiasaan yang kurang baik ketika menyusui, apa itu?

Beberapa Alasan Anak Susah Disapih

1. Kebiasaan menyusui saat akan tidur

Sebenarnya tak ada yang salah ketika kita menyusui anak yang akan tidur, yang salah adalah membiasakannya. Seharusnya dipisahkan kebiasaan menyusui dengan kebiasaan tidur sehingga anak tidak gelisah mencari ibunya ketika akan tidur.

2. Menyusui sambil berbaring


Ada baiknya posisi ketika kita menyusui adalah sambil duduk dan tanpa disambi dengan kegiatan lain. Menyusui sambil terbaring memang membuat anak nyaman sehingga sering anak tertidur dengan posisi anak menyusui sambil tiduran.

3. Menu MPASI yang kurang disukai


Anakku juga termasuk yang susah makan dan bahkan kadang GTM pula. Padahal menu MPASI yang aku buat selalu beragam, cuma sebagian besar karbohidratnya dipenuhi oleh nasi atau kentang. Menu favorit karbohidratnya biasanya aku penuhi dengan membuat kentang kukus yang dihaluskan dan diberi keju (mashed potato) atau kadang dari pasta seperti menu spaghetti. Nah, Uty termasuk anak yang kurang suka makan nasi, kalaupun mau makan kadang hanya lauk, sayur dan buahnya saja yang ia makan. Yang ada kalau sudah begini, Uty akan mengenyangkan dirinya dengan minta disusui. 
Menu MPASI yang kurang disukai otomatis membuat anak malas makan dan akhirnya pelariannya adalah melalui ASI.

4. Anak Masih Lapar ? Buatlah Kenyang


Untuk mengurangi kebiasaan menyusui, maka buatlah anak kenyang terlebih dahulu agar kebutuhan utamanya akan ASI lambat laun berkurang. Dengan anak kenyang, berarti porsinya menyusui akan berkurang. Nah, salahku waktu itu karena Uty kurang karbohidrat karena kurang suka nasi, jadilah ia menyusu sepanjang hari kecuali jika aku pergi mengajar.

Beberapa Cara Menyapih Yang Aku Terapkan :

1. Weaning with love (WWL)


Menyapih dengan cinta adalah metode alami yang diterapkan ibu-ibu milenial karena dilakukan dengan perlahan dalam jangka waktu yang cukup panjang. Proses awalnya adalah dengan afirmasi positif dengan membisikkan kata-kata ke anak ketika akan tidur seperti "Dek, nanti menyusui ke ibuk cuma sampai 2 tahun ya..nanti 2 tahun adek disapih Yaa.." Kata-kata positif yang setiap hari diucapkan ketika anak masih bayi akan terekam dan akan dipahami lambat lain. Selanjutnya dengan menyiapkan MPASI dan mengurangi porsi ASI sedikit demi sedikit. Kakak ipar ku waktu itu berhasil menyapih anak keduanya dengan memberi hadiah teh manis ketika anaknya disapih dan cara ini berhasil. Waktu aku terapkan cara ini, Uty gelisah ketika akan tidur dan merengek yang akhirnya membuatku tak tega padahal kurang selangkah lagi.

2. Brotowali

Beberapa teman mengungkapkan momen lucunya ketika menyapih, ada yang ditakuti dengan memberi plester, obat luka dan perban ke puting susu. Ada pula yang ditunjukkan contoh bahwa teman seusianya sudah tidak menyusui. Nah, karena waktu aku menyapih, usia Uty waktu itu sudah 2,5 tahun dan aku sedang hamil maka mau tak mau aku harus menemukan cara agar Uty segera disapih. Meski tak kontraksi ketika menyusui tapi ada rasa tak nyaman dan menurutku semacam perasaan geli menyusui Uty waktu itu. Mungkin bawaan hamil juga mempengaruhi ketidaknyamanan menyusui waktu itu. Akhirnya kami mencari Brotowali di toko jamu yang terletak di lantai 2 Pasaraya Salatiga. Brotowali tersebut kemudian dioleskan ke areola dan membuat Uty benar-benar tak suka karena pahitnya. Akhirnya dengan cara ini Uty berhasil berhenti menyusui namun dalam beberapa hari selanjutnya, Uty merengek lagi minta ASI dan beruntungnya Brotowali yang kami beli tak kering sehingga masih bisa dioleskan. Ada rasa sedih juga sih menyapih anak, tapi memang harus dilakukan demi kebaikan bersama.

Sempat sebelum beralih dari WWL ke Brotowali aku membawa Uty ke seorang ustadz tapi kemudian kusesali. Kupikir waktu itu Uty akan didoakan agar berhenti ASI, tapi menurutku cara yang dilakukan kurang syar'i jadi tidak kulanjutkan. Hingga sekarang, ketika adeknya minta ASI kadang Uty ngomong, "Buk, aku juga ya?" Hehe..selalu kusampaikan kalau Uty sudah gedhe dan gantian adeknya, Uty dulu kan juga udah ASI".
Selamat mengASIhi bunda semua, semoga berhasil ya proses menyapihnya.


2 comments