Showing posts with label Travelling. Show all posts
Showing posts with label Travelling. Show all posts

Thursday, July 2, 2020

Kenangan : Traveling Bersama Bapak Saat Kecil

July 02, 2020 0 Comments
Aku selalu ingat, kala bapak mengajakku traveling kala kecil dulu. Ini menjadi permata pengalamanku yang tak bisa kulupakan. Bahkan hingga postingan ini kutulis.

Pengalaman Liburan Masa Kecil


Bisa dibilang, masa kecilku penuh dengan travelling alias jalan-jalan. Waktu itu bapak masih belum banyak tanggungan, tak diburu kejar setoran karena harus menanggung pendidikan keponakan dari keluarga bapak dan menyekolahkan dua adek dari keluarga ibuku. Belum lagi tuntutan semua tagihan bulanan keluarga yang membuat bapak dan ibu bekerja ekstra keras sehingga tak ada waktu bersenang-senang. Bisa dibilang, orangtuaku memang luar biasa.

Aku masih ingat suka menangis kala ditinggal bapak pergi berbelanja bahan percetakan atau menemui juru gambar di Solo. Karena tak tega, akhirnya aku diajak juga pergi berdua bersama bapak. Bapakku yang seorang wiraswasta di bidang percetakan memang sering ke Solo dan Semarang untuk berbelanja kebutuhan sablon, kadang pekerjaan tersebut juga diwakili ibuku.

Suatu ketika, aku ikut bapak ke Solo. Bapak menawariku naik travel atau memilih bis. Naik bis  tingkat di Solo kala itu jadi semacam kebanggaan tersendiri buatku, otomatis aku pilih naik bis. Setelah semua yang dibutuhkan untuk percetakan terpenuhi, bapak akan mengajak jalan-jalan ke sekitaran Solo. Pernah ke Taman Satwa Taru Jurug untuk memenuhi rasa penasaranku tentang Kebun Binatang, pernah juga mampir ke Toko Roti dan Donat Amdon yang terkenal di masanya. Roti Amdon (American Donut) yang beralamat di Jalan Slamet Riyadi 90 ini menjual aneka roti yang lumayan enak, ditambah icing gula yang dihias menarik diatas roti membuatku sumringah melihatnya. Aku lupa berapa tepatnya usiaku waktu itu.


Kenangan Masa Kecil : Roti Andon Solo
Lokasi Roti Amdon dekat dengan SMP Bintang Laut Surakarta


Pernah juga tanpa persiapan apapun aku ikut bapak ke Solo naik travel, di jalan aku mabuk kendaraan dan akhirnya bapak memutuskan turun di jalan dan naik taksi. Hehe, akhirnya niat bapak untuk belanja  jadi tertunda karena anaknya teler.

Traveling Paling Berkesan

Aku adalah anak kedua dari empat bersaudara, tapi di usia bayi kakakku meninggal. Otomatis peran anak pertama tergantikan olehku. Aku dan adik pertamaku yang berjarak lima tahun sering menikmati plesiran bersama bapak terutama kalau saudara sepupu ibu dari Belanda pulang ke Indonesia. Meski tak sampai diajak traveling ke luar negeri (haha, ngarep) tapi bagiku itu sudah membuatku bahagia.

Rata-rata tempat yang kami kunjungi adalah Kota seputaran Jawa Tengah kala itu seperti Sekarang, Solo, dan Jogja. Aku juga ingat pernah diajak berburu barang-barang antik di Sriwedari.

Yang paling berkesan ketika kami  ke Jogja. Kami berkunjung ke Candi Borobudur, Candi Prambanan, Malioboro dan Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta. Gembira Loka kala itu belum sebagus penataannya seperti sekarang, tapi kenangannya begitu membekas. Masih ingat waktu aku foto bersama orangutan kala itu. Sambil takut aku beranikan berpose sama saudara tua, hehe. Sebenarnya pengen sih upload fotonya disini, tapi sayang waktu itu aku belum berhijab jadi kutunda niatku.

Sebenarnya pengen juga ngajak anak ke Gembira Loka dan berwisata di seputaran Jogja. Sayang, meski sudah new normal jumlah yang positif Covid-19 justru menanjak tajam. Seakan banyak yang sudah merasa nyaman, jadi abai dengan protokol selama pandemi Covid-19. Jadi inget pesan dokter Reisa untuk jaga kesehatan dan kebersihan selama wabah Corona ini. Semoga wabah yang mendunia ini segera berakhir, sudah kangen traveling banget-banget. Anak-anak juga sudah rindu pengen segera sekolah lagi.


