Showing posts with label Keuangan. Show all posts
Showing posts with label Keuangan. Show all posts

Wednesday, June 17, 2020

Tips Sehat Finansial Saat New Normal

June 17, 2020 2 Comments

Perubahan perilaku konsumtif dan mencari sumber keuangan kedua itu penting

Dari pandemi ini kita belajar bagaimana perubahan perilaku konsumtif kita bisa mendorong lebih sehat finansial. Mau tak mau kita harus berubah agar perekonomian keluarga tetap berjalan, termasuk menciptakan sumber keuangan kedua agar finansial tetap sehat dan perekonomian keluarga tetap berjalan lancar. Di postingan ini aku menuliskan pengalamanku agar bisa sehat finansial, baca yuk!

Belajar Dari Pengalaman Keuangan Orang Lain

Di saat WFH kemarin, sempat trending di twitter seorang karyawan bergaji 80 juta yang  dirumahkan dan berakibat rumah tangganya berantakan akibat pandemi ini. Kesalahan utamanya karena selama ini gaya hidupnya tergolong tinggi dan minim simpanan. Kisah lainnya yang juga trending adalah seorang programmer berpenghasilan 20 juta harus mengiba karena gajinya dipotong 50% oleh perusahaan. Sementara, orang tersebut memiliki tanggungan cicilan mobil dan rumah sehingga dari pemasukan tersebut tersisa lima ratus ribu yang tentu tak cukup untuk memenuhi kebutuhan sebulan, apalagi programmer tersebut tinggal di kota besar.  Beberapa dari kita bahkan mulai prihatin karena PHK bukan hanya dialami sekelompok orang tapi hampir di seluruh negara merasakan dampak pandemic ini. Gerakan yang terbatas di luar membuat sebagian berpikir bagaimana bisa bertahan, termasuk perekonomian rumah tangga saya.

Wabah covid-19 ini dating berbarengan dengan masa kontrak kerja suami di kantor yang habis. Untuk memperpanjangnya, suami terpaksa harus berpindah ke kantor baru dan menunggu kurang lebih 2 bulan. Selama dua bulan tersebut otomatis kita berhemat dan mencari peluang penghasilan. Belajar dari dua pengalaman diatas dan bekal dari mengikuti webinar tentang Kesehatan mental dan keuangan akhirnya kami menerapkan beberapa hal agar dapur tetap ngebul.

Tips Sehat Keuangan Kala New Normal

Ada beberapa tips sehat finansial yang aku dapatkan dari beberapa kali mengikuti kelas finansial yang aku terapkan dalam mengatur keuangan rumah tangga, apalagi saat postingan ini aku tulis pemerintah mulai melonggarkan aturan pembatasan sosial saat keadaan belum aman sebetulnya. Istilah tersebut kita kenal sebagai new normal. Berikut yang aku terapkan :

  • Berperilaku waras

Di awal pandemi, kita mengenal istilah panic buying. Beberapa orang mengalami kepanikan dalam belanja karena ditakutkan kebutuhan yang mereka cari akan langka di pasar. Sempat terjadi lonjakan harga hand sanitizer dan masker bedah karena diburu. Beberapa bahkan membeli makanan instan dalam jumlah banyak, beberapa beralih berbelanja online. Hal yang sebenarnya lumrah menghadapi suatu kejadian di luar bayangan karena persebaran virus korona ini. Maka untuk mencapai sehat finansial kita tentu perlu menyehatkan mental baik soal sifat konsumtif maupun cara kita memahami uang itu sendiri. Yang pasti kebahagiaan bukan sekedar tentang berapa banyak gaji yang kita miliki tapi seberapa bijak kita memakainya untuk memenuhi kebutuhan.

  •  Berhemat

Ada beberapa cara untuk menghemat pengeluaran, antara lain

1. Berbelanja sesuai kebutuhan

Membuat list belanjaan selama sebulan akan membantu menghemat karena dengan begitu kita hanya fokus terhadap daftar belanja yang akan kita beli dan  menghindari membeli sesuatu di luar kebutuhan.

Baca juga : Menghemat uang jajan anak


2. Merencanakan kas masuk dan keluar

Bicara sehat finansial ternyata tak sekedar mampu membuat list belanja, tetapi juga mampu membagi pemasukan untuk pos antara lain

  • Kebutuhan bulanan
  • Tagihan rutin seperti PDAM, PAM dan internet
  • Angsuran hutang jika ada
  • Tabungan dan Dana darurat
  • Investasi jika sudah memungkinkan
Saat mengikuti kelas keuangan mba Prita, saya sempat kaget bahwa ternyata kebiasaan jajan cemilan yang dianggap terjangkau ternyata berpengaruh besar pada pengeluaran bulanan jika tak ada kontrol atau batasan. Jadi jika kita memiliki e-wallet, pastikan ada limit pemakaian tiap bulannya.

Jika sementara kamu tidak bekerja atau hanya berpenghasilan separuh dari biasanya selama new normal dan masih punya dana atau simpanan darurat, maka pastikan jika dana tersebut cukup hingga akhir tahun ya, kurangi perilaku konsumtif kita .karena diprediksi semua lini baru akan berjalan setelah akhir tahun 2020, apalagi mengingat grafik pertumbuhan jumlah penderita covid-19 masih naik. Caranya tentu saja mau tak mau belajar irit dan mengurangi pembelian barang yang kurang penting. 


