Cerpen anak 4 : Kehilangan uang di Persami


Setelah mendengarkan pengarahan kepala sekolah tentang rundown acara dan lomba yang akan diadakan pada upacara pembukaan PERSAMI, semua anak bergegas memasuki tenda untuk mempersiapkan perlombaan yang akan diikuti. Satu kelompok yang terdiri dari 12 hingga 15 anak berada dalam satu tenda. Salah seorang kakak kelas 6 di tenda ditunjuk menjadi ketua yang bertanggung jawab pada anggota di tendanya. Bu Wati bertanggung jawab membimbing kelompok 1, berikutnya ada Bu Merry di kelompok 2, Pak Hadi di kelompok 3, Pak Sis di kelompok 4 dan beberapa guru yang lain juga mengampu para siswa agar tetap menjaga kebersihan dan kenyamanan tenda serta kekompakkan timnya.

Jam telah menunjukkan pukul 10.30 WIB. Anak-anak mempersiapkan peralatan memasak di aula SD Pabelan yang letaknya berada di pinggir lapangan tempat mereka berkemah. Lomba pertama dimulai, kali ini para siswa mengkreasikan lauk dan sayur yang telah mereka siapkan dari rumah. Nola, kak Nabila, Fina, kak Dhea dan Kak Tiara mulai menggoreng lauk, sementara 5 anak lain mempersiapkan nasi yang harus diambil di tenda guru, dan sisanya bertugas mempersiapkan tempat dan minuman untuk teman-teman mereka makan siang. Bu Merry yang mengkoordinir mengarahkan siswanya agar bekerja dengan baik. Bu Merry lalu berkeliling melihat hasil pekerjaan kelompok lain sambil icip-icip masakan para siswa.

Saat perjalanan menuju kelompok anak laki-laki, Bu Merry melihat Rudi, teman sebangku Ndaru menunjukkan  gerak-gerik seperti takut ketahuan. Seperti menyelipkan sesuatu diantara tanaman pagar di depan aula. Bergegas Rudi kembali ke aula dan tanpa disadari perilakunya tertangkap Bu Merry. Bu Merry lalu mendekati tanaman pagar tersebut untuk mengecek apa yang telah diselipkan Rudi.

"Astagfirullah " ucap Bu Merry ketika tiba-tiba seseorang menyentuh pundaknya.
"Ada apa Bu?" Tanya Bu Wati kepada Bu Merry dengan penuh penasaran
"Ayo ikut saja!" Ajak Bu Merry
Mereka berdua mendapati 2 lembar uang lima puluh ribu rupiah terselip diantara tanaman pagar. Bu Merry dan Bu Wati lalu merahasiakan yang terjadi sambil mengusut asal uang yang diselipkan Rudi.

Sore, ketika kegiatan ishoma berlangsung, tiba-tiba ada Nadia, anak kelas 3B melapor kepada Pak Hadi bahwa ia telah kehilangan uangnya di dalam tas. Bu Wati dan Bu Merry yang ada di dekat Pak Hadi memasang wajah penuh selidik karena ternyata uang yang hilang tersebut berjumlah seratus ribu. Bu Merry dan Bu Wati saling berpandangan seakan paham yang terjadi. Dengan hati-hati Bu Merry dan Bu Wati akhirnya melakukan sidak di tenda. Tak ada satupun siswa yang terlihat membawa uang atau memasukkannya ke dalam tas atau berada di sekitar tenda. Bu Merry dan Bu Wati melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menghindari prasangka buruk tentang kejadian siangnya .


No comments