Sunday, February 23, 2020

Perbedaan sayur Asem Betawi dan Jawa

February 23, 2020 6 Comments
Musim hujan gini masak sayur asem? Menurutku sih oke aja, asal dihidangkan dalam keadaan hangat jadi laris manis di rumah. Tapi kadang aku sendiri juga sih yang menghabiskan sayur asem ini kalau bumbu dan cara membuatnya berbeda dengan yang ibu mertua biasa masak. Kebetulan karena keluarga mertua lebih cenderung masak seperti masakan Sunda, maka suami agak asing kalau aku masak sayur asem ala Jawa. Beberapa masakan bahkan tak disukainya seperti sayur tumpang koyor yang terkenal lemak daging sapinya itu, kuah soto yang terlanjur ditambah perasan jeruk nipis, sayur adas, dan beberapa masakan lain yang tak pernah dirasakan sebelumnya tentunya.

Apa sih perbedaan antara sayur asem Betawi dengan sayur asem Jawa? Ternyata, bumbu dan cara memasaknya lain. Meski ketika memasak sama-sama menggunakan kaldu daging sapi tapi citarasa keduanya lain karena perbedaan bumbu dan cara memasaknya. Oiya, kaldu sapi disini sifatnya original atau sebagai tambahan saja, jadi jika tak suka bisa diskip atau dihilangkan juga kok kaldunya. Berikut perbedaan keduanya

1. Meski sama-sama dimasukkan ke dalam air mendidih bersama sayuran, bumbu sayur asem Jawa biasanya bukan diuleg atau dihaluskan tetapi diiris tipis layaknya bikin oseng.

2. Bumbu sayur asem Jawa lebih simpel yaitu bawang putih, bawang merah, cabai teropong hijau, cabai merah  keriting ,asam Jawa,  laos, daun salam. Sedangkan sayur asem Betawi masih ditambahkan terasi bakar atau goreng dan kemiri.

3. Biasanya penampakan kuahnyapun lain, sayur asem Jawa cenderung bening sedangkan asem Betawi cenderung keruh dan buatku lebih gurih karena ada tambahan kemiri dan terasi.

Sayuran yang dibubuhkan ke dalam sayur asem ini sebenarnya bisa macam-macam, tergantung kesukaan. Kita bisa memakai labu Siam, daun melinjo (daun so), kacang tanah, kacang panjang, kol jika suka, jagung, dan kadang bunga melinjo. Bahkan biasanya ibuku membubuhkan belimbing wuluh jika ingin menambah kesegaran kuahnya. Kalau di Mr. Chef Indonesia, chef Juna sering membahas tingkat acidity atau tingkat keasaman makanan. Dengan penambahan belimbing wuluh ini, tingkat acidity nya otomatis bertambah. Nah, kalau di tempatmu sendiri, apa bumbu rahasia agar sayur kesukaanmu jadi nikmat?

Thursday, February 13, 2020

Urap, Makanan Diet Sehat dari Hutan

February 13, 2020 51 Comments

Urap dan Kearifan Lokal

Ketika libur akhir tahun tiba, hal yang sekeluarga kami lakukan adalah berkunjung ke tempat mertua di Banjarnegara. Ada saja hal yang kami rindukan di sana, dari kearifan lokalnya, makanan khasnya atau sekedar berkunjung ke Sawah yang asri. Berbagai menu disajikan tatkala semua keluarga berkumpul, meski hanya sekedar ngobrol atau melepas rindu. Selain mendoan, jui dari paduan tempe dan ikan teri tawar , ada penganan sehat yang meski tak asing tapi sajian sayurannya begitu mengoda. Urap, kuliner yang aman bagi para dieter ini terdiri dari bermacam sayuran seperti bayam, sawi, daun pepaya, serutan buah pepaya muda, kacang panjang, wortel, kol dan kecambah serta kadang mentimun yang dibumbui sambal kelapa ini bertambah nikmat dengan hadirnya kecombrang (Etlingera elatior) atau dikenal sebagai honje oleh orang Jawa Barat, dan Dalla oleh orang Aceh.