Tips sehat keuangan kala new normal
Belajar investasi ternyata penting untuk jangka panjang

  •  Sumber penghasilan kedua

Salah satu cara yang akhirnya aku tempuh selain mengandalkan dana darurat yang ada adalah dengan mencari sumber penghasilan kedua. Kalau kemarin aku sempat agak santai dalam mencari, sepertinya sekarang semakin serius di kala new normal karena semua mau tak mau beradaptasi dengan yang ada. Beberapa peluang pekerjaan yang bisa dikembangkan di era new normal ini antara lain

1.  Menjadi narablog dan vloger

Jika punya hobi menulis atau berbicara di depan publik, maka menjadi blogger atau vloger bisa jadi pilihan yang menjanjikan juga. Bergabung dengan beragam komunitas blogger akhirnya membuat saya merasa beruntung mendapatkan job juga dari pertemanan ini.

2. Menjadi frelancer

Banyak job freelance bertebaran di internet. Salah satunya fotografer, kita bisa menjual foto atau hasil jepretan di shutterstock misalnya atau crowdsourcing lain. Atau jasa desain grafis yang digandrungi anak muda. Sekedar berbagi informasi, beberapa lembaga pendidikan dan pelatihan bahkan membuka lowongan pengajar online yang mampu mengajar dan menggunakan aplikasi daring tentunya.  Beberapa platform  job untuk  freelancer yang bisa kamu buka antara lain sribulancer, project.co.id, sribu, freelancer, upwork, dan lainnya.

3. Online shop

Karena akses keluar rumah yang terbatas, banyak yang akhirnya beralih menjajakan dagangan dengan bergabung di e-commerce, berjualan di berbagai media sosial seperti Instagram, Twitter, Facebook, WhatsApp dan YouTube. Banyak yang bisa dijual, dari kebutuhan konsumsi seperti Frozen food (nuget, sosis, tempura), sembako, sayuran, peralatan rumah tangga atau camilan.

Nah,  beberapa tips agar finansial tetap sehat semoga bermanfaat ya, selamat mencoba.

 

 

 

 


Saturday, May 16, 2020

Persiapan Lebaran dalam Suasana Pandemi

May 16, 2020 4 Comments
Persiapan lebaran, silaturahmi, hidangan ketupat opor saat pandemi

Kali ini kita dihadapkan pada suasana Ramadan yang tidak seperti biasanya. Suasana di tengah pandemi ini membuat kita berpikir akankah saat lebaran pandemi sudah selesai? Kalau belum, sebaiknya persiapan lebaran seperti apa yang kita kondisikan? Kalau aku, sebaiknya merencanakan lebaran yang membuat kita tetap sehat mental dan sehat finansial karena tak tahu dana darurat kita sebatas apa untuk bertahan hingga akhir tahun nanti.

Ramadan, Saat tepat menyehatkan finansial


Di tengah pandemi ini, kita diuji dengan beragam keterbatasan pada hal yang bersifat publik, tak bisa ikut kajian, arisan, ke mall, nonton bioskop, resepsi nikahan atau sekedar jalan-jalan ke alun-alun. Pembatasan sosial ini membuat karyawan harus bekerja di rumah (WFH), bahkan sebagian benar-benar dirumahkan tanpa menerima pesangon karena ketidakmampuan perusahaan. Ada pula pemilik usaha yang harus berpikir keras untuk tetap bertahan menyelamatkan usaha dan kesejahteraan karyawannya. Para pedagang yang harus menjemput bola agar apa yang dijual tetap laku. Anak-anak juga terkena dampaknya, sekolah kini dilakukan via daring, cukup setor tugas dan menerima materi dari rumah tanpa tatap muka secara langsung. Jika pembatasan ini berlaku hingga akhir tahun nanti, mau tak mau kita perlu mengelola keuangan kita sehingga tetap cukup hingga akhir tahun.

Ramadhan adalah bulan dimana kita dilatih untuk tetap bersabar, bersyukur, dan meningkatkan kepedulian kita kepada sesama. Seperti sebuah hadis di bawah ini

Orang yang memberikan hidangan berbuka puasa kepada orang lain yang berpuasa, ia akan mendapatkan pahala orang tersebut tanpa sedikitpun mengurangi pahalanya.” (HR. At Tirmidzi)

Bahkan di salah satu hadis disebutkan bahwa ibadah kita di bulan ramadhan ini dilipatkan 700 kali. Akhirnya hal ini membuat kita berpikir, bagaimana mengelola finansial agar tetap bisa bersedekah di tengah pandemi seperti ini. Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan saat pandemi ini. Tips dari mba Prita Ghozie ini bisa diterapkan ke kamu

1. Pengeluaran

Pengeluaran yang membengkak karena pandemi ini membuat kita perlu mengatur ulang kebutuhan pokok dan mengurangi pengeluaran tak penting seperti jajan, liburan dan membeli barang dengan cicilan.
Hemat saat Ramadhan dan lebaran dengan pos pengeluaran
Atur pengeluaran ramadhan dan persiapan dengan cermat


2. Pemasukan

Jika pemasukan kita kena imbas akibat pembatasan sosial ini, maka sebaiknya atur kembali pos-pos pengeluaran, lakukan penghematan dan pikirkan cara memperoleh tambahan pemasukan jika memungkinkan. Jangan lupa, poskan untuk sedekah juga.

