Showing posts with label Parenting. Show all posts
Showing posts with label Parenting. Show all posts

Thursday, June 25, 2020

Anak Belajar Dari Rumah, Ini Yang Perlu Disiapkan

June 25, 2020 0 Comments
Hal Yang perlu disiapkan saat anak belajar online dari rumah

Kini kita dihadapkan pada tugas besar.  Kebijakan pendidikan selama pandemi membuat kita harus berbenah. Pendidikan sejatinya bukan hanya jadi tanggung  jawab guru atau pengajar tapi juga orangtua di rumah. Di masa transisi menuju new normal ini, apa yang sebaiknya dipersiapkan untuk membimbing anak belajar dari rumah?

Kebijakan New Normal


Di masa transisi menuju new normal dan tahun ajaran baru, pemerintah telah menyiapkan berbagai rencana kegiatan belajar mengajar, termasuk menyusun panduan penyelenggaraan program pembelajaran di masa pandemi Corona. Semua jenjang pendidikan akan dimulai serentak pada Juli 2020. Hanya saja dalam pelaksanaanya, semuanya disesuaikan pada kondisi masing-masing wilayah. Bagi yang daerahnya berzona hijau (aman) diijinkan melakukan tatap muka dengan terlebih dahulu mengantongi ijin dari orangtua, satuan pendidikan, Pemda atau kantor kemenag tapi tidak berlaku pada sekolah  dan madrasah  berasrama.
Sedang daerah berzona kuning, oranye dan merah tidak diperkenankan membuka kegiatan belajar secara tatap muka di bulan pertama, baik yang berasrama maupun tidak. 
Di bulan pertama new normal, kegiatan belajar mengajar lebih diprioritaskan bagi jenjang pendidikan SMA yang dijalankan dengan protokol tetap memakai masker, tersedia sarana prasarana kesehatan di sekolah, sarana cuci tangan serta disinfektan. Kabar terbaru bahkan kegiatan belajar mengajar PAUD dan TK baru bisa dimulai pada bulan November dengan evaluasi jika grafik jumlah penyebaran Covid-19 mengalami kenaikan.

Hal Yang Perlu Disiapkan Dalam Menemani Belajar Online di Rumah


Sebagai seorang pengajar di salah satu bimbel, sebelum mengajar biasanya malam harinya saya menyusun rencana harian, mulai dari belajar dan latihan soal tentang Bab atau Materi yang diajarkan, menyusun sketsa mengajar, hingga persiapan tempur seperti memastikan baju yang akan dikenakan hingga spidol yang kira-kira akan diisi ulang. Lalu, bagaimana dengan Orangtua? Butuhkah persiapan untuk mengajar anak di rumah? Tentu saja jawabannya iya. Saya yang juga mau gak mau ikut belajar dengan anak di rumah juga butuh persiapan. Berikut hal yang perlu disiapkan sebelum kegiatan belajar online di rumah dimulai :

1. Kurikulum dan Silabus


Hal ini akan memberi bayangan materi apa saja yang akan diterima anak. Untuk anak yang jenjang pendidikannya lebih tinggi seperti SMP dan SMA, hal ini tentu bukanlah hal yang sulit mengingat mereka sudah mampu belajar secara mandiri. Tugas kita sebagai Orangtua yang menemani belajar anak usia PAUD, TK, dan SD setidaknya mengetahui indikator perkembangan anak sekaligus materi yang akan diajarkan. 

2. Mengetahui Gaya Belajar Anak


Memaksakan anak untuk memahami materi yang dijelaskan tanpa memahami bagaimana anak nyaman belajar justru akan membuat mereka malas belajar. Kenali gaya belajarnya, apakah termasuk yang visual, kinestetik atau audio sehingga anak menjadi lebih bersemangat belajar.

3. Aturan


Di sekolah, anak menerima aturan yang harus mereka patuhi. Tak jauh berbeda, di rumah sebaiknya tetapkan aturan yang disepakati bersama anak, misal saat belajar tidak bermain gawai atau lama jam belajar bisa didiskusikan bersama.

4. Referensi atau Bahan ajar


Selain materi yang diberikan guru, untuk menunjang belajarnya anak membutuhkan materi penunjang atau referensi yang bisa didapatkan dari buku, hasil browsing internet, atau dari portal kementrian pendidikan misalnya.

5. Internet dan Gawai


Selama belajar di rumah, gawai dan internet yang lancar memungkinkan anak bisa belajar dengan baik. Dampingi anak saat belajar secara daring menggunakan gawai.

Nah, itu tadi beberapa hal yang bisa disiapkan Orangtua untuk membimbing anak belajar. Semoga bermanfaat.






Saturday, May 30, 2020

Ini Caraku Menumbuhkan Minat Membaca pada Anak

May 30, 2020 2 Comments
Ini Caraku Menumbuhkan Minat Baca Pada Anak


Fakta dari UNESCO tahun 2019 menyebutkan bahwa Indonesia berada dalam peringkat kedua terakhir soal literasi. Itu artinya minat baca dan menulis kita masih sangat rendah, perbandingannya 1 orang diantara 1000. Miris kan? Mengetahui hal tersebut lantas membuat saya berpikir bagaimana menumbuhkan minat anak dalam hal literasi ini, termasuk dengan pendekatan parenting.

ini caraku menumbuhkan minat baca pada anak
Di Perpusda Salatiga

Manfaat Membaca


Di usia 3 - 4 tahun, bisa dibilang Uty termasuk anak yang kosa katanya lumayan banyak. Support keluarga dengan sering mengajaknya berkomunikasi, bercerita dan mendengarkan lagu ternyata sangat membantu peranku yang lebih banyak membacakan buku ketika akan tidur. Alasan lainnya, karena Uty waktu itu sering diajak jalan-jalan berkeliling RW setiap pagi. Alhasil Uty jadi lebih populer dari saya dan jadi suka bercerita. Ada 4 tahapan mengenalkan literasi ke anak, antara lain

  • Tahap Mendengarkan

Tahap ini dimulai sejak dalam kandungan hingga anak dalam usia emasnya dengan membacakannya buku atau bercerita


  • Tahap Berbicara

Dimulai ketika anak berusia 2 - 4 tahun dimana kosakatanya sudah lumayan banyak. Mengajaknya bersilaturahmi dan berinteraksi dengan orang akan meningkatkan kemampuan berbahasanya.

  • Tahap Membaca

Menurut IDAI, usia yang tepat untuk mengenalkan anak pada membaca adalah di usia 4-5 tahun. Di tahapan ini, anak bisa kita latih membaca dua suku kata dan mengenal huruf vokal dan konsonan.

  • Tahap Menulis

Ketika anak bersemangat belajar membaca pada usia 4-5 tahun, di Sekolah Dasar anak akan belajar bagaimana menulis dan mengeja kata-kata sederhana.

Lalu yang jadi pertanyaan, kenapa sih kita mau repot menumbuhkan minat baca pada anak? Buat saya, ketika anak memiliki minat baca yang baik, ia akan
1. Memiliki kemampuan bahasa yang baik
2. Wawasannya menjadi luas
3. Lebih cerdas menyikapi dan memecahkan masalah
4. Mampu mencari solusi

Caraku Meningkatkan Minat Baca Anak


1. Read Aloud dan Membacakan Buku Ketika Anak Akan Tidur


Membeli Paket Buku Halo Balita waktu itu jadi keinginan terbesarku, tapi yang namanya ingin kadang memang perlu disisihkan dahulu. Akhirnya aku beli beberapa buku anak dari penerbit Mizan waktu itu. Sebenarnya buku anak ini juga serian sih tapi aku hanya beli 3 biji. Beberapa buku lain dan majalah anak aku dapatkan dari berburu di toko buku bekas di belakang pasar Shopping Salatiga. Akhirnya, stok yang lumayan banyak di rumah jadi bekal tiap malam dan waktu senggang untuk membacakan buku dan bercerita.

Ini Caraku Menumbuhkan Minat Baca Pada Anak
Ada juga akhirnya Halo Balita di Perpusda Salatiga

2. Mengajak anak mengunjungi dan Meminjam Buku di Perpusda


Hampir tiap pekan aku dan suami mengajak anak ke Perpusda Salatiga. Tersedia beragam mainan edukatif dan buku anak yang membuat Uty betah di ruang anak. Sambil menemani di ruang anak, biasanya kami membawa beberapa majalah dan buku untuk dibaca juga. Di tahun ke-empatnya akhirnya anakku punya kartu keanggotaan perpusda dan buku pertama yang dipinjamnya adalah buku yang penuh gambar dan sedikit tulisan, maklum belum bisa baca.


3. Menyediakan Majalah dan Buku Bergambar di rumah 


Stok buku dan majalah kami di rumah sebenarnya tak seberapa, tapi anak tak pernah bosan mendengarkan cerita karena disajikan dengan beragam intonasi suara yang memicu tawa dan pertanyaan anak tentangnya. Kadang buku hasil meminjam perpusda ikut meramaikan kegiatan bercerita kami. 

4. Memberi Teladan


Stok buku punyaku memang banyak di rumah, tapi sebagian malah belum sempat terbaca. Pada beberapa buku malah hanya dibaca ketika butuh saja, misalkan buku tentang fikih ramadan yang membuat kami membuka ulang hukum-hukum dan rukun berpuasa. Nah, yang jadi persoalan kadang baik aku maupun suami kadang masih sulit meluangkan waktu membaca buku meskipun hampir tiap hari aku membaca postingan blog teman. Ini jadi PR terbesarku menumbuhkan minat baca di rumah.

Nah, buibuk, punya tips apalagi yang bisa didiskusikan nih? yuk tinggalkan komentar yaa..