Ah iya, aku juga berharap agar kedua orangtuaku juga selalu sehat. Kenangan yang mereka berikan tentu menjadi hal terindah sepanjang hidupku. Semoga Allah menyayangi mereka berdua dan melimpahkan keberkahan sepanjang usia mereka.

Friday, October 18, 2019

4 Rekomendasi Wisata Bernuansa Alam di Sekitar Salatiga

October 18, 2019 4 Comments
Libur telah tiba, horee..hatiku gembira..
Sebaris lagu dari Tasya Kamila mengingatkanku bahwa tinggal dua bulan lagi liburan tiba. Ehehe, akhir tahun selalu ditunggu-tunggu. Momen untuk bisa mudik atau liburan dengan keluarga sudah di depan mata. Kira-kira akhir tahun ini, keleyan mau kemana guys? Yuk, tentukan lokasi wisata yang mau kamu kunjungi. Aku punya beberapa rekomendasi Wisata Bernuansa alam di sekitar Salatiga yang bisa kamu kunjungi lho..

1. Ketep Pass
Ketep pass
Ketep Pass
Source : klikdieng.com

Berlokasi di Sawangan, Kabupaten Magelang Ketep Pass menyajikan pesona keindahan alam dari gardu pandang dimana kita bisa menyaksilan 5 gunung sekaligus, antara lain Merapi, Merbabu,l Sindoro, Sumbing, dan Slamet. Berjarak sekitar 32 km dari Salatiga dan 35 km dari Kota Magelang, Ketep Pass selain menawarkan pesona pemandangan, juga mengajak wisatawan mengenal lebih dalam tentang kegunungapian. Di Ketep Pass ini pengunjung diajak mengenal lebih jauh tentang Vulkanologi dengan dihadirkannya Museum kegunungapian dan Ketep Volcano Theatre, pemutaran film seputar sejarah dan perjalanan gunung api Merapi. Untuk masuk ke Ketep Pass, pengunjung cukup membayar Rp. 7000,- di hari kerja dan dikenakan Rp. 10.000 saat akhir pekan. Tarif yang sama berlaku jika ingin menyaksikan pemutaran film kegunuapngapian. Agar bisa menyaksikan pemandangan tanpa tertutup kabut, disarankan untuk mengunjungi tempat ini pagi hari.

2. Taman Bunga Celosia
Taman bunga Celosia
Taman bunga Celosia
Source : IG Zaenury_kun

Setelah menikmati keindahan Ketep Pass, ada salah satu taman bunga yang berlokasi di Bandungan Ambarawa, tepatnya di KM 5 jalan menuju Candi Gedong Songo. Tempat wisata yang menawarkan keindahan bunga-bunganya ini sangat instagramabel, cocok banget dipakai untuk foto prewedding. Tiket masuk taman bunga Celosia berkisar antara Rp. 20.000 - Rp. 25.000 dan pengunjung diminta menambah Rp. 20.000 lagi jika ingin menikmati keindahan ke -3 lokasi taman bunga Celosia yang masih satu kawasan. Berasa di taman bunga di Eropa, tetapi ketika berkunjung sebaiknya hindari hari libur atau akhir pekan jika ingin lebih leluasa menikmati karena biasanya pengunjung selalu penuh di akhir pekan.

3. Candi Gedong Songo

Masih satu jalur dengan taman bunga Celosia , belum lengkap rasanya ketika di Bandungan tidak mampir ke Candi Gedong Songo. Candi bernuansa Hindu ini dinamakan gedong songo karena memiliki 9 candi. Diantara gedong 3 menuju gedong 4 terdapat sumber air panas yang dipercaya menyembuhkan berbagai penyakit gatal (soalnya mengandung belerang).

4. Mata Air Senjoyo
Ikan di mata air Senjoyo
Ikan di mata air Senjoyo
Source : IG Listyand

Menuju Salatiga, daerah pegunungan dengan suhu yang lebih hangat dari Kopeng dan Bandungan terdapat sebuah sendang stau pemandian mata air alami senjoyo. Sebelum dikelola dengan baik, sebelumnya Mata air Senjoyo biasanya dimanfaatkan untuk mandi, mencuci karpet dan pengaliran air bersih PDAM karena airnya yang begitu melimpah. Tak puas rasanya jika tak kecehan atau bermain air di tempat ini. Kini mata air Senjoyo berbenah, di beberapa sendang terdapat ikan yang akan nampak mengikuti kita ketika selfie. Ditawarkan wahana bebek air jika ingin menikmati keindahan sendang, atau jika ingin telusur sungai, masuklah ke kawasan setelah sendang. Sungai kecil berair jernih ini sangat segar dan bening, sebening kaca lhoo. Kulinernya tak kalah enak, sebagai daerah penghasil jembak ( nama lain selada air) di tempat ini ditawarkan gorengan bernama rolade jembak yang legendaris dan gurih jika dinikmati panas-panas.