3. Cicilan dan tagihan

Pastikan cicilan dan tagihan bulanan tetap terbayarkan.

4. Tabungan

Usahakan tetap menabung dengan menyisihkan pemasukan. Dilansir dari akun ZAPFinance, bahwa kita perlu tetap menyisihkan 20-30% gaji untuk simpanan.

5. Dana Darurat

Jika saat ini penghasilan kita berkurang, setidaknya persiapkan dana darurat hingga akhir tahun, atau terhitung 6 bulan gaji.

6. Belanja Online, Kartu kredit, dan e-wallet

Kurangi belanja online, kalau perlu tutup sementara kartu kredit dan e-wallet  untuk pencegahan pemakaian komsumtif.

Persiapkan Lebaran dengan Cermat

Tak seperti tahun lalu, kita bisa menyiapkan lebaran lebih cermat. Tak ada mudik atau kunjungan silaturahmi, maka pastikan pengeluaran tak penting saat ini ditekan, apa saja pengeluaran yang bisa ditekan atau dialihkan? 

1. Membeli baju baru
2. Menyiapkan hidangan lengkap
3. Dana mudik.
4. Dana transportasi bisa alihkan ke pembelian kuota internet
5. Angpao, alihkan ke sedekah yang lebih membutuhkan
6. Liburan

Silaturahmi tetap bisa dilakukan secara daring, baik telepon, video call maupun conference. Tetap semangat menjalankan ramadhan, semoga kemenangan tetap kita raih dan lahir kembali sebagai jiwa yang suci di lebaran nanti.


Saturday, May 2, 2020

6 Akun Instagram Buat Manajer Keuangan Rumah Tangga

May 02, 2020 2 Comments
Sebagai seorang wanita, istri, ibu sekaligus manajer keuangan rumah tangga kita dituntut untuk mengerti bagaimana cara mengatur keuangan dengan baik. Karena selain dari iman, komunikasi efektif dan prinsip yang dipegang teguh, ternyata  keuangan yang baik juga menjadi penentu keharmonisan rumah tangga. Ada 5 akun Instagram yang aku rekomendasikan untuk kamu ikuti agar pintar dan bijak mengelola keuangan

1. Analisa Widyaningrum

CEO APDC Analisa Widyaningrum
Analisa Widyaningrum
Picture : Instagram/analisa.widyaningrum

Sebagai seorang psikolog yang juga CEO APDC Indonesia, wanita yang akrab dipanggil mba Ana ini memiliki segudang skill yang membangkitkan semangatmu semangatmu sekaligus menginspirasi. Fokus dalam kesehatan mental membuat mba Ana sering didapuk sebagai mentor sekaligus motivator dalam training pengembangan diri karyawan baik swasta maupun BUMN. Ternyata, kesehatan keuangan itu dimulai dari kesehatan mental lho dan untuk lengkapnya kamu bisa follow @analisa.widyaningrum atau perusahaannya.

2. Prita Ghozie
Prita Hapsari Ghozie
Prita Ghozie
Picture : Instagram/pritaghozie

Bernama lengkap Prita Hapsari Ghozie dan terkenal dengan beragam tulisannya tentang keuangan. Mba Prita, begitu panggilan akrabnya mengajarkan kita bagaimana mengelola keuangan dengan baik dan cermat. CEO dari ZAP finance yang bergerak di bidang konsultan keuangan, mba Prita mengajarkan kepada kita bagaimana mengelola keuangan dengan sehat sekaligus belajar berinvestasi juga. Follow aja akun @pritaghozie dan perusahaannya untuk mengetahui beragam keseharian dan ilmu yang ia bagikan disana.

3. Annisa Stevani

Annisa Stevani
Annisa Stevani
Picture : Instagram/annisast

Akun Instagram @annisast ini jadi rekomendasi buat kamu yang pengen mengelola finansial atau keuanganmu dengan baik. Di dalam akun instagramnya, mba Annisa membagikan beragam tips dan kegiatan kesehariannya yang bisa kamu pelajari kapanpun dan di manapun. Akunnya tak hanya membahas tentang finansial lho, beliau juga membagikan kegiatan parenting dan lifehacksnya yang pasti seru. Oiya, link di bio ya bisa kamu klik jika ingin berinvestasi lewat ilmu yang kamu dapatkan di kulwap ya.

4. Emakirits

Emakirits dan kartunnya tentang pengelolaan keuangan rumah tangga
Emak Irits dan ceritanya
Picture : Instagram/emakirits

Berisi kartun yang dikemas menarik tentang seorang ibu yang mencintai diskon dan gratisan, emakirits berhasil merebut hati penikmat Instagram dengan komiknya yang lucu namun sarat makna. Berisi kegiatan sehari-hari Mak irits tentang keuangan yang dikemas ringan dan tidak menggurui. Pas banget buatmu yang menyukai komik sekaligus belajar keuangan. Follow aja @Emakirits untuk menemukan beragam tips yang dikemas dengan menyenangkan.

