Cara Mendidik Anak Agar Mandiri dan Percaya Diri

Anak dikatakan mandiri jika mampu melakukan sesuatu terhadap dirinya,tidak bergantung pada orang lain dan memiliki inisiatif. Lalu bagaimana cara mendidik anak agar mandiri dan percaya diri?

Mendidik anak agar mandiri dan percaya diri



Heyho teman-teman, Apa kabar?
Bercerita tentang kemandirian, saya jadi ingat materi menarik yang saya dapatkan di beberapa kelas parenting dan di salah satu laman web tentang  cara mendidik anak agar mandiri. Ternyata mendidik anak agar mandiri dan percaya diri itu bisa dilakukan sedini mungkin. Mulai dari mengajarkan mengurus diri sendiri, memberi tanggung jawab hingga melatih agar si kecil memiliki inisiatif dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. 
Tetapi, kapan kira-kira waktu yang tepat untuk mengajarkannya?

Usia Yang Tepat Mengajarkan Anak Mandiri

Adanya sebuah realita bahwa tak selamanya anak akan bersama kita, baik ketika ia bersekolah, bekerja atau bahkan ketika kita sudah tiada mengajak kita berpikir kapan bagaimana mempersiapkan anak agar mandiri? Kenyataannya, sikap protektif berlebihan orangtua terkadang justru membuat anak jadi penakut, cengeng, pemalu dan terlalu bergantung orangtuanya. Tugas kita sebagai orangtua adalah melatih sifat mandirinya sehingga anak memiliki kepercayaan diri dan peduli dengan lingkungan di sekitarnya.

Kemandirian sebenarnya bisa diajarkan sedini mungkin kepada anak, termasuk ketika usianya masih kurang dari 1 tahun. Latihan yang bisa dilakukan untuk mengajarkan kemandirian di usia kurang dari setahun biasanya berupa afirmasi atau dengan tehnik hypnoparenting seperti mengenalkan saat anak pipis, makan, maupun kegiatan lainnya. Misal, ajakan seperti"Adek mandi dulu ya, yuk ke kamar mandi, bajunya dilepas dari kiri dulu yaa". Sedangkan di usia lebih dari 1 tahun, anak mulai mampu mengontrol dirinya sendiri sehingga latihannya bisa ditingkatkan. Ada 8 ide kegiatan yang bisa dilatihkan ke anak agar anak lebih terampil dan mandiri

1. Mengajak anak makan bersama

Di tahapan usia 1-5 tahun, anak sedang belajar meniru semua kegiatan orangtua dan inilah waktu yang tepat memberikan teladan kepada anak. Ketika makan, ajak anak makan bersama keluarga dan latih untuk makan sendiri.

2. Toilet Training

Mengajarkan anak membersihkan diri bisa dimulai dengan mengenalkan saat dia pipis, pup dan mandi di usia 1-3 tahun dan kemudian mendidiknya untuk belajar ke kamar mandi dan membersihkan diri saat anak sudah mengenali dan bisa merasakan dorongan ketika ingin ke kamar kecil.

3. Mencuci Piring dan baju

Ajarkan anak untuk meletakkan piringnya di tempat cuci piring seusai makan dan latih cara mencuci piring saat anak mulai berusia 3-5 tahun. Saya jadi teringat ketika mengikti kelas parenting kala itu, di usia 3 tahun ternyata  Uty sudah bisa dilatih meletakkan piring kotor ke tempat cuci piring dan menaruh baju kotor di keranjang cucian. 
Ide kegiatan melatih anak mandiri



4. Membuat Mainan Sendiri

Selain melatih motorik dan sensorik anak, kegiatan membuat mainan sendiri juga melatih kreativitas dan kemandiriannya. Memberi apresiasi terhadap hasil karyanya akan meningkatkan kepercayaan diri anak. 

