Alasan Enggan Pasang Gigi Palsu

Di postingan kali ini, saya pengen cerita tentang beberapa alasan kenapa seseorang enggan pasang gigi palsu. Bisa jadi karena kendala medis, namun bisa juga karena alasan lainnya.

Bagi sebagian orang, mengenakan gigi palsu bisa menambah percaya diri dan membantu fungsional mulut ketika makan dan berbicara. Namun, bagi sebagian yang hendak memutuskan pasang gigi tiruan, hal tersebut justru bikin beban. Soalnya sudah membayangkan bakalan ribet perawatan dan takut kalau gigi palsu akan mengganggu penampilan.

alasan enggan pasang gigi palsu

Hal Yang Menyebabkan Seseorang Ragu Pasang Gigi Palsu

Mungkin teman-teman pernah memiliki pengalaman kurang menyenangkan bersama gigi palsu. Bapakku mengalaminya, saat beliau sarapan pagi di sebuah warung soto yang cukup terkenal di Boyolali, di hadapannya ada orangtua yang mencuci gigi palsunya menggunakan kuah soto itu. Hal tersebut cukup membuat selera makannya hilang.

Atau pengalaman lucu ketika ibu mertua mengobrol dengan salah satu kerabatnya saat arisan keluarga.  Saking lebarnya tertawa, gigi tiruan saudara tersebut terlepas. Dan hal tersebut mengundang tawa selanjutnya.

Ada pula seorang temanku yang ketika SMA, punya caries gigi dan akhirnya memutuskan pasang gigi tiruan. Anehnya, gigi palsunya tersebut memiliki warna yang berbeda dengan gigi aslinya. Jadi, hal tersebut mengundang keanehan dan jadi bahan pembicaraan di antara teman-teman. 

Banyak orang yang enggan memasang gigi palsu, seperti ibuku misalnya, hal tersebut karena ada faktor penghalang berikut

1. Diabetes

Dilansir dari Alodokter.com, seseorang yang memiliki diabetes cenderung memiliki resiko kerusakan gigi lebih tinggi ketimbang mereka yang memiliki gula darah normal. Pasalnya, tingginya kadar gula dalam rongga mulut mempermudah bakteri berkembang biak yang tentu saja menjadi akibat gigi berlubang.

Dilemanya, tidak semua gigi mengalami kerusakan, sehingga kalau ingin pasang gigi ada prosedur cabut gigi yang tidak bisa dilakukan sembarang orang yang memiliki diabetes. Kadar gula darah puasa yang dianjurkan untuk mencabut gigi harus setidaknya kurang dari 180 mg/dl. 

Terutama, bagi mereka yang berharap bisa memasang gigi palsu jenis implant. Prosedur pembedahan untuk memasang penyangga dan sekrup pada tulang rahang bisa memicu infeksi karena gula darah yang tinggi. Bagi mereka yang diabetes, biasanya dokter akan menyarankan memasang gigi tiruan lepas pasang yang lebih aman.

2. Merasa Tidak Nyaman

Alasan lain yang menyebabkan orang tidak suka memakai gigi palsu karena ketidaknyamanan. Pengalaman pribadi sih, awal menggunakan gigi palsu biasanya ada rasa tidak nyaman di mulut. 

Saya pribadi, ketika awal memakai gigi palsu valplast mengalami sariawan. Soalnya gusi yang proses lepas pasang membuat gusi terluka dan menimbulkan sariawan. Belum lagi, ketika di awal harus belajar lagu melafalkan huruf s,d dan t.

Bagi sebagian manula yang menggunakan gigi palsu, terkadang perubahan bentuk gusi atau gigi palsu yang mulai longgar membuat pemakainya tidak nyaman. Proses lepas pasang yang sering dilakukan dan gigi tiruan yang sudah aus akan menyebabkan gigi palsu mudah terlepas dari rahang. Tak salah kalau ada kejadian gigi lepas saat tertawa. Sebenarnya sih, kejadian tersebut bisa diminimalisir dengan penggunaan perekat gigi palsu seperti polident misalnya. Kurangi juga konsumsi makanan panas, dingin atau terlalu keras untuk menjaga agar gigi tiruan tetap awet.

3. Prosedur Pemasangan Lama

Proses pemesanan gigi palsu setidaknya paling cepat membutuhkan waktu 1 minggu dan bahkan bisa 2 bulan lebih ketika ingin implan gigi. Untuk mereka yang punya kesibukan, prosedur yang lama dan harus menyempatkan bolak-balik ke dokter gigi tersebut membuat tidak nyaman dan menghabiskan banyak waktu. Tapi untuk alasan kesehatan, seharusnya kenapa enggak?

4. Harganya Yang Mahal

Memasang gigi palsu memang membutuhkan biaya yang cukup menguras uang jajan. Mulai dari prosedur, obat jika dilakukan pembedahan atau pencabutan gigi, hingga biaya pembuatan gigi tiruannya. Seringkali, hal inilah yang menjadikan seseorang menunda-nunda menggunakan gigi palsu.

Namun, bagi yng memiliki bpjs, ada keringanan biaya pemasangan gigi palsu yang bisa diklaim. Biaya pertanggungannya antara 250 ribu hingga 1 juta rupiah.

5.  Kesalahpahaman Soal Pemasangan Gigi Palsu

Ada anggapan, memasang gigi palsu itu merusak gigi yang masih ada. Anggapan itu benar jika seseorang yang menggunakan gigi palsu malas menyikat gigi, malas juga membersihkan gigi tiruan lepasan sehingga menyebabkan penumpukan plak yang membuat karang gigi dan gigi berlubang.  Namun, hal tersebut tidak akan terjadi jika rajin membersihkan gigi dan rongga mulut.

Ada pula yang beranggapan resikonya terlalu besar. Selama prosedur yang dilakukan benar dan tepat, sebenarnya memasang gigi baru bukanlah hal yang ditakuti.

Nah, itu dia beberapa alasan yang membuat orang enggan memasang gigi palsu. Semoga info di atas bermanfaat ya.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url