Saturday, July 27, 2019

Berhari Minggu di Perpusda Salatiga

July 27, 2019 16 Comments
Foto perpusda Salatiga tampak samping dan depan
Perpusda Salatiga tampak samping dan depan

Sudah menjadi kebiasaan rutin di keluarga kami, kalau setiap akhir pekan ketika suami libur maka kami sempatkan pergi ke perpusda. Alasan kami sih sebetulnya ingin agar keluarga kami mencintai budaya literasi atau membaca. Dengan keterbatasan koleksi buku di rumah, kami berharap dengan kunjungan kami tiap akhir pekan ini bisa menambah semangat kakak untuk belajar membaca.

Keanggotaan perpusda


Kalau ditanya berapa tahun bergabung jadi member perpusda aku gak tahu, karena dah lama banget, gak pernah ngitung soalnya tapi kalau mau dihitung silahkan..hehe. Pertama kali aku mendaftar menjadi anggota perpusda ketika perpusda Salatiga masih berlokasi di jalan Diponegoro yang saat ini telah beralih fungsi menjadi bangunan Bank Salatiga. Saat itu aku masih duduk di bangku SMP. Berbekal formulir yang telah dimintakan cap RT dan foto 2x3 sebanyak 2 lembar, aku mendaftar jadi anggota. Meski tak rajin-rajin amat pinjam buku sih sebenarnya karena waktu itu aku memang jadi sosok yang lebih pendiam ketimbang saat SD, jadi waktuku lebih banyak kuhabiskan untuk membaca. Bahkan saat SMP aku memiliki beberapa kartu peminjaman buki, dimana persewaan buku dan komik bertebaran di Salatiga. Saat aku SMA, perpusda Salatiga ternyata berpindah lokasi, meski masih di jalan yang sama, saat itu perpusda Salatiga pindah di sebelah gedung AMA.

Terakhir aku meminjam buku dengan kartu lamaku, perpusda mulai berbenah dan pemerintah kota Salatiga saat itu mulai membangun perpusda menjadi lebih kokoh dengan bangunan serta sarana prasarana yang lebih lengkap dan berpindah lokasi di sebelah kantor diknas di jalan LMU Adisucipto. Akhirnya mau tak mau, aku memperbarui kartuku lagi agar bisaeminjam buku lagi. Bersyukur di pendaftaran anggota perpusda Salatiga kita tak perlu lagi menyiapkan foto karena saat mendaftar kita langsung diminta berfoto di perpusda dan kartunya pun tak lagi tebal berisi daftar buku yang dipinjam tapi lebih praktis, mirip KTP gitu. Kalau di kartu lamaku nomor ID perpusda di angka dua ratus, di kartu lamaku aku mendapat ID bernomor 3000an dan suamiku di angka 20.000an. Wow.. angkanya menunjukkan perkembangan yang signifikan menurutku. Ternyata dari hari ke hari minat masyarakat untuk bergabung menjadi member perpusda semakin besar. Bahkan perpusda Salatiga sering dijadikan proyek percontohan perpusda daerah lain lho..

Fasilitas di Perpusda Salatiga


Bangunan perpusda Salatiga terdiri dari 3 lantai. Lantai pertama adalah bagian arsip dan kantor karyawan. Sementara lantai 2 adalah lantai utama yang terdiri dari ruangan layanan pengembalian, ruangan layanan peminjaman dan akses internet gratis (disini sih pengunjung juga bisa menikmati etalase wayang suluh, maket bangunan perpusda dan map Salatiga, koleksi kaset, majalah dan koran dan tersedia tempat baca untuk pengunjung), ruang buku braille, ruang baca anak, ruang laktasi, ruang broadband yang sering dimanfaatkan untuk kegiatan baik workshop dari perpus atau instansi lain maupun untuk nonton film bareng yang sering diadakan perpusda. Sedangkan lantai 3 merupakan tempat display buku koleksi perpusda yang telah diatur sesuai nomor panggilnya, ruang referensi dan tempat baca baik yang menggunakan kursi maupun lesehan. Di lantai 3, ruangannya lumayan panas meski telah disediakan pendingin. Ini dikarenakan lantai 3 memang lebih dekat atap bangunan.
Gambar patung literasi sisi kiri perpus, mushola, parkir mobil keliling dan gazebo belakang
Dari kiri searah jarum jam, sisi kiri bangunan gedung perpusda, mushola, parkir mobil perpus keliling, gazebo belakang perpusda

