Showing posts with label ODOP. Show all posts
Showing posts with label ODOP. Show all posts

Sunday, February 2, 2020

Blognya Ibu Rumah Tangga Minimalis

February 02, 2020 2 Comments
Blog tentang rumah tangga, parenting dan lainnya


Sebagai  ibu rumah tangga dengan dua anak yang juga bekerja sebagai pengajar fisika di sebuah bimbingan belajar di kota Salatiga, kadang keinginan untuk menulis agak sulit aku lakukan. Perlu manajemen waktu antara suami, 2 anak, rumah, mengajar dan menulis.
Berkutat dan dikelilingi dengan berbagai hal yang berhubungan dengan kerumahtanggaan kadang juga membuatku jenuh dan perlu suatu pekerjaan yang berguna untuk menjaga kewarasan serta kesegaran otak. Salah satu hal yang bagiku sangat membantu selain membaca buku yang aku sukai adalah menulis di blog dan pastinya juga yang berkaitan dengan kegiatan sehari-hari ibu rumahtangga. Mulai dari resep dan menu masakan, psikologi rumah tangga, berbagi ilmu  dari kulwap, perkembangan anak, kesehatan keluarga dan kesenangan saat emak mereview produk baru seperti skincare, makanan atau tempat yang baru saja dikunjungi. Nah, hal tersebut akan aku bahas satu persatu yaa..

1. Menu dan resep masakan


Dalam resolusi 2020 ku, salah satu list yang aku tuliskan dalam hal kerumahtanggaan adalah membuat varian jajanan baru minimal sebulan sekali walau di bulan Januari hal tersebut belum berjalan dikarenakan kesibukan mengajar yang di weekend. Padahal di tahun 2019, aku berhasil mencoba beberapa resep baru bahkan beberapa diantaranya aku uji cobakan untuk mereview produk dari suatu brand dan ada pula yang aku ikutkan dalam tantangan menulis BPN waktu itu. Semoga di tahun ini, bisa lanjut ya bebikinan jajanan yang hemat dan sehat untuk suami dan anak.

2. Psikologi rumah tangga


Kadang dalam hal berumah tangga, aku terutama berbuat lalai atau khilaf. Kadang pula, ingatan masa lalu yang kurang baik membawaku kembali dalam inner child ku. Nah, dengan menuliskan tips-tips sederhana yang aku baca atau aku dapatkan dari seminar, kulwap, atau buku dan komunitas akan membantu sebagai terapi penyembuhan (healing). Dengan menuliskan di blog, berarti aku juga tengah melakukan perbaikan yang sama yang semoga semakin baik dan bisa Istiqomah.

3. Perkembangan anak


Anak menjadi semestaku sehari-hari mulai dari bangun tidur hingga memejamkan mata lagi. Disini sebagai seorang ibu tentunya aku juga ingin melakukan yang terbaik untuk anak termasuk dengan belajar dan mengetahui milestone perkembangannya, belajar segala hal terkait parenting, agar ibunya terdidik terlebih dahulu sebelum mendidik anak. Anakku pun juga menjadi media belajarku agar aku terus berbenah dan melakukan perbaikan diri. Memiliki 2 anak yang berbeda jenis kelamin, sifat, usia dan karakternya membuatku harus mau menyelami satu persatu dan berusaha memperlakukan mereka dengan adil. Tak jarang beberapa tulisanku yang aku dapatkan dari komunitas, kulwap, atau baca buku parenting dan berhubungan dengan anak kubahas di blogku.

4. Kesehatan keluarga


Fimosis yang dialami Tito dan kehamilan dengan skoliosis serta persalinan Caesar akhirnya juga menjadi bahan tulisanku karena pengalaman tersebut bagiku begitu berharga dan untuk menjaganya aku sengaja menuliskannya dan mendokumentasikan dalam bentuk artikel di blogku. Termasuk pengalaman selama bekerja di klinik dan perjalanan selama menjadi istri dan ibu.