Sempat terasa asing di lidah ketika pertama  menemui kecombrang dalam urap pertama kalinya, tetapi kelamaan saya jadi ketagihan rasanya. Di Salatiga, belum pernah saya menemui pedagang sayur atau penjual di pasar yang menjajakan kecombrang. Mungkin karena tak setiap daerah menanam atau memanfaatkan kecombrang atau honje ini dalam masakannya.  Aromanya begitu wangi sehingga  sering dipakai untuk campuran sambal kelapa dan masakan dari olahan ikan.  Seperti jui Lombok ijo yang saya ceritakan tadi, biasanya mertua membubuhkan kecombrang yang didapat di kebun. Batang tanaman kecombrang pun biasa dimanfaatkan untuk membuat ayam burus. Sejenis serundeng ayam yang dibuat dari parutan batang kecombrang ini. Penambahan kecombrang ini ternyata menambah nikmat rasa masakan. Manfaat lain ternyata kecombrang sendiri kaya akan flavonoid, yaitu zat yang memperlambat perusakan sel sehingga dipercaya sebagai obat kanker. Selain sebagai antioksidan, kecombrang juga mampu menghambat pertumbuhan beberapa bakteri seperti E. Coli dan Staphylococcus. Itulah alasan kenapa di Jawa Barat, kecombrang dijadikan jus yang juga dipasarkan dalam botol kemasan.

Manfaat kecombrang
Ternyata banyak manfaat yang bisa didapatkan dari tanaman kecombrang ini

Beda daerah, beda cara penyajian urap. Saya jadi membayangkan, di Salatiga terkadang penjual Urap juga membubuhkan Selada air (Nasturtium officinalle), sayuran hijau segar ini banyak tumbuh di sungai dan mudah dijumpai ketika kita berkunjung ke wisata taman air Senjoyo. Di tempat ini, selada air atau jembak, begitu kami menyebutnya tumbuh subur dan sangat mudah ditemukan di penjual sayur atau pasar tradisional. Masyarakat sekitar mengolahnya dalam bentuk gorengan berupa rolade jembak yang nikmat atau sayuran tambahan dalam urap itu sendiri. Selada air nikmat juga dibuat sayur bening, cukup menambahkan geprekan bawang putih dan garam serta penyedap masakan dalam air mendidih kemudian masukkan selada air hingga empuk. Jadilah kuah segarnya disuka balita dan sayapun makan dengan lahap meski berlauk tempe.
Foto saya bersama Jembak atau selada air
Selada air (Jembak dalam bahasa Jawa) biasanya tumbuh di pinggir sungai. Tanaman ini juga nikmat dibuat lalapan dengan cara merebusnya, rasanya gurih dan harganya terjangkau di tempat kami membuatnya digemari banyak orang.

Dikutip dari Wikipedia, selada air ternyata merupakan sayuran tertua yang dikonsumsi manusia dan memiliki kandungan antioksidan yang berguna untuk mencegah kanker, menjaga kesehatan mata, jantung ,tulang serta menurunkan tekanan darah.

Manfaat selada air
Berbagai manfaat selada air

Nilai Ekonomi Hutan dan Tingkat Kesejahteraan Masyarakat

Kecombrang, selada air, teri air tawar, dan keong adalah contoh bahan pangan dari hutan yang telah dikonsumsi manusia sejak lama. Meski di beberapa daerah, tanaman kecombrang berhasil dibudidayakan namun kini tanaman pangan dari hutan keberadaannya kian tergeser. Hutan yang telah kita kenal sebagai penyumbang oksigen dan tempat hidup berbagai ekosistem flora dan fauna langka ini kian sempit karena perluasan lahan pertanian, pemukiman dan industri misalnya yang dianggap lebih menguntungkan jika dilihat dari sisi industri, usaha, dan nilai ekonominya. Tetapi lain cerita dengan masyarakat yang menggantungkan kesejahteraannya dari hutan. Dampak deforestasi hutan justru akan semakin mempersulit mereka dalam memenuhi kebutuhan pangan.

