Thursday, February 13, 2020

Urap, Makanan Diet Sehat dari Hutan

Urap dan Kearifan Lokal

Ketika libur akhir tahun tiba, hal yang sekeluarga kami lakukan adalah berkunjung ke tempat mertua di Banjarnegara. Ada saja hal yang kami rindukan di sana, dari kearifan lokalnya, makanan khasnya atau sekedar berkunjung ke Sawah yang asri. Berbagai menu disajikan tatkala semua keluarga berkumpul, meski hanya sekedar ngobrol atau melepas rindu. Selain mendoan, jui dari paduan tempe dan ikan teri tawar , ada penganan sehat yang meski tak asing tapi sajian sayurannya begitu mengoda. Urap, kuliner yang aman bagi para dieter ini terdiri dari bermacam sayuran seperti bayam, sawi, daun pepaya, serutan buah pepaya muda, kacang panjang, wortel, kol dan kecambah serta kadang mentimun yang dibumbui sambal kelapa ini bertambah nikmat dengan hadirnya kecombrang (Etlingera elatior) atau dikenal sebagai honje oleh orang Jawa Barat, dan Dalla oleh orang Aceh.

Sempat terasa asing di lidah ketika pertama  menemui kecombrang dalam urap pertama kalinya, tetapi kelamaan saya jadi ketagihan rasanya. Di Salatiga, belum pernah saya menemui pedagang sayur atau penjual di pasar yang menjajakan kecombrang. Mungkin karena tak setiap daerah menanam atau memanfaatkan kecombrang atau honje ini dalam masakannya.  Aromanya begitu wangi sehingga  sering dipakai untuk campuran sambal kelapa dan masakan dari olahan ikan.  Seperti jui Lombok ijo yang saya ceritakan tadi, biasanya mertua membubuhkan kecombrang yang didapat di kebun. Batang tanaman kecombrang pun biasa dimanfaatkan untuk membuat ayam burus. Sejenis serundeng ayam yang dibuat dari parutan batang kecombrang ini. Penambahan kecombrang ini ternyata menambah nikmat rasa masakan. Manfaat lain ternyata kecombrang sendiri kaya akan flavonoid, yaitu zat yang memperlambat perusakan sel sehingga dipercaya sebagai obat kanker. Selain sebagai antioksidan, kecombrang juga mampu menghambat pertumbuhan beberapa bakteri seperti E. Coli dan Staphylococcus. Itulah alasan kenapa di Jawa Barat, kecombrang dijadikan jus yang juga dipasarkan dalam botol kemasan.

Manfaat kecombrang
Ternyata banyak manfaat yang bisa didapatkan dari tanaman kecombrang ini

Beda daerah, beda cara penyajian urap. Saya jadi membayangkan, di Salatiga terkadang penjual Urap juga membubuhkan Selada air (Nasturtium officinalle), sayuran hijau segar ini banyak tumbuh di sungai dan mudah dijumpai ketika kita berkunjung ke wisata taman air Senjoyo. Di tempat ini, selada air atau jembak, begitu kami menyebutnya tumbuh subur dan sangat mudah ditemukan di penjual sayur atau pasar tradisional. Masyarakat sekitar mengolahnya dalam bentuk gorengan berupa rolade jembak yang nikmat atau sayuran tambahan dalam urap itu sendiri. Selada air nikmat juga dibuat sayur bening, cukup menambahkan geprekan bawang putih dan garam serta penyedap masakan dalam air mendidih kemudian masukkan selada air hingga empuk. Jadilah kuah segarnya disuka balita dan sayapun makan dengan lahap meski berlauk tempe.
Foto saya bersama Jembak atau selada air
Selada air (Jembak dalam bahasa Jawa) biasanya tumbuh di pinggir sungai. Tanaman ini juga nikmat dibuat lalapan dengan cara merebusnya, rasanya gurih dan harganya terjangkau di tempat kami membuatnya digemari banyak orang.

Dikutip dari Wikipedia, selada air ternyata merupakan sayuran tertua yang dikonsumsi manusia dan memiliki kandungan antioksidan yang berguna untuk mencegah kanker, menjaga kesehatan mata, jantung ,tulang serta menurunkan tekanan darah.

Manfaat selada air
Berbagai manfaat selada air

Nilai Ekonomi Hutan dan Tingkat Kesejahteraan Masyarakat

Kecombrang, selada air, teri air tawar, dan keong adalah contoh bahan pangan dari hutan yang telah dikonsumsi manusia sejak lama. Meski di beberapa daerah, tanaman kecombrang berhasil dibudidayakan namun kini tanaman pangan dari hutan keberadaannya kian tergeser. Hutan yang telah kita kenal sebagai penyumbang oksigen dan tempat hidup berbagai ekosistem flora dan fauna langka ini kian sempit karena perluasan lahan pertanian, pemukiman dan industri misalnya yang dianggap lebih menguntungkan jika dilihat dari sisi industri, usaha, dan nilai ekonominya. Tetapi lain cerita dengan masyarakat yang menggantungkan kesejahteraannya dari hutan. Dampak deforestasi hutan justru akan semakin mempersulit mereka dalam memenuhi kebutuhan pangan.

