Thursday, January 30, 2020

5 Tanda Keuangan Rumah Tangga Tidak Sehat

January 30, 2020 6 Comments
Ternyata kunci keharmonisan rumah tangga salah satunya terletak pada pengelolaan keuangan yang baik. Dengan pengelolaan keuangan yang baik, maka anggota keluaga terutama suami dan istri akan terhindar dari beragam masalah seperti stress dan konflik yang dipicu karena keuangan. Tentunya, dengan timbulnya stress dan konflik yang ada bisa menimbulkan masalah yang lebih serius jika tidak segera tertangani dan lebih parahnya bisa menyebabkan terjadinya perceraian.

Jika selama ini pengaturan keuangan yang kita lakukan sudah baik, tentunya tingkat kepuasan dan kebahagiaan terhadap pasangan khususnya dalam hal keuangan akan baik. Namun, jika yang terjadi sebaliknya maka perlu dikenali beberapa hal yang menjadi penyebabnya. Berikut tanda keuangan rumah tangga yang tidak sehat :

1. Pengeluaran lebih besar dari pemasukan

Dengan pendapatan 4 juta perbulan misalnya, tetapi belum akhir bulan gaji tersebut sudah ludes  dan bersisa sekian ratus ribu. Pada akhirnya, hari-hari berikutnya menjadi hari yang menguras tenaga dan pikiran karena harus menghemat pengeluaran. Selanjutnya, karena akhirnya tak mencukupi, akhirnya ditempuh lah cara dengan berhutang. Menempuh jalan dengan berhutang akan menimbulkan beragam masalah jika hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Keuangan yang tidak sehat semacam ini akan menimbulkan tekanan tersendiri bagi suami istri.

2. Terlilit hutang konsumtif

Sebetulnya tak ada yang salah dengan hutang jika kita menggunakannya dengan tepat, semisal untuk tambahan modal usaha yang nantinya pembayarannya bisa dicicil atau disisihkan dari pemasukan yang ada tiap bulannya. Namun, jika hutang tersebut hanya sekedar digunakan untuk memenuhi kebutuhan gaya  hidup yang tidak mendesak seperti hobi belanja, membeli perabot, atau hobi travelling dengan beranggapan ketika tak ada dana, maka bisa dibayarkan dengan paylater atau credits card tentunya masalah keuangan baru akan muncul ditambah jika tiba-tiba timbul kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi seperti  sakit atau kecelakaan.

3. Gali Lubang tutup lubang

Jika sudah berhutang dan enggan merubah pola keuangan yang ada untuk berhemat, maka yang ada tiap bulan kita hanya berhutang untuk menutup hutang yang ada sebelumnya dan jika diteruskan maka lingkaran setan ini akhirnya akan membelenggu dan berujung stress dan bertengkar dengan pasangan.

4. Tak punya simpanan

Kadang, hanya karena alasan bahwa rumput tetangga  tampak lebih hijau, kita akhirnya rela menguras tabungan dan penghasilan. Tapi benarkah hal tersebut akan membuat bahagia? Tentunya hal yang membuat kita beranggapan bahwa bertetangga adalah berkompetisi tentunya hanya akan menimbulkan iri dan kedengkian kecuali jika kompetisi tersebut dalam hal beramal Sholih. Berfokus pada kesejahteraan keluarga adalah prioritas utama. Setiap rejeki yang diberikan oleh Allah tentu mencukupi kebutuhan yang ada, tinggal bagaimana kita menentukan gaya hidup kita. Simpanan untuk masa depan seperti tabungan, deposito atau beragam investasi memang sebaiknya direncanakan dari awal dan hanya digunakan untuk kebutuhan yang benar-benar penting.

5. Tak ada Komitmen dengan pasangan



Friday, January 24, 2020

Cara Merawat Gigi Anak yang benar

January 24, 2020 22 Comments
Gigi sehat anak

Rasanya sedih banget melihat gigi kakak yang meski tumbuhnya sebenarnya rapi, tapi gigi depannya terutama bagian atasnya gigis. Penyebab utamanya adalah karena kakak suka banget makan permen dan coklat dan kadang enggan sikat gigi. Akhirnya mulailah aku berusaha mencari info terkait menjaga kesehatan gigi buat adek dan menanggulangi masalah gigi kakak.

Kapan Memulai Merawat Gigi?


