Saturday, July 27, 2019

Berhari Minggu di Perpusda Salatiga

July 27, 2019 16 Comments
Foto perpusda Salatiga tampak samping dan depan
Perpusda Salatiga tampak samping dan depan

Sudah menjadi kebiasaan rutin di keluarga kami, kalau setiap akhir pekan ketika suami libur maka kami sempatkan pergi ke perpusda. Alasan kami sih sebetulnya ingin agar keluarga kami mencintai budaya literasi atau membaca. Dengan keterbatasan koleksi buku di rumah, kami berharap dengan kunjungan kami tiap akhir pekan ini bisa menambah semangat kakak untuk belajar membaca.

Keanggotaan perpusda


Kalau ditanya berapa tahun bergabung jadi member perpusda aku gak tahu, karena dah lama banget, gak pernah ngitung soalnya tapi kalau mau dihitung silahkan..hehe. Pertama kali aku mendaftar menjadi anggota perpusda ketika perpusda Salatiga masih berlokasi di jalan Diponegoro yang saat ini telah beralih fungsi menjadi bangunan Bank Salatiga. Saat itu aku masih duduk di bangku SMP. Berbekal formulir yang telah dimintakan cap RT dan foto 2x3 sebanyak 2 lembar, aku mendaftar jadi anggota. Meski tak rajin-rajin amat pinjam buku sih sebenarnya karena waktu itu aku memang jadi sosok yang lebih pendiam ketimbang saat SD, jadi waktuku lebih banyak kuhabiskan untuk membaca. Bahkan saat SMP aku memiliki beberapa kartu peminjaman buki, dimana persewaan buku dan komik bertebaran di Salatiga. Saat aku SMA, perpusda Salatiga ternyata berpindah lokasi, meski masih di jalan yang sama, saat itu perpusda Salatiga pindah di sebelah gedung AMA.

Terakhir aku meminjam buku dengan kartu lamaku, perpusda mulai berbenah dan pemerintah kota Salatiga saat itu mulai membangun perpusda menjadi lebih kokoh dengan bangunan serta sarana prasarana yang lebih lengkap dan berpindah lokasi di sebelah kantor diknas di jalan LMU Adisucipto. Akhirnya mau tak mau, aku memperbarui kartuku lagi agar bisaeminjam buku lagi. Bersyukur di pendaftaran anggota perpusda Salatiga kita tak perlu lagi menyiapkan foto karena saat mendaftar kita langsung diminta berfoto di perpusda dan kartunya pun tak lagi tebal berisi daftar buku yang dipinjam tapi lebih praktis, mirip KTP gitu. Kalau di kartu lamaku nomor ID perpusda di angka dua ratus, di kartu lamaku aku mendapat ID bernomor 3000an dan suamiku di angka 20.000an. Wow.. angkanya menunjukkan perkembangan yang signifikan menurutku. Ternyata dari hari ke hari minat masyarakat untuk bergabung menjadi member perpusda semakin besar. Bahkan perpusda Salatiga sering dijadikan proyek percontohan perpusda daerah lain lho..

Fasilitas di Perpusda Salatiga


Bangunan perpusda Salatiga terdiri dari 3 lantai. Lantai pertama adalah bagian arsip dan kantor karyawan. Sementara lantai 2 adalah lantai utama yang terdiri dari ruangan layanan pengembalian, ruangan layanan peminjaman dan akses internet gratis (disini sih pengunjung juga bisa menikmati etalase wayang suluh, maket bangunan perpusda dan map Salatiga, koleksi kaset, majalah dan koran dan tersedia tempat baca untuk pengunjung), ruang buku braille, ruang baca anak, ruang laktasi, ruang broadband yang sering dimanfaatkan untuk kegiatan baik workshop dari perpus atau instansi lain maupun untuk nonton film bareng yang sering diadakan perpusda. Sedangkan lantai 3 merupakan tempat display buku koleksi perpusda yang telah diatur sesuai nomor panggilnya, ruang referensi dan tempat baca baik yang menggunakan kursi maupun lesehan. Di lantai 3, ruangannya lumayan panas meski telah disediakan pendingin. Ini dikarenakan lantai 3 memang lebih dekat atap bangunan.
Gambar patung literasi sisi kiri perpus, mushola, parkir mobil keliling dan gazebo belakang
Dari kiri searah jarum jam, sisi kiri bangunan gedung perpusda, mushola, parkir mobil perpus keliling, gazebo belakang perpusda

