5 Tanda Keuangan Rumah Tangga Tidak Sehat

Ternyata kunci keharmonisan rumah tangga salah satunya terletak pada pengelolaan keuangan yang baik. Dengan pengelolaan keuangan yang baik, maka anggota keluaga terutama suami dan istri akan terhindar dari beragam masalah seperti stress dan konflik yang dipicu karena keuangan. Tentunya, dengan timbulnya stress dan konflik yang ada bisa menimbulkan masalah yang lebih serius jika tidak segera tertangani dan lebih parahnya bisa menyebabkan terjadinya perceraian.

Jika selama ini pengaturan keuangan yang kita lakukan sudah baik, tentunya tingkat kepuasan dan kebahagiaan terhadap pasangan khususnya dalam hal keuangan akan baik. Namun, jika yang terjadi sebaliknya maka perlu dikenali beberapa hal yang menjadi penyebabnya. Berikut tanda keuangan rumah tangga yang tidak sehat :

1. Pengeluaran lebih besar dari pemasukan

Dengan pendapatan 4 juta perbulan misalnya, tetapi belum akhir bulan gaji tersebut sudah ludes  dan bersisa sekian ratus ribu. Pada akhirnya, hari-hari berikutnya menjadi hari yang menguras tenaga dan pikiran karena harus menghemat pengeluaran. Selanjutnya, karena akhirnya tak mencukupi, akhirnya ditempuh lah cara dengan berhutang. Menempuh jalan dengan berhutang akan menimbulkan beragam masalah jika hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Keuangan yang tidak sehat semacam ini akan menimbulkan tekanan tersendiri bagi suami istri.

2. Terlilit hutang konsumtif

Sebetulnya tak ada yang salah dengan hutang jika kita menggunakannya dengan tepat, semisal untuk tambahan modal usaha yang nantinya pembayarannya bisa dicicil atau disisihkan dari pemasukan yang ada tiap bulannya. Namun, jika hutang tersebut hanya sekedar digunakan untuk memenuhi kebutuhan gaya  hidup yang tidak mendesak seperti hobi belanja, membeli perabot, atau hobi travelling dengan beranggapan ketika tak ada dana, maka bisa dibayarkan dengan paylater atau credits card tentunya masalah keuangan baru akan muncul ditambah jika tiba-tiba timbul kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi seperti  sakit atau kecelakaan.

3. Gali Lubang tutup lubang

Jika sudah berhutang dan enggan merubah pola keuangan yang ada untuk berhemat, maka yang ada tiap bulan kita hanya berhutang untuk menutup hutang yang ada sebelumnya dan jika diteruskan maka lingkaran setan ini akhirnya akan membelenggu dan berujung stress dan bertengkar dengan pasangan.

4. Tak punya simpanan

Kadang, hanya karena alasan bahwa rumput tetangga  tampak lebih hijau, kita akhirnya rela menguras tabungan dan penghasilan. Tapi benarkah hal tersebut akan membuat bahagia? Tentunya hal yang membuat kita beranggapan bahwa bertetangga adalah berkompetisi tentunya hanya akan menimbulkan iri dan kedengkian kecuali jika kompetisi tersebut dalam hal beramal Sholih. Berfokus pada kesejahteraan keluarga adalah prioritas utama. Setiap rejeki yang diberikan oleh Allah tentu mencukupi kebutuhan yang ada, tinggal bagaimana kita menentukan gaya hidup kita. Simpanan untuk masa depan seperti tabungan, deposito atau beragam investasi memang sebaiknya direncanakan dari awal dan hanya digunakan untuk kebutuhan yang benar-benar penting.

5. Tak ada Komitmen dengan pasangan



6 comments

  1. Yang ke 5 nggak ada penjelasannya mba?

    ReplyDelete
  2. Mantap kak,,, harus pintar pintar mengelola uang ya. Apalagi perempuan hihi

    ReplyDelete
  3. Yang paling utama itu hutang. Melihat sendiri kenyataannya di depan mata, rumah tangga yaang gali lobaang tutup lobang karena hutang konsumtif

    ReplyDelete
  4. hati-hati juga sama kreditan... hehe

    ReplyDelete
  5. Istri sebagai mentri keuangan kudu belajar terus ya bagaimana cara mengatur keuangan keluarga yang efektif. Tapi memang kudu terus dikomunikasikan dengan suami sebagai bapak direktur ya.

    ReplyDelete
  6. Supaya keuangan keluarga aman memang kita harus menata pengeluaran kita. Jangan sampai pengeluaran lebih besar dari pada pemasukan. Jadi beli barang yang sesuai dengan kebutuhan, jangan mudah tergiur dengan diskon☺

    ReplyDelete