Hingga sekarang, masih banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari hutan. Kecombrang dan selada air adalah contoh kecil saja. Ada tanaman seperti sagu yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber pangan, bambu yang memiliki beragam manfaat. Bambu yang merupakan tanaman Asia ini oleh masyarakat desa biasa dimanfaatkan untuk membuat anyaman seperti besek, keranjang sampah, pembungkus ikan pindang dan bahkan tunas mudanya bisa diolah menjadi makanan lezat yang tersaji di meja makan. Lumpia, gulai rebung, dan mie dari rebung jadi makanan nikmat. Tentu jika deforestasi kian meningkat, kedepan kita tak kan mampu lagi merasakan manfaat hutan itu sendiri dan masyarakat yang menggantungkan hidupnya ke hutan tentu akan mengalami kesulitan pangan bahkan ekonomi juga dan tentunya, bencana kebakaran hutan dan asap yang disebabkannya kian menjadi.

Sebaran hutan di Indonesia yang kian membuat hati miris ini membuat saya mencari berbagai informasi mengenai langkah apa yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkannya. Dari awal WALHI telah konsisten menempuh berbagai cara agar hutan kita terselamatkan. Dilatarbelakangi ingin menyalakan kembali semangat masyarakat untuk peduli akan keberadaan hutan kita, WALHI (Wahana Lingkungan Hidup) kini semakin giat mengedukasi dan memberikan penyuluhan tentang manfaat hutan sebagai sumber pangan dan mengajak masyarakat berperan serta menjaga kelestariannya.

Mau tak mau, masyarakat yang tadinya memiliki stigma negatif tentang kampanye pencegahan deforestasi hutan diharapkan mau terlibat ikut menjaga hutan, toh hutan sudah menghadiahkan beragam tanaman pangan dan menafkahi mereka, sudah sepantasnya kita berterimakasih dan bersyukur dengan menjaganya dengan baik. Lalu bagaimana dengan kita? Apakah sudah berkontribusi nyata untuk hutan?



#PulihkanIndonesia #RimbaTerakhir #WALHIXBPN #HutanSumberPangan #BlogCompetitionSeries

Referensi :

- Https://forestsnews.cifor.org/
- Wikipedia
- helosehat.com

51 comments:

  1. urap itu sayuran dg jenis yg lengkap saking banyak campurannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba..sayuran dg bermacam dan nikmat disantap

      Delete
  2. Ternyata banyak juga ya hasil hutan yang bisa kita manfaatkan untuk sumber bahan pangan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba..ternyata banyak yg bisa kita ambil manfaatnya untuk pangan

      Delete
  3. Perlu di coba nih, urap kecombrang penasaran rasanya kek gimana. Krn biasa makan sambel kecombrang, rasanya sama apa beda ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Urap jadi lebih wangi mba, apalagi dinikmati dg sambal kelapanya

      Delete
  4. Penasaran sama selada air, saya blm pernah cobain huhu

    ReplyDelete
  5. Aku sukaa banget mba kecombrang buat ayam suwir. Ngga nyangka dia hasil hutan ya ternyata

    ReplyDelete
  6. Urap itu makanan favorit saya, bisa pakai sayuran apa saja. Makan sepiring urap, walau tanpa nasi, udah bisa kenyang.

    ReplyDelete
  7. Mba,maksudnya keong yang dikomsumsi di atas itu, tutut bukan ya? Aku kayaknya belum pernah ikh makan kecombrang. Sekilas tanamannya mirip ama kuncup bunga sedap malam ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, kalau kata orang Banjarnegara batangnya merupakan batang tanaman Laos..nek sedap malam batangnya menjalar, nek kecombrang tegak mba

      Delete
  8. Saya pernah lihat kecombrang di kroya dan Pekalongan Jawa tengah, untuk campuran pecel
    Cuma lupa, disana di sebut apa.
    Kebetulan walau di Bandung, di kawasan saya tinggal banyak kecombrang, saya kurang suka 😁😁😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya dari Batang ( dekat Pekalongan ) Teh, tapi malah ketemu kecombrang di kaltim tempat mertua, hehehe... namanya Jaong kalau di kaltim. aromanya segar khas, tp saya belum pernah coba rasanya.

      Delete
    2. Karena wanginya yang teh? Beda tempat beda nama ya ..

      Delete
  9. Kok komposisi urapnya agak aneh ya

    ReplyDelete
  10. Belum pernah cobain kecombrang 😅

    ReplyDelete
  11. kecombrang disambel endes banget mba keluargaku suka banget ini tapi di Jawa langka
    di Bali banyak. Kalo di sini kecombrang dibuat campuran megono. Tapi sama2 enak si

    ReplyDelete
  12. Kecombrang itu aromanya khas ya mbak, saya suka. Tp belum bisa makannya, hahaha.. Kalau mudik ke rumah mertua sering bikin sambal kecombrang, suami suka banget. Sayang di rumah sendiri saya gak bisa bikinin. Huhuu..

