Cara Mengembangkan UMKM Indonesia

Mengembangkan UMKM bukanlah perkara mudah. Apalagi di tengah gempuran produk impor yang harganya relatif murah. Banyak tantangan yang harus dihadapi UMKM, mulai dari kompetitor hingga perubahan dinamika pasar.

Baru-baru ini, MUI mengeluarkan fatwa boikot produk yang mendanai perang. Dikutip dari beranda.co.id , sebuah situs berita online tentang dunia bisnis dan usaha untuk milenial dan Gen Z, meskipun belum diketahui besaran angka yang diakibatkan boikot produk ini bagi perusahaan besar seperti Danone, Unilever maupun Mac Donnalds, namun akun media sosial mereka dipenuhi hujatan dari netizen.

Bazar umkm, salah satu peluang mengenalkan produk umkm

Sebetulnya, aksi boikot ini merupakan kesempatan emas bagi UMKM untuk menunjukkan produknya, membangun usahanya lebih tangguh, karena pada akhirnya banyak masyarakat yang akhirnya mencari produk pengganti dari produk yang diboikot. 

Artikel ini membahas beberapa strategi yang bisa dijalankan para pelaku UMKM untuk meningkatkan daya saing dan mencapai keberlanjutan jangka panjang untuk usaha mereka, apalagi jika datang kesempatan emas seperti sekarang.

Pengertian dan Jenis UMKM di Indonesia

Dilansir dari Katadata, dalam laporan ASEAN Invesment Report tahun 2022, Indonesia memiliki UMKM terbanyak di ASEAN. Terdapat sekitar 65,46 juta unit dan menyerap 97% tenaga kerja. Bagi teman-teman yang belum paham, UMKM merupakan singkatan dari Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Sesuai dengan Undang-Undang No 20 Tahun 2008 tentang UMKM, Usaha mikro merupakan usaha produktif milik perorangan atau lembaga yang berkapasitas menampung 1 hingga 5 pekerja dengan omset maksimal 300 juta pertahun. Sedangkan Usaha Kecil menampung sekitar 6 hingga 20 pekerja dengan omset antara 300 juta hingga 2,5 Milyar pertahun. Sementara usaha menengah menampung kurang dari 100 pekerja dengan omset berkisar 2,5 hingga 50 Milyar pertahun.

Di kalangan masyarakat umum, banyak yang beranggapan bahwa UMKM yang dimaksud merupakan usaha yang bergerak menghasilkan produk tertentu. Padahal, sebenarnya cakupan kegiatan Usaha mikro Kecil dan Menengah yang dimaksud ada banyak. Berikut beberapa contoh kegiatan Usahanya

1. Bidang Kuliner

Bidang kuliner ini cakupannya lumayan luas. bisa berwujud penyediaan makanan dan minuman seperti penjual bakso keliling, kedai makanan atau minuman, kafe, restoran, food truck warung makan makan skala rumahan atau industri pengolahan makanan seperti produsen tahu, keripik, kue basah hingga makanan olahan daging dan ikan dan bukan anak atau cabang perusahaan besar yang biasanya berbentuk PT dengan karyawan lebih dari 100 dan omset diatas 50 Milyar pertahunnya. Mubarok Food Cipta Delicia Jenang adalah salah satu contoh produk jenang Kudus dan UMKM yang sudah go Internasional.

2. Bidang Perdagangan

Warung sembako, toko kelontong, pedagang kaki lima dan los pasar, online shop, makelar, distributor, pemasok sayuran, buah-buahan, penjual daging hingga minimarket juga merupakan UMKM.

3. Fashion dan Kecantikan

salah satu sandal hasil dari umkm sektor industri pengolahan
Salah satu hasil industri pengolahan UMKM

Di bidang fashion produsen kemeja, penjahit, konveksi, hingga produsen sepatu, tas. Sedangkan di bidang kecantikan, ada produsen dan makloon skincare, make up artist, salon, bridal hingga spa. Bidang fashion dan kecantikan ini cenderung diminati selain karena keuntungannya, juga pangsa pasarnya yang lumayan luas. Bagi UMKM yang sudah go internasional, peluang untuk mendapatkan keuntungan pastinya lebih besar. Produk UMKM di bidang fashion yang saat ini sudah Go Internasional antara lain Schmiley Mo, brand sepatu yang dibangun oleh fashion blogger Diana Rikasari lalu Gendhis Bag, produk tas dari Jogja yang terbuat dari bahan-bahan alam seperti bambu, rumput laut dan rotan.