5. Review Produk


Review merupakan salah satu kebahagiaan tersendiri bagiku. Aku menganggapnya suatu bonus berharga yang aku dapatkan dari blogging dan bersosial media. Dari beberapa review yang aku dapatkan baik membeli, barter produk dengan tulisan atau foto dan yang berbayar membuatku meyakini bahwa ternyata pengalaman menulis itu merupakan pengalaman berharga dan bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Dari mereview produk, aku jadi tahu bagaimana menghargai produk dan memberi nilai secara obyektif dan juga berpenghasilan.

Nah, berarti secara keseluruhan aku menyimpulkan bahwa sebetulnya blogku lebih condong bertema lifestyle atau kerumahtanggaan. Harapanku, semoga di tahun 2020 ini aku  bisa menghadirkan tulisan yang lebih baik lagi, konten yang lebih berbobot dan inspiratif dan semoga tulisanku bisa tembus media. Doakan yaa..kalau kamu..tema blogku tentang apa?


Sunday, December 15, 2019

ODOP, wadah kreativitas penulis dan blogger

December 15, 2019 4 Comments
ODOP blogger dan penulis

Gagal ketika mengikuti Ramadhan Writing Challenge Komunitas One Day One Post (ODOP) membuat saya makin penasaran bagaimana teman-teman menulis dengan konsisten termasuk fasilitas saya di matrikulasi IIP mba Alif Kiky Listiyati yang dengan beragam kesibukannya masih bisa konsisten menulis.

Akhirnya, ketika open recruitment ODOP dibuka, saya coba daftarkan diri. Dari kelas oprec yang berlangsung sekitar 8 Minggu tersebut saya coba konsisten menulis dan coba menyelesaikan tantangannya meski sering rapel posting artikel dan tugas karena buat saya, peran utama sebagai ibu memang saya utamakan dan saya bisa fokus menulis kala malam saat anak-anak dan suami sudah terlelap.

Setelah Oprec ODOP terselesaikan, mulailah saya memasuki kelas baru dimana saya fokuskan mengambil kelas non fiksi dengan harapan untuk memperbaiki tulisan sekaligus agar selalu semangat menulis. Bagi saya, mengikuti dan belajar bersama di komunitas membuat saya tersemangati untuk menulis. Jadilah ODOP tambatan hati yang saya pilih untuk benar-benar belajar menulis.

Saya bersyukur, sebagai anggota ODOP batch #7 ini saya mendapat banyak pelajaran berharga. Mulai dari bagaimana cara mengawali dan mengakhiri tulisan, memperbaiki blog hingga soal monetasi blog karena materi tersebut yang saya tunggu-tunggu tiap kali mengikuti kelas online.

Dari ODOP, saya mendapat banyak sekali pencerahan. Bagaimana akhirnya saya harus mengelola waktu, menyusun dan menulis artikel dengan cepat, hingga mencari dan menemukan ide yang tepat untuk di-posting di blog saya.

Meski dengan bahasa seadanya, saya berusaha konsisten tetap posting tulisan tiap minggunya dan kedepannya saya berharap agar tulisan yang saya posting di blog lebih enak dibaca. Semoga ODOP berkenan memberikan materi tentang PUEBI yang menurut saya penting dipelajari oleh seorang penulis baik blogger maupun pengarang. Satu lagi harapan saya ke ODOP, sebaiknya tugas Blogwalking yang dilakukan tak terlalu banyak karena di luar komunitas saya juga melakukan Blogwalking ke blog lain. Beberapa kali saya jumpai seorang teman yang sekedar memberi komentar seadanya dan komentar tersebut sama ke blog lainnya padahal esensi Blogwalking bukan sekedar berkunjung. Alangkah senangnya jika artikel yang kita posting dibaca dengan baik dan komentar yang diberikan sesuai dengan tema tulisan. Apalagi analitik google juga bisa menghitung lama waktu kunjungan dan menganalisis tulisan kita akan selesai terbaca dalam beberapa menit. Dengan membaca dengan benar, mengomentari sesuai isi tulisan tentunya akan membuat penulis merasa dihargai. Maaf juga kalau saya sering rapel Blogwalking dikarenakan membaca postingan blog buat saya menyita cukup waktu sehingga hanya bisa saya lakukan di waktu tertentu. Usul saya, Blogwalking tak perlu dilakukan tiap hari tapi dengan jadwal tertentu yang disepakati.

