NGJcNqRbLWBcLGFaNqF5NWZ8x7ogxTcoAnUawZ==
MASIGNCLEANLITE103

5 Tips Mengatasi Sibling Rivalry

Bagaimana mengatasi Sibling Rivalry

Sibling Rivalry adalah persaingan atau kompetisi  yang terjadi antara kakak beradik yang biasanya disebabkan karena adanya rasa iri, ingin diperhatikan atau merasa diperlakukan tak adil atau tak disayang.  Umumnya hal ini terjadi  saat seorang kakak memiliki adik baru yang membuat dirinya merasa seolah tak diperhatikan. Persaingan yang lumrah terjadi ini bisa menjadi berbahaya jika Orangtua melakukan pembiaran dan tidak segera mengambil langkah bagaimana mengatasi hal tersebut. Lalu, bagaimana langkah yang tepat mengontrol emosi anak agar Sibling Rivalry ini terkelola dengan baik dan tidak berujung permusuhan.

5 Tips Mengatasi Sibling Rivalry


1. Berbuat adil


Berbuat adil disini bukan berarti memberikan masing-masing anak hal yang sama. Tiap pribadi anak adalah unik sehingga mereka juga ingin diperlakukan seperti yang mereka mau. Ada baiknya disini Orangtua juga menanyakan ke anak bagaimana mereka ingin diperlakukan, semisal jika si A lebih suka minum susu sebelum tidur dan si B tidak menyukainya tentu saja Orangtua tak bisa memberikan susu ke masing-masing anak dengan alasan berbuat adil.

 2. Membuat anak merasa dibutuhkan


Sebelum adik lahir ke dunia, ada baiknya ibu mendekatkan kakak dengan adiknya dengan sering-sering mengajak kakak ngobrol ke adiknya atau mengajak kakak memilihkan baju untuk adiknya yang akan lahir. Hal ini akan menumbuhkan perasaan bahwa kakak juga disayangi dan dibutuhkan.


3. Tidak berat sebelah, tidak ada istilah anak favorit


Karena anak tumbuh sebagai pribadi yang unik, maka jangan paksakan ia menjadi seseorang sesuai yang kita inginkan. Justru dukung keunikan masing-masing pribadi tersebut dan tidak ada istilah anak emas karena merasa paling sesuai dengan harapan Orangtua.

4. Tidak membanding-bandingkan


Karena setiap anak berbeda, maka jangan sekali-kali membanding-bandingkan antara kakak dengan adiknya atau sebaliknya karena bukannya memacu anak untuk menjadi lebih baik, hal ini justru memicu anak menjadi saling berselisih dan bertindak agresif bahkan parahnya bisa berakibat salah satu anak menjadi susah bergaul dengan lingkungan sosialnya karena minder atau terlalu agresif akibat dibandingkan.

5. Menjadi penengah di kala bertengkar bukan membela salah satunya


Kadang perselisihan terjadi antara kakak dan adiknya. Tugas kita adalah menjadi penengah, mengurai masalahnya dan membantu menemukan solusi saat mereka bertengkar. Biarkan mereka berusaha menyelesaikan masalahnya dan tugas kita adalah mempertemukan mereka dengan tak memihak salah satunya. Memihak anak yang kecil dan meminta kakaknya mengalah sangat tidak dianjurkan.

Memihak salah satu anak, membandingkan dan tidak berbuat adil hanya akan membuat perselisihan semakin parah. Efek negatifnya justru salah satu anak menjadi jauh dengan orangtuanya, membenarkan perasaan tidak disayang, minder,dan  menjadi agresif. Efek parahnya anak juga pada akhirnya menjadi anti sosial dan tak mampu bergaul dengan baik dengan lingkungan.

