NGJcNqRbLWBcLGFaNqF5NWZ8x7ogxTcoAnUawZ==
MASIGNCLEANLITE103

Kanker Payudara Dan BCEN, Jejaring Digital Dokter Ahli Onkologi

Mimpi penanganan kanker payudara yang lebih baik di Indonesia sepertinya akan segera terwujud dengan hadirnya BCEN (Breast Cancer Expert Network), Sebuah jejaring dokter ahli bedah onkologi atas prakarsa Roche Indonesia dan Docquity.

breasr cancer expert network

Akan banyak pasien kanker payudara yang bisa sembuh dan lebih besar harapan hidupnya karena bisa ditangani secara maksimal dengan adanya forum jejaring dokter ahli onkologi di Indonesia. Jalinan kerjasama dan komunikasi yang baik antara dokter onkologi tersebut juga mewadahi banyak hal, salah satunya sebagai forum tukar pengalaman antar teman dokter sejawat.

Saya jadi ingat pengalaman ketika masih bekerja di klinik, dokter sekaligus pemilik klinik memanggil saya menuju ruangan beliau. 

"Besok mbak Sari ikut pelatihan jejaring digital untuk klinik ya?"

"Baik Dok, "jawab saya ketika itu

Saya belum paham kenapa waktu itu Dokter menugaskan saya mengikuti pelatihan digital untuk keperluan rekam medis, padahal software yang akan dipakai klinik sebenarnya lebih dibutuhkan dokter, perawat, rekam medik dan apoteker yang kesehariannya berkutat dengan data pasien.

 Dokter hanya bertutur bahwa nantinya rekam medik akan diterapkan secara elektronik sehingga akan memudahkan kerjasama antar dokter dan tenaga medis agar lebih optimal menangani pasien. Selama bergabung dalam manajemen klinik, saya memang sering dilibatkan untuk hal-hal tertentu terkait pengembangan klinik.

"Nantinya, kita yang tinggal di kota kecil seperti Salatiga akan lebih mudah berhubungan dan bekerjasama dengan dokter ahli di Indonesia terkait penanganan pasien. Data merekapun tetap aman karena sifatnya individual", imbuhnya

Ternyata saya menemukan jawabannya ketika 2 November 2021 kemarin saat mengikuti Konferensi Pers yang diselenggarakan Docquity dan Roche Indonesia, sebuah perusahaan perintis di bidang farmasi dan bioteknologi yang memiliki pengobatan mutakhir di bidang onkologi, imunologi, penyakit menular, penyakit mata dan sistem saraf. 

Mereka meluncurkan BCEN (Breast Cancer Expert Network) dengan tujuan untuk mendukung transformasi ekosistem layanan medis serta sharing ilmu dan pengalaman terkait penanganan kanker payudara di Indonesia melalui platform digital bernama Docquity.

Docquity merupakan mitra IDI, sebuah platform belajar online untuk dokter yang dilengkapi dengan fitur webinar, konferensi dan forum diskusi, penyedia jurnal medis dan telah diikuti sekitar 200 ribu dokter di Indonesia, Vietnam, Thailand, Filipina dan Malaysia.

Dengan adanya BCEN, dokter onkologi di Indonesia akan memperoleh pemerataan keahlian terutama dalam hal penanganan kanker payudara termasuk bagi dokter yang berada di wilayah dengan jumlah dokter dan dokter spesialis yang terbatas. Dengan demikian, kualitas hidup dan hasil penatalaksanaan kanker payudara menunjukkan perkembangan ke arah yang positif. 

Dalam sambutannya, Dr. Ait Allah Mejri, President Director of Roche Indonesia berharap melalui jejaring digital dokter ahli onkologi (BCEN) spesialis onkologi terbaik akan berkumpul dan bersama-sama berkontribusi memajukan penanganan kanker payudara dan memberikan hasil yang lebih membahagiakan bagi pasien.

Selama ini, 7 dari 10 pasien yang berobat kanker, rata-rata berstadium 3B ketika mengunjungi Rumah Sakit. Padahal jika pasien lebih dini mengenali gejala kanker payudara, kesembuhannya akan jauh lebih besar, resiko kematian bisa diperkecil dan biaya pengobatan baik yang ditanggung pribadi maupun yang berasal dari bantuan pemerintah bisa ditekan. Di tahun 2020 saja, terdapat kurang lebih 65 ribu kasus kanker yang dilaporkan dan diantaranya sudah stadium lanjut.