Perpus ini sendiri sudah memiliki koleksi ribuan buku dan jumlahnya terus bertambah karena setiap bulannya selalu ada buku baru yang ditambahkan. Bahkan pengunjung bisa mengusulkan buku apa yang kira-kira perlu ditambahkan dengan mengisi form digit yang tersedia di samping meja layanan pengembalian buku. Biasanya buku new release atau terbitan baru akan dipajang di depan meja layanan pengembalian, dekat dengan pintu masuk agar setiap pengunjung yang datang bisa melihat koleksi buku terbaru perpusda Salatiga. Jika kamu ingin pergi ke perpusda, biasanya hari Senin - Jumat perpusda buka mulai dari jam 07.30 - 20.00 WIB, sedangkan hari Sabtu-Minggu akan buka mulai pukul 08.00 - 16.00 WIB dan tanggal merah perpus libur Yaa..

Fasilitas-fasilitas yang bisa dinikmati di perpusda Salatiga antara lain:
  1. WiFi gratis
  2. PC yang tersambung internet
  3. Gazebo di bagian belakang perpus berikut saklar colokan yang bisa dimanfaatkan untuk tempat diskusi atau cari inspirasi
  4. Mushola
  5. Kantin(sedang dalam pengembangan)
  6. Jalur tangga khusus pengguna kursi roda
  7. Taman ramah anak di samping perpusda
  8. Parkir yang cukup luas
  9. Rak penitipan tas (lantai 2)
  10. Ruang broadband yang bisa dipinjam untuk kegiatan seperti seminar dll (lantai 2)
  11. Ruang buku braille (lantai 2)
  12. Ruang laktasi (lantai 2)
  13. Ruang anak dan mainan edukatif (lantai 2)
  14. Ruang khusus referensi (lantai 2)
  15. Toilet baik di dalam maupun di luar bangunan
  16. Kliping koran dan majalah
  17. Koleksi buku dan majalah terbaru
  18. Katalog yang bisa diakses online (Untuk menemukan buku yang dicari dan disediakan di lantai 3 dan bisa pula diakses dari hp)
  19. Layanan perpus keliling yang siap menjangkau hingga pelosok di Salatiga
  20. Layanan peminjaman buku digital yang bisa diakses dengan mendownload aplikasi iSalatiga via Playstore.
  21. Layanan opac Salatiga yang terintegrasi dengan beberapa sekolah dan instansi yang ada di Salatiga sehingga pembaca bisa mencari literatur yang mungkin tak ada di perpusda tapi bisa diakses di beberapa sekolah atau instansi yang ada.
Foto maket kota Salatiga difoto dari lantai 3 perpusda
Difoto dari atas, tampak maket peta kota Salatiga dan display wayang suluh
Foto koleksi kliping dan majalah terbitan lama tersimpan rapi perpusda
Koleksi kliping surat kabar dan majalah cetakan lama
Foto ruang referensi, katalog dan tempat baca yang nyaman perspida
Dari kiri atas searah jarum jam, ruang referensi, online katalog lantai 3, tempat baca berkursi dan ruang baca lesehan

Ramah Anak


Menurutku sih, perpusda lumayan ramah anak. Ini aku lihat karena begitu banyaknya pengunjung anak-anak juga. Di perpusda sendiri, tersedia ruang anak yang di dalamnya terdapat banyak buku yang dikhususkan untuk anak beserta mainan edukatif. Sebenarnya sih ada layanan dongeng anak di perpusda kalau ada anak request ingin didongengkan tapi kesempatan ini jarang dimanfaatkan pengunjung.
Foto ruang anak, anak bermain balok dan membaca buku, terdapat koleksi buku anak dan mainan edukatif perspida salatiga
Ruang anak, terdapat mainan edukatif dan dilengkapi TV LCD untuk memutar film

Selain itu, di bagian luar gedung yang bersebelahan dengan SD Negeri 5 Salatiga terdapat fasilitas bermain anak seperti ayunan dan tangga Titian yang sengaja disediakan pihak perpusda untuk memfasilitasi pengunjung terutama anak-anak.

Yuk teman2nya kita ke perpusda Salatiga, weekend menjadi menyenangkan bersama anak, minim budget dan free gadget.

recent posts

Featured post

Kenangan : Traveling Bersama Bapak Saat Kecil

Aku selalu ingat, kala bapak mengajakku traveling kala kecil dulu. Ini menjadi permata pengalamanku yang tak bisa kulupakan. Bahkan hingga...