10 Rekomendasi Kegiatan Ekowisata dan Negara Tujuan Favorit Dunia
Ekowisata terus menjadi tren penting dalam pariwisata global, seiring meningkatnya kesadaran wisatawan terhadap pelestarian lingkungan, budaya lokal, dan keberlanjutan jangka panjang. Wisata berbasis konservasi ini tidak hanya memberikan pengalaman alam yang unik, tetapi juga berperan langsung dalam menjaga ekosistem serta memberdayakan komunitas lokal.
Kalau kamu sedang mencari inspirasi destinasi atau ingin memahami apa saja contoh kegiatan ekowisata yang paling diminati traveler internasional, berikut rangkuman lengkap beserta negara tujuan terbaiknya
1. Bird Watching – Costa Rica & Ecuador
Costa Rica dan Ecuador (terutama Kepulauan Galápagos) adalah surga birdwatching dunia. Kedua negara tersebut memiliki iklim tropis dan beberapa wilayah hutannya merupakan hutan hujan dan hutan kabut yang merupakan ekosistem terbaik untuk berbagai jenis burung. Dengan lebih dari 900 spesies burung dan konservasi ketat, kedua negara ini selalu menjadi tujuan utama pecinta pengamatan burung. Lanskap yang masih alami ditambah fasilitas observasi profesional menjadikan pengalaman birdwatching terasa eksklusif dan sangat edukatif.
Jika kalian tertarik untuk birdwatching ke Costa Rica dan Ekuador, beberapa destinasi tujuan seperti Hutan Kabut Monteverde, Taman Nasional Concovardo, Stasiun Biologi La Selva, Taman Nasional Carara, San Gerardo da Dota, Taman Nasional Tortuguero di Costa Rica dan Hutan Kabut Andes Barat, Hutan Hujan Amazon, Cagar Alam Antisana, Kepulauan Galapagos di Ekuador bisa kalian kunjungi.
2. Hiking & Trekking – Nepal, Swiss & Indonesia
Kegiatan ekowisata hiking dan trekking menawarkan pengalaman yang sulit dilupakan. Biasanya, destinasi ekowisata untuk hiking dan trekking ini merupakan lokasi yang memiliki topografi pegunungan yang unik beserta keindahan alamnya.
Nepal terkenal dengan jalur Everest Base Camp, Great Himalaya dan Annapurna Circuit yang ikonik. Napal juga memiliki jalur trekking terbaik dan infrastruktur yang mapan. Saat trekking di Nepal, kalian bisa menikmati lanskap pemandangan indah sekaligus mengenal budaya Sherpa yang cukup terkenal.
Sementara Swiss juga menjadi salah satu negara yang tak kalah memukau traveler dunia. Swiss memiliki trekking terindah berkat jalur Alpen yang tersusun rapi dan sangat aman. Swiss menyediakan lebih dari 65.000 km jalur trekking berpenanda baik di lokasi yang lantai dan santai untuk trekking seperti di Zemat maupun di lokasi menantang seperti di Eiger Trail. Pulangnya, kalian bisa membeli oleh-oleh keju Alpen yang cukup populer.
Tidak ketinggalan di negeri sendiri, Indonesia kini ikut masuk daftar destinasi trekking favorit dunia berkat jalur seperti Rinjani, Semeru, hingga Trans Bromo–Tengger. Lokasi seven summit di Indonesia ini dikenal turis mancanegara sebagai destinasi ekowisata yang paling sering dikunjungi. Selain karena keindahan alamnya, wisata budaya di sekitar lokasi summit menjadi salah satu daya tarik tersendiri.
Ketiga negara ini menawarkan pengalaman hiking dengan panorama spektakuler dan kultur lokal yang kaya. Kira-kira dari ketiga negara ini, mana yang ingin kalian kunjungi?
3. Diving & Snorkeling Berkelanjutan – Australia & Maldives
Diving dan snorkeling seringkali dipilih sebagai destinasi ekowisata karena menawarkan pengalaman relaksasi mental memandangi keindahan bawah laut yang merupakan ekosistem dari ribuan ikan dan berbagai flora laut. Seperti di Australia dengan Great Barrier Reef dan Maldives dengan atol-atol dangkalnya merupakan dua tujuan terbaik untuk diving berkelanjutan.
Regulasi ketat, pusat edukasi kelautan, spot yang ikonik dan program konservasi karang menjadikan kegiatan menyelam di dua negara ini tidak hanya menyenangkan tetapi juga ramah lingkungan.
4. Konservasi Penyu – Costa Rica & Malaysia
Program konservasi penyu menjadi salah satu contoh kegiatan ekowisata yang paling populer di dunia. Costa Rica memimpin dengan konservasi penyu leatherback. Costa Rica menawarkan ekowisata menyaksikan arribade (penyu bertelur massal). Wisatawan juga bisa bergabung sebagai relawan penyu internasional yang ikut berperan dalam pelestarian penyu dan menawarkan pengalaman tak terlupakan mengenai konservasi penyu.
Sementara Malaysia (khususnya Terengganu) memiliki pusat konservasi penyu terbesar di Asia. Wisatawan dapat mengikuti aktivitas pelepasan tukik, patroli pantai, dan edukasi tentang ancaman perburuan telur penyu. Ekowisata penyu di Malaysia sendiri lebih berpusat pada konservasi dan edukasi pelepasan tukik.
Menariknya, banyak pusat konservasi menawarkan merchandise ramah lingkungan. Pada banyak lokasi konservasi, wisatawan dapat membeli berbagai pilihan merchandise yang ramah lingkungan, salah satunya adalah tas kanvas custom, dimana hasil penjualannya digunakan untuk membiayai penelitian, perawatan sarang penyu, hingga edukasi masyarakat pesisir. Hal ini membuat pengalaman wisata bukan hanya menyenangkan, tetapi juga berdampak nyata.