Mengenalkan Anak Dunia Literasi

May 30, 2020 0 Comments
Mengenalkan anak dunia literasi
Mengenalkan anak dunia literasi

Tahukah teman-teman kalau minat baca orang Indonesia masih sangat rendah dengan rasio 1:1000 yang artinya di tiap seribu orang hanya ada satu orang yang mencintai literasi. Padahal pemerintah telah berupaya meningkatkan minat baca tersebut dengan berbagai program. Di postingan parenting kali ini, aku ingin membahas tentang bagaimana mengenalkan anak pada dunia literasi.

Tahapan Mengenalkan Literasi


Dunia anak adalah dunia bermain. Ketika anak mulai menunjukkan minat pada huruf dan membaca, kita bisa mengenalkannya dengan cara yang menyenangkan agar kelak, anak bukan saja mencintai membaca tetapi juga pandai menulis. Tapi sebelum mengajaknya belajar membaca dan menulis ada beberapa tahapan agar anak mencintai literasi. Apa saja tahapan-tahapan yang harus dikenalkan :

1. Tahap mendengarkan

  • Tahapan mendengarkan dapat kita ajarkan sejak anak dalam kandungan dengan cara mengajaknya berkomunikasi, membacakan buku, mendengarkan musik atau Murottal. 
  • Membacakan buku ketika akan tidur
  • Mendengarkan lagu anak
  • Read aloud atau membaca buku ceritanya dengan lantang agar anak bisa melihat sekaligus mendengarkan

2. Tahap Berbicara


Kita bisa melatih anak berbicara dengan sering mengajaknya silaturahmi atau berkunjung ke teman sebaya atau yang lebih tua, juga menumbuhkan kepercayaan diri anak dengan menjadi pendengar yang baik untuk anak dan dorong anak bercerita apa saja termasuk hal menyenangkan di sekolah atau saat bermain.

3. Tahap Membaca

Mengenalkan anak dunia literasi
Menikmati buku bacaan di perpusda

  • Hal sederhana yang bisa kita lakukan adalah Menempeli atau melabeli setiap benda sesuai dengan namanya

misal tulisan kulkas untuk ditempel di kulkas, tulisan pintu, meja, kursi, lemari masing-masing bisa ditempel sesuai nama bendanya.
  • Mengajak anak ke perpustakaan 
Dengan mengenalkan berbagai macam bacaan di perpustakaan serta mengajaknya bercerita tentang apa yang dilihatnya dalam buku mendorong anak belajar berbagai kosakata dan meningkatkan kepercayaan dirinya
  • Memberi teladan kebiasaan membaca
Kebiasaan baik itu ditularkan, jika sebagai orang tua kita masih malas membaca, apalagi dengan anak yang masih butuh contoh dari orangtuanya.
  • Membuat pohon literasi keluarga.

Membuat pohon literasi keluarga sekaligus menempel pohonnya dengan buku yang sudah dibaca membuat anggota keluarga saling berkompetisi menghijaukan dahannya. Kalau sudah demikian, secara tak langsung semangat anak untuk membaca tumbuh.

4. Tahap Menulis

Ada bermacam ide yang bisa kita lakukan dalam tahap menumbuhkan minat untuk menulis, antara lain

Melatih anak membuat buku jurnal kegiatan sehari-hari
Meluangkan waktu untuk mengisi diary
Ajak anak menuliskan buku catatannya sendiri Sediakan flip chart atau papan tulis agar anak bebas mengekspresikan dirinya lewat menulis.
Bagi anak yang cukup besar, bisa nih diajak belajar menulis dengan media blog juga

Nah, beberapa tahapan tersebut bisa kita coba di rumah. Tentunya masing-masing tahapan dilakukan sesuai usia dan kebutuhan anak.

Referensi : kuliah bunda sayang level 5

Monday, May 18, 2020

Menyembuhkan Inner Child Menuntaskan Luka Pengasuhan

May 18, 2020 5 Comments
Menyembuhkan inner Child menuntaskan luka pengasuhan

Menjadi orangtua bukanlah perkara mudah. Memperlajari ilmu parenting tak lantas membuat perilaku kita berubah dalam mendidik anak kecuali disertai tekad yang besar ingin memperbaiki diri, apalagi jika dalam diri masih menyimpan luka masa lalu akibat kesalahan pengasuhan yang kita kenal sebagai inner child. Lalu bagaimana caranya self healing atau menyembuhkan luka pengasuhan yang masih belum tuntas hingga dewasa ?

Apa Itu Inner Child?


Suatu hari ketika selesai memarahi putrinya, sang ibu menangis karena hal serupa pernah beliau dapatkan semasa kecil, padahal kenangan tersebut begitu beliau benci. Lain hari, tiba-tiba beliau mendiamkan putrinya tanpa sebab dan akhirnya sang anak terluka? Sang anak akhirnya merasa semua yang dilakukan salah dan membenci kejadian tersebut. Bertahun lamanya hal tersebut dipendam hingga saat berkeluarga, sang anak menyadari ada yang salah dalam dirinya. Ternyata pola didikan yang diterima semasa kecil menyisakan luka dan tanpa sadar diimitasi polanya. Kadang, saat terpancing marah akhirnya cubitan kecil mendarat di tangan mungil anaknya. Padahal perbuatan tersebut harusnya bisa dicegah.

Inner child sendiri sebetulnya merupakan jiwa anak-anak yang masih ingin direngkuh dalam diri kita, lebih tepatnya luka semasa kecil (belum baligh) yang belum tuntas dan terekam alam bawah sadar hingga dewasa. Hal tersebut tanpa kita sadari ternyata berpengaruh pada respon kita terhadap suatu masalah atau keadaaan. Pemicunya bisa timbul ketika kita merasa tidak nyaman terhadap suatu hal, seperti sindiran, bentuk perhatian, desakan atau ketika merasa tidak dilibatkan.

Luka terpendam tersebut akhirnya mempengaruhi bagaimana kita berinteraksi dengan suami, anak, dan lingkungan sekitar kita. Sebagai contoh :

Contoh 1 : jika dari kecil seorang anak sering dituduh atau disalahkan tanpa sebab oleh orangtuanya, maka tanpa disadari pola tersebut diimitasi atau ditiru sehingga ia mendidik dengan cara yang tak jauh berbeda dengan orangtuanya ditambah rasa rendah diri yang timbul tanpa ia sadari penyebabnya.

Contoh 2 : Si A, istri yang lahir dalam keluarga pekerja keras dan cenderung menyalahkan akan sering berkonflik ketika menikah dengan B yang lahir dari keluarga B yang jarang mengingatkan. Si B yang easy going sementara A yang perfeksionis membutuhkan jembatan penyelesaian terhadap pola asuh yang salah tersebut dengan menyadari kekurangan masing-masing.

Menyembuhkan inner Child menuntaskan luka pengasuhan
Quote pengasuhan yang saya suka dari Dorothy Law
 Anak Belajar dari Kehidupannya

Ciri-ciri Inner Child yang belum tuntas


Dikutip dari Loonerwolf.com , seseorang yang masih memiliki inner child akan memiliki tanda seperti:


  1. Kurang fleksibel dan mudah marah
  2. Insecure atau tak nyaman berada di sekitar orang banyak
  3. Sulit menunjukkan ekspresi ketika senang, sedih, marah, terluka atau tidak nyaman
  4. Memiliki rasa bersalah yang berlebihan dan minder
  5. Mudah marah
  6. Merasa kesepian
  7. Merasa bukan dirinya ketika berbuat sesuatu yang salah
  8. Perfeksionis
  9. Sulit mempercayai orang lain
  10. Sulit dekat dengan orangtua

Cara Menyembuhkan Luka Pengasuhan


Secara garis besar, ada dua metode yang diterapkan untuk menyembuhkan inner child itu sendiri yaitu

1. Dengan Bantuan Orang Lain


Melalui bantuan orang lain ini bisa berwujud curhat kepada suami misalnya atau konsultasi terapi psikiatri.

2. Self Healing


Menyembuhkan inner child bisa dilakukan sendiri dengan cara

a. Mengakui

Dengan mengakui bahwa ada pribadi kita bermasalah dan harus disembuhkan akan mempermudah kita memulihkan luka itu sendiri

b. Memaafkan

Memaafkan kesalahan orangtua di masa lalu dan berusaha memperbaiki kembali hubungan yang ada akan mempermudah kita menyelesaikan inner child. Mengingat kenangan baik di masa kecil dan memahami peran orang tua yang tak mudah tentu bisa jadi sarana bersyukur bagaimana beruntungnya hidup kita. 
  1. Jika memungkinkan, bisa juga kok membicarakan hal yang membuat kita terluka dengan orang tua selama tak menyakiti, menyudutkan dan menyampaikannya dengan luapan emosi berlebihan. 
  2. Jika hal tersebut dirasa sulit, ada baiknya terima apa yang sudah terjadi. Ikhlaskan, toh semua yang kita alami tak luput dari yang Allah takdirkan.
  3. Mengingat kebaikan-kebaikan orangtua 
  4. Yakinkan diri bahwa kita layak disayangi, dihargai, dan bahagia
  5. Menyadari bahwa semua manusia bisa salah melakukan atau menyadari sesuatu
  6. Boleh kok menangis, tersenyum, tertawa, dan menunjukkan kesedihan. Kita bebas mengekspresikan diri selama tak melanggar norma yang ada.
  7. Berdamai dengan diri, belajar bersabar saat kita berhak marah. Menarik nafas panjang
Menyembuhkan inner Child menuntaskan luka pengasuhan
Penggalan surat yang saya suka. Membantu membuat kita mengikhlaskan dan menerima yang menjadi ketetapanNYA

Anak-anak yang bahagia adalah anak-anak yang tumbuh dari ibu yang bahagia juga. Jadi tugas utama kita adalah menuntaskan inner child kita sehingga mampu menjalani peran sebagai ibu dengan gembira. 