5. Uang_kita

Membahas keuangan dengan mengajak kita ikut berpikir logis itu memang seru. Dan @uang_kita melakukannya sehingga saat kita membaca postingan instagramnya, secara tak langsung kita digiring untuk memahami pengelolaan keuangan dengan cara yang mudah dan menyenangkan. Di akun ini kamu akan diajarkan tips dan trik mengelola keuangan secara lebih efisien

6. Safir Senduk

Safir Senduk kala mengisi acara
Safir Senduk kala mengisi materi
Picture : Instagram/safirsenduk

Ahli finansial yang pertama kukenal dari rubrik keuangan di majalah Nova ketika itu kini juga berbagi inspirasi keuangan di Instagram dan YouTube. Di akunnya @safirsenduk beliau berbagi bermacam tips keuangan yang layak untuk dipelajari.

Itu tadi 6 Akun yang cocok buat kamu, sang manajer keuangan atau calon manajer keuangan rumah tangga. Selamat belajar ya.


Friday, April 10, 2020

Agar Hobi Anak Jadi Jalan Rejekinya

April 10, 2020 0 Comments
Selain mengajarkan anak melek finansial, ada baiknya kita juga melatih kemampuannya dalam bidang bisnis juga lho. Kenapa? Karena semakin besar usianya, selain dituntut memiliki akhlak yang baik, anak juga diharapkan agar bisa mandiri. Bisnis itu bisa dimulai dari yang dekat dengan kita, misal hobi yang menyenangkan yang selama ini dilakukan anak bisa jadi suatu hobi yang menghasilkan juga Lo. Bagaimana langkah memulainya, simak ceritaku yuk!

Celotehan Anak dan Inspirasi Bisnis


Tempo waktu lalu tiba-tiba Uty nyeletuk ke saya waktu kita lagi ngobrol tentang kesenangannya beli mainan harus dikurangi karena boros,
Uty : " Buk, Uty pengen punya warung!"
Saya : " Punya warung? Buat apa?
Uty : " Nanti uangnya bisa ditabung"
Saya : " Nanti yang beli jajanannya Uty sendiri, dimakan Uty?
Uty : " Enggak, jadi kalau ada yang beli Uty yang layani"
Saya : " Nanti mau jualan dimana? Terus siapa yang beli?"
Uty : " Jualan di rumah, nanti dek Shafa, Azzam sama orang-orang suruh beli
Saya : " Kalau gak ada yang beli?"
Uty : " Nanti Uty yang bilang, beli..beli.."

Sayapun tertawa mendengar celotehan anak saya ini. Barangkali karena sering jajan di warung, dia jadi terkesima sama pemilik warung yang melayani pembeli. Dan waktu itu saya gak begitu peduli dengan kemauannya ini, masih kecil pikir saya. Hingga suatu kali saya blogwalking ke salah satu blog teman yang dia ketika kecil pengen banget punya warung juga cita-citanya. Saya jadi inget  juga mbak Ais, sepupu Uty yang diberi  berjualan stiker label pembatas buku di sekolah dan lumayan menghasilkan. Lantas, saya berfikir, bagaimana cara yang tepat untuk melatih anak berbisnis dari hobi yang ia jalankan.

Moziah Bridges, adalah nama salah satu pengusaha muda yang tergolong masih anak-anak ketika memulai bisnisnya yaitu di usia 11 tahun. Pemilik akun IG Mo'sBows ini awalnya sebal ketika menemui bow ( dasi kupu-kupu) berwarna hitam dan hanya bisa dipakai untuk acara formal. Kesukaannya berpenampilan rapi dan mengenakan dasi kupu-kupu membuatnya tertarik belajar menjahit ke neneknya. Dari hobinya memakai dasi kupu-kupu buatannya sendiri itulah awal mula bisnis itu berkembang hingga sang ibu menawarkan agar ia menjual dasi kupu-kupu yang terlalu banyak di rumah. Dari sinilah bisnis itu dimulai dan Moziah Bridges akhirnya menjadi pengusaha sukses seperti sekarang.

Kanan : Moziah Bridges
Source : IG Mo'sBows
Dari inspirasi diatas, lantas saya berpikir bagaimana cara mendidik anak yang tepat agar ia bisa berhasil bahkan dari hobi yang digelutinya. Kalau kata pepatah, Love what you do, Do what you love. Cintai apa yang kamu kerjakan dan kerjakanlah yang kamu cintai. Saya bahkan berkali-kali memperoleh penghasilan dari menjalankan hobi juga. Kesukaan saya ngoprek Corel Draw sekitar tahun 2011 itu membuahkan orderan MMT, Katalog, desain logo, flyer dan semacamnya kala itu dan menghasilkan pundi dari selain pekerjaan di kantor. Tapi karena pindah dan kurang telaten mengurusi printilan segala macam , semenjak menikah akhirnya hobi itu terhenti.

