Ketika anak Diare, Cari Tau Penyebab dan Cara Mengatasinya

Gambar anak sakit diare
Beberapa hari ini, cuaca di Salatiga agak kurang bersahabat. Pagi sampai siang panas, eh tetiba sorenya hujan deras. Alhasil malamnya jadi dingin banget. Kedua anakku, Uty dan Tito muntah dan pup beberapa kali dan cair alias diare. Anehnya, tetangga dan anaknya juga kena.
Setelah dibawa ke klinik, dokter meresepkan obat anti mual dan zinc. Sudah lumayan reda sih, tapi giliran emaknya nih yang ngedrop dan membuat beberapa tugas menulis terbengkalai.

Oiya, sebenarnya apa sih diare itu?

Seseorang dikatakan diare jika dalam sehari dia telah mengalami BAB dengan konsentrasi cair lebih dari tiga kali disertai beberapa gejala. Apa saja penyebabnya?

1. Kurang higienis

Kebiasaan bayi dan anak kecil yang kurang suka cuci tangan, memasukkan benda ke mulut dan memegang apa saja kemudian setelahnya makan bisa jadi penyebab diare. Biasanya diare karena kurang higienis ini disebabkan karena adanya bakteri dan parasit seperti salmonella dan E. Coli menyerang pencernaan.

2. Alergi laktosa

Diare juga bisa disebabkan karena pencernaan belum begitu kuat menerima protein susu yang mengakibatkan pencernaan terganggu dan berakibat diare.

3. Konsumsi Antibiotik

Antibiotik ternyata juga mampu menimbulkan diare. Adanya antibiotik ternyata menyebabkan ketidakseimbangan jumlah bakteri baik dan bakteri jahat yang akhirnya menyebabkan saluran pencernaan terganggu.

Ketika anak Diare

Biasanya gejala-gejala yang dialami ketika anak Diare antara lain,

1. BAB cair atau lembek lebih dari 3x sehari
2. Perut kembung
3. Mual dan muntah
4. Kenaikan suhu tubuh
5. Lemas dan mengantuk terus-menerus

Nah, ternyata beberapa gejala di atas dialami kedua anakku. Karena mual, otomatis mereka jadi enggan makan. Awalnya aku belum paham makanan yang boleh atau enggak boleh dimakan ketika diare dan dari konsultasi dengan dokter, beberapa makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi antara lain

1. Makanan beralkohol

Makanan beralkohol seperti tape, nangka, durian dan  brem sebaiknya tidak dikonsumsi terlebih dahulu karena menyebabkan perut semakin perih.

2. Buah buahan asam

Saat mual sebenarnya sih mungkin seger kalau makan buah, tapi buah yang mengandung alkohol dan asam seperti durian, mangga, jeruk, sebaiknya tak dikonsumsi. Pisang dan alpukat lebih dianjurkan karena kandungan Zincnya memperbaiki fungsi pencernaan.

3. Makanan yang menimbulkan gas

Makanan yang mengandung gas seperti brokoli, kubis, kembang kol dan nangka muda justru memperparah diare karena menyebabkan perut menjadi kembung.

4. Susu dan yoghurt

Minuman dan makanan berbahan dasar susu yang relatif asam akan menyebabkan perut semakin perih. Sementara yoghurt sebetulnya dianjurkan diminum orang dewasa karena kandungan bakteri baiknya akan membantu mengembalikan fungsi pencernaan, namun tidak disarankan dikonsumsi anak karena kadar asamnya justru menyebabkan perut si kecil menjadi perih.

5. Obat penghenti diare

Untuk anak lebih dari 4 tahun, minum obat penghenti diare diperbolehkan namun tidak disarankan kepada anak 1 tahun karena justru akan mengakibatkan anak terkena kolik abdomen.

Setelah mengetahui bermacam jenis makanan yang harus dihindari serta beberapa makanan yang bisa dikonsumsi akhirnya aku jadi hati-hati memilih agar mereka berdua cepat sembuh. Thanks sudah membaca tulisanku.


3 comments