Monday, April 27, 2020

8 Kegiatan Agar Anak Betah Di Rumah

April 27, 2020 0 Comments
6 kegiatan agar anak betah di rumah bermain lego


Sudah dua bulan kebijakan pembatasan sosial oleh pemerintah diberlakukan. Agar tak bosan di rumah, sebisa mungkin ragam kegiatan disusun agar anak tetap sibuk dan tetap belajar sambil bermain rumah.

Keinginan Main di Luar


Seperti orang dewasa, anakpun ternyata juga memiliki rasa bosan, apalagi jika kegiatannya monoton yang berimbas menurunnya semangat anak termasuk mengerjakan  tugas yang diberikan  gurunya.  Dunia bermain masih begitu melekat pada diri anak, apalagi anakku usianya belum ada lima tahun. Jadi, cara belajarnya pun tak jauh dari kegiatan bermain. Adanya wabah Covid-19 membuat semua aktivitas yang tadinya bisa dilakukan di luar ruangan harus dikurangi, apalagi anak-anak imunnya belum sebagus orang dewasa sehingga lebih rentan terpapar virus. Memberi pengertian dan menemani anak bermain bisa jadi solusi. Tapi kegiatan seperti apa yang kira-kira bagus untuk anak dan membuatnya kerasan di rumah? Aku punya 5 ide aktivitas yang bisa dilakukan nih.

Ada 5 aktivitas seru yang bisa dilakukan agar anak nyaman  di rumah, antara lain


1. Bermain Playdough

Aktivitas seru agar anak betah di rumah yaitu bermain playdough
Homemade playdough

Playdough yang dimainkan bisa dibuat sendiri dari bahan sederhana seperti tepung dan garam. Membentuk bermacam-macam benda dari playdough ini membuat anak betah memainkannya. Uty dan Tito bisa bermain bersama karena mainan ini aman untuk anak karena bahan yang digunakan minim bahan kimia berbahaya.

2. Bermain Sains


Pada dasarnya anak sangat senang belajar sesuatu yang baru termasuk belajar sains di rumah. Belajar sains banyak macamnya dan bisa dilakukan dengan bahan yang ada di sekitar kita. Misal, belajar melihat fenomena es mencair dengan memberi pewarna pada es yang akan dibekukan dan menyelipkan mainan di dalamnya, atau bermain warna dengan pewarna makanan yang biasa kita gunakan di dapur.

3. Bermain Gelembung Naga


Dengan menggunakan botol kemasan air mineral yang dilubangi bagian bawahnya dan membuat gelembung sabun dengannya anak jadi betah bermain air sekaligus mandi.

4. Mendongeng atau membacakan buku


Pada dasarnya, setiap anak sangat senang ditemani bermain. Apalagi jika kita juga aktif bermain bersamanya. Mendongeng atau membacakan buku selain bermanfaat menambah kosa kata dan imajinasi anak juga bermanfaat dalam pembangunan karakter positif anak.

5. Bermain Peran


Kegiatan ini bermanfaat menjelaskan beragam profesi, mengokohkan karakter anak dan sekaligus menguatkan ikatan anak dengan orang tua.

6. Mewarnai dan menempel

Aktivitas seru agar anak betah di rumah
Mewarnai dan menempel

Mewarnai dan menempel selain melatih motorik halus, juga berfungsi melatih fokus, kreativitas dan ketekunan. 

7. Olahraga bareng anak


Berolah raga bareng anak mampu meningkatkan rasa percaya diri, semangat dan membuat badan tetap fit di kala pandemi seperti ini. Bisa dengan gerakan sederhana seperti lari di tempat atau senam yang bisa kita dapatkan via youtube misalnya.

8. Memasak bersama


Memasak bersama anak berfungsi menanamkan life skill, kemandirian sekaligus melatih motorik anak. Anak jadi tahu berbagai macam sayuran, bumbu, dan cara mengolah masakan dengan praktik langsung. Gunakan alat memasak yang aman untuk anak.

Nah, itu tadi 8 ide beraktivitas bareng anak saat di rumah aja, semoga anak-anak tetap bisa bermain dan belajar meski berada di rumah. Kalau bunda, punya ide apa? Silahkan sisipkan idenya di kolom komentar yaa..

Friday, April 10, 2020

Agar Hobi Anak Jadi Jalan Rejekinya

April 10, 2020 0 Comments
Selain mengajarkan anak melek finansial, ada baiknya kita juga melatih kemampuannya dalam bidang bisnis juga lho. Kenapa? Karena semakin besar usianya, selain dituntut memiliki akhlak yang baik, anak juga diharapkan agar bisa mandiri. Bisnis itu bisa dimulai dari yang dekat dengan kita, misal hobi yang menyenangkan yang selama ini dilakukan anak bisa jadi suatu hobi yang menghasilkan juga Lo. Bagaimana langkah memulainya, simak ceritaku yuk!

Celotehan Anak dan Inspirasi Bisnis


Tempo waktu lalu tiba-tiba Uty nyeletuk ke saya waktu kita lagi ngobrol tentang kesenangannya beli mainan harus dikurangi karena boros,
Uty : " Buk, Uty pengen punya warung!"
Saya : " Punya warung? Buat apa?
Uty : " Nanti uangnya bisa ditabung"
Saya : " Nanti yang beli jajanannya Uty sendiri, dimakan Uty?
Uty : " Enggak, jadi kalau ada yang beli Uty yang layani"
Saya : " Nanti mau jualan dimana? Terus siapa yang beli?"
Uty : " Jualan di rumah, nanti dek Shafa, Azzam sama orang-orang suruh beli
Saya : " Kalau gak ada yang beli?"
Uty : " Nanti Uty yang bilang, beli..beli.."

Sayapun tertawa mendengar celotehan anak saya ini. Barangkali karena sering jajan di warung, dia jadi terkesima sama pemilik warung yang melayani pembeli. Dan waktu itu saya gak begitu peduli dengan kemauannya ini, masih kecil pikir saya. Hingga suatu kali saya blogwalking ke salah satu blog teman yang dia ketika kecil pengen banget punya warung juga cita-citanya. Saya jadi inget  juga mbak Ais, sepupu Uty yang diberi  berjualan stiker label pembatas buku di sekolah dan lumayan menghasilkan. Lantas, saya berfikir, bagaimana cara yang tepat untuk melatih anak berbisnis dari hobi yang ia jalankan.

Moziah Bridges, adalah nama salah satu pengusaha muda yang tergolong masih anak-anak ketika memulai bisnisnya yaitu di usia 11 tahun. Pemilik akun IG Mo'sBows ini awalnya sebal ketika menemui bow ( dasi kupu-kupu) berwarna hitam dan hanya bisa dipakai untuk acara formal. Kesukaannya berpenampilan rapi dan mengenakan dasi kupu-kupu membuatnya tertarik belajar menjahit ke neneknya. Dari hobinya memakai dasi kupu-kupu buatannya sendiri itulah awal mula bisnis itu berkembang hingga sang ibu menawarkan agar ia menjual dasi kupu-kupu yang terlalu banyak di rumah. Dari sinilah bisnis itu dimulai dan Moziah Bridges akhirnya menjadi pengusaha sukses seperti sekarang.

Kanan : Moziah Bridges
Source : IG Mo'sBows
Dari inspirasi diatas, lantas saya berpikir bagaimana cara mendidik anak yang tepat agar ia bisa berhasil bahkan dari hobi yang digelutinya. Kalau kata pepatah, Love what you do, Do what you love. Cintai apa yang kamu kerjakan dan kerjakanlah yang kamu cintai. Saya bahkan berkali-kali memperoleh penghasilan dari menjalankan hobi juga. Kesukaan saya ngoprek Corel Draw sekitar tahun 2011 itu membuahkan orderan MMT, Katalog, desain logo, flyer dan semacamnya kala itu dan menghasilkan pundi dari selain pekerjaan di kantor. Tapi karena pindah dan kurang telaten mengurusi printilan segala macam , semenjak menikah akhirnya hobi itu terhenti.

Selanjutnya, apa yang kita lakukan agar anak mau bekerja dan belajar sungguh-sungguh dalam menjalankan hobinya dan bagaimana cara yang tepat mendidik anak agar suatu saat hobinya bisa menghasilkan juga?

Hobi Menyenangkan itu Bisa Berpeluang Menghasilkan Juga


Hobi yang dijalani anak bisa jadi ladang penghasilan juga rupanya.  Apalagi  di era milenial sekarang ada beragam profesi baru yang bermula dari sekedar hobi, seperti fotografi, ngeblog, vlog, bookstagramer, memasak, mendesain seperti programer, desainer grafis, dan perancang busana. Lalu, apa yang sebaiknya hal yang perlu diterapkan ke anak?

A. Mendidik Anak Melek Finansial 


Kenapa hal ini penting dilakukan? Tentunya agar anak paham bagaimana cara mengelola keuangan yang tepat dan memilih kelak akan seperti apa ia. Seperti di bukunya Robert T Kiyosaki, memilih jadi pekerja, freelancer, pemilik bisnis atau bahkan investor.

1. Pahamkan Tentang Konsep Harta

Segala rezeki yang kita punya datangnya dari Allah. Cara memperolehnya bisa dengan berbagai cara. Mengajarkan anak bagaimana memperoleh harta dan memanfaatkannya jadi langkah pertama memberi pemahaman tentang konsep harta, terutama harta yang halal.

2. Pahamkan Tentang Kebutuhan dan Keinginan

Saya pribadi biasa memberi pilihan ketika anak ikut berbelanja dan menginginkan sesuatu. Cukup satu atau dua makanan saja yang dibeli, bukan semua jajanan yang ia mau wajib terbeli. Pertama kali hal ini diterapkan, Uty ketika itu menangis, tetapi lama kelamaan akhirnya ia paham dan tahu cara membedakan kebutuhan dan keinginan. Perlu komunikasi efektif juga dengan saudara dan orangtuanya saya agar Uty tak selalu membeli barang yang ia inginkan.