Selanjutnya, apa yang kita lakukan agar anak mau bekerja dan belajar sungguh-sungguh dalam menjalankan hobinya dan bagaimana cara yang tepat mendidik anak agar suatu saat hobinya bisa menghasilkan juga?

Hobi Menyenangkan itu Bisa Berpeluang Menghasilkan Juga


Hobi yang dijalani anak bisa jadi ladang penghasilan juga rupanya.  Apalagi  di era milenial sekarang ada beragam profesi baru yang bermula dari sekedar hobi, seperti fotografi, ngeblog, vlog, bookstagramer, memasak, mendesain seperti programer, desainer grafis, dan perancang busana. Lalu, apa yang sebaiknya hal yang perlu diterapkan ke anak?

A. Mendidik Anak Melek Finansial 


Kenapa hal ini penting dilakukan? Tentunya agar anak paham bagaimana cara mengelola keuangan yang tepat dan memilih kelak akan seperti apa ia. Seperti di bukunya Robert T Kiyosaki, memilih jadi pekerja, freelancer, pemilik bisnis atau bahkan investor.

1. Pahamkan Tentang Konsep Harta

Segala rezeki yang kita punya datangnya dari Allah. Cara memperolehnya bisa dengan berbagai cara. Mengajarkan anak bagaimana memperoleh harta dan memanfaatkannya jadi langkah pertama memberi pemahaman tentang konsep harta, terutama harta yang halal.

2. Pahamkan Tentang Kebutuhan dan Keinginan

Saya pribadi biasa memberi pilihan ketika anak ikut berbelanja dan menginginkan sesuatu. Cukup satu atau dua makanan saja yang dibeli, bukan semua jajanan yang ia mau wajib terbeli. Pertama kali hal ini diterapkan, Uty ketika itu menangis, tetapi lama kelamaan akhirnya ia paham dan tahu cara membedakan kebutuhan dan keinginan. Perlu komunikasi efektif juga dengan saudara dan orangtuanya saya agar Uty tak selalu membeli barang yang ia inginkan.

Baca juga : Tips Mengurangi Nafsu Jajan Anak

3. Melatihnya Menabung 

Melatih anak mengatur keuangan
Melatih Menabung
Dok.pri

Karena tidak semua barang yang diinginkan anak bisa kita penuhi saat itu juga, maka pahamkan anak konsep menabung. Mengajarkan konsep  menabung ke anak bisa dilakukan sesuai tahapan usianya. Untuk Itu yang baru berusia 4 tahun, menabung bisa jadi alasan karena ingin membeli sesuatu yang diinginkan atau untuk simpanan kebutuhan sekolah.

4. Mengajarkan Mengatur Keuangan

Ketika anak mulai bersekolah dan mendapatkan uang saku, kita bisa melatih anak mengatur pemasukan dan pengeluaran harian terus berlanjut mingguan hingga akhirnya bulanan sesuai tahapan usianya dan tingkat pemahamannya tentang uang.

Baca juga :

  Kakeibo, Mengatur Keuangan ala Jepang
  Tips Keuangan Ala Prita Ghozie
  5 Tanda Keuangan Rumah Tangga Tidak Sehat

5. Mengajarkan Anak Berbisnis

Berbisnis bisa dimulai dari hal yang sederhana, seperti menjual makanan, aksesoris lucu atau perlengkapan tulis di sekolah. Awali dengan modal minimum, misal cukup 10.000 rupiah untuk kulakan atau membuatkan camilan, anak bisa menjualnya ke teman-temannya. Dengan mengajarkan anak berbisnis, anak akan belajar bagaimana cara menjual, promosi, melihat peluang dan menambah kepercayaan dirinya

B. Dari Hobi jadi Sumber Kebahagiaan

Perlu 10.000 jam terbang agar seseorang menjadi ahli di bidangnya. Menekuni hobi dengan serius bisa membuat kita ahli di bidang tersebut. Lalu bagaimana langkah agar anak memiliki hobi yang bermanfaat untuk masa depannya?

1. Kenali Bakatnya

Ketika anak rela melakukan sesuatu berjam-jam dan melakukannya dengan bahagia, bisa jadi hal tersebutlah yang menjadi minat anak. Ada banyak ragam cara untuk mengenali minat dan bakat anak melalui beragam aktivitas yang ia lakukan sehari-hari. Mengenali bakat dan minat anak sedari dini lalu mengarahkannya ke dalam kegiatan yang positif membuat anak lebih bahagia karena pada akhirnya kita tak lagi membandingkan anak dengan anak lain tetapi jadi lebih fokus dalam pengembangan bakatnya.

2. Tidak Memaksakan Impian Kita 


Jika kita sebagai orangtua pernah memiliki kegagalan dalam menggapai impiannya, jangan sekalipun memaksakan anak mewujudkan impian tersebut. Biarkan ia memilih jalan cita-citanya sendiri. Tugas kita sebagai orangtua hanyalah mengarahkannya, bukan memaksakan. Dengan demikian anak akan punya kepercayaan diri dan  semangat menjalani pilihannya.

