Pengalaman Patah Tulang Rahang Bawah

Ketika kuliah, aku pernah jatuh dari motor. Kecelakaan ini menyebabkan aku mengalami patah tulang paha dan rahang bawah. Begini pengalamanku melewati masa penyembuhannya.

patah tulang rahang bawah


Ketika kuliah aku memiliki fasilitas sepeda motor. Sepeda motor itu aku dapatkan dari mengikuti sebuah undian berhadiah salah satu brand pasta gigi. Sedihnya di semester 4, aku mengalami kecelakaan tunggal di perjalananku berangkat kuliah. Sebuah bis menghimpit motorku dan terpaksa aku banting setir ke kiri. Jalan Boyolali-Solo yang waktu itu masih bergelombang menyebabkan aku gak bisa waspada. Sebuah lubang besar telat aku hindari meski sudah mengerem dan banting setir.  Aku terpental hingga kiri badan jalan dan melampaui sebuah parit yang lumayan dalam. Motorku masuk di parit itu dan tas berisi buku-buku kuliah itu entah terpental di mana, yang jelas kaki kiriku bengkak besar. Mulut dan daguku berdarah hebat, tapi aku masih sadar. Aku ditolong oleh penduduk sekitar dan dilarikan polisi ke rumah sakit terdekat. Segera setelah sampai UGD, aku dirawat dan mendapatkan beberapa jahitan di bagian dalam dan luar bibir. Mereka segera menghubungi orangtuaku di rumah. Aku korban kedelapan sebelum akhirnya lubang itu ditambal dan jalan utama arah ke Solo itu diperbaiki. Seorang tentara juga dikabarkan meninggal akibat kecelakaan yang sama sebelumku.

Setelah melewati rontgen, baru kuketahui kalau paha kiri dan rahang bawahku patah. Padahal aku masih bisa ngomong dengan baik. Kemungkinan karena benturan dengan bahu jalan di sisi parit. Mengingat aku sampai salto dan helmku yang berstandar SNI itu pecah. Pipi dan rahangku juga kelihatan seperti bakpao saking bengkaknya. Aku mengetahuinya saat  meminjam kaca seorang teman yang menyusul ke rumah sakit begitu tau aku kecelakaan. Teman-teman kuliah berdatangan. Siang itu aku diminta menjalani puasa karena malam akan langsung dilakukan operasi rahang bawah oleh dokter bedah mulut dan pemasangan pen di paha kiriku dengan dokter spesialis ortopedi. 

bekas jahitan di bibir dan dagu
Lingkaran merah adalah bekas jahitan. Setelah pemasangan kawat gigi dan cabut gigi, gigiku jadi lebih rapi ketimbang sebelumnya.

Beberapa hari setelah menjalani operasi dan diperbolehkan pulang, baru kuketahui kalau 6 gigi depanku dicabut dan beberapa gigi geraham yang lain cuil. Gigiku dipasangi kawat untuk melindungi tulang rahang yang patah di bawahnya. Aku juga dilarang mengonsumsi makanan kasar terlebih dahulu. Tiap hari hingga beberapa kali kontrol, aku mengonsumsi obat pereda sakit, anti infeksi dan vitamin untuk tulang. 

Kalau ditanya soal biaya operasi patah tulang rahang bawahku, mungkin sekarang harganya setara dengan harga sebuah sepeda motor baru lengkap dengan aksesorisnya tapi masih tergantung juga rumah sakit dan lokasinya. Atau kalau ditotal keseluruhan dengan kontrol, operasi kecil setelahnya, biaya pemasangan gigi mungkin setara dengan harga dua buah motor matic sekarang. Terlebih waktu itu tidak ada BPJS atau asuransi yang mengcover biaya perawatan rumah sakit dan kontrol lanjutannya. Untunglah karena kebaikan teman-temaku, aku juga mendapat dana dari kampus untuk periksa lanjutan.

Perawatan Pasca Operasi Tulang Rahang Bawah

Setelah menjalani operasi rahang itu, setiap hari aku kudu konsumsi makanan yang serba blenderan dan bubur. Nasi atau dagingpun tidak boleh kecuali dihaluskan. Pagi sarapan bubur, minum suplemen tulang, siang bubur lagi dengan sayur dan buah yang diblender. Rasanya seperti mengonsumsi bubur MPASI anak, hehe. Makan dagingpun juga diblender, semua serba dihaluskan. 

Akibatnya berat badanku lumayan turun banyak, dari 52 kg menjadi 45 kg. Haha, cita-citaku langsing terwujud pakai cara ini. Tapi asam lambungku jadi sering naik. Bagi yang tak terbiasa mengonsumsi bubur, rasanya perut memang jadi gampang perih. Jadi saranku, untuk mengatasi rasa perih lambung saat masa-masa pemakaian kawat gigi ini, kalian bisa ngemil oat, sereal atau roti yang dilarutkan ke susu selama brunch (setelah jam sarapan pagi) atau after lunch. Bisa sekalian diet sehat kan? 