Baca juga : Tips Mengurangi Nafsu Jajan Anak

3. Melatihnya Menabung 

Melatih anak mengatur keuangan
Melatih Menabung
Dok.pri

Karena tidak semua barang yang diinginkan anak bisa kita penuhi saat itu juga, maka pahamkan anak konsep menabung. Mengajarkan konsep  menabung ke anak bisa dilakukan sesuai tahapan usianya. Untuk Itu yang baru berusia 4 tahun, menabung bisa jadi alasan karena ingin membeli sesuatu yang diinginkan atau untuk simpanan kebutuhan sekolah.

4. Mengajarkan Mengatur Keuangan

Ketika anak mulai bersekolah dan mendapatkan uang saku, kita bisa melatih anak mengatur pemasukan dan pengeluaran harian terus berlanjut mingguan hingga akhirnya bulanan sesuai tahapan usianya dan tingkat pemahamannya tentang uang.

Baca juga :

  Kakeibo, Mengatur Keuangan ala Jepang
  Tips Keuangan Ala Prita Ghozie
  5 Tanda Keuangan Rumah Tangga Tidak Sehat

5. Mengajarkan Anak Berbisnis

Berbisnis bisa dimulai dari hal yang sederhana, seperti menjual makanan, aksesoris lucu atau perlengkapan tulis di sekolah. Awali dengan modal minimum, misal cukup 10.000 rupiah untuk kulakan atau membuatkan camilan, anak bisa menjualnya ke teman-temannya. Dengan mengajarkan anak berbisnis, anak akan belajar bagaimana cara menjual, promosi, melihat peluang dan menambah kepercayaan dirinya

B. Dari Hobi jadi Sumber Kebahagiaan

Perlu 10.000 jam terbang agar seseorang menjadi ahli di bidangnya. Menekuni hobi dengan serius bisa membuat kita ahli di bidang tersebut. Lalu bagaimana langkah agar anak memiliki hobi yang bermanfaat untuk masa depannya?

1. Kenali Bakatnya

Ketika anak rela melakukan sesuatu berjam-jam dan melakukannya dengan bahagia, bisa jadi hal tersebutlah yang menjadi minat anak. Ada banyak ragam cara untuk mengenali minat dan bakat anak melalui beragam aktivitas yang ia lakukan sehari-hari. Mengenali bakat dan minat anak sedari dini lalu mengarahkannya ke dalam kegiatan yang positif membuat anak lebih bahagia karena pada akhirnya kita tak lagi membandingkan anak dengan anak lain tetapi jadi lebih fokus dalam pengembangan bakatnya.

2. Tidak Memaksakan Impian Kita 


Jika kita sebagai orangtua pernah memiliki kegagalan dalam menggapai impiannya, jangan sekalipun memaksakan anak mewujudkan impian tersebut. Biarkan ia memilih jalan cita-citanya sendiri. Tugas kita sebagai orangtua hanyalah mengarahkannya, bukan memaksakan. Dengan demikian anak akan punya kepercayaan diri dan  semangat menjalani pilihannya.

3. Dukungan


Tak hanya memberikan kesempatan kepada anak untuk mengembangkan hobinya melalui belajar otodidak maupun mengikuti kursus misalnya, anak juga membutuhkan dukungan moral dari orangtuanya sehingga diharapkan ketika usia anak sudah baligh, ia sudah mampu menentukan mana yang menjadi pilihannya. Kita bisa mewujudkan keinginan anak dan memasukkannya dalam famili project jika keinginannya realistis dan anak menunjukkan kesungguhannya. Jika saat ini Orangtua belum bisa memenuhi keinginan anak karena keterbatasan rejeki, ajak anak terus berdoa agar keinginannya terwujud dan meyakinkan bahwa rejeki yang diberikan Allah sangatlah banyak dan rejeki Orangtua hanyalah sebagian dari rejeki yang Allah berikan.

Nah itu tadi beberapa langkah yang bisa dilakukan agar anak mau menekuni hobinya dengan sungguh-sungguh dan menghasilkan. Pesan saya, jangan pernah paksakan keinginan kita ke anak ya, ikutlah belajar dari anak dan terbukalah.
Keep positif.

Sumber :
The Asian Parent
 Materi Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini IIP

Sunday, March 1, 2020

Menjelaskan Kematian pada Anak

March 01, 2020 0 Comments
Menjelaskan Kematian pada Anak

Seperti biasa, kakak selalu menunggu ibu menidurkan adek sebelum dirinya juga minta ditemani. Sambil bercerita macam-macam tentang kegiatannya seharian, kadang kakak juga menanyakan peristiwa yang dialaminya sehari itu. Nah, tiba-tiba hari ini kakak bertanya hal yang cukup mengejutkan buat saya, yaitu perihal kematian. Tidak mudah menjelaskan apa itu kematian  untuk anak berusia 4 tahun, karena perlu kata yang sederhana dan mudah dipahami. Buat saya, ini tantangan dan mau tak mau saya memutar otak untuk menjawabnya.

Definisi Kematian


Sesungguhnya, semua yang bernyawa pasti akan mati, begitu bunyi penggalan bunyi Ali Imran 185

Kematian dalam KBBI berarti sudah tak bernyawa, atau dalam hal ini telah terpisahnya ruh dari jasad seseorang yang menyebabkan semua organ tubuhnya berhenti bekerja.

Tak kaget sih untuk tahu alasan kenapa kakak bertanya tentang kematian. Ini terjadi karena beberapa kali kakak menjumpai tetangga dan saudara kami meninggal dunia juga kucing kesayangan tantenya yang mati karena diracun entah oleh siapa. Tapi, yang bikin saya terkejut sebenarnya, bagaimana menjawabnya dengan baik agar kakak paham apa itu kematian dan bagaimana menghadapinya.

Menjelaskan Kematian pada Anak


"Buk,  apa ibuk sudah tua?"
"Iya, ibu sudah tua, kenapa mbak?"
" Kalau sudah tua, berarti nanti mati?"
" Semua orang bisa mati, bayi, anak yang sudah besar, ibu, bapak, embah, semua bisa mati.."
"Kalau ibuk mati, Uty sama siapa?"

Gambar Smile menangis
Semua yang bernyawa pasti akan mati
Source : canva


Nah, di bagian ini tiba-tiba hati saya terasa ngilu. Bingung juga ya, menjelaskan darimana dulu. Dan, karena pertanyaan ini, saya lihat ada kekhawatiran pada dirinya karena kakak bertanya hingga tiga kali. Saya coba jawab pertanyaan kakak satu persatu. Yang pasti, ketika anak bertanya tentang kematian maka :

1. Jelaskan dengan tenang dan jangan membuatnya khawatir

Awal ketika saya menjawab  pertanyaan terakhirnya adalah, nanti masih ada Tito dan bapak. Tapi tiba-tiba dia kembali khawatir dan menanyakan ulang pertanyaan tersebut. Sayapun menjawab, semua orang pasti akan mati dan kakak kembali menunjukkan kekhawatiran. Ternyata jawaban saya masih belum tepat dan menimbulkan kecemasan baginya. Akan lebih baik jika anak menerima jawaban bahwa ketika semua orang mati. Maka orang-orang yang berbuat baik akan dikumpulkan menjadi satu di surga Allah kelak. Tentu dengan jawaban demikian, hati anak akan lebih tenang dan menjadi lebih termotivasi untuk berbuat lebih baik. Sungguh, sebenarnya ini pertanyaan paling bagus untuk mengajarkan anak tentang tauhid, kematian, kehidupan dan bagaimana berbuat baik. 

2. Jelaskan dengan benar dan jangan menghindarinya


Mengatakan bahwa orang yang meninggal dunia hanya pergi sementara kelihatannya kurang tepat untuk menjawab pertanyaan anak. Akan lebih tepat jika kita jelaskan bahwa ketika seseorang dipanggil Allah, maka orang tersebut tak akan kembali ke keluarganya dalam waktu dekat. Akan lebih baik jika kita sisipkan nilai tentang bagaimana anak Sholih mampu menjadi ladang pahala yang tak putus yang bisa diterima Orangtua meski telah meninggal dan mampu menjadi syafaat, menyelamatkan dan mengangkat orangtuanya agar bisa masuk Surga. Pun, jika anak bertanya dengan siapa dan bagaimana anak melakukan tugasnya ketika orangtuanya tiada, tentu lebih bijak jika orangtua menguatkan anak dan bukan membuatnya bersedih. 

3. Kuatkan hatinya dan jangan menakutinya


Memahamkan akan keberadaan Allah yang menjadi sebaik-baiknya pelindung akan lebih baik ketimbang membuatnya berpikir bagaimana anak seusia itu diminta mandiri jika salah satu atau keduanya meninggal.
Manusia berasal dari tanah dan kembali ke tanah, dari pernyataan ini biasanya akan timbul pertanyaan bagaimana ketika kita dikubur atau betapa takutnya dimakamkan. Jika anak mengajukan pertanyaan kalau dirinyalah yang mati, maka kita bisa jelaskan amalan yang menjadi penerang di dalam kuburnya.

Semoga sedikit ilmu yang saya miliki bisa membantu, kalau kalian punya ide apa untuk menjelaskannya?


Thursday, January 30, 2020

5 Tanda Keuangan Rumah Tangga Tidak Sehat

January 30, 2020 6 Comments
Ternyata kunci keharmonisan rumah tangga salah satunya terletak pada pengelolaan keuangan yang baik. Dengan pengelolaan keuangan yang baik, maka anggota keluaga terutama suami dan istri akan terhindar dari beragam masalah seperti stress dan konflik yang dipicu karena keuangan. Tentunya, dengan timbulnya stress dan konflik yang ada bisa menimbulkan masalah yang lebih serius jika tidak segera tertangani dan lebih parahnya bisa menyebabkan terjadinya perceraian.