3. Dukungan


Tak hanya memberikan kesempatan kepada anak untuk mengembangkan hobinya melalui belajar otodidak maupun mengikuti kursus misalnya, anak juga membutuhkan dukungan moral dari orangtuanya sehingga diharapkan ketika usia anak sudah baligh, ia sudah mampu menentukan mana yang menjadi pilihannya. Kita bisa mewujudkan keinginan anak dan memasukkannya dalam famili project jika keinginannya realistis dan anak menunjukkan kesungguhannya. Jika saat ini Orangtua belum bisa memenuhi keinginan anak karena keterbatasan rejeki, ajak anak terus berdoa agar keinginannya terwujud dan meyakinkan bahwa rejeki yang diberikan Allah sangatlah banyak dan rejeki Orangtua hanyalah sebagian dari rejeki yang Allah berikan.

Nah itu tadi beberapa langkah yang bisa dilakukan agar anak mau menekuni hobinya dengan sungguh-sungguh dan menghasilkan. Pesan saya, jangan pernah paksakan keinginan kita ke anak ya, ikutlah belajar dari anak dan terbukalah.
Keep positif.

Sumber :
The Asian Parent
 Materi Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini IIP

Thursday, January 30, 2020

5 Tanda Keuangan Rumah Tangga Tidak Sehat

January 30, 2020 6 Comments
Ternyata kunci keharmonisan rumah tangga salah satunya terletak pada pengelolaan keuangan yang baik. Dengan pengelolaan keuangan yang baik, maka anggota keluaga terutama suami dan istri akan terhindar dari beragam masalah seperti stress dan konflik yang dipicu karena keuangan. Tentunya, dengan timbulnya stress dan konflik yang ada bisa menimbulkan masalah yang lebih serius jika tidak segera tertangani dan lebih parahnya bisa menyebabkan terjadinya perceraian.

Jika selama ini pengaturan keuangan yang kita lakukan sudah baik, tentunya tingkat kepuasan dan kebahagiaan terhadap pasangan khususnya dalam hal keuangan akan baik. Namun, jika yang terjadi sebaliknya maka perlu dikenali beberapa hal yang menjadi penyebabnya. Berikut tanda keuangan rumah tangga yang tidak sehat :

1. Pengeluaran lebih besar dari pemasukan

Dengan pendapatan 4 juta perbulan misalnya, tetapi belum akhir bulan gaji tersebut sudah ludes  dan bersisa sekian ratus ribu. Pada akhirnya, hari-hari berikutnya menjadi hari yang menguras tenaga dan pikiran karena harus menghemat pengeluaran. Selanjutnya, karena akhirnya tak mencukupi, akhirnya ditempuh lah cara dengan berhutang. Menempuh jalan dengan berhutang akan menimbulkan beragam masalah jika hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Keuangan yang tidak sehat semacam ini akan menimbulkan tekanan tersendiri bagi suami istri.

2. Terlilit hutang konsumtif

Sebetulnya tak ada yang salah dengan hutang jika kita menggunakannya dengan tepat, semisal untuk tambahan modal usaha yang nantinya pembayarannya bisa dicicil atau disisihkan dari pemasukan yang ada tiap bulannya. Namun, jika hutang tersebut hanya sekedar digunakan untuk memenuhi kebutuhan gaya  hidup yang tidak mendesak seperti hobi belanja, membeli perabot, atau hobi travelling dengan beranggapan ketika tak ada dana, maka bisa dibayarkan dengan paylater atau credits card tentunya masalah keuangan baru akan muncul ditambah jika tiba-tiba timbul kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi seperti  sakit atau kecelakaan.

3. Gali Lubang tutup lubang

Jika sudah berhutang dan enggan merubah pola keuangan yang ada untuk berhemat, maka yang ada tiap bulan kita hanya berhutang untuk menutup hutang yang ada sebelumnya dan jika diteruskan maka lingkaran setan ini akhirnya akan membelenggu dan berujung stress dan bertengkar dengan pasangan.

4. Tak punya simpanan

Kadang, hanya karena alasan bahwa rumput tetangga  tampak lebih hijau, kita akhirnya rela menguras tabungan dan penghasilan. Tapi benarkah hal tersebut akan membuat bahagia? Tentunya hal yang membuat kita beranggapan bahwa bertetangga adalah berkompetisi tentunya hanya akan menimbulkan iri dan kedengkian kecuali jika kompetisi tersebut dalam hal beramal Sholih. Berfokus pada kesejahteraan keluarga adalah prioritas utama. Setiap rejeki yang diberikan oleh Allah tentu mencukupi kebutuhan yang ada, tinggal bagaimana kita menentukan gaya hidup kita. Simpanan untuk masa depan seperti tabungan, deposito atau beragam investasi memang sebaiknya direncanakan dari awal dan hanya digunakan untuk kebutuhan yang benar-benar penting.

5. Tak ada Komitmen dengan pasangan



Tuesday, October 22, 2019

Mengentaskan Kemiskinan Melalui Kampung Zakat

October 22, 2019 0 Comments
Mengentaskan Kemiskinan Melalui Kampung Zakat

Berdasarkan data BPS tahun 2015, ternyata masih terdapat sekitar 28, 51 juta jiwa masih berada di garis kemiskinan padahal potensi zakat di Indonesia berkisar nilai triliunan rupiah.

