Pengalaman Pasang Gigi Palsu Valplast

Suatu hari di tahun 2014, saya mengalami kecelakaan yang mengakibatkan saya harus memasang gigi palsu. Berikut cerita pengalaman saya. Simak sampai habis ya!

gigi palsu valplast


Kecelakaan Sepeda Motor di Jalan Utama Solo-Salatiga

Jadi di tahun 2014, saya berkendara motor. Pagi setelah subuh, saya berangkat dari rumah. Jalan belum begitu ramai, hanya ada beberapa kendaraan melintas. Namun kala itu, ada sebuah bus yang mengiringi saya terus-menerus. Ada firasat kurang nyaman dengan bus tersebut, soalnya tiap kali saya melambat atau mempercepat laju kendaraan, selalu kebarengan dengan bus tersebut.

Akhirnya saya memutuskan ngebut karena kurang nyaman dengan kadang saya harus rem tiba-tiba ketika bus tersebut melintas. Jalan Salatiga-Solo di daerah Boyolali kala itu belum sebagus sekarang, masih bergelombang. Hingga ketika bus itu terlalu mepet, saya memutuskan berkendara ke sisi kiri. Dan jalan berlubang itu terlihat begitu dekat sementara saya sudah tidak bisa ke sisi kanan. Dan akhirnya terjatuh. Saya dibawa ke RS dengan kendaraan polisi, rahang bawah saya patah begitu juga dengan paha kiri atas. Saya menjalani 2 operasi bersamaan, operasi kaki dan rahang. Gigi bagian atas saya dicabut karena banyak yang rusak. Ada 6 gigi depan yang dicabut.

Pasang Gigi Palsu Valplast

Saya nggak menyadari kalau gigi saya dicabut, semua keputusan operasi ditandatangani orangtua. Saya tahu ketika sudah sadar dan dokter menyampaikan hal tersebut. Spontan, saya minta kaca kala itu, pengen melihat bentuk wajah saya yang dijahit dan kehilangan gigi. 

Setelah pulih, sekitar 1 bulan, saya pergi ke dokter gigi untuk operasi gigi karena masih ada bagian gigi yang tertinggal dan menusuk gusi sehingga perlu dicabut. Sebulan setelahnya saya baru memutuskan ke dokter gigi untuk konsultasi soal pemasangan gigi palsu.

Di klinik gigi, saya berkonsultasi soal pilihan gigi tiruan yang nyaman dipakai dan sesuai dengan budget yang kami miliki kala itu. Akhirnya diputuskanlah pasang gigi palsu jenis valplast. Gigi palsu valplast merupakan gigi palsu lepas pasang. Saya memilih jenis lepas pasang, lantaran tidak nyaman melihat jenis gigi permanen yang ada kawatnya. Sementara implan gigi cukup tinggi biayanya, sekitar 1,5 juta per 1 gigi di tahun 2004. Di tahun 2024 ini, biaya tanam gigi itu berkisar 7 hingga 21 jutaan.

Ketika kedatangan pertama, dokter biasanya akan menawarkan jenis-jenis gigi tiruan yang direkomendasikan untuk gigi kita. Setelah fix dengan pemilihan jenis gigi palsu dan warna yang sesuai dengan gigi kita, dokter akan melakukan prosedur pencetakan gigi menggunakan sejenis semen gigi atau alginat yang rasanya sedikit ada mintnya.

Sekitar 1 minggu setelah pencetakan gigi, saya diminta datang lagi untuk mencoba gigi tiruan valplast yang saya pesan. Dokter biasanya akan memberikan nasehat tentang penggunaan dan perawatan yang dilakukan agar gigi palsunya awet. Jika ada keluhan tidak nyaman, biasanya dokter memberi garansi sekitar 1 minggu untuk dicek dan dibenahi bagian yang tidak nyaman. 

Gigi valplast yang saya pakai lumayan awet. Saya tetap bisa mengunyah dan berbicara lancar meski kadang mengalami kesulitan untuk melafalkan kata-kata dengan huruf s,d dan t. Sudah ada 20 tahun saya memakai gigi palsu valplast ini dan tetap nyaman. Keluhan yang sering saya alamai adalah mulut terasa kering jika gigi palsu tidak segera dibersihkan setelah makan. Biasanya sekitar 2 sampai 3 jam setelahnya. Namun, penampakannya seperti gigi asli. Banyak yang enggak menyangka saya menggunakan gigi palsu di bagian depan di rahang atas. 

Pada akhirnya di bulan april 2024 lalu, salah satu gigi tiruan saya lepas, saya sedikit panik. Mengingat, ketika saya konsultasi ke salah satu dokter gigi, saya diminta untuk meninggalkan gigi selama seminggu untuk dibawa ke lab. Saya menolak.  Setelah pindah ke dokter gigi lain, dokter tersebut hanya menambalnya sedikit dengan bahan khusus. Prosesnya tidak ada 5 menit dan gigi tiruan saya sudah bisa digunakan lagi.

Oiya, di tahun 2005 tersebut, saya pasang tanpa menggunakan bpjs, sementara ketika reparasi gigi tersebut ke 2 dokter gigi yang berbeda, saya pakai bpjs. Lho, kok bisa? Saya ceritakan lagi nanti ya! Kalian pernah punya pengalaman pasang gigi palsu juga? Atau ada pengalaman lain soal gigi? Ceritakan juga yuk di kolom komentar. 

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url