Bagaimanapun, ODOP terus berbenah dan saya selalu berharap bahwa ODOP selalu menjadi wadah bagi penulis newbie seperti saya maupun yang berpengalaman agar selalu konsisten menulis. Terimakasih ya ODOP..teruslah menjadi terbaik, tempat menyampaikan karya dan kreativitas bagi penulis. Saya optimis bersama ODOP.

Saturday, December 14, 2019

Resolusi 2020 : Keluarga Literasi

December 14, 2019 2 Comments
Jurnal Literasi Keluarga
Ketika seseorang berusaha mengejar sesuatu yang ia impikan. Maka proses awalnya adalah mengenali posisi nolnya saat ini, dalam artian mengetahui dari titik mana ia akan berjuang. Setelah bercerita tentang apa saja capaianku di tahun 2019, maka saatnya kembali bagiku menyusun impian setahun kedepan. Dari pengalaman selama setahun berkomunitas di dunia blogger dan pengasuhan, aku jadi semakin tertantang untuk belajar lebih banyak lagi. Ada semacam binar yang aku dapatkan ketika menulis yang artinya sebenarnya aku bahagia dengan kegiatanku ini. Nah, apa saja yang ingin aku capai di tahun 2020 terutama di bidang literasi?

  •    Memperbaiki setting template blog

Sempat beberapa kali aku bongkar pasang template blog yang kurasa cocok untuk blogku, namun ada beberapa kode html yang sepertinya tak lengkap sehingga berakibat tampilan blogku belum aku benahi. Di label dan beberapa menu belum sempat aku benahi dan aku berharap di bulan Januari semuanya beres sehingga aku bisa melanjutkan ke proses selanjutnya yaitu Top Level Domain Blog.

  •    Top Level Domain

Buatku yang hobi nulisnya masih belum teratur, sebetulnya pembuatan Top Level Domain belum begitu penting. Tapi tergiur job content placement yang sering ditawarkan ke blogger membuatku akhirnya berjuang, termasuk melakukan blogwalking, bergabung di berbagai komunitas blogger, dan mengikuti bermacam kelas online untuk penulis. Mengikuti ODOP juga merupakan bagian dari rencana yang mengarah kesana, terimakasih ya ODOP..

  •      One Week One Book

Demi menghangatkan budaya literasi di rumah sendiri dan berharap memperbaiki PUEBI dan penulisan, maka membaca jadi salah satu rutinitas yang aku lakukan. Di Desember ini, aku juga daftarkan kakak bergabung sebagai member di perpusda Salatiga, tujuan utamanya sih agar kakak, ibu dan bapak juga rajin membaca. Kebiasaan yang mulai kami bangun bersama saat ini adalah mengunjungi perpusda tiap weekend, minimal disana kakak bermain dan menemukan sebuah buku untuk dipinjam.


  • Satu Post Seminggu

Sebenarnya dengan mengikuti ODOP ini ada 6 postingan yang aku miliki per Minggu, namun kadang karena kesibukan kegiatan menulis rutin setiap hari hanya bisa aku lakukan di malam hari sehingga target menulisku minimal ada satu posting artikel per minggunya.

  • Content Writer

Ada perasaan dag dig duh ketika menulis bagian terakhir ini. Bukan,.. bukan karena aku tak pantas tetapi kok rasanya belum siap. Tapi tak apalah, untuk menyemangati diri sendiri di tahun 2019 aku bergabung di grup para content writer dengan harapan aku juga bisa menuliskan dan menyebarkan virus positif lewat tulisan..bismillah..

Semoga selain sebagai ajang mengingatkan, resolusi yang aku tulis mampu menginspirasi dan menyemangati untuk terus berkarya terutama dalam literasi. Malu dong kalau terus-terusan negara terpuruk karena berada di rangking akhir soal literasi, sekecil apapun langkah perubahan yang telah kita toreh semoga memberi arti. Salam literasi.