Hingga sekarang, masih banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari hutan. Kecombrang dan selada air adalah contoh kecil saja. Ada tanaman seperti sagu yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber pangan, bambu yang memiliki beragam manfaat. Bambu yang merupakan tanaman Asia ini oleh masyarakat desa biasa dimanfaatkan untuk membuat anyaman seperti besek, keranjang sampah, pembungkus ikan pindang dan bahkan tunas mudanya bisa diolah menjadi makanan lezat yang tersaji di meja makan. Lumpia, gulai rebung, dan mie dari rebung jadi makanan nikmat. Tentu jika deforestasi kian meningkat, kedepan kita tak kan mampu lagi merasakan manfaat hutan itu sendiri dan masyarakat yang menggantungkan hidupnya ke hutan tentu akan mengalami kesulitan pangan bahkan ekonomi juga dan tentunya, bencana kebakaran hutan dan asap yang disebabkannya kian menjadi.

Sebaran hutan di Indonesia yang kian membuat hati miris ini membuat saya mencari berbagai informasi mengenai langkah apa yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkannya. Dari awal WALHI telah konsisten menempuh berbagai cara agar hutan kita terselamatkan. Dilatarbelakangi ingin menyalakan kembali semangat masyarakat untuk peduli akan keberadaan hutan kita, WALHI (Wahana Lingkungan Hidup) kini semakin giat mengedukasi dan memberikan penyuluhan tentang manfaat hutan sebagai sumber pangan dan mengajak masyarakat berperan serta menjaga kelestariannya.

Mau tak mau, masyarakat yang tadinya memiliki stigma negatif tentang kampanye pencegahan deforestasi hutan diharapkan mau terlibat ikut menjaga hutan, toh hutan sudah menghadiahkan beragam tanaman pangan dan menafkahi mereka, sudah sepantasnya kita berterimakasih dan bersyukur dengan menjaganya dengan baik. Lalu bagaimana dengan kita? Apakah sudah berkontribusi nyata untuk hutan?



#PulihkanIndonesia #RimbaTerakhir #WALHIXBPN #HutanSumberPangan #BlogCompetitionSeries

Referensi :

- Https://forestsnews.cifor.org/
- Wikipedia
- helosehat.com

Sunday, February 9, 2020

Perjuangan Menjadi Ibu Rumah Tangga Minimalis

February 09, 2020 4 Comments

Gambar rumah desain minimalis

Apa itu minimalis?
Tentu hidup minimalis disini sedikit berbeda dengan yang dimaksudkan dalam pembahasan mengenai rumah bergaya minimalis atau riasan minimalis. Minimalis sebetulnya sebuah prinsip hidup yang hanya menggunakan, memakai, membeli dan menyimpan barang yang memang benar-benar dibutuhkan. Jadi ketika ketika kebutuhan suatu jenis barang telah terpenuhi maka tak perlu lagi membeli bahkan mengoleksi. Misal, ketika di rumah terdapat 4 anggota keluarga, maka kebutuhan jumlah perabot bisa disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga. Seminimal mungkin dimiliki tentu akan membuat rumah lebih terkesan longgar, rapi dan mudah dibersihkan. Bahkan, paham mengenai prinsip hidup minimalis ini juga pernah ditulis oleh Fraccine Jay dan Fumio Sasaki.

Mengapa minimalis?


Pada prinsipnya, dalam tuntunan Islam kita diperintahkan untuk hidup bersahaja. Artinya berboros-boros dalam membeli atau memiliki sesuatu dianggap sebagai sifat kurang baik. Bahkan dalam hadis juga tertuang

Hadis tentang penggunaan harta
Hadis tentang harta yang dimintai pertanggungjawaban

Pun aku juga terinspirasi oleh buku yang ditulis oleh Fumio Sasaki yang berjudul Seni hidup Minimalis dan Marie Kondo dengan Konmarinya. Dari situ aku terinspirasi bahwa ternyata banyak keuntungan yang didapatkan dari Konmarinya dan Prinsip Minimalis, antara lain

1. Rumah lebih rapi dan luas
2. Pengeluaran rumah tangga bisa ditekan
3. Lebih hemat waktu dan tenaga untuk beberes rumah
4. Lebih bersemangat ketika bangun pagi
5. Jiwa konsumtif bisa terkendali
6. Lebih fokus dalam bertindak, tak perlu takut akan persepsi orang lain
7. Tak terbebani oleh rasa iri karena gaya hidup orang lain
8. Stress karena pekerjaan rumah tangga bisa diminimalisir
9. Melatih rasa disiplin

Dan tentunya masih banyak lagi manfaat lainnya. Dari situ aku mulai berpikir kenapa tak memulai saja hidup minimalis seperti yang Sasaki tulis dalam bukunya.