Perpus ini sendiri sudah memiliki koleksi ribuan buku dan jumlahnya terus bertambah karena setiap bulannya selalu ada buku baru yang ditambahkan. Bahkan pengunjung bisa mengusulkan buku apa yang kira-kira perlu ditambahkan dengan mengisi form digit yang tersedia di samping meja layanan pengembalian buku. Biasanya buku new release atau terbitan baru akan dipajang di depan meja layanan pengembalian, dekat dengan pintu masuk agar setiap pengunjung yang datang bisa melihat koleksi buku terbaru perpusda Salatiga. Jika kamu ingin pergi ke perpusda, biasanya hari Senin - Jumat perpusda buka mulai dari jam 07.30 - 20.00 WIB, sedangkan hari Sabtu-Minggu akan buka mulai pukul 08.00 - 16.00 WIB dan tanggal merah perpus libur Yaa..

Fasilitas-fasilitas yang bisa dinikmati di perpusda Salatiga antara lain:
  1. WiFi gratis
  2. PC yang tersambung internet
  3. Gazebo di bagian belakang perpus berikut saklar colokan yang bisa dimanfaatkan untuk tempat diskusi atau cari inspirasi
  4. Mushola
  5. Kantin(sedang dalam pengembangan)
  6. Jalur tangga khusus pengguna kursi roda
  7. Taman ramah anak di samping perpusda
  8. Parkir yang cukup luas
  9. Rak penitipan tas (lantai 2)
  10. Ruang broadband yang bisa dipinjam untuk kegiatan seperti seminar dll (lantai 2)
  11. Ruang buku braille (lantai 2)
  12. Ruang laktasi (lantai 2)
  13. Ruang anak dan mainan edukatif (lantai 2)
  14. Ruang khusus referensi (lantai 2)
  15. Toilet baik di dalam maupun di luar bangunan
  16. Kliping koran dan majalah
  17. Koleksi buku dan majalah terbaru
  18. Katalog yang bisa diakses online (Untuk menemukan buku yang dicari dan disediakan di lantai 3 dan bisa pula diakses dari hp)
  19. Layanan perpus keliling yang siap menjangkau hingga pelosok di Salatiga
  20. Layanan peminjaman buku digital yang bisa diakses dengan mendownload aplikasi iSalatiga via Playstore.
  21. Layanan opac Salatiga yang terintegrasi dengan beberapa sekolah dan instansi yang ada di Salatiga sehingga pembaca bisa mencari literatur yang mungkin tak ada di perpusda tapi bisa diakses di beberapa sekolah atau instansi yang ada.
Foto maket kota Salatiga difoto dari lantai 3 perpusda
Difoto dari atas, tampak maket peta kota Salatiga dan display wayang suluh
Foto koleksi kliping dan majalah terbitan lama tersimpan rapi perpusda
Koleksi kliping surat kabar dan majalah cetakan lama
Foto ruang referensi, katalog dan tempat baca yang nyaman perspida
Dari kiri atas searah jarum jam, ruang referensi, online katalog lantai 3, tempat baca berkursi dan ruang baca lesehan

Ramah Anak


Menurutku sih, perpusda lumayan ramah anak. Ini aku lihat karena begitu banyaknya pengunjung anak-anak juga. Di perpusda sendiri, tersedia ruang anak yang di dalamnya terdapat banyak buku yang dikhususkan untuk anak beserta mainan edukatif. Sebenarnya sih ada layanan dongeng anak di perpusda kalau ada anak request ingin didongengkan tapi kesempatan ini jarang dimanfaatkan pengunjung.
Foto ruang anak, anak bermain balok dan membaca buku, terdapat koleksi buku anak dan mainan edukatif perspida salatiga
Ruang anak, terdapat mainan edukatif dan dilengkapi TV LCD untuk memutar film

Selain itu, di bagian luar gedung yang bersebelahan dengan SD Negeri 5 Salatiga terdapat fasilitas bermain anak seperti ayunan dan tangga Titian yang sengaja disediakan pihak perpusda untuk memfasilitasi pengunjung terutama anak-anak.

Yuk teman2nya kita ke perpusda Salatiga, weekend menjadi menyenangkan bersama anak, minim budget dan free gadget.