Thursday, November 28, 2019

Cek Hoaks sebelum sharing

November 28, 2019 3 Comments
Menyebarkan berita Hoaks
Di Minggu ini, kita dikejutkan dengan pernyataan Agnes Monica yang mengaku bukan berdarah Indonesia. Dalam video pernyataan yang dipotong tersebut, seolah-olah Agnes Monica lupa akan keberadaannya sebagai warga negara yang dibesarkan di Indonesia. Padahal dalam berita lengkapnya, Agnes rupanya menyebutkan bahwa meski berdarah Jerman, Jepang dan China serta memeluk agama minoritas namun dirinya bangga bertumbuh dan besar di Indonesia.

Tak hanya Agnes Monica, berita baik di sekitar masalah politik, negara dan berbau agama akan mudah sekali dipelintir dan digoreng sehingga masyarakat menjadi resah dan hal ini kadang berakibat memanasnya isu tersebut. Dengan berkembangnya teknologi, setiap orang dengan mudahnya menyebarkan bermacam informasi kebenarannya belum pasti dan tak jarang menyeret ke ranah hukum. Lantas, apa yang bisa kita lakukan dengan adanya Hoaks tersebut?

1. Cek Kebenaran berita

Jangan terburu menyebarkan berita sebelum mengecek kebenaran berita tersebut. Sebaiknya cari informasi yang benar sebelum menyebarkannya. Contohnya seperti kasus Agnezmo diatas, kita bisa cek video lengkapnya di YouTube ya..

2. Cek Sumber Informasi

Sebelum percaya, sebaiknya cek terlebih dahulu asal berita yang diperoleh. Kita bisa menanyakan langsung ke yang lebih paham dan ahli atau mencari referensi terkait isu yang beredar. Referensi yang diambil juga sebaiknya dapat dipercaya. Misal jika kita mencari kebenaran mengenai sebuah berita, kita bisa cek informasi tersebut ke Kemeninfo atau dinas mengenai berita atau informasi terkait.

3. Sampaikan atau hapus

Sampaikan berita atau informasi jika kamu benar-benar yakin bahwa berita atau informasi tersebut benar dan bukan hoaks. Jika berita tersebut hanyalah Hoaks, segera hapus dan jangan disebarkan. Menyebarkan Hoaks bisa memprovokasi pihak tertentu yang mengakibatkan gesekan, pencemaran nama baik, bahkan kerugian materiil. Menyebarkan hoaks berakibat berurusan dengan ranah hukum karena ada UU ITE yang mengatur, seperti disebutkan dalam pasal 28 ayat 1 UU ITE bahwasannya jika kita menyebarkan Hoaks atau berita palsu yang mengakibatkan kerugian, dapat dipidana penjara. Wow,ngeri juga Yaa..

Nah, dengan cek dan ricek kebenaran berita serta sumber informasi semoga kita terhindar Yaa dari berita palsu alias Hoaks.

Friday, November 22, 2019

Playing victim dan penyebabnya

November 22, 2019 6 Comments
"Suatu hari, Tina yang dikenal rajin dan pandai emosinya meledak karena melihat adeknya sibuk dengan sosial medianya padahal jemuran di luar rumah banyak dan Tina kewalahan memasukkan semuanya ke dalam rumah. Takut dilaporkan ke sang ibunda, adeknya bergegas membuat alibi dengan menyiapkan pel dan mengepel seisi kamarnya. Ketika sang ibu datang, buru-buru adeknya menyambut ibunya dan mendampingi ibunya sepanjang waktu. Paginya sang ibu menjadi marah dan mendiamkan Tina hingga beberapa hari tanpa sebab alasan yang diketahuinya hingga akhirnya sang ibu menegur bahwa Tina terlalu kasar karena adeknya yang sedang ngepel kok dipaksa mengangkat jemuran masuk. Tina terkaget-kaget mendengarnya. Oh, jadi itu alasan kenapa sang ibu mendiamkannya"

Cerita di atas merupakan satu contoh bagaimana sang adik melakukan playing victim kepada kakaknya. Lalu apa sebenarnya playing victim itu sendiri?