Nah, soal cara merawat gigi yang benar pasca operasi tulang rahang ini, aku sempat dilema karena banyak gigiku yang cuil dan patahannya tadi terasa ngilu. Bahkan ternyata setelah fisikku normal, beberapa pecahan gigi itu mendesak keluar dan membuat gusiku bengkak. Aku menjalani cabut gigi yang kedua di dokter spesialis gigi. Aku tetap bisa sikat gigi meski terbatas gerakannya. Saranku sih saat menggunakan kawat gigi ini, ada baiknya menggunakan sikat gigi yang halus dan berkepala kecil. Atau menggunakan sikat gigi yang sering dipakai mereka yang pasang behel. Aku bahkan kepikiran pakai pasta gigi anak-anak yang lebih lembut dan ujungnya bisa menjangkau hingga ke pangkal gigi geraham. Pemasangan kawat yang kurang nyaman ini membuat bagian bibirku sering sariawan. 

Untuk meringankan sariawan, gusi bengkak dan bau mulut aku menggunakan Betadine Moutwash And Gargle 190 ml. Dulu kemasannya masih berwarna hijau dan sekarang berganti menjadi biru. Dari segi rasa, Betadine Moutwash ini rasanya cukup ringan. Gak bikin mulut terasa kering setelah berkumur menggunakan betadine ini. Tapi meski rasanya ringan, ada petunjuk agar jangan sampai cairan kumur ini tertelan.

betadine mouthwah gargle hijau dan biru
Betadine mouthwash hijau merupakan packaging lama dan kemasan barumya berwarna biru


Betadine Mouthwash and Gargle ini merupakan cairan obat kumur antiseptik dari Betadine yang memiliki kandungan Povidone Iodine 1%. Obat kumur ini bisa dibeli di apotek, supermarket atau marketplace favorit teman-teman. Manfaat Betadine Mouthwash and Gargle ini untuk mengatasi dan meringankan sariawan, bau mulut, gusi bengkak dan sakit tenggorokan. Obat Kumur Betadine bisa banget dipakai untuk mencegah bau naga saat puasa atau mencegah penyakit masuk melalui mulut.

Cara menggunakannya cukup mudah, biasanya 10 menit setelah makan aku kudu sikat gigi. Setelah sikat gigi selesai, aku tuangkan mouthwashnya sebanyak seperempat tutupnya (sekitar 10 ml atau dua sendok teh) lalu kumur selama 60 detik. O iya, jangan lupa berkumur atau membilas dengan air bersih ya setelah berkumur dengan cairan pembersih mulut seperti Betadine Mouthwash ini. Aku lumayan senang sama mouthwash dari Betadine ini, sela gigi dan mulut kerasa bersih tanpa menyebabkan gigiku jadi ngilu atau mulut kering. Aman sih menurutku kalau dipakai dua atau tiga kali sehari setelah membersihkan gigi. 

Jadi, produk Betadine ini sebenarnya ada banyak, nggak cuma antiseptik untuk luka, tetapi juga ada mouthwash, pembersih miss V, throat spray hingga permen pelega tenggorokan. Teman-teman bisa kepoin produknya dengan klik link website berikut ==>> https://betadine.co.id/

Pelepasan Kawat Gigi dan Pemasangan Gigi Palsu 

Karena usiaku waktu itu masih 20 tahunan, bisa dibilang durasi penyembuhan tulang rahangku lumayan cepat. Aku lupa sih berapa lama, tapi seingatku nggak sampai 2 bulan kawat gigi untuk menopang rahang bawah yang patah itu dilepas. Dilansir dari Halodoc, penyembuhan patah tulang rahang bawah ini biasanya berkisar 4-6 minggu dan tergantung dengan usia pasien. Aku sudah bisa makan nasi seperti biasa, tetapi masih dilarang makan makanan yang keras. Haha, jadi gak bisa makan tulang ayam atau gigitin kepala ikan dong, pikirku waktu itu.

By the way, akhirnya aku cuti kuliah di tengah-tengah semester waktu itu. Agar aku bisa mengejar kuliah semester pendek di liburan, ibuku menjadwalkanku pasang gigi setelah kawat gigi itu dilepas. Tujuan pasang gigi palsu segera dilakukan adalah mencegah berubahnya bentuk wajah dan susunan gigi setelah kehilangan banyak gigi. Aku memilih gigi palsu lepasan (valplast) dengan pertimbangan mudah dibersihkan dan lebih terjangkau biayanya. Mengingat biaya operasi, kontrol dan obat yang dikeluarkan sudah banyak.

Aku bersyukur, enggak mengalami ngilu tulang seperti cerita mereka yang mengalami patah tulang rahang maupun kaki sebelumnya. O iya, akibat patah tulang kaki dan adanya pemasangan pen ini membuat kaki kiriku sedikit lebih pendek dari kaki kananku. Akibatnya aku juga mengalami scoliosis


Selama hampir 20 tahun menggunakan gigi palsu lepasan ini, aku merasakan banyak keuntungan. Gigiku tampak lebih rapi, padahal tadinya ada celah di gigi seri dan gigi taring yang cukup menonjol. Warnanya juga tahan lama dan bentuknya masih tetap sama seperti pertama kali pemasangan. Kelemahannya sih memang kudu rajin dibersihkan dan dicopot saat tidak digunakan karena berpotensi membuat mulut terasa kering.

Nah, itu tadi pengalamanku mengalami patah tulang rahang bawah ketika masih kuliah. Semoga tidak terulang lagi lah yaa..Dan semoga aku dan teman-teman sehat selalu.
Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url