Friday, July 19, 2019

Review: Kira-kira Baby Lotion

July 19, 2019 21 Comments
Kira-kira Baby Lotion

Hai Moms,setelah sekian lama tak menulis lalu aku aku kuatkan tekad untuk nulis lagi, hehe. O ya  ini pertama kalinya aku dapat kesempatan review produk skin care buat baby. Nah, aku dapat produk ini karena diberi kesempatan oleh Yukcoba.in buat mengulas pendapat aku mengenai produk ini. O ya, kalau kamu juga pengen dapet produk-produk tester dari yuk cobain bisa klik link disini

Kira-kira Baby Lotion
Adek dan kira-kira Baby Lotion

Merupakan produk keluaran Jepang yang diperuntukkan khusus baby, berbahan dasar air,  formula susu sapi Hokkaido serta minyak Baobab yang dipercaya mampu melembutkan dan menghaluskan kulit serta membuat kulit tampak lebih sempurna. Baca ulasan mengenai minyak Baobab disini.

Kemasan produk

Bagian depan dan belakang kemasan kira-kira Baby Lotion 40 ml
Bagian depan dan belakang kemasan

Untuk kemasan produknya sendiri sebenarnya ada yang kemasan mungil langsung tuang 40 ml dan kemasan tekan 380 ml dengan detail warna kemasan putih dan bertutup biru yang mudah diulir. Kemasannya sepertinya didesain agar mudah dituang ke tangan dan desain botolnya pun cukup simple tapi lucu. Dengan gambar bayi yang sedang tersenyum. Beberapa masih menggunakan tulisan dalam bahasa Jepang tetapi di bagian belakang, petunjuk  penggunaan ditambahkan label berbahasa Indonesia.

Ingredient

Kira-kira baby Lotion mengandung ekstrak susu sapi dari Hokkaido Jepang, ramah di kulit karena water based formulanya dan minyak Baobab yang bersertifikat organik.
Komposisinya bahkan dideskripsikan satu persatu darimana bahannya berasal (ada di bagian belakang kemasan)

Air, propaniedol (sumbernya dari intisari jagung), Caprylic/Capric Trigliserida (disarikan dari palm), Cetyl Alcohol ( dari intisari kelapa dan palm), Glycerin (dari palm), 1,2-Hexanedial, Ammonium Acryloyldimethyltaurate/ Beheneth-25 Methacrylate Crosspolymer, Lecithin (dari kedelai), Caprylhydroxamic Acid (dari kelapa), Tocopheryl Acetate, Adansonia Digital Speed Oil (biji Baobab liar), fragrance (parfum), ekstrak susu sapi, Butylene Glycol

Tekstur

Telapak tangan dituang kira-kira Baby Lotion
Warnanya cantik, putih mengkilap gitu

Tekstur cairannya cukup encer, berwarna putih mengkilap (pearl white) dengan wangi lembut yang emang cocok buat bayi. Aku test produk ini di tangan dan kaki sebelum aku cobakan ke anak. Lotionnya mudah diserap kulit dan tak meninggalkan lengket. Sebenarnya di dalam komposisinya ada fragrancenya juga tapi baunya soft, hampir mirip susu apa beras gitu..

Petunjuk penggunaan

Cara pemakaiannya terbilang mudah, cukup tuang ke telapak tangan lalu pijatkan lembut pada kulit bayi setelah mandi atau jika diperlukan.



Kekurangan dan kelebihan

Kekurangan

  • Tampilan luarnya  menurutku desainnya terlalu simple, lebih mirip skincare untuk dewasa
  • Tidak ada filter di tutupnya jadi misal botolnya jatuh, tumpahannya bisa banyak
  • Belum ada label halalnya


Kelebihan
  • Cairannya gampang meresap di kulit
  • Tidak menimbulkan lengket
  • Bahan tersertifikasi Nippon DSG Technology
  • Berbahan dasar air
  • Kandungannya alami dan berasal dari bahan organik
  • Lolos uji alergi

Rekomendasi

Apakah menurutku produk ini layak dipertimbangkan untuk dibeli? YESS menurutku.
Di musim kemarau tapi dingin juga kalau malam tentunya ada rasa khawatir kalau kulit bersisik apalagi bayi lagi suka belajar jalan dan berpanas-panasan. Produk ini very recommended buat dicoba. Bintang lima deh..





recent posts

Featured post

Kenangan : Traveling Bersama Bapak Saat Kecil

Aku selalu ingat, kala bapak mengajakku traveling kala kecil dulu. Ini menjadi permata pengalamanku yang tak bisa kulupakan. Bahkan hingga...