Pendidikan Fitrah seksualitas anak


Fitrah seksualitas


Setiap manusia dilahirkan sesuai dengan kodratnya masing-masing. Baik lelaki maupun perempuan, semuanya memiliki peranan dan tanggung jawab penting dimana dengan peran tersebut, kedudukan keduanya sama di mata Allah. Yaitu sama-sama memiliki amanah beribadah kepada Allah dengan sebaik-baiknya.

Tujuan Pendidikan Fitrah Seksualias

Dalam perjalanan awal pertumbuhannya, anak memang seharusnya dididik sesuai fitrah seksualitasnya agar kelak ketika dewasa anak-anak menyadari akan peran dan gendernya. Secara umum, tujuan dari pendidikan Fitrah seksualitas itu sendiri adalah :

1. Agar anak tumbuh sesuai kodratnya


Sesuai kodratnya berarti jika ia seorang perempuan maka selayaknya ia tumbuh menjadi pribadi yang memiliki Feminimitas 75% dan maskulinitas 25%. Sebaliknya, laki-laki akan tumbuh dengan sifat maskulinitas 75 % dan Feminimitas sebesar 25%.

2. Agar anak tumbuh sesuai perannya

Peran ayah sang raja tega dan ibu yang penuh kelembutan pembasuh luka
Peran ayah dan ibu dalam pendidikan seksualitas anak
Sumber : presentasi kelompok 3 kuliah bunda sayang level 11 batch 4 IIP

Dengan mengajarkan fitrah seksualitas sejak dini, diharapkan anak tumbuh sesuai perannya di muka bumi. Selain sebagai Khalifah di bumi. Ia juga harus berperan sebagaimana dia diciptakan. Anak laki-laki untuk menjadi suami yang baik dan anak perempuan untuk menjadi istri yang baik kelak. Maka dari itu, Orangtua perlu menyiapkan bekal agar anak matang akalnya dan mampu mengemban amanahnya kelak dengan baik.

3. Melindungi dari kejahatan seksual


Kekerasan seksual kadang justru muncul di antara orang terdekat. Sudah selayaknya orang tua membekali anak dengan kasih sayang yang cukup, mengajarkan adab menjaga aurat dan meminta ijin, serta mengajarkan anak bagaimana bersikap dengan orang lain.

4. Mencegah dari perilaku menyimpang


Perilaku menyimpang, seperti LGBT terjadi karena pola asuh yang salah baik oleh orang tua dan lingkungan sehingga pendidikan Fitrah memang sudah sepatutnya menjadi prioritas orang tua.

Mengajarkan Fitrah Seksualitas di Keluarga


Lalu, bagaimana cara menerapkan pendidikan Fitrah tersebut di keluarga? Caranya antara lain :

1. Menumbuhkan imaji positif dan kecintaan


Di awal perkembangan antara usia 0-3 tahun, tugas orang tua dalam membangun kedekatan dengan anak adalah dengan menumbuhkan prasangka yang baik ke anak sehingga membuat anak dekat dengan orang tua dan mau berbagi perasaannya. Usaha yang bisa dilakukan antara lain dengan memberi ASI yang cukup hingga usia 2 tahun, memberikan ASI di ruangan tertutup, berbagi peran antara ayah dan bunda sehingga anak merasa dicukupkan kasih sayangnya, menceritakan kebaikan pasangan, mulai mengenalkan bagian anggota tubuh dengan nama sebenarnya ke anak.

2. Memperkuat identitas gender


Yang bisa dilakukan orang tua antara lain,ketika anak berada di usia 0-3 tahun, semua anak baik laki-laki maupun perempuan didekatkan ke ibunya , di usia 3-7 tahun anak didekatkan baik dengan ayah maupun ibunya. Di usia  7-14 tahun anak didekatkan sesuai gendernya, ayah dengan anak laki-laki dan ibu dengan anak perempuan. Kemudian di usia 14 tahun ,orang tua bertukar peran dimana anak perempuan didekatkan dengan ayah dan laki-laki dengan ibunya.

3. Mengajarkan interaksi dengan sekitar


Dalam hal ini anak dididik bagaimana menjaga aurat dengan cara mengajarkan istinja (toilet training), memberi ASI dengan tidak menyambi dengan pekerjaan apapun dan dilakukan di ruangan tertutup, tidak ikhtilath (bercampur baur antara laki-laki dan perempuan, bagaimana harus bersikap hati-hati dengan orang tak dikenal, serta mengajarkan cara berkomunikasi, membangun relasi, dan bernegosiasi serta batasan-batasannya.

4. Menjaga dari yang merusak


Tugas Orangtua, dalam hal ini ayah adalah mengajarkan bentuk ketegasan dan kepatuhan sementara ibu dalam bentuk kasih sayang. Peran lainnya adalah menjaga anak dengan membatasi pemakaian gadget di usia dini dan menemaninya saat menggunakan gawainya.

Sumber : FBE ust. Harry Santosa
Materi kuliah bunda sayang level 11

No comments