Data tersebut tentunya akan bertambah besar dari tahun ke tahun jika kita, sebagai seorang muslim dan pemerintah hanya diam dan tidak tergerak melakukan perubahan. Zakat yang berarti bertumbuh, bersih, dan suci, secara luas  dapat diartikan sebagai harta dalam jumlah yang ditentukan yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim kepada mustahik (orang yang berhak menerima zakat). Zakat sendiri dibagi menjadi dua yaitu
  • Zakat fitrah : Zakat yang dibayarkan ketika menjelang hari Idul Fitri yang besarnya sekitar 2,7 kg makanan pokok daerah setempat. 
  • Zakat Maal (harta) : Zakat yang wajib dibayarkan seorang muslim karena hartanya telah mencapai perhitungan dan waktu tertentu yang wajib dikenakan zakat. Zakat Maal mencakup harta yang dimiliki dari hasil perdagangan (perniagaan); pertanian,  perkebunan, dan kehutanan; emas, perak, dan logam mulia lainnya; uang dan surat berharga lainnya; peternakan dan perikanan; pertambangan; perindustrian; pendapatan dan jasa; dan rikaz. Dari masing-masing zakat mal ini nilai (nisab) nya telah diatur masing-masing.
Ada beberapa golongan yang berhak menerima zakat (Mustahik) antara lain fakir, miskin, gharim (orang yang tak sanggup membayar hutang), orang yang berjihad di jalan Allah termasuk da'i, orang yang safar (melakukan perjalanan) dan kehabisan bekal, mualaf (yang dengan hijrahnya membutuhkan penyesuaian untuk hidup), budak yang ingin memerdekakan dirinya, serta Amil (pembagi zakat) tentunya dengan aturan yang telah ditetapkan.

Manfaat Zakat

Islam melarang riba tetapi menghalalkan perniagaan atau berdagang. Praktik ekonomi konvensional yang mengajarkan memupuk kekayaan sebanyak-banyaknya mengakibatkan ketimpangan sosial yang cukup tinggi. Dengan adanya zakat dan perekonomian yang berbasis syariah, diharapkan kesejahteraan masyarakat adil dan merata sesuai sila kelima Pancasila. Zakat selain fungsi utamanya yang mampu mensucikan harta si pemberi, ternyata juga memiliki manfaat antara lain
  • Zakat mendorong distribusi kekayaan
Dengan berzakat tentu saja, kita juga ikut bergerak mencukupkan kebutuhan orang lain. Harta yang dizakatkan tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan meningkatkan kesejahteraan bagi penerimanya.
  • Menjaga stabilitas sistem keuangan 
Dengan meningkatnya kesejahteraan penerima zakat melalui proyek-proyek pembangunan umat, pengoptimalisasian unit kegiatan masyarakat, pencerdasan umat, dan pendampingan usaha tentunya akan meningkatkan angka pendapatan nasional.  Dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan berkurangnya angka kemiskinan, tentunya stabilitas sistem keuangan dapat terjaga.

Berdasarkan UU No 23 tahun 2011, dana zakat yang berasal dari Mustahik dapat dikelola dan didayagunakan untuk pemberdayaan sosial, ekonomi, pendidikan dan kesehatan yang berguna untuk kesejahteraan rakyat.

Pendistribusian Zakat dalam Bidang Ekonomi

Sesuai dengan UU No 23 tahun 2011, dana zakat dapat didayagunakan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat baik di bidang dakwah, ekonomi, pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan.
Ada yang menarik dari program yang dijalankan BAZNAS di bidang ekonomi, antara lain adanya Zakat Community Development, Micro finance,  pemberdayaan petani, serta pemberdayaan peternak.

Zakat Community Development sendiri merupakan program peningkatan Sumber Daya Daerah yang dijalankan oleh BAZNAS dengan memetakan  wilayah dan potensi daerah setempat. Program pemberdayaan desa tersebut terintegrasi dalam bidang dakwah, pembangunan, pendidikan, ekonomi dan sosial yang pada tujuan akhirnya meningkatkan kemandirian masyarakat dalam bidang ekonomi, kesehatan, kesejahteraan, sosial dan spiritual.

Dengan melihat potensi zakat yang begitu besar, maka dibentuklah kampung zakat. Di kampung zakat ini, BAZNAS mengkaji potensi daerah yang kemudian mendampingi dan membangkitkan potensi tersebut agar maju dan berkembang. Di bidang ekonomi, BAZNAS memberikan dana bergulir yang nantinya  keuntungan yang diperoleh tersebut akan dikembalikan dalam bentuk pemberian modal bagi yang membutuhkan sekaligus melakukan pendampingan usaha dimulai dari pemetaan potensi, perintisan usaha dan pendampingan termasuk dalam hal pengolahan, pendistribusian dan penjualan hasil usaha yang dikelola. Di tahun 2019, Ditjen Bimas Islam BAZNAS menetapkan 7 lokasi kampung zakat antara lain Kota Bekasi, Kab. Aceh Singkil, Kab. Indragiri Hilir (Riau), Kab. Bulukumba (Sulawesi Selatan), Kab. Nunukan (Kalimantan Utara), Kab. Buru (Maluku) dan Kab. Nabire (Papua). Wujud bantuannya pun beragam, ada yang berupa pendampingan dan penambahan modal untuk UKM, perintisan usaha, pemberian modal dan pendampingan peternakan, perkebunan, maupun pertanian . Dalam menjalankan tugasnya BAZNAS tak sendiri, tetapi merangkul beberapa lini baik dari pemerintah pusat maupun daerah sehingga terjadi sinergisitas yang membuat program kampung zakat ini lebih optimal.