Baca juga : Konmari, Merapikan rumah Ala Marie Kondo

Perjuangan menjadi Ibu Rumah Tangga Minimalis


Dari pernyataan Sasaki bahwa ia berjuang selama beberapa tahun untuk menyingkirkan barang yang tak dibutuhkan lagi, maka aku mulai semangat beberes dan memutuskan untuk diet membeli perabot yang tak diperlukan. Awalnya aku merasa karena sudah berkeluarga dan terlepas dari Orangtua, maka sudah selayaknya aku membelu bermacam perabotan yang dibutuhkan, tapi ketika dipikirkan ternyata aku justru menumpuk barang yang belum benar-benar diperlukan. Dari diet membeli perabot tersebut ternyata mampu menekan bermacam keinginan belanja.

Aku juga beberes dan mulai mengurangi barang, decluttering (mengurangi baju). Sasaki dan Marie Kondo mencontohkan bagaimana merapikan rumah dan sebaiknya dimulai dari mana. Dibutuhkan waktu beberapa bulan untuk membereskan isi lemari, meski beberapa baju, seperti baju bayi sudah kami sumbangkan tetapi ternyata perasaan sayang terhadap barang itu masih ada dan ini jadi penghambat dalam beberes isi lemari pakaian sebenarnya. Menata dan merapikan perabot di rumah ternyata juga merupakan perjuangan yang lumayan sulit, ditambah karena aku punya dua balita yang lumayan aktif dan condong memiliki kecerdasan kinestetik yang tinggi. Alhasil, rumah yang baru saja tertata rapi akan kembali berantakan lagi. Ditambah karena koleksi mainan dua anak kecil ini juga lumayan banyak dan kadang setelah bermain ditinggalkan begitu saja. Fiuhhh..

Yang pasti, ada banyak hikmah yang bisa aku ambil dari menerapkan gaya hidup minimalis ini seperti yang aku tuangkan di atas, meskipun untuk menuju gaya hidup minimalis dibutuhkan perjuangan memahamkan, mengajak dan mendidik agar anggota keluarga bisa kompak menerapkan hidup minimalis dan waktu yang dibutuhkan juga bukan sekejap tentu hal ini akan memberikan kesan tersendiri. Yang pasti, prinsip minimalis yang dimiliki seorang atau sebuah keluarga tentu akan berbeda dengan orang atau keluarga lain sesuai dengan kebutuhan dan fokusnya masing-masing. So, semangat dan terus berjuang!!




Sunday, February 2, 2020

Blognya Ibu Rumah Tangga Minimalis

February 02, 2020 2 Comments
Blog tentang rumah tangga, parenting dan lainnya


Sebagai  ibu rumah tangga dengan dua anak yang juga bekerja sebagai pengajar fisika di sebuah bimbingan belajar di kota Salatiga, kadang keinginan untuk menulis agak sulit aku lakukan. Perlu manajemen waktu antara suami, 2 anak, rumah, mengajar dan menulis.
Berkutat dan dikelilingi dengan berbagai hal yang berhubungan dengan kerumahtanggaan kadang juga membuatku jenuh dan perlu suatu pekerjaan yang berguna untuk menjaga kewarasan serta kesegaran otak. Salah satu hal yang bagiku sangat membantu selain membaca buku yang aku sukai adalah menulis di blog dan pastinya juga yang berkaitan dengan kegiatan sehari-hari ibu rumahtangga. Mulai dari resep dan menu masakan, psikologi rumah tangga, berbagi ilmu  dari kulwap, perkembangan anak, kesehatan keluarga dan kesenangan saat emak mereview produk baru seperti skincare, makanan atau tempat yang baru saja dikunjungi. Nah, hal tersebut akan aku bahas satu persatu yaa..