Playing victim adalah sebuah perilaku atau perbuatan menyalahkan atau melempar kesalahan kepada orang lain dan menganggap diri sebagai korban. Di Indonesia, kejadian tersebut sempat menjadi viral setelah cuitan ramai di twitter dengan hastag #saveaudrey bermunculan. Beberapa selebriti dan media seperti Ruben Onsu pun ikut menjenguk Audrey di Rumah Sakit karena merasa kasihan kepada Audrey yang saat itu berstatus sebagai korban bullying teman-temannya di sekolah. Audrey bersaksi bahwa belasan teman-temannya telah mencolok organ intimnya.  Cuitan setelahnya juga viral dengan hastag #Audreyjugabersalah sebagai balasan dari pengakuan tak benar yang dilontarkan Audrey setelah hasil visum dari tim medis Rumah Sakit menyebutkan bahwa keadaan organ Audrey baik-baik saja. Permasalahan awal muncul karena Audrey, menyinggung salah satu temannya yang berakibat perundungan perundun terjadi.

Di era digital ini, orang dengan mudah mengakses sosial media dan membuat keterangan palsu (hoax) yang menyebutkan dirinya sebagai korban hanya untuk menutupi kesalahan yang diperbuat. Playing victim sejatinya disebabkan karena seseorang memiliki beberapa sifat, antara lain

1. Sulit memaafkan dan pendendam

Sulitnya memaafkan dan rasa dendam yang bergejolak mengakibatkan pelaku biasanya menginginkan sang korban merasakan apa yang dirasakan pelaku sehingga dia melakukan playing victim.

2. Tidak suka bertanggungjawab

Sebuah bencana atau masalah yang timbul biasanya diakibatkan karena kesalahan si pelaku, tetapi karena sikapnya yang tak suka bertanggungjawab jadilah pelaku berusaha menyalahkan orang lain

3. Tak suka mengakui kesalahan

Mental yang lemah dan tak suka mengakui kesalahan berpotensi cenderung memojokkan orang lain agar bertanggung jawab atas perbuatan yang ia lakukan

4. Berharap orang lain melupakan kesalahan dengan menjatuhkan orang lain

Setiap orang yang berbuat salah pada dasarnya malu jika perbuatannya diketahui orang lain. Kita bisa mengakui kesalahan dan meminta maaf terhadap kesalahan ketimbang melempar kesalahan tersebut ke orang lain. Bukannya lupa, orang lain justru semakin mengingat kesalahan tersebut .

Moms juga memiliki sifat yang  disebutkan salah satu diatasi? Jika ya, yuk kenali diri dan mulai berbenah

Thursday, November 21, 2019

Belajar bisnis bareng Google

November 21, 2019 5 Comments
Kegiatan google go digital women Will semarang
Women  Will Semarang yang diadakan di Impala Space
Source : IG Digital Bebarengan
Semakin berkembangnya dunia digital memiliki sisi positif dan negatif bagi pelaku usaha. Beberapa lini usaha seperti online shop, makanan cepat saji dan bisnis terkait jasa seperti taksi online dan jasa pemesanan tiket pesawat atau hotel justru semakin bertumbuh dengan semakin berkembangnya dunia digital tapi di lini lain justru menunjukkan kelesuan. Sebagai contoh, beberapa mall baik di Jakarta maupun kota besar lainnya justru gulung tikar karena tak mampu menghadapi persaingan bisnis yang semakin tinggi. Di lain pihak, banyaknya PHK yang terjadi akhirnya memaksa masyarakat bertumbuh dengan mendirikan UKM (Usaha Kecil Menengah). Apalagi ketersediaan aplikasi online yang semakin memudahkan seperti bisnis pesan antar makanan secara online, jasa reparasi online membuat Google Indonesia keinginan memajukan Usaha Kecil. Google Indonesia berinisiatif untuk memajukan UKM dengan programnya yang bertema "Go Digital". Program yang ditujukan untuk pemilik UKM yang ingin produknya dikenal secara luas ini diinisiasi oleh Google karena melihat potensi  pasar yang begitu luas di Indonesia namun belum terkelola secara maksimal karena banyak pelaku usaha terutama kelas menengah yang belum melek digital.