    Hasil hutan Indonesia memang masyaa Allaaah banget..

    ReplyDelete
  13. Urap pake kecombrang emang enak tuh. Kemarin pas umroh, pertama kali makan di resto hotel di Mekah, lauknya ada urap dong 😀

    ReplyDelete
  14. Semua sih dari hutan ya hehe tp urap keknya sdh lepas dari hutan ya hehe

    ReplyDelete
  15. Aku suka urap mbak. Ini salah satu menu favorit keluarga di meja makanku. Syeeeedappp

    ReplyDelete
  16. aku suka kecombrang. kebetulan di pasar tradisional di sekitar daerahku malah banyak yang jual sih. jadi enak belinya bisa kapan aja. bisa buat gulai, bisa juga buat sambal. yummy

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah..bisa dibuat gulai juga ya ternyata..coba Googling ah

      Delete
  17. Urap makanan favorite saya nih, enak banget.

    ReplyDelete
  18. Aku suka kecombrang...tapi susah ngedapetinnya di sini Mba. Urap campur kecombrang bikin kangen nih... hehehe

    ReplyDelete
  19. dari dulu pengen makan kecombrang mba, tapi saying di pasar mojokerto blom ada yg jual hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di Salatiga juga gak ada mbak..aku ngerasain kecombrang di tempat mertua

      Delete
  20. Aku suka banget urap. Enak banget kalau tinggal petik di hutan dekat rumah, ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba.. sebenarnya tanaman kecombrang tumbuh liar..tapi akhirnya sebagian masyarakat membudayakan karena khasiat dan aromanya

      Delete
  21. Belum pernah coba mengolah kecombrang, gimana rasanya, Mbak?

    Urap makanan buat diet, saya jarang bikin tapi suka makan kalau ibu yang masakin

    ReplyDelete
  22. Wah ikutan lomba ini juga, ya, Mbak 😍😍

    Semoga mendapat yang terbaik. Aamiin.

    ReplyDelete
  23. Kecombrang lagi naik daun nih, dibahas di mana-mana, bikin saya kepo maksimal mau masak pakai kecombrang hihihi.
    Btw urap dan pecel tuh makanan kesukaan saya, khususnya urap sih, apalagi kalau sayurannya segar banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ya mba, aku malah jadi penasaran jus kecombrang itu

      Delete
  24. Baru tahu kalau tanaman itu namanya kecombrang. Tahu wujudnya ya waktu pindah bogor. Tapi sampai sekarang saya nggak tahu itu tanaman harus diolah seperti apa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau di Jawa Barat sering dipakai untuk campuran memasak ikan biar gak amis dan beberapa masakan lain..malah ada yg jual jusnya juga

      Delete
  25. saya paling suka selada air tuh mbak tapi di sumatera ini jarang yang jual, kalau kecombrang jarang makannya tapi suka juga sih hihihi. Dan ternyata manfaatnya itu luar biasa ya ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba..bisa dimanfaatkan sebagai penguat tulang alami

      Delete
  26. paling asyik emang ngumpul dan makan bersama ya Mbak, apalagi makanan yang susah kita dapatkan di kota atau tempat tinggal kita.
    saya pun juga suka tuh sayur rebung, kalau kecombrang jarang disini heheheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba...Rebung juga enak..buat isian lumpia maupun dimasak

      Delete
  27. Urap aneka sayur yg segar bagus untuk kesehatan. Semoga menang lomba blognya ya mba. Aamiin

    ReplyDelete
  28. Ahh, kecombrang. Enggak hanya punya wangi yang memikat, tapi rasanya pun pas banget buat menjadi bumbu pelengkap lho mba. Enaakk, jadi laper nih pagi-pagi gini bayangin sepiring nasi hangat berbalut kecombrang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener..jadi kangen mudik nih..di Salatiga gak ada yg jual soalnya

      Delete
  29. Kecombrang ini wanginya kuat. Enak dibikin sambal juga ya mbak.. Dan selama menjalankan diet beberapa bulan lalu.. Urap selalu jadi menu andalan banget Pokoknya.. Sukaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya benar mba..urap memang andalan buat ngurangin Karbo nih..

      Delete
  30. Back to nature.. i like it. Senangnya bisa memiliki menu yang asli dari alam. Honje waktu kecil saya pernah memiliki pohonnya di belakang rumah... Enak sekali kalau dibuatkan lodeh oleh nenek (jadi inget memori waktu kecil)😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wow..ternyata bisa dibuat sayur lodeh juga ya..baru tahu nih saya

      Delete

recent posts

Featured post

Kenangan : Traveling Bersama Bapak Saat Kecil

Aku selalu ingat, kala bapak mengajakku traveling kala kecil dulu. Ini menjadi permata pengalamanku yang tak bisa kulupakan. Bahkan hingga...