Jurnal Syukur : Puasa Ramadan Saat Pandemi

Jurnal syukur puasa Ramadan saat pandemi

Ada banyak rasa yang ingin dikeluhkan selama pandemi ini.  Tetapi, mengingat  segala yang Allah berikan kepada kita malu rasanya. Dan ini kutulis jurnal syukurku agar tetap waras yaa..

Alhamdulillah, Syukur Luar biasa


Jika kita telaah lagi, banyak dari kita yang kini berduka dengan keadaan ini. Ekonomi yang sulit membuat pengusaha akhirnya melakukan PHK sehingga banyak pengangguran sana-sini. Belum lagi, pedagang, bisnis travel, makanan, jasa banyak yang mengeluhkan sepinya peminat. Beberapa bahkan akhirnya gulung tikar. Lalu, ketika semua di rumah masih tersedia, pantaskah kita mengeluh?

Aku bersyukur :


1. Masih ada makanan yang disajikan di meja makan
2. Masih ada canda tawa anak-anak di rumah
3. Kita semua masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk berbenah, memperbaiki diri, belajar dan terus berusaha agar tetap Istiqomah.
4. Masih punya sandang dan papan.
5. Masih diijinkan beribadah dengan tenang
6. Masih diberi kelapangan rezeki
7. Masih dipertemukan dengan Ramadan dan diijinkan beribadah berjamaah di rumah
8. Masih diberi nafas dan anggota badan yang sehat untuk mencari rezeki.
9. Masih ada suami yang baik dan sabar
10. Dijauhkan dari dosa yang mungkin kami lakukan saat berjumpa dengan orang banyak

Dan banyak hal..


Lalu, nikmat apalagi yang akan kami dustakan?
Rasanya apa yang kami ingat tak cukup mengungkapkan semua nikmat yang telah Allah berikan. Di 10 hari terakhir Ramadhan ini semoga Allah masih ijinkan kita bertemu dengan Ramadan berikutnya dalam suasana yang lebih baik, bebas pandemi dan hati yang lapang..aamiin..

No comments