5. Membereskan Mainan

Berikan teladan agar anak mau membereskan mainannya dan meletakkan mainan tersebut ke tempat semula. Bisa dengan ajakan seperti "Yuk ibu temani membereskan mainannya ke tempat semula" atau bisa juga "Yuk, kita cari harta karun dengan membereskan dan merapikan mainan"

6. Memasak Bersama

Di tahapan usia 3-5 tahun, anak mulai suka meneladani orangtuanya, ajak anak ke dapur dan ajarkan keterampilan memasak sederhana seperti mengoles selai ke roti, membuat camilan sederhana seperti donat, cookies atau menggoreng telur.

7. Merawat Diri Sendiri

Kegiatan merawat atau mengurus diri sendiri yang bisa dilatihkan adalah seperti menyisir rambut, memilih bajunya sendiri , membuang bungkus makananya ke tempat sampah, merapikan tempat tidur, dan melipat baju

8. Kegiatan Bersosialisasi 

Ternyata bermain di alam terbuka ataupun bermain bersama teman seusianya bisa melatih kemandiriannya. Anak jadi lebih percaya diri. Orangtua cukup mengawasi dan jangan terlalu protektif, kecuali terhadap hal yang membahayakan misal ketika anak bermain di pinggir jalan raya atau ketika bermain di pinggir kolam renang sendiri.


Kunci Keberhasilan Mendidik Kemandirian


Tidak mudah mendidik anak agar mandiri dan lebih percaya diri sehingga mampu mengurus dirinya sendiri dan berhasil dalam bersosialisasi dengan lingkungannya karena melatih kemandirian ini suatu proses yang panjang, mulai ketika anak lahir hingga bisa dikatakan akil baliq. Akil Baliq bukan hanya dewasa fisiknya saja tetapi berkaitan erat dengan daya pikir atau akal dan kemandiriannya. Jadi, orangtua bisa dikatakan berhasil mendidik anak mandiri ketika anak di usia matangnya tidak lagi bergantung pada orangtua. Kunci dari keberhasilan melatih kemandirian ini adalah

1. Konsistensi, artinya dilakukan terus menerus dan aturan yang dibuat bersama anak dijalankan dengan sungguh-sungguh


2. Motivasi, selalu beri dorongan terus kepada anak. Beri apresiasi dan semangat agar anak bisa mandiri


3. Teladan, Anak dapat tumbuh dengan baik melalui keteladanan yang baik pula


Manfaat Kemandirian Bagi Anak


Beberapa manfaat yang diperoleh ketika orangtua berhasil melatih anak mandiri yaitu :

1. Anak memiliki inisiatif


Ketika anak sudah paham sebab akibat melakukan suatu hal dan sudah muncul dorongan dari dirinya menjalankan kewajibannya, anak akan terdorong untuk inisiatif menyelesaikan tugas tanpa disuruh.

2. Anak lebih percaya diri


Ketika anak sudah mampu melakukan kewajibannya dan mengurus dirinya sendiri, serta memiliki kepercayaan orangtuanya, anak akan lebih percaya diri dalam mengemukakan pendapatnya dan lebih berhasil bersosialisasi dengan sekitar.

3. Anak semakin kreatif


Ketika anak terlatih untuk mandiri, ia akan lebih kreatif dan berpikir lebih kritis menyikapi masalah. 

4. Anak menjadi peduli


Sifat peduli hanya akan hadir jika anak tuntas terhadap dirinya sendiri, artinya ketika anak sudah mampu dan bertanggung jawab terhadap dirinya maka sifat peduli akan lebih mudah dilatihkan

5. Anak lebih bertanggung jawab


Ketika anak diberi kesempatan untuk tumbuh dengan bahagia, tanpa ada paksaan dan selalu diajak berpikir kritis, anak akan lebih berani mengambil keputusan dan menanggung akibatnya. 