5. Agro-Ecotourism – Italia & Jepang
Soal Ekowisata agro, Jepang dan Italia menawarkan pengalaman berkesan. Agrowisata Italia terkenal dengan tur kebun anggur, kelas memasak makanan tradisional Italia, minyak zaitun, perburuan truffle hingga hasil bumi gourmet. Wisatawan bisa merasakan kenikmatan masakan khas Italia yang sebagian besarnya berasal dari hasil panen mereka sendiri.
![]() |
| Wisata petik strawberry di Jepang |
Jepang juga menjadi favorit dunia berkat kebun teh Uji, kebun stroberi, serta pertanian buah-buahan premium seperti anggur muscat, apel dan stroberi. Wisatawan juga bisa belajar langsung tentang sistem pertanian berkelanjutan yang merupakan bagian dari smart farming, memanen hasil kebun, hingga mencicipi produk segar dari petani lokal.
6. Reforestation Tourism – Kenya & India
Kenya memiliki program reforestasi berbasis komunitas yang melibatkan wisatawan dalam penanaman pohon, pemulihan lahan kritis, hingga edukasi flora endemik. Hutan seperti Aberdares yang merupakan destinasi birdwatching sekaligus trekking yang menarik wisatawan. Turis akan ditawarkan mengikuti campaign leave a green foot, sebuah upaya menghijaukan hutan sekaligus berwisata.
India juga menjalankan proyek penghijauan berskala besar, termasuk pemulihan kawasan Sungai Gangga dan Kaimur Wildlife Sanctuary. Destinasi ini menjadi pilihan populer bagi traveler yang ingin berkontribusi langsung pada restorasi alam.
7. River Tubing & Canoeing – Belize & Kanada
Belize terkenal dengan cave tubing terbaik dunia, di mana wisatawan menyusuri sungai bawah tanah dengan air jernih dan gua purba, dunia bawah tanah milik suku Maya. Selain mengenal keindahan alam di bawah gua, wisatawan akan dikenalkan berbagai artefak dan peninggalan kuno dari suku Maya.
Kanada menjadi tujuan utama pecinta canoeing dengan danau-danau nasional seperti Banff dan Jasper yang sangat terawat juga sungai-sungai dengan lintasan panjang seperti sungai Tatshenshini dan Nahanni. Kegiatan ini menawarkan pengalaman alam yang tenang dan menyegarkan.
8. Wildlife Observation – Tanzania & Kenya
Tanzania dan Kenya merupakan destinasi safari terbaik dunia. Serengeti dan Masai Mara memungkinkan wisatawan menyaksikan migrasi besar wildebeest, singa, gajah, hingga badak hitam.
Aktivitas safari modern kini lebih berfokus pada konservasi, pemantauan satwa liar, dan edukasi tentang ancaman perburuan. Di Kenya, menaiki balon udara adalah alternatif terbaik menyaksikan kawasan konservasi dengan pemandangan senja yang spektakuler. Sementara itu di Tanzania, wisatawan disuguhkan walking safaries dengan ditemani pemandu wisata yang memungkinkan mengamati satwa liar lebih dekat.
9. Ekowisata Mangrove – Thailand & Filipina
Thailand dan Filipina memiliki kawasan mangrove yang dikelola secara profesional, lengkap dengan jalur papan, tour edukatif, dan riset konservasi. Seperti di Bakhawan Mangrove Eco-Park di Kalibo, Aklan Filipina, salah satu lokasi konservasi hutan mangrove yang berhasil direforestasi juga Sasmuan Pampanga Coastal Wetlands dan Las Piñas–Parañaque Critical Habitat, hutan mangrove yang kini menjadi habitat bagi burung migran dan hewan endemik seperti bebek Filipina.
![]() |
| Wisata Mangrove dan Karst Thailand |
Thailand tak kalah menarik, ekowisata di Teluk Phang Nga memiliki hutan mangrove yang lebat dan tebing karst yang indah. Wisata hutan mangrove menjadi favorit karena memberikan pemahaman langsung tentang pentingnya penahan abrasi dan habitat biota laut.
10. Community-Based Tourism – Bhutan & Peru
Bhutan konsisten menjadi contoh ekowisata berbasis budaya terbaik, dengan desa-desa adat yang menjaga tradisi, arsitektur, dan situs lokal. Di Bhutan, wisatawan disuguhkan pengalaman tinggal di rumah penduduk lokal di lembah Pobjikha dan mencicipi masakan hasil pertanian di daerah tersebut. Proyek homestay ini sekaligus digunakan sebagai upaya konservasi burung black necked Cranes.
Peru, terutama wilayah sekitar Machu Picchu, juga menawarkan pengalaman hidup bersama masyarakat lokal, belajar kerajinan tradisional, teknik pewarnaan dan penenunan tekstil tradisional hingga memahami praktik pertanian turun-temurun.
Ekowisata Adalah Cara Baru Menjelajah Dunia
Ekowisata bukan sekadar tren, ia adalah cara baru menikmati dunia dengan lebih bertanggung jawab. Dari trekking di Himalaya hingga melihat tukik kembali ke laut, setiap perjalanan memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat lokal. Dengan memilih negara tujuan dan aktivitas yang tepat, wisatawan tidak hanya mendapatkan pengalaman berkesan tetapi juga berkontribusi pada pelestarian bumi. Nah menarik bukan? Kira-kira ekowisata di negara mana yang pengen banget kalian kunjungi?