Kebetulan beberapa waktu lalu aku mengikuti kuliah WhatsApp dengan tema senada dengan yang aku pikirkan. Kuliah tersebut dipandu oleh drg. Murni K Siregar (drg. Miki) sebagai pematerinya dengan judul Preparing healthy teeth for children. Drg. Miki memaparkan bahwa ternyata menjaga kesehatan gigi anak bisa kita persiapkan sedini mungkin yaitu dengan cara menjaga gigi kita dengan baik sebelum hamil dan mencari informasi sebanyak-banyaknya terkait permasalahan gigi ini. Mulailah dari sekarang juga dan berikut  cara merawat gigi yang bisa bunda lakukan ketika hamil

1. Menjaga asupan nutrisi


Hal ini perlu dilakukan karena ternyata, benih gigi bayi itu bisa muncul sejak minggu kelima kehamilan. Dengan memenuhi kebutuhan gizi saat  hamil berarti bunda telah mempersiapkan kesehatan gigi anak sedari dini. Dalam pembentukan janin tersebut, apabila nutrisi yang dibutuhkan kurang maka gigi yang dimiliki bunda menjadi rapuh dan rentan berlubang.

2. Hindari mengkonsumsi obat tanpa resep dari dokter


Di trimester awal kehamilan, kadang gangguan berupa mual, sakit kepala, gusi berdarah atau yang lain bisa timbul tetapi ibu hamil perlu berhati-hati karena tak semua obat aman dikonsumsi untuk ibu hamil. Beberapa obat justru  bisa menyebabkan gangguan pada perkembangan janin sehingga untuk mempergunakannya dibutuhkan saran dari dokter.

3.  Scalling (Membersihkan Karang Gigi)


Saat hamil, permasalahan karang gigi ternyata dapat menyebabkan infeksi kronis sehingga tubuh menghasilkan oksitosin yang menyebabkan bayi lahir prematur. Membersihkan karang gigi minimal 1x dalam kehamilan dapat mencegah kelahiran prematur.

4. Menjaga Kebiasaan baik dalam menjaga Kesehatan Gigi


Kebiasaan baik sebaiknya selain dimulai sejak dini juga perlu dilakukan berkelanjutan. Menyikat gigi secara teratur, mengkonsumsi makanan sehat dan mengurangi makanan manis berarti ikut menjaga kebiasaan baik sedari awal.

Tips Menjaga Kesehatan Gigi Balita


Agar terhindar dari sakit gigi dan gangguan mulut pada anak maka hal yang perlu dilakukan antara lain


1. Melatih membersihkan gigi sedari dini

Melatih membersihkan gigi bisa dilakukan sedari dini. Kebetulan aku tak banyak mengalami kesulitan ketika mengajak adek bersikat gigi. Kesulitan aku alami justru ketika melatih  kebiasaan menyikat gigi ke kakak dan bagiku waktu itu sungguh-sungguh merupakan perjuangan karena kakak yang begitu suka permen agak sulit ketika diajak sikat gigi ketika akan tidur. Menularkan kebiasaan bersikat gigi ke adeknya buatku jauh lebih mudah. Cukup menyediakan sikat gigi seusia adek, kemudian memberi contoh ibu  atau kakaknya yang sedang bersikat gigi ternyata efektif membuat adek ikut membersihkan giginya juga.

2. Membatasi konsumsi permen

Permen, makanan mengandung gula dapat menyebabkan timbulnya karies gigi terutama gigi susu yang tidak terawat dengan baik sehingga langkah tepat yang bisa dilakukan adalah membatasi konsumsi permen. Bunda juga bisa mengganti kebiasaan makan permen dengan makanan sehat lain seperti keju yang justru bagus menjaga suasana mulut agar tak terlalu asam dan kandungan kalsiumnya yang bagus untuk gigi dan tulang. Tidak ada ukuran khusus yang menekankan jumlah maksimal permen yang dikonsumsi anak per harinya karena kebutuhan dan ketahanan yang dimiliki anak beda bedany

3. Mengenalkan ke dokter gigi


Dengan terbiasa menemani keluarga saat periksa ke dokter gigi, maka anak akan mulai paham bagaimana menjaga giginya dengan baik dan tidak takut nantinya saat akan berkonsultasi ke dokter gigi. Jangan sekali-kali menakut-nakuti anak dengan dokter gigi karena hal ini menyebabkan anak nantinya enggan pergi ke dokter gigi.


4. Oles Flour


Nah, pembahasan mengenai permasalahan gigi akan aku kupas di postingan berikutnya, jadi tetep stay tune yaa..


recent posts

Featured post

Belajar Hikmah perjuangan Cinta Hajar, Ismail dan Ibrahim

Dalam Idul Adha, kita bisa mengambil hikmah perjuangan Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS dan Siti Hajar bahwa ketaatan pada Allah adalah sumbe...

Popular Posts