1. Menu dan resep masakan


Dalam resolusi 2020 ku, salah satu list yang aku tuliskan dalam hal kerumahtanggaan adalah membuat varian jajanan baru minimal sebulan sekali walau di bulan Januari hal tersebut belum berjalan dikarenakan kesibukan mengajar yang di weekend. Padahal di tahun 2019, aku berhasil mencoba beberapa resep baru bahkan beberapa diantaranya aku uji cobakan untuk mereview produk dari suatu brand dan ada pula yang aku ikutkan dalam tantangan menulis BPN waktu itu. Semoga di tahun ini, bisa lanjut ya bebikinan jajanan yang hemat dan sehat untuk suami dan anak.

2. Psikologi rumah tangga


Kadang dalam hal berumah tangga, aku terutama berbuat lalai atau khilaf. Kadang pula, ingatan masa lalu yang kurang baik membawaku kembali dalam inner child ku. Nah, dengan menuliskan tips-tips sederhana yang aku baca atau aku dapatkan dari seminar, kulwap, atau buku dan komunitas akan membantu sebagai terapi penyembuhan (healing). Dengan menuliskan di blog, berarti aku juga tengah melakukan perbaikan yang sama yang semoga semakin baik dan bisa Istiqomah.

3. Perkembangan anak


Anak menjadi semestaku sehari-hari mulai dari bangun tidur hingga memejamkan mata lagi. Disini sebagai seorang ibu tentunya aku juga ingin melakukan yang terbaik untuk anak termasuk dengan belajar dan mengetahui milestone perkembangannya, belajar segala hal terkait parenting, agar ibunya terdidik terlebih dahulu sebelum mendidik anak. Anakku pun juga menjadi media belajarku agar aku terus berbenah dan melakukan perbaikan diri. Memiliki 2 anak yang berbeda jenis kelamin, sifat, usia dan karakternya membuatku harus mau menyelami satu persatu dan berusaha memperlakukan mereka dengan adil. Tak jarang beberapa tulisanku yang aku dapatkan dari komunitas, kulwap, atau baca buku parenting dan berhubungan dengan anak kubahas di blogku.

4. Kesehatan keluarga


Fimosis yang dialami Tito dan kehamilan dengan skoliosis serta persalinan Caesar akhirnya juga menjadi bahan tulisanku karena pengalaman tersebut bagiku begitu berharga dan untuk menjaganya aku sengaja menuliskannya dan mendokumentasikan dalam bentuk artikel di blogku. Termasuk pengalaman selama bekerja di klinik dan perjalanan selama menjadi istri dan ibu.

5. Review Produk


Review merupakan salah satu kebahagiaan tersendiri bagiku. Aku menganggapnya suatu bonus berharga yang aku dapatkan dari blogging dan bersosial media. Dari beberapa review yang aku dapatkan baik membeli, barter produk dengan tulisan atau foto dan yang berbayar membuatku meyakini bahwa ternyata pengalaman menulis itu merupakan pengalaman berharga dan bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Dari mereview produk, aku jadi tahu bagaimana menghargai produk dan memberi nilai secara obyektif dan juga berpenghasilan.

Nah, berarti secara keseluruhan aku menyimpulkan bahwa sebetulnya blogku lebih condong bertema lifestyle atau kerumahtanggaan. Harapanku, semoga di tahun 2020 ini aku  bisa menghadirkan tulisan yang lebih baik lagi, konten yang lebih berbobot dan inspiratif dan semoga tulisanku bisa tembus media. Doakan yaa..kalau kamu..tema blogku tentang apa?


recent posts

Featured post

Belajar Hikmah perjuangan Cinta Hajar, Ismail dan Ibrahim

Dalam Idul Adha, kita bisa mengambil hikmah perjuangan Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS dan Siti Hajar bahwa ketaatan pada Allah adalah sumbe...

Popular Posts