Jika selama ini pengaturan keuangan yang kita lakukan sudah baik, tentunya tingkat kepuasan dan kebahagiaan terhadap pasangan khususnya dalam hal keuangan akan baik. Namun, jika yang terjadi sebaliknya maka perlu dikenali beberapa hal yang menjadi penyebabnya. Berikut tanda keuangan rumah tangga yang tidak sehat :

1. Pengeluaran lebih besar dari pemasukan

Dengan pendapatan 4 juta perbulan misalnya, tetapi belum akhir bulan gaji tersebut sudah ludes  dan bersisa sekian ratus ribu. Pada akhirnya, hari-hari berikutnya menjadi hari yang menguras tenaga dan pikiran karena harus menghemat pengeluaran. Selanjutnya, karena akhirnya tak mencukupi, akhirnya ditempuh lah cara dengan berhutang. Menempuh jalan dengan berhutang akan menimbulkan beragam masalah jika hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Keuangan yang tidak sehat semacam ini akan menimbulkan tekanan tersendiri bagi suami istri.

2. Terlilit hutang konsumtif

Sebetulnya tak ada yang salah dengan hutang jika kita menggunakannya dengan tepat, semisal untuk tambahan modal usaha yang nantinya pembayarannya bisa dicicil atau disisihkan dari pemasukan yang ada tiap bulannya. Namun, jika hutang tersebut hanya sekedar digunakan untuk memenuhi kebutuhan gaya  hidup yang tidak mendesak seperti hobi belanja, membeli perabot, atau hobi travelling dengan beranggapan ketika tak ada dana, maka bisa dibayarkan dengan paylater atau credits card tentunya masalah keuangan baru akan muncul ditambah jika tiba-tiba timbul kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi seperti  sakit atau kecelakaan.

3. Gali Lubang tutup lubang

Jika sudah berhutang dan enggan merubah pola keuangan yang ada untuk berhemat, maka yang ada tiap bulan kita hanya berhutang untuk menutup hutang yang ada sebelumnya dan jika diteruskan maka lingkaran setan ini akhirnya akan membelenggu dan berujung stress dan bertengkar dengan pasangan.

4. Tak punya simpanan

Kadang, hanya karena alasan bahwa rumput tetangga  tampak lebih hijau, kita akhirnya rela menguras tabungan dan penghasilan. Tapi benarkah hal tersebut akan membuat bahagia? Tentunya hal yang membuat kita beranggapan bahwa bertetangga adalah berkompetisi tentunya hanya akan menimbulkan iri dan kedengkian kecuali jika kompetisi tersebut dalam hal beramal Sholih. Berfokus pada kesejahteraan keluarga adalah prioritas utama. Setiap rejeki yang diberikan oleh Allah tentu mencukupi kebutuhan yang ada, tinggal bagaimana kita menentukan gaya hidup kita. Simpanan untuk masa depan seperti tabungan, deposito atau beragam investasi memang sebaiknya direncanakan dari awal dan hanya digunakan untuk kebutuhan yang benar-benar penting.

5. Tak ada Komitmen dengan pasangan



Friday, January 24, 2020

Cara Merawat Gigi Anak yang benar

January 24, 2020 22 Comments
Gigi sehat anak

Rasanya sedih banget melihat gigi kakak yang meski tumbuhnya sebenarnya rapi, tapi gigi depannya terutama bagian atasnya gigis. Penyebab utamanya adalah karena kakak suka banget makan permen dan coklat dan kadang enggan sikat gigi. Akhirnya mulailah aku berusaha mencari info terkait menjaga kesehatan gigi buat adek dan menanggulangi masalah gigi kakak.

Kapan Memulai Merawat Gigi?


Kebetulan beberapa waktu lalu aku mengikuti kuliah WhatsApp dengan tema senada dengan yang aku pikirkan. Kuliah tersebut dipandu oleh drg. Murni K Siregar (drg. Miki) sebagai pematerinya dengan judul Preparing healthy teeth for children. Drg. Miki memaparkan bahwa ternyata menjaga kesehatan gigi anak bisa kita persiapkan sedini mungkin yaitu dengan cara menjaga gigi kita dengan baik sebelum hamil dan mencari informasi sebanyak-banyaknya terkait permasalahan gigi ini. Mulailah dari sekarang juga dan berikut  cara merawat gigi yang bisa bunda lakukan ketika hamil

1. Menjaga asupan nutrisi


Hal ini perlu dilakukan karena ternyata, benih gigi bayi itu bisa muncul sejak minggu kelima kehamilan. Dengan memenuhi kebutuhan gizi saat  hamil berarti bunda telah mempersiapkan kesehatan gigi anak sedari dini. Dalam pembentukan janin tersebut, apabila nutrisi yang dibutuhkan kurang maka gigi yang dimiliki bunda menjadi rapuh dan rentan berlubang.

2. Hindari mengkonsumsi obat tanpa resep dari dokter


Di trimester awal kehamilan, kadang gangguan berupa mual, sakit kepala, gusi berdarah atau yang lain bisa timbul tetapi ibu hamil perlu berhati-hati karena tak semua obat aman dikonsumsi untuk ibu hamil. Beberapa obat justru  bisa menyebabkan gangguan pada perkembangan janin sehingga untuk mempergunakannya dibutuhkan saran dari dokter.

3.  Scalling (Membersihkan Karang Gigi)


Saat hamil, permasalahan karang gigi ternyata dapat menyebabkan infeksi kronis sehingga tubuh menghasilkan oksitosin yang menyebabkan bayi lahir prematur. Membersihkan karang gigi minimal 1x dalam kehamilan dapat mencegah kelahiran prematur.

4. Menjaga Kebiasaan baik dalam menjaga Kesehatan Gigi


Kebiasaan baik sebaiknya selain dimulai sejak dini juga perlu dilakukan berkelanjutan. Menyikat gigi secara teratur, mengkonsumsi makanan sehat dan mengurangi makanan manis berarti ikut menjaga kebiasaan baik sedari awal.

Tips Menjaga Kesehatan Gigi Balita


Agar terhindar dari sakit gigi dan gangguan mulut pada anak maka hal yang perlu dilakukan antara lain


1. Melatih membersihkan gigi sedari dini

Melatih membersihkan gigi bisa dilakukan sedari dini. Kebetulan aku tak banyak mengalami kesulitan ketika mengajak adek bersikat gigi. Kesulitan aku alami justru ketika melatih  kebiasaan menyikat gigi ke kakak dan bagiku waktu itu sungguh-sungguh merupakan perjuangan karena kakak yang begitu suka permen agak sulit ketika diajak sikat gigi ketika akan tidur. Menularkan kebiasaan bersikat gigi ke adeknya buatku jauh lebih mudah. Cukup menyediakan sikat gigi seusia adek, kemudian memberi contoh ibu  atau kakaknya yang sedang bersikat gigi ternyata efektif membuat adek ikut membersihkan giginya juga.

2. Membatasi konsumsi permen

Permen, makanan mengandung gula dapat menyebabkan timbulnya karies gigi terutama gigi susu yang tidak terawat dengan baik sehingga langkah tepat yang bisa dilakukan adalah membatasi konsumsi permen. Bunda juga bisa mengganti kebiasaan makan permen dengan makanan sehat lain seperti keju yang justru bagus menjaga suasana mulut agar tak terlalu asam dan kandungan kalsiumnya yang bagus untuk gigi dan tulang. Tidak ada ukuran khusus yang menekankan jumlah maksimal permen yang dikonsumsi anak per harinya karena kebutuhan dan ketahanan yang dimiliki anak beda bedany

3. Mengenalkan ke dokter gigi


Dengan terbiasa menemani keluarga saat periksa ke dokter gigi, maka anak akan mulai paham bagaimana menjaga giginya dengan baik dan tidak takut nantinya saat akan berkonsultasi ke dokter gigi. Jangan sekali-kali menakut-nakuti anak dengan dokter gigi karena hal ini menyebabkan anak nantinya enggan pergi ke dokter gigi.


4. Oles Flour


Nah, pembahasan mengenai permasalahan gigi akan aku kupas di postingan berikutnya, jadi tetep stay tune yaa..


Saturday, December 14, 2019

Mengatasi Drama Tumbuh Gigi

December 14, 2019 0 Comments
Mengatasi Drama tumbuh gigi
Beberapa hari ini Tito jadi sensitif, gampang sekali rewel. Puncaknya kemarin ketika saya, Uty dan Tito bersiap mengantar Uty ke sekolah. Biasanya sih, ketika pup, adek bilang iik ke saya dan memegang popoknya minta diganti. Saat saya berusaha membujuk adek ke kamar mandi, si adek tidak mau dan justru menangis. Karena keburu terlambat, akhirnya saya berusaha menggendong adek ke toilet. Di toilet, saat dibersihkan adek menangis. Selesai dibersihkan dan akan dipakaikan popok adek justru nangis di pojokan, hehe gaya anak milenial sekarang kalau nangis di pojokan. Ibu yang berusaha memakaikan popoknya ditepis tangannya sambil menangis. Akhirnya saya dan kakaknya menunggu hingga tangisan reda.

Seperempat jam lebih adek menangis, kakaknya mulai menggerutu takut sekolahnya terlambat. Beberapa ide bujukan juga tak berhasil, hingga total setengah jam lamanya adek menangis dan akhirnya terdiam karena haus minta minum. Setelah mengantar kakaknya sekolah (pertama kalinya kakak terlambat ke sekolah ) adek minta ASI dan tertidur. Mungkin karena capek menangis, akhirnya adek mengantuk. Sorenya pun kepala adek agak anget, keluar air liur terus menerus sambil sesekali menggosokkan jari telunjuknya ke gusi. Setelah saya amati, ternyata adek akan tumbuh gigi.