Pada kesempatan tersebut, dr Wiwi Ambarwati selaku Sub-Koordinator Rumah Sakit Pendidikan Kemenkes ikut menjelaskan bahwa tenaga ahli onkologi Indonesia masih sedikit dan jumlah tenaga ahli yang masih terbatas menjadi tantangan utama.

data dokter onkologi indonesia

Kementrian Kesehatan menyambut baik dengan hadirnya BCEN yang sejalan dengan Permenkes No. 46 Tahun 2017 terkait pemanfaatan digital untuk pengembangan pemerataan kapasitas medis, penerapan rekam medik elektronik dan peningkatan aksesibilitas layanan kesehatan terutama di daerah terpencil di Indonesia.

Ada beberapa program yang nantinya akan dijalankan BCEN, dr Karina Andini, Head of Patnership Docquity Indonesia, menguraikan program Breast Cancer Expert Network sebagai berikut

1. Reach & Awareness

Akan ada undangan bagi dokter yang mempunyai spesialisasi onkologi untuk bergabung ke BCEN

2. Educate & Engage

Diadakannya pelatihan daring seperti MDT (Multi Diciplinary Team), Webinar, Doctalks maupun Ask The Expert

3. Insight

Berupa survey terkait kebutuhan dokter dan pandangan pasien terkait kanker payudara.

Dokter Karina juga menjelaskan syarat bergabung di BCEN sangat mudah, dokter spesialis onkologi (spesialis bedah konsultasi onkologi, hematologi, onkologi radiasi, patologi anatomi, dan onkologi bedah) yang telah memiliki STR dan terdaftar dalam IDI bisa mendaftar melalui aplikasi docquity dan bergabung di BCEN. Pendaftaran member tersebut tanpa dipungut biaya alias gratis.

Sudah banyak respon positif dari dokter yang bergabung dalam Jejaring digital BCEN. Seperti dr. Muhammad,M.Si Med, Sp.B K(Onk), anggota BCEN yang berasal dari Tenggarong Kalimantan Timur. Beliau yang bertugas di Samarinda merasa terbantu dengan bergabung di BCEN. Seorang dokter bedah membutuhkan update informasi terkait penanganan kanker payudara, apalagi terkait bentang alam Kalimantan dan keterbatasan jumlah Dokter Ahli Onkologi di Samarinda. 

.

Kanker Payudara dan Penanganannya

Nah, bagi teman-teman yang belum paham mengenai seluk beluk kanker payudara, saya akan memaparkan secara singkat perihal kanker tersebut.

Dilansir dari Alodokter.com, Kanker payudara merupakan kanker yang terbentuk dalam jaringan payudara. Kanker tersebut disebabkan oleh sel-sel jaringan yang seharusnya mati justru tumbuh secara tidak terkendali dan mengambil alih jaringan payudara yang sehat dan bisa meluas ke daerah sekitarnya.

gejala kanker payudara
Gejala kanker payudara yang bisa teman-teman amati
Image source :www.kalahkankanker.com

Penyebab munculnya kanker bisa disebabkan oleh kebiasaan tidak sehat seperti merokok, paparan radiasi, lingkungan, kebiasaan begadang, kurang olahraga dan makan terlalu banyak.

Penanganan lebih dini terkait kanker payudara ini memungkinkan pasien untuk sembuh tanpa melalui operasi pengangkatan. Bahkan jika sedari awal pasien mau terbuka terkait kanker payudara yang dialaminya, resiko kematian bisa dihindari. Saya jadi merinding mengingat salah satu kerabat saya meninggal karena kanker payudara yang terlambat ditangani.

Namun ada fakta membahagiakan ,meski jumlah kasus kanker payudara kian hari kian bertambah namun yang berhasil sembuh juga banyak (www.kalahkankanker.com)

Kesembuhan ini tentunya berkat pasien yang terbuka perihal yang dialaminya sedari awal berkunjung ke dokter. Ada 3 hal yang bisa teman-teman lakukan untuk mengenali gejala kanker payudara :

1. SADARI ( Pemeriksaan Payudara Sendiri) 

Sebuah tehnik mengenali gejala kanker lewat perabaan dan pengamatan langsung. Bisa dilakukan sendiri atau dengan bantuan suami.

2. SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis) 

Pemeriksaan payudara melalui tindakan pengambilan sampel/biopsi

3. MAMOGRAFI

Pemeriksaan payudara menggunakan sinar X / rontgen. Disarankan bagi usia diatas 40 tahun

Penanganan kanker payudara ini bisa macam-macam tergantung kondisi dan stadium kanker itu sendiri. Bisa saja, dokter menyarankan terapi hormon progeteron dan estrogen, kemoterapi, prosedur pengangkatan, obat, bedah payudara, 

peluncuran bcen

Semoga pemaparan saya perihal kanker payudara dan jejaring digital dokter ahli onkologi yang biasa disingkat BCEN di atas bermanfaat. Jika ada yang perlu ditambahkan atau didiskusikan, tulis di kolom komentar yuk!

Share This Article :
Priyani Kurniasari

Seorang pemimpi dan pembelajar, Menyukai travelling, desain, parenting dan kulineran. Lulusan fisika yang suka belajar marketing. Saya bisa dihubungi melalui e-mail priyani.kurniasari@gmail.com

Click here for comments 13 Comments:

  1. dapat ilmu baru walaupun sebagai seorang pria tetapi tidak ada salahnya kalo-kalo ada orang ada yang terkena kanker payudara.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar kak, soal kanker payudara enggak cuma perempuan aja yang perlu aware. Apalagi jika sudah menikah, suami juga perlu paham soal kanker ini

      Hapus
  2. Moga dengan adanya BCEN ini benar-benar bisa mengurangi angka kematian akibat breast cancer ya Kak. Semoga banyak yang bisa tertolong.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, benar kak, semoga semakin banyak yang merasakan manfaat adanya Breast Cancer Expert Network nantinya

      Hapus
  3. Bagus banget dengan adanya BCEN gini, Mbak Sari. Para dokter spesialis bisa bertukar pengetahuan dan pengalaman untuk membangun keahlian sehingga penanganan bagi pasien lebih bagus dan memuaskan. Saya teringat istri yang pernah mengalami breast cancer dana harus diet ketat menurut petunjuk dokter. Alhamdulillah sekarang sudah sembuh. Semoga BCEN makin memberi efek positif bagi penanganan kasus breast cancer, aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... terimakasih sharingnya mas, semoga penanganan kanker di Indonesia makin baik ya

      Hapus
  4. Kanker payudara ini penyakit yang menakutkan bagi wanita ya Mbak, jika terlambat penanganannya bisa mengancam jiwa. Semoga dengan kehadiran Breast Cancer Expert Network banyak nyawa yang tertolong, aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, iya mas, kekhawatiran meningkat terlebih yang usianya di atas 40 tahun.

      Hapus
  5. bagus sekarang sudah ada kanal BCEN (Breast Cancer Expert Network) ya?

    karena banyak penderita kanker datang ke dokter setelah stadium lanjut

    dan akhirnya gak tertolong

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sedihnya begitu Ambu, semoga banyak yang makin aware soal kanker payudara juga ya Ambu

      Hapus
  6. Makasih kak tuk remindernya. Kadang kebanyakan wanita suka lupa melakukan hal2 penting seputar pemeriksaan payudara sesimpel Sadari. Termasuk saya.

    BalasHapus
  7. Kakakku pas ketahuan dah stadium 4 2 tahun yang lalu...sampai sekarang masih fighting untuk sembuh

    BalasHapus
  8. Bagus banget, kak...tulisan yang mengedukasi.
    Sejujurnya, kami pernah kehilangan salah satu anggota keluarga akibat penyakit ini. Respon orang selalu "Kok bisa?"
    "Apa gak terasa kalau sakit?"

    Ya, kekurangan perhatian kita sebagai pemilik badan yang harus sekali lagi menjaga kesehatan diri sendiri. Jangan abaikan tanda apapun dari badan kita.

    BalasHapus
141222861953258005