Diselenggarakan di beberapa kota besar di Indonesia seperti Bandung, Jakarta, Malang, Lombok, Solo, Palembang, Semarang, Medan dan beberapa kota lainnya pemilik usaha bisa mendaftarkan diri dan memperoleh sertifikat dari Google tanpa dipungut biaya alias gratis. Cara pendaftarannyapun cukup mudah. Hanya dengan mengakses link gapura digital  yang muncul di bawah kolom pencarian google dan mengisi formulir online maka otomatis kita telah terdaftar sebagai peserta setelah mendapatkan email undangan dari google.

Gapura digital Semarang di Citradream hotel
Source : IG digital Bebarengan

Seperti di Kota Semarang, Google membuka beberapa kelas Gapura Digital dari tingkat dasar hingga mahir dan juga kelas women Will yang diperuntukkan bagi wanita yang baru atau sedang merintis usahanya agar semakin berkembang. Diselenggarakan tiap hari Sabtu dan Minggu sepanjang tahun ini, sudah banyak pelaku usaha yang merasakan keuntungan belajar digital bareng Google. Untuk mengikuti kelas ini, peserta diharapkan telah memiliki akun Gmail yang aktif. Ada beberapa tahapan yang bisa dipelajari. Di  tingkat dasar atau kelas Siap Digital, peserta menerima beberapa materi terkait  strategi pemasaran, pengenalan  dan pengembangan bisnis, tren terbaru dan juga beberapa produk Google yang dapat membantu mengembangkan usaha seperti Google Map, Google Bisnisku dan Google Primer. Di kelas lanjutan bernama Handal digital, peserta akan belajar bagaimana membuat website yang efektif, membuat konten dan video produk untuk membangun merk. Di kelas selanjutnya bernama Mahir digital, peserta akan  belajar apa itu SEO, strategi iklan dan semacamnya. Setelah mengikuti minimal 4 kali kelas yang diadakan Google, maka peserta berhak menerima sertifikat dari Google.

Bagi pelaku usaha yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang dunia usaha digital tetapi tak memiliki waktu tak perlu khawatir karena Produk Google seperti Google Primer, Google Analitycs, Google Ads juga bisa dipelajari sendiri dengan mendownload aplikasinya di Playstore. Di Google Primer, pelaku usaha dilatih merancang, mengembangkan dan memasarkan bisnis dengan tahapan yang jelas dan terstruktur serta diberikan bermacam contoh sehingga mudah dipelajari dan diaplikasikan untuk bisnis kita.  Bagi kamu yang tertarik, yuk daftar juga.

Wednesday, November 20, 2019

Mengenal istilah influencer

November 20, 2019 6 Comments
Smartphone dan sosial media

Pada zaman milenial seperti sekarang, sepertinya smartphone sudah menjadi kebutuhan pokok bagi kaum milenial. Malah sempat kepikiran salah satu status teman di medsosnya kalau lebih panik ketinggalan handphone daripada dompet. Bagi para sosial media addict , melihat ulasan, foto, atau video menjadi hal yang sudah biasa. Ada sebagian orang yang menjadikan sosial media sebagai sebuah pekerjaan. Apa saja pekerjaan tersebut, yuk simak

Apa itu influencer?