Gejala tumbuh gigi pada anak


Di usia 16 bulan ini, gigi gerahamnya mulai tumbuh dan ada beberapa gejala ketika anak tumbuh gigi antara lain

1. Air liur meningkat sehingga sering ngeces

Ini terlihat beberapa hari sebelum kepala dan telapak kaki Tito anget. Bersyukur tidak disertai demam.

2. Kepala agak anget

Kepala adek anget sekitar dua hari sehingga membuat tidurnya tidak nyenyak dan kagetan.

3. Rewel

4. Nafsu makan berkurang

Saat gigi tumbuh seperti ini, biasanya adek yang makannya cukup lahap menjadi ogah-ogahan dan hanya mau beberapa suap saja. Akhirnya agar tetep kenyang, saya buatkan jus jambu di rumah dan cemilan kesukaan.

5. Memasukkan jari ke gusi

Karena mungkin gatal dan sedikit bengkak, adek beberapa kali mengusap-usap kepala dan mengisap telunjuknya hingga ngeces.

6. Menggigit gigit benda yang ditemukan

Kemarin ketika menyapu, saya tak sadar menyapu sesuatu yang ternyata cuilan alas tripod Gorilla mini yang digigit Tito dan baru menyadari ketika tadi adek memegang tripod sambil tiduran di kasur. Hadeeh..

Menggigit benda saat anak tumbuh gigi
Alas kaki tripod Gorilla mini yang digigit adek

Penanganan


Agar anak tetap nyaman, maka yang perlu kita lakukan adalah

1. Memberi parasetamol khusus anak jika dirasa diperlukan.
2. Siapkan cemilan dan makanan yang disukai anak
3. Jauhkan dari benda terutama plastik keras yang rawan digigit anak dan bahkan bunda bisa siapkan teether atau gigitan
4. Jaga kebersihan tangan anak
5. Siapkan celemek atau slabber agar bajunya tak basah terkena air liurnya.

Meskipun masih suka gigit jari, sejak diberi parasetamol panas di kepala dan kakinya menghilang dan adek jadi pulas tidurnya. Alhamdulillah..semoga postingan hari ini bermanfaat moms..

Sunday, December 8, 2019

5 Tips Mengatasi Sibling Rivalry

December 08, 2019 24 Comments
Bagaimana mengatasi Sibling Rivalry
Sibling Rivalry adalah persaingan atau kompetisi  yang terjadi antara kakak beradik yang biasanya disebabkan karena adanya rasa iri, ingin diperhatikan atau merasa diperlakukan tak adil atau tak disayang.  Umumnya hal ini terjadi  saat seorang kakak memiliki adik baru yang membuat dirinya merasa seolah tak diperhatikan. Persaingan yang lumrah terjadi ini bisa menjadi berbahaya jika Orangtua melakukan pembiaran dan tidak segera mengambil langkah bagaimana mengatasi hal tersebut. Lalu, bagaimana langkah yang tepat mengontrol emosi anak agar Sibling Rivalry ini terkelola dengan baik dan tidak berujung permusuhan.

1. Berbuat adil

Berbuat adil disini bukan berarti memberikan masing-masing anak hal yang sama. Tiap pribadi anak adalah unik sehingga mereka juga ingin diperlakukan seperti yang mereka mau. Ada baiknya disini Orangtua juga menanyakan ke anak bagaimana mereka ingin diperlakukan, semisal jika si A lebih suka minum susu sebelum tidur dan si B tidak menyukainya tentu saja Orangtua tak bisa memberikan susu ke masing-masing anak dengan alasan berbuat adil.

 2. Membuat anak merasa dibutuhkan

Sebelum adik lahir ke dunia, ada baiknya ibu mendekatkan kakak dengan adiknya dengan sering-sering mengajak kakak ngobrol ke adiknya atau mengajak kakak memilihkan baju untuk adiknya yang akan lahir. Hal ini akan menumbuhkan perasaan bahwa kakak juga disayangi dan dibutuhkan.


3. Tidak berat sebelah, tidak ada istilah anak favorit

Karena anak tumbuh sebagai pribadi yang unik, maka jangan paksakan ia menjadi seseorang sesuai yang kita inginkan. Justru dukung keunikan masing-masing pribadi tersebut dan tidak ada istilah anak emas karena merasa paling sesuai dengan harapan Orangtua.

4. Tidak membanding-bandingkan

Karena setiap anak berbeda, maka jangan sekali-kali membanding-bandingkan antara kakak dengan adiknya atau sebaliknya karena bukannya memacu anak untuk menjadi lebih baik, hal ini justru memicu anak menjadi saling berselisih dan bertindak agresif bahkan parahnya bisa berakibat salah satu anak menjadi susah bergaul dengan lingkungan sosialnya karena minder atau terlalu agresif akibat dibandingkan.

5. Menjadi penengah di kala bertengkar bukan membela salah satunya

Kadang perselisihan terjadi antara kakak dan adiknya. Tugas kita adalah menjadi penengah, mengurai masalahnya dan membantu menemukan solusi saat mereka bertengkar. Biarkan mereka berusaha menyelesaikan masalahnya dan tugas kita adalah mempertemukan mereka dengan tak memihak salah satunya. Memihak anak yang kecil dan meminta kakaknya mengalah sangat tidak dianjurkan.

Memihak salah satu anak, membandingkan dan tidak berbuat adil hanya akan membuat perselisihan semakin parah. Efek negatifnya justru salah satu anak menjadi jauh dengan orangtuanya, membenarkan perasaan tidak disayang, minder,dan  menjadi agresif. Efek parahnya anak juga pada akhirnya menjadi anti sosial dan tak mampu bergaul dengan baik dengan lingkungan.

Saturday, December 7, 2019

Pengalaman menyapih anak

December 07, 2019 2 Comments
Menyapih dengan cinta dan Brotowali
Saat ini usia Uty sudah 4 tahun dan anak ini termasuk penyuka  susu.  Kalau bepergian atau sekedar jalan-jalan yang dimintanya selalu susu kotak. Bagiku, menyapih Uty adalah perjuangan tersendiri. Tidak seperti anak-anak lain yang  sama-sama full ASI eksklusif, Uty termasuk anak yang bagiku susah disapih. Mungkin karena kurang tega ya, atau mungkin karena kebiasaan yang kurang baik ketika menyusui, apa itu?

1. Kebiasaan menyusui saat akan tidur

Sebenarnya tak ada yang salah ketika kita menyusui anak yang akan tidur, yang salah adalah membiasakannya. Seharusnya dipisahkan kebiasaan menyusui dengan kebiasaan tidur sehingga anak tidak gelisah mencari ibunya ketika akan tidur.

2. Menyusui sambil duduk

Ada baiknya posisi ketika kita menyusui adalah sambil duduk dan tanpa disambi dengan kegiatan lain. Menyusui sambil terbaring memang membuat anak nyaman sehingga sering anak tertidur dengan posisi anak menyusui sambil tiduran.

3. Membuat menu MPASI yang disukai

Anakku juga termasuk yang susah makan dan bahkan kadang GTM pula. Padahal menu MPASI yang aku buat selalu beragam, cuma sebagian besar karbohidratnya dipenuhi oleh nasi atau kentang. Menu favorit karbohidratnya biasanya aku penuhi dengan membuat kentang kukus yang dihaluskan dan diberi keju (mashed potato) atau kadang dari pasta seperti menu spaghetti. Nah, Uty termasuk anak yang kurang suka makan nasi, kalaupun mau makan kadang hanya lauk, sayur dan buahnya saja yang ia makan. Yang ada kalau sudah begini, Uty akan mengenyangkan dirinya dengan minta disusui.

4. Membuat kenyang anak

Untuk mengurangi kebiasaan menyusui, maka buatlah anak kenyang terlebih dahulu agar kebutuhan utamanya akan ASI lambat lain berkurang. Dengan anak kenyang, berarti porsinya menyusui akan berkurang. Nah, salahku waktu itu karena Uty kurang karbohidrat karena kurang suka nasi, jadilah ia menyusu sepanjang hari kecuali jika aku pergi mengajar.

Beberapa cara yang sudah aku coba kala menyapih Uty waktu itu antara lain

1. Weaning with love (WWL)

Menyapih dengan cinta adalah metode alami yang diterapkan ibu-ibu milenial karena dilakukan dengan perlahan dalam jangka waktu yang cukup panjang. Proses awalnya adalah dengan afirmasi positif dengan membisikkan kata-kata ke anak ketika akan tidur seperti "Dek, nanti menyusui ke ibuk cuma sampai 2 tahun ya..nanti 2 tahun adek disapih Yaa.." Kata-kata positif yang setiap hari diucapkan ketika anak masih bayi akan terekam dan akan dipahami lambat lain. Selanjutnya dengan menyiapkan MPASI dan mengurangi porsi ASI sedikit demi sedikit. Kakak ipar ku waktu itu berhasil menyapih anak keduanya dengan memberi hadiah teh manis ketika anaknya disapih dan cara ini berhasil. Waktu aku terapkan cara ini, Uty gelisah ketika akan tidur dan merengek yang akhirnya membuatku tak tega padahal kurang selangkah lagi.

2. Brotowali

Karena waktu aku menyapih, usia Uty waktu itu sudah 2,5 tahun dan aku sedang hamil maka mau tak mau aku harus menemukan cara agar Uty segera disapih. Meski tak kontraksi ketika menyusui tapi ada rasa tak nyaman dan menurutku semacam perasaan geli menyusui Uty waktu itu. Mungkin bawaan hamil juga mempengaruhi ketidaknyamanan menyusui waktu itu. Akhirnya kami mencari Brotowali di toko jamu yang terletak di lantai 2 Pasaraya Salatiga. Brotowali tersebut kemudian dioleskan ke areola dan membuat Uty benar-benar tak suka karena pahitnya. Akhirnya dengan cara ini Uty berhasil berhenti menyusui namun dalam beberapa hari selanjutnya, Uty merengek lagi minta ASI dan beruntungnya Brotowali yang kami beli tak kering sehingga masih bisa dioleskan. Ada rasa sedih juga sih menyapih anak, tapi memang harus dilakukan demi kebaikan bersama.

