Friday, May 15, 2020

Tradisi Sungkeman Lebaran Kali Ini di Rumah Aja

Tradisi sungkeman lebaran kali ini di rumah aja

Sudah jadi tradisi kami, sebagai keluarga dari Jawa menjelang atau setelah salat ied untuk melakukan sungkem kepada orang tua sebagai wujud permohonan maaf kami. Namun, kondisi pandemi seperti sekarang tak memungkinkan kami untuk mudik, lantas apakah tradisi ini akan ada di Lebaran kali ini mengingat banyak yang memutuskan di rumah aja?

Tradisi Sungkeman Kala Lebaran


Sungkeman adalah sebuah tradisi jawa turun temurun yang dilakukan anak kepada orangtua dimana anak duduk bersimpuh di hadapan orangtua guna memohon maaf atas kesalahan yang telah dilakukan selama ini. Tradisi ini biasanya dilakukan setelah melaksanakan shalat ied dan sebelum berkunjung untuk bermaaf-maafan ke sanak saudara.

Selama aku tumbuh di rumah, jarang sih ada momen berkesan selama sungkeman ini karena biasanya sehabis sungkeman ini bapak mengajak kami silaturahmi bersungkeman ke kerabat terdekat sekampung. Sebelum pergi, bapak memastikan kami anak-anaknya hafal kata-kata dalam bahasa krama inggil yang akan kami ucapkan kala sungkeman itu. Kira-kira begini kalimatnya:
"Mbah, ngaturaken sugeng riyadi, sedaya kalepatan kula nyuwun pangapunten"
yang kurang lebih artinya Nek/Kek, minta maaf atas segala salah dan dosa" .
Biasanya para sesepuh atau orang tua akan menjawab
"Podo-podo ya nduk/ke mugo-mugo dosaku lan dosamu dilebur marang Gusti Allah , dilancarna Rejekinya, dadi anak kang Sholih Sholihah, Bekti marang wong tua"
Artinya kurang lebih sama-sama nak, semoga doaku dan dosamu diampuni Allah, dilancarkan rejekinya, jadi anak yang Sholih Sholihah dan berbakti kepada orangtua. Kadang ada selipan doa enteng jodoh segala plus amplop fitrah alias angpao yang bikin aku makin semangat kala itu, hehe.

Setelah menikah, hampir tiap tahun suami selalu mengajak mudik ke mertua, jadi jarang-jarang bisa merasakan lebaran di rumah Orangtua. Padahal dalam hati kadang juga ingin gantian, tapi ya sudahlah. Bapak mertua yang meninggal tahun 2017 membuat suami memutuskan mudik tiap kali ada libur lebaran dan cuti akhir tahun dan akhirnya mau tak mau itupun jadi keputusan bersama. Kalau di tempat ibu mertua, jarang sekali ada kunjungan ke tetangga karena semua kegiatan itu sudah terwakili dengan tradisi jabat tangan di masjid dan lapangan usai salat Ied. Jadi, selesai salat Ied, biasanya sampai di rumah kami sungkeman dengan ibu lalu salam-salaman dengan kerabat. Setelah itu lanjut foto-foto dan makan ketupat opor ayam deh, dan ini jadi salah satu momen yang dikangenin.

Pandemi dan Lebaran Online


Lebaran kali ini memang beda, semenjak ada pandemi ini dan pemberlakuan pembatasan sosial akhirnya kami memutuskan di rumah aja. Maksudnya demi menjaga kebaikan dan keselamatan bersama sih, takut juga kan kalau kita yang tanpa gejala pulang membawa virus dan mengakibatkan orang di sekitar kita tertular. Selain itu, karena ada anak-anak yang imunnya belum sekuat orang dewasa dan membutuhkan perlindungan. Deal, akhirnya no mudik dan di rumah aja.

Tradisi sungkeman lebaran kali ini di rumah aja
Yang dikangenin saat mudik, kumpul keluarga
Dok.pri


Dengan kemajuan teknologi yang ada serta akses internet yang semakin cepat membuat kita dengan mudah berkomunikasi via daring, baik melalui Videocall maupun video conference. Rencananya kami akan sungkem ke Orangtua via video call dengan bantuan Tante Opi. Sementara karena letak rumah orangtuaku dengan rumah kami tak terlalu jauh, jika memungkinkan kami akan datang berkunjung. Jadi tak usah takut tak bisa lebaran, salat Ied cukup di rumah dan salam-salaman kali ini secara online aja kayaknya seru. Siapa tau teman-teman nanti akan mengajak reuni online juga nih, apalagi udah lama gak ngobrol bareng nih karena kesibukan masing-masing. Rendang atau opor dan ketupat bisa kok diusahakan, yang penting keluarga sehat semua ya. Aamiin..moga lebaran kali ini berkesan, diampuni segala dosa dan kesalahan kita, diterima amalan kita dan masih dipertemukan dengan Ramadan berikutnya ya gaess..

No comments:

Post a Comment

recent posts

Featured post

Belajar Hikmah perjuangan Cinta Hajar, Ismail dan Ibrahim

Dalam Idul Adha, kita bisa mengambil hikmah perjuangan Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS dan Siti Hajar bahwa ketaatan pada Allah adalah sumbe...

Popular Posts