4. Sektor Jasa

UMKM di bidang jasa juga lumayan banyak macamnya seperti jasa laundry atau penatu, bengkel, fotokopi,  jasa medis hingga bimbingan belajar baik online maupun offline.

5. Akomodasi

Banyak pengusaha lokal sektor akomodasi yang masih digolongkan UMKM seperti capsule hotel, hotel melati, penginapan, kos, usaha travel, hingga biro perjalanan

6. Sektor lainnya

Pengembangan perangkat lunak, mebel, handicraft, konstruksi, pengolahan sampah, pengadaan gas kota, interior design, pengecatan rumah, pemasangan instalasi listrik, jasa angkutan dan masih banyak lagi.

Bagaimana Cara Mengembangkan UMKM Indonesia

Rata-rata pelaku UMKM adalah mereka yang permodalannya masih rendah, administrasi keuangannya belum rapi, dan umumnya belum memiliki legalitas usaha seperti ijin PIRT, BPOM, halal, SNI ataupun Nomor Induk Berusaha. Ada beberapa cara agar UMKM bisa berkembang, antara lain

1. Ijin Usaha

Daftarkan legalitas usaha melalui website OSS. Syaratnya adalah kelengkapan akta perusahaan dan AHU jika sudah berbadan hukum, KTP, NPWP, email, nomor hp dan keterangan lokasi usaha. Pendaftaran NIB ini gratis. NIB memiliki banyak manfaat, bisa digunakan saat mengikuti lelang, mempermudah mengakses KUR, mendapatkan pelatihan, mengakses program manfaat dari pemerintah hingga kemudahan bergabung dalam komunitas usaha yang sama.

2. Pembukuan

Rata-rata UMKM belum memiliki pencatatan keuangan, laba rugi maupun neraca. Nah, kini saatnya merupakan catatan keuangan usaha agar mudah mengontrol dan membuat kebijakan terkait usaha yang dijalankan.

3. Digitalisasi Usaha 

Di era digital saat ini, manfaatkan media sosial, website dan pesan instan untuk meningkatkan usaha. Whatsapp busines, grup jual beli facebook, akun media sosial seperti instagram dan tiktok, buay iklan dan katalog  melalui media sosial maupun web, pemasaran via e-commerce seperti shopee dan tokopedia misalnya, bisa dimanfaatkan untuk memperluas pemasaran. Youtube, juga bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan pelatihan ilmu secara gratis di internet.

4. Jalin Kerjasama

Jalin kerjasama dengan pemerintah maupun pihak swasta. Ikuti berbagai macam event seperti pameran, lelang, atau ajukan proposal kerjasama operasional misalnya. Gabung juga dengan komunitas pengusaha UMKM yang sama.

5. Riset Pasar

Kenali siapa konsumen yang tepat untuk usaha yang dijalankan. Misalnya, produk skincare anti jerawat misalnya bisa saja digunakan untuk remaja usia 12 hingga 21 tahun, sementara anti aging bisa digunakan perempuan yang berusia di atas 30 tahun. Dengan riset pasar, pengusaha akan mengetahui untuk siapa, dengan kandungan apa dan harga berapa produk yang akan diluncurkan. 

Nah itu dia beberapa cara yang bisa dilakukan pengusaha untuk mengembangkan UMKM. Pengembangan UMKM ini bukanlah sekedar tentang meningkatkan profit, tapi juga membangun pondasi untuk masa depan. Dengan menerapkan strategi yang tepat, UMKM dapat melangkah menciptakan berbagai peluang dalam dunia bisnis yang terus berkembang. 

website seputar ekonomi dan bisnis beranda.co.id
Beranda.co.id, portal berita online mengenai ekonomi, enterpreneurship dan bisnis untuk gen Z dan milenial

Kalian bisa mendapatkan informasi mengenai UMKM, perkembangan ekonomi, digital marketing, startup, hingga karir melalui website Beranda.co.id. Klik link di bawah ini untuk akses menuju websitenya.

>>> Beranda.co.id <<<<

Next Post Previous Post
1 Comments
  • Okti Li
    Okti Li 1 Desember 2023 pukul 05.38

    Mendapatkan informasi yang cepat dan akurat ini memang sudah jadi kebutuhan ya di jaman digital seperti sekarang. Adanya portal beranda.co.id tentu saja menjadi pilihan bagus. Beritanya lengkap dan mudah dipahami. Gak melulu ditutup iklan yang meresahkan juga kah?

Add Comment
comment url