Share This Article :
Priyani Kurniasari

Seorang pemimpi dan pembelajar, Menyukai travelling, desain, parenting dan kulineran. Lulusan fisika yang suka belajar marketing. Saya bisa dihubungi melalui e-mail priyani.kurniasari@gmail.com

Click here for comments 24 Comments:

  1. Saya sudah merasakan efek orang tua yang berat sebelah dalam mendidik anak-anaknya. salah satu akibatnya, anak senantiasa ribut karena cemburu pada saudaranya yang lain. Semoga kita sebagai orang tua bisa menerapkan hal di atas agar anak-anak selalu berkasih sayang antar saudara.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin..benar mba,didikan yg berat sebelah akan menimbulkan efek kurang baik hingga mereka dewasa

      Hapus
  2. Suka cara penulisannya, mudah dipahami. Tapi berhubung sy belum menikah jd sepertinya ini bisa jadi pelajaran untuk sy di masa depan kalau punya anak 😁

    BalasHapus
  3. Ini masalah saya banget mba. 2 anak perempuan dengan usia terpaut 2,5 tahun.. sibling rivalry jadi pe er besar buat saya. Terima kasih sharingnya..

    BalasHapus
  4. Sharing yg bagus buat saya yg kerap menghadapi ini. Meski anak rada besar belum bisa hilang total sibling rivalry keduanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kadang tanpa disengaja kita jadi berat sebelah karena keadaan tertentu, semoga kita tetep bisa adil ya mba

      Hapus
  5. Sibling rivalry selalu menjadi topik yang tiada habisnya di rumah kami. Kakak dan adik hampir tiap menit berdebat. Ada-ada aja pemicunya. Padahal adik baru kelas 1 kakaknya kelas 6. Lama-lama saya diemin dan ngebiarin mereka menyelesaikan masalahnya sendiri. Gak tau deh cara ini udah bener belum ya heu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, ada baiknya Orangtua tak turut campur sehingga anak punya cara sendiri untuk berdamai saat mereka bertengkar dengan saudaranya..

      Hapus
  6. Istilahnya bikin menarik di simak, Sibling Rivalry. Setuju kalau kondisi ini sebaiknya segera diatasi dan tidak berlarut. Semua anak punya keistimewaannya masing-masing, jadi dukung dan support kemampuan dirinya agar jadi anak yang percaya diri juga membanggakan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, setiap anak memang punya keunikan masing-masing

      Hapus
  7. Intinya tidak membanding-bandingkan. Tapi prakteknya agak susah ya Mba.. hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sih ya, tapi membandingkan berujung tak baik juga lho, efek jangka pendeknya mungkin anak tersemangati tapi efek jangka panjang nya membuat anak kurang pede dengan dirinya

      Hapus
  8. Setuju dengan semua tips diatas hehehe tapi susah di praktekan terutama untuk anak yang lebih muda :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe, kadang yang bontot minta dibelain ya mbak? :)

      Hapus
  9. Susah gampang ya tapi memang harus bisa adil untuk kakak dan adik agar tidak ada celah yang menjadikan mereka saling bersaing

    BalasHapus
  10. Saya pernah mengalaminya, yang terjadi saya dan suami sering berselisih paham gara-gara anak sulung dengan si adik. Alhamdulillah kini mereka sudah dewasa dan saling menyayangi. Kami orang tuanya mendapatkan justru dapat pelajaran pada masa itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mba,ternyata anak juga bisa jadi guru agar Orangtua tetep belajar dan terus memperbaiki diri

      Hapus
  11. Inspiring postingannya. Bismillah pelajapelajaran buat saya nanti. Scara anak sy masih satu semoga bisa dapat adik, aamiin...

    BalasHapus
  12. Makasih mbak Sari noted nih. Boleh banget dan wajib diamalkan sama nanti Julio udah punya adek. Pokoknya yg penting jangan me banding bandingkan ya mbak

    BalasHapus
  13. Dalam prakteknya, sulit juga ya untuk disebut berbuat adil oleh anak, karena masing-masing anak bilang orang tua confong ke anak yang lain, kalau kepentingannya tidak dibela

    BalasHapus
141222861953258005