Tugas orangtua adalah mempersiapkan kemandirian ini baik dari segi fisik yang sehat, ilmu pengetahuan, rohani dan mentalnya. Latihan mandiri tidak akan berhasil tanpa didukung fisik yang kuat dan tidak akan sempurna tanpa dukungan ruhiyahnya juga. Tak ada kata  mudah melatih anak mandiri karena prosesnya yang panjang dan bertahap, butuh konsistensi dan semangat. Mengakhiri tulisan ini, saya jadi terinspirasi Ki Hajar Dewantara yaitu
Setiap orang bisa menjadi guru, setiap rumahpun menjadi sekolah, murid-murid punya kebebasan belajar dari sumber beragam. 
Jadi ijinkan anak merdeka dalam belajar, didik sesuai fitrah dan jamannya, terutama soal kemandirian ini. Sharing yuk, apa yang teman-teman lakukan dalam mendidik anak agar mandiri ini?



14 komentar

  1. Mengajarkan apapun ke anak kalau mau berhasil kuncinya memang sabar dan konsisten ya. Karena beneran luarbiasa rasanya. Haha
    Yang udah pengalaman pasti tau.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener banget mba, luar biasa banget juga perjuangannya

      Hapus
  2. Selain protektif, kurang sabar seringkali jadi penghambat saya dalam mendidik anak mbak.

    Kurang sabar untuk wait & see, gimana cara dia menyelesaikan tugas.
    Kurang sabar untuk ngelihat semakin berantakannya rumah hasil eksperimennya.
    Kurang sabar untuk segera take over kerjaan.
    Dll.

    Hmm...PR-nya masih banyak ternyata.

    BalasHapus
  3. Sharing yang bagus sekali mommy ^^ Setuju, kemandirian sudah bisa dan sebaiknya dilakukan sejak dini..

    BalasHapus
  4. Komplit banget ya mba. Emang harus konsisten dan sabar sih yak, apalagi anak umur 5 tahun.

    Apa aja yang saya lakuin pasti dia ikutan dan selalu ada aja pertanyaan yang bikin kecut2 wkwk 😂

    BalasHapus
  5. Kalau saya sih, sudah mulai membiasakan anak untuk buang sampah kemasan makanannya dan membiasakan mengucapkan kata "terima kasih"

    BalasHapus
  6. banyak sekali kegiatan sederhana yang sebenarnya sangat bermanfaat untuk mendidik kemandirian. orang tua juga bisa menuntunnya dengan mudah ya

    BalasHapus
  7. Pembelajaran untuk anak agar jadi mandiri ini, jadi inget ketika daku kecil terutama bagian yang nyuci piring. Minimal cuci piring yang kita gunakan itu. Tapi kalau piringnya beling kudu dilihat, takut licin dan pecah ya

    BalasHapus
  8. Memang perlu pembiasaan2 yang baik dari sejak kecil supaya anak jadi terbiasa dan menjadi anak yang mandiri ya Mba...

    BalasHapus
  9. Nggak cuma Mandiri, tapi juga BNI dan BCA. Eh. Hihi.... Memang sangat-sangat butuh kesabaran, kekonsistenan, dan keteladanan untuk mendidik anak agar mandiri. Aku pun masih punya PR untuk hal ini :(

    BalasHapus
  10. Paling penting memang mendidik anak jadi mandiri, supaya dia gak ketergantungan sama orang. Sabar dan konsisten sih.. semangat mamak2 😁

    BalasHapus
  11. Bener bangettt. Di Finlandia, Jepang, anak seusia SD aja udah bisa ngurus dirinya sendiri yakk. Udah pulang sendiri juga dari sekolah

    BalasHapus
  12. Anak anak memang sangat butuh untuk menjadi mandiri. Kelak dia akan lebih baik dalam beradaptasi tanpa perlu selalu ditemani oleh orangtuanya.

    BalasHapus
  13. PR juga nih bagi saya mengajari anak mandiri. Sekarang dia makan aja masih disuapin. Alasannya karena kalau makan sendiri tuh suka lama. Huhuhu. Tapi saya coba praktekkin deh tips di atas ^^

    BalasHapus