Influencer atau pemengaruh adalah seorang atau sekelompok orang yang memiliki pengaruh. Influencer bisa seorang selebriti, politikus, atlet, blogger atau seorang ibu rumah tangga.
Biasanya influencer ditunjuk oleh brand atau agensi tertentu untuk mempromosikan produknya atau biasa dikenal dengan endorsment. Untuk menjadi influencer dibutuhkan follower, keaktifan bersosial media, Kebagusan konten, dan ER ( Engagement Rate yang dinilai dari banyak postingan  yang diberi like atau komentar sehingga mampu mewakili bahwa sosial media yang dimiliki dianggap menarik dan berpengaruh)

Influencer dibedakan berdasarkan jumlah followernya antara lain

- Nano Influencer ( kisaran follower  Kurang dari 1000 dan dianggap memiliki keterlibatan lebih dekat dengan followernya)
- Micro Influencer (kisaran follower 1000 - 100.000)
- Makro influencer (antara 100.000 - 1.000.000)
- Mega Influencer (follower diatasi 1.000.000)

Tugas influencer sendiri adalah sebagai bagian pemasaran atau marketing dengan tugas posting konten sesuai dengan keinginan brand dan selanjutnya melaporkan hasil berupa insight atau jumlah like dan komentar yang didapatkan.

Dalam dunia marketing, istilah influencer digital memiliki pengaruh yang cukup kuat dengan didukung mulai bergesernya kepentingan para milenial yang memiliki mobilitas tinggi sehingga membutuhkan informasi yang bisa diakses mana saja dan kapan saja. jadi, tertarik jadi influencer?

Tuesday, November 19, 2019

Catatan perjalanan : My Lifestyle Blog

November 19, 2019 14 Comments
Dunia blogging sebenarnya bukan hal baru bagiku karena aku sebenarnya sudah blogging sejak jaman kuliah, hanya waktu itu lebih suka Blogwalking daripada nulis. Berawal dari seringnya ditugasi mencari artikel islami di multiply dan mencari bahan kuliah di blog milik almarhum pakdhe Dongeng Geologi, akhirnya aku terfikir untuk membuat blog meskipun pada akhirnya blognya mangkrak.

 Di tahun 2010 keinginan membuka Online shop membuatku kembali mengutak-atik blog ku menjadi blog jualan yang pada akhirnya juga berhenti. Semangat di awal aja yah..hehe
Setelah mendapat job di klinik dan ditugasi sebagai admin marketing, mulailah aku membuat blog untuk klinik dan mengembangkan media sosial demi kepentingan klinik. Dari situ aku banyak belajar mengenai webmaster dan beberapa istilah blog meskipun belum mahir juga.

Sampai di tahun 2018 karena lebih banyak waktu luang di rumah akhirnya aku kembali mendesain ulang hidupku ..ceilah..apalah..apalah..
Aku benahi template, header dan berbagai macam kebutuhan untuk membuat blogku menarik dan akhirnya jadilah seperti sekarang meski di bagian menu belum sempet benerin juga sih..haha

Blog yang kuberi nama Catatan perjalanan di bagian header ya ini berisi berbagai macam kegiatanku, tapi secara garis besar isinya terkait
- Parenting
- Jalan-jalan
- Review
- Lomba blog

Meskipun beberapa artikel dirasa agak keluar jalur seperti motivasi, cerpen, finansial. Posting berupa artikel parenting kebanyakan aku tulis berdasarkan kelas parenting baik online maupun offline yang aku ikuti, sementara kalau artikel jalan-jalan sih masih seputaran Salatiga saja karena termasuk jarang pergi setelah menikah. Review di blogku isinya beragam, dari review aplikasi, produk skincare atau tempat makan. Hehe, secara aku juga suka jajan.

Lomba blog yang aku ikuti selain tujuan utamanya agar mengetahui sejauh mana kualitas tulisanku juga sebagai pemacu semangat agar bisa belajar dari mastah dan berharap menang..hehe..yaiya dong..ikut lomba kok pengen kalah..

Aku hanya berharap semoga kualitas tulisan dan isi blogku bisa lebih baik dan lebih terarah isinya. Bukan cuma recehan dari remahan rempeyek..hehe..


recent posts

Featured post

Kenangan : Traveling Bersama Bapak Saat Kecil

Aku selalu ingat, kala bapak mengajakku traveling kala kecil dulu. Ini menjadi permata pengalamanku yang tak bisa kulupakan. Bahkan hingga...