Sempat sebelum beralih dari WWL ke Brotowali aku membawa Uty ke seorang ustadz tapi kemudian kusesali. Kupikir waktu itu Uty akan didoakan agar berhenti ASI, tapi menurutku cara yang dilakukan kurang syar'i jadi tidak kulanjutkan. Hingga sekarang, ketika adeknya minta ASI kadang Uty ngomong, "Buk, aku juga ya?" Hehe..selalu kusampaikan kalau Uty sudah gedhe dan gantian adeknya, Uty dulu kan juga udah ASI".
Selamat mengASIhi bunda semua, semoga berhasil ya proses menyapihnya.


Friday, November 29, 2019

Bahaya penggunaan gawai pada anak

November 29, 2019 1 Comments
Bahaya penggunaan gawai pada anak
Penggunaan gawai, baik itu telepon pintar atau smartphone dan laptop semakin meningkat. Jika dilihat lebih jauh, gawai sebagai alat bantu komunikasi dan bekerja, kini penggunaannya menjadi semakin beragam dan tak hanya Orangtua saja yang mengoperasikan, bahkan anak usia balita kini kian mahir menggunakan.

Ada rasa khawatir ketika berita akhir-akhir ini menyebutkan bahwa gawai ternyata juga mengakibatkan kejiwaan anak terganggu. Menurut penelitian yang dilakukan Sundus M dari Lahore Garrison University, frekuensi penggunaan gawai untuk anak di bawah usia 12 tahun adalah sebagai berikut

1. Digunakan sesuai kebutuhan:
Sangat Sering: 9%
Sering: 22%
2. Digunakan untuk berkomunikasi:
Sangat Sering: 19%
Sering: 36%
3. Digunakan untuk menonton:
Sangat Sering: 25%
Sering: 54%
4. Digunakan untuk belajar:
Sangat Sering: 29%
Sering: 54%
5. Digunakan untuk main game:
Sangat Sering: 35%
Sering: 62%

Dari data tersebut, dapat kita amati bahwa penggunaan gawai untuk anak di bawah usia 12 tahun ternyata digunakan untuk main game. Lalu, sebenarnya apa bahaya dari penggunaan gawai itu sendiri? Terdapat beberapa masalah yang timbul akibat penggunaan gawai bagi anak :

1. Mengakibatkan keterlambatan berbicara dan kemampuan berbahasa

Ternyata, pemakaian gawai pada anak terutama anak yang masih belum fasih berbicara mengakibatkan anak menjadi malas belajar kosa kata yang berakibat terjadinya keterlambatan kemampuan berbahasa. Sementara bagi anak yang lebih besar, karena kurangnya interaksi sosial saat anak bermain gawai berakibat kemampuan berkomunikasinya menjadi terbatas dan kurang berkembang.

2. Kurangnya fokus atau perhatian anak terhadap suatu hal

Ketika anak terlalu fokus bermain gawai, fokus dan perhatiannya terhadap lingkungan sekitarnya menjadi terganggu dan mengakibatkan anak mengalami masalah baik di rumah maupun di sekolah.

3. Menyebabkan rasa cemas dan depresi

Terlalu banyak menggunakan gadget ternyata membuat anak menjadi cemas, jantung berdebar dan mengalami depresi ketika tidak menggunakan gawai. Di beberapa media televisi bahkan sempat dibahas bagaimana ketergantungan anak bermain game di gawai berakibat anak tersebut mengalami masalah kejiwaan.

4. Kurang baik bagi perkembangan karakter

Dari gawai, anak bebas menerima asupan informasi dari mana saja. Apalagi jika gawai tersebut tidak dalam mode aman untuk anak. Terusan pornografi yang diterimanya akan berpengaruh pada kondisi kejiwaan dan perkembangan mentalnya 

5. Meningkatnya kasus mata

Terlalu fokus pada penggunaan gawai membuat mata lelah dan aktivitas berkedip menjadi berkurang. Dalam keadaan normal, seseorang berkedip sebanyak 15 kali permenit. Penggunaan gawai mengakibatkan seseorang hanya berkedip sepertiga kalinya atau sekitar 5-6 kali permenit dan mengakibatkan mata menjadi kering. Menurut USA Center for Disasease Control and prevention Kasus rabun jauh atau yang kita kenal sebagai miopi yang diakibatkan penggunaan gawai 8 jam sehari meningkat akhir-akhir ini. 

Nah, dari bahaya yang telah disebutkan di atas, sudah menjadi tugas kita sebagai Orangtua untuk bijak dalam memberikan fasilitas gawai ke anak meskipun pada dasarnya ada nilai lebih gawai juga. Lebih banyak mana? Tergantung bagaimana dan berapa lama gadget atau gawai itu digunakan. Maka dari itu, yuk gunakan gawai secara bijak.


Referensi : kulwap Hindari candu gadget by Eka Wardhana

Monday, November 18, 2019

Menumbuhkan Fitrah Keimanan dari rumah

November 18, 2019 10 Comments
Beberapa waktu lalu saya mengikuti kulwap yang diadakan Rayya Production tentang menumbuhkan fitrah keimanan dari rumah.Berikut ringkasan kulwapnya..

Terlahir Beriman


Setiap anak yang lahir ke dunia ini sebenarnya memiliki fitrah sebagai seorang muslim seperti dalam hadist

setiap anak yang lahir, dilahirkan di atas fitrah. Maka kedua orangtuanya lah yang menjadikan Yahudi, Majusi dan Nasrani ( HR Bukhari Muslim)

Mengajarkan aqidah sebelum syariat


banyak orang di masa sekarang beribadah tetapi masih berbuat dzalim. Hal tersebut terjadi karena melakukan ibadah dilakukan hanya sebagai penggugur kewajiban dan tanpa didasari rasa cinta atau mahabbatullah. Untuk itu menanamkan kecintaan kepada Allah jauh lebih besar manfaatnya daripada orang lain.

Mendidik Iman Anak


Ada dua hal mengenal Allah, antara lain

Rububiyatullah

Allah sebagai subyek yang maha Menciptakan, Maha Pemelihara dan Pemilik (dijelaskan sesuai dalam surat Alfatihah 1)

Uluhiyah

Allah sebagai obyek yang disembah, dicintai dan dimintai pertolongan.

Dasar pertama yang harus diajarkan kepada anak adalah uluhiyah sebagai esensi keimanan yang sesungguhnya. Lalu bagaimana cara orang tua membangun mahabbatullah

1. Memberikan keteladanan
2.Tidak menakuti anak dan berburuk sangka kepada Allah
3. Selalu bersyukur dan tawadhu
4. Mempermudah pemahaman, bukan mempersulit dalam hal ibadah
5. Mendekatkan kepada Allah

Anak mampu dikatakan beriman jika dalam usia 12 tahun mempunyai motivasi beragama dan menjadikan Allah satu-satunya tempat bergantung.

Menumbuhkan iman sesuai tingkat usianya


Usia pra latih ( 0-7 tahun)

Menumbuhkan fitrah keimanan anak pada usia ini dapat dilakukan dengan imajinasi, kreasi dan fantasi menggunakan media bercerita, bermain, bernyanyi dan menggambar serta melihat teladan dalam keluarga
Misal : memeluk anak saat adzan dan paham kan bahwa suara indah yang terdengar merupakan panggilan shalat. Bermain hujan dan menjelaskan bahwa hujan adalah Rahmat dari Allah. Memahamkan anak agar mau shalat dengan rasa takut merupakan bentuk pengajaran yang kurang tepat. Ust Andriano Rusfi menyampaikan bahwa keimanan yang ditumbuhkan rasa takut tidak akan menumbuhkan cinta ( Mahabbatullah)

Periode  Latih (usia 7-12 tahun)

Menumbuhkan fitrah keimanan pada usia ini adalah dengan metode penalaran karena anak mampu berpikir secara konkret,ilaihi banyak bertanya dan membutuhkan bukti konkret.
Contoh : Mulai memahamkan bahwa shalat itu wajib dan mendorongnya melakukan shalat. Tani anak ke masjid untuk shalat berjamaah.

Periode Aqil Baligh (12  keatas)

Di usia ini, anak diharapkan sudah memiliki iman yang kokoh seperti tau kewajiban shalatnya dan menjalankannya karena Mahabbatullah atau cinta. Di usia ini anak perlu didampingi dan peran orangtuanya sebagai partner untuk berdiskusi.

Demikian resume kulwap tentang menumbuhkan fitrah keimanan. Semoga bermanfaat.

Sunday, November 3, 2019

Manfaat dongeng bagi Anak

November 03, 2019 1 Comments
Manfaat dongeng bagi anak
Beberapa hari yang lalu aku mengikuti kulwap yang diadakan oleh The Asian Parent Indonesia (TAP) bekerjasama dengan Dancow yang menghadirkan tema "Dongeng Sebagai Stimulasi" yang disampaikan seorang psikolog anak dan Remaja, bunda Monica Sulistiawati, M.Psi yang akrab dipanggil Bunda Monica.

Dalam kulwap tersebut Bunda Monica menyampaikan bahwa ada tiga aspek fundamental yang dibutuhkan seorang anak dalam masa pertumbuhannya yaitu:

- Nutrisi

Nutrisi mendukung tumbuh kembang anak dalam hal fisik seperti terpenuhinya kebutuhan gizi untuk pertumbuhan anak sehingga mencegah stunting, terjaganya daya tahan tubuh dan memberikan tenaga untuk beraktivitas, serta kunci keberhasilan anak dalam menerima stimulus.

- Cinta

Kedekatan emosional (bonding) yang baik antara anak dan Orangtua ternyata memberikan banyak manfaat, antara lain anak menjadi lebih percaya diri, merasa aman, yakin bahwa dirinya mampu melakukan sesuatu, tidak mudah menyerah, peduli, empati dan masih banyak lagi.

- Stimulasi

Stimulasi menjadi penting dilakukan agar anak tumbuh dan berkembang sesuai dengan tahapan usianya. Salah satu cara menumbuhkan aspek kognitif dan sosio-emosional adalah dengan mendongeng.

Adapun manfaat dari mendongeng antara lain :

- Meningkatkan wawasan anak
- Mengembangkan daya imajinasi dan kreativitas anak
- Mengembangkan kemampuan berbahasa
- Meningkatkan kemampuan berpikir logis dan kritis
- Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dan menemukan solusi
- Meningkatkan kemampuan sosial dan kecerdasan emosi anak

Lalu, bagaimana membuat anak tertarik mendengarkan dongeng? Ternyata kuncinya terletak pada cara dan saat penyampaian. Penyajian dongeng dengan bahasa dan gestur yang menarik serta saat mendongeng yang pas akan mengajak anak menuju alam imaginasinya. Selain itu, alat bantu dan alat peraga gerak juga akan menambah rasa tertarik anak untuk mendengarkan. Contoh alat peraga antara lain, boneka tangan, gambar kertas, buku cerita, wayang, sayuran dan banyak hal lain yang bisa dicoba. Selamat mencoba ya mom..

Sunday, October 27, 2019

Pengalaman anak tantrum karena cemburu

October 27, 2019 2 Comments
Tantrum pada anak

Ternyata memiliki dua anak kecil dengan usia yang berdekatan gampang-gampang susah Yaa...
Seperti  hari ini, pagi ketika bangun tidur adek agak rewel. Sambil menangis, adek menunjukkan kalau punggungnya pegal sehingga diangkat-angkat. 
Awalnya, aku dan suami berencana mengajak kakak dan adik pijat agar badannya menjadi nyaman lagi tapi rencana tersebut gagal karena kami pulang kesorean dari resepsi pernikahan saudara. Alhasil malam sebelum tidur, aku berusaha melakukan massage sendiri buat adek. Berbekal pengalaman massage ketika kakak bayi dan pengamatan saat bekerja di klinik tumbuh kembang aku mulai memijat adek.
Saat aku mengoleskan baby oil dan mulai memijat, tiba-tiba kakak marah.
"Ibuk gak boleh pijat adek, pokonya gak boleh"
"Cuma sebentar mbak, kasihan kan adek capek"
"Nggak boleh... pokoknya gakkk boleeeehhh.."
Sambil memukulku dengan tangannya sejadi-jadinya kakak menangis. Bapak yang menemani sambil mengantuk akhirnya melerai dan menggendong kakak keluar kamar. Kakak semakin marah dan kali ini kakak melempar ibu menggunakan lip balmnya. Menangis dan berteriak-teriak sambil bilang bahwa kakak gak sayang ibu, kakak benci ibu, ibu pergi saja...
"Ya udah, ibu sama adek tidur di kamar depan"
Tangis kakak mendengar ibuk berkata demikian semakin menjadi. Akhirnya ibuk meminta tolong bapak menggendong adek.
Kakak yang masih marah sambil berteriak-teriak akhirnya ibuk peluk. Kakak berusaha melepaskan pelukan tapi ibuk mencoba menahan dan berkata baik-baik sambil memijat kakak.
"Embak pengen dipijat juga ya kayak adek?"
"Enggak mau..aku benci ibuk.."
Ibu yang sebetulnya panik mencoba tenang dan mengajak kakak mengobrol pelan-pelan. Akhirnya kakak luluh hatinya.
"Kalau gitu, eskrim yang ada di kulkas punyaku semua, adek gak boleh"
"Iya..kan adek belum boleh minum eskrim dan minum yang manis-manis"
Adek yang datang masuk ke kamar dan berusaha mendekat ke ibuk tak diijinkan kakak. Akhirnya bapak kembali menggendong adek. Kakak yang minta ditemani tidur dan dipuk-puk akhirnya tertidur.
Akhirnya dari pengalaman tersebut aku jadi sadar bahwa kakak sudah mulai merasakan cemburu dan ego sehingga tak mau berbagi kasih sayang.

Cara mengatasi anak yang tantrum seperti kakak adalah
1. Tetap tenang
2. Kenali penyebab tantrumnya
3. Pelukan
4. Bujuk baik-baik
5. Untuk sementara waktu adeknya mengalah

Cara tersebut di atas ternyata cukup efektif mengatasi kakak yang sedang tantrum. Semoga ceritaku bermanfaat Yaa..


Alasan ayah wajib berbagi peran rumah tangga

October 27, 2019 0 Comments
Beberapa kejadian yang dimuat di media baik tv maupun media online membuat mata kita terbuka. Ternyata tidak sedikit kasus yang dialami perempuan akibat dirinya depresi yang kadang berujung pembunuhan, bunuh diri hingga sakit jiwa. Seperti kejadian beberapa waktu lalu, seorang ibu dengan tega mencekoki anaknya yang berusia 2 tahun dengan air hingga meninggal. Sang ibu kesal karena sering diancam suaminya akan dicerai karena dianggap tidak becus mengurus anak. Teruka karena dianggap tidak mampu dan sikap mertua yang kurang mendukung dan justru terlalu mencampuri dalam pengasuhan membuat ibu tersebut merasa gagal dan akhirnya melampiaskan segala kekesalan kepada anak yang akhirnya berujung penyesalan.
Sebenarnya, jika kita telisik lebih jauh. Depresi yang dialami bunda biasanya terjadi karena ada tekanan dari pihak luar. Bisa jadi, tekanan tersebut berasal dari suami, mertua, atau lingkungan sekitar. Nah, kira-kira apa alasan suami harus ikut andil dalam urusan rumah tangga :

1. Menumbuhkan kesadaran

Dengan berbagi peran, mau tak mau akhirnya membuat suami paham bagaimana tugas istri di rumah

2. Memberikan keteladanan

Membantu meringankan tugas istri selain bermanfaat membahagiakan istri juga memberikan keteladanan bagi anak sehingga anak memiliki rasa hormat kepada orang tua

3. Membuat istri bahagia

Dengan berbagi peran, istri bukan lagi dianggap seperti asisten rumah tangga tetapi sebagai istri seutuhnya. Dengan berbagi peran, istri akan merasa jika dirinya diperhatikan

4. Menumbuhkan empati

Dengan berbagi peran , sikap emosi dan rasa empati akan muncul setelahnya.


Contoh ragam permainan sensory play

October 27, 2019 17 Comments
Sensory plays
Setiap anak membutuhkan rangsangan yang tepat di usianya agar memiliki daya tangkap dan tanggap yang baik. Seperti Tito yang saat ini berusia 14 bulan, tentunya dengan memberikan aktivitas yang menyibukkan sekaligus membuatnya belajar mampu merangsang perkembangan otaknya.

Apa itu Sensory play?


Sebenarnya apa sih sensory play (permainan sensorik) itu? Permainan sensorik atau yang lebih dikenal dengan sensory play adalah kegiatan bermain yang memanfaatkan panca indera seperti penglihatan (mata), peraba (kulit), penciuman (hidung), pendengaran (telinga) dan pengecap (lidah) serta gerakan (otot dan sendi).

Manfaat Sensory Play


Ternyata kegiatan sensory play ini memiliki manfaat penting bagi perkembangan anak, antara lain :

1. Merangsang kerja otak
2. Mendorong kemampuan motorik
3. Membuatnya lebih tanggap dan tenang saat menerima stimulus atau rangsangan
4. Membantu meningkatkan kemampuan berbahasa
5. Meningkatkan kreativitas anak


Ragam kegiatan Sensory Play


Karena permainan sensorik ini tidak hanya memanfaatkan satu indera saja dalam beraktivitas, tentunya ada banyak ragam kegiatan yang bisa moms praktekan di rumah, diantaranya :

1. Bermain gelembung sabun

Permainan gelembung sabun menjadi aktivitas yang sangat disukai si kecil. Ajak anak bermain gelembung sebelum mandi sehingga selain membuat anak menyukai aktivitas mandi. Anak juga terangsang otaknya dengan kegiatan bermain yang menyenangkan.

2. Bermain kantong Sensorik

Jika aktivitas bermain di luar menyebabkan kotor. Cobalah bermain menggunakan kantong Sensorik. Caranya, bunda bisa mengisi kantong plastik transparan dengan berbagai macam isian, misal kantong pertama diisi dengan beras warna-warni, kantong kedua diisi dengan water berada (bubble), kantong ketiga dengan Aline, kantong keempat dengan baby oil yang diberi warna dan dicampur air, kantong enam dengan pom-pom dan sebagainya.

3. Permainan bunyi

Ajak anak mengenal berbagai macam sumber bunyi, misal bunda bisa memasukkan beras ke dalam botol plastik dan ke dalam kaleng dimana anak bisa menggoyangkan untuk menghasilkan bunyi berbeda.
Shaker atau penghasil bunyi
Sumber : IG creativeplayideas

4. Memasukkan sedotan atau benda kecil ke dalam kardus

Selain melatih ketenangan dan fokus, memasukkan benda kecil ke dalam kotak kardus juga merangsang motorik halus anak.

5. Mengenalkan tekstur kasar halus dengan kain

Sensory bag for baby
Kantung sensorik bisa diisi beragam mainan
Sumber : IG creativeplayideas


recent posts

Featured post

Kenangan : Traveling Bersama Bapak Saat Kecil

Aku selalu ingat, kala bapak mengajakku traveling kala kecil dulu. Ini menjadi permata pengalamanku yang tak bisa kulupakan. Bahkan hingga...