Stakeholder Kampung zakat

Tak hanya di bidang ekonomi, BAZNAS juga turut membangun peradaban dengan mengikutsertakan seluruh aspek masyarakat hingga bagian terkecil yaitu keluarga. Dengan memberikan penyuluhan terkait pola hidup sehat, program wajib belajar dan pemberian beasiswa, peningkatan spiritual dan pendampingan masyarakat sekaligus pengkaderan kader lokal dari tiap daerah. Jika suatu daerah telah mandiri secara ekonomi, maka diharapkan angka kemiskinan berkurang dari tahun ke tahun.

Seperti di Kabupaten Gresik, melalui dana zakat yang dibayarkan Muzakki, BAZNAS memberdayakan desa dengan memberikan aset produktif berupa ternak dan kemudian melakukan pendampingan baik dalam hal ekonomi, pemberian pelatihan maupun penguatan spiritual. Tak hanya itu, setiap peternak juga dibantu bagaimana mendistribusikan maupun mengolah hasil ternaknya demi mewujudkan kemandirian desa dan mengentaskan kemiskinan.

Peresmian balai ternak BAZNAS di Gresik
Sumber : BAZNAS.go.id

Dengan mengetahui segala hal yang berkaitan dengan  pendayagunaan dan distribusi dana zakat yang dibayarkan, semoga semakin menambah keyakinan kita untuk mensucikan harta dan memberikan kebahagiaan bagi saudara kita. Untuk informasi mengenai program lain terkait pengelolaan dana zakat,  bisa diakses melalui website Bimasislam.kemenag.go.id dan literasizakatwakaf.com

Sunday, October 20, 2019

Pengalaman mengurus pembatalan pendaftaran asuransi

October 20, 2019 0 Comments
Pengalaman pembatalan asuransi
Siang itu aku mengangkat telepon dari nomor tak dikenal setelah beberapa kali nomor asing dengan digit yang sama dan berasal dari greater Jakarta. Beberapa kali, nomor akhiran yang menelepon rata-rata berakhiran +621...2000, +621...1000 dan lainnya.
Ternyata aku ditelepon dari pihak mitra BNI karena waktu itu aku menggunakan rekening BNI. Pertama memulai percakapan, operator ini menanyakan beberapa pertanyaan yang membuatku berkata "iya" dan tiba saat si operator menanyakan sesuatu dengan suara pelan aku otomatis jawab "iya" karena tidak begitu jelas suaranya. Tiba-tiba operator tersebut mengucap terimakasih, sadar bahwa ternyata operator yang juga telemarketer ini ternyata mendaftarkan ku sebagai nasabah asuransi di BNI, aku lalu panik.
Hal pertama yang kulakukan, aku telepon ulang nomornya, tapi tak bisa. Lalu aku cari buku rekeningku dan besoknya aku ke BNI untuk membatalkan pendaftaran sebagai nasabah asuransi. Setelah antre sekian lama di CS, saat giliran ku aku menerangkan ke CS bahwa tak sengaja terdaftar sebagai nasabah asuransi dan berusaha mengajukan pembatalan. Tetapi dari pihak CS, justru aku diarahkan mendaftar paket asuransi BNI Life yang lain. Karena tak puas dengan hasilnya, aku malah diarahkan ke bagian sales BNI Life.
Di bagian sales BNI Life aku juga kurang mendapat jawaban yang memuaskan karena lagi-lagi aku diarahkan agar memindah paket asuransi yang telah didaftarkan ke BNI Life dan akan dibantu prosesnya. Sudah jelas, tujuan awalku ingin membatalkan tetapi justru diarahkan mendaftar paket asuransi lain. Akhirnya aku pulang dengan kecewa dan khawatir. Ingin rasanya semua uang di rekening aku tarik semua, tapi lalu aku punya ide menelepon Call Center BNI 1500046. Agak lupa sih waktu itu aku diarahkan ke layanan pelanggan. Memang sedikit sulit masuk ke bagian pembatalan asuransi karena line layanan yang sibuk waktu itu. Setelah berhasil, aku utarakan maksud pembatalan asuransi. Ternyata pendaftaran asuransi bisa dibatalkan sebelum 14 hari semenjak aku terdaftar dan belum menerima semacam kiriman booklet dari pihak asuransi karena jika telah menerima dan dibatalkan, berarti semakin sulit pula prosesnya. Karena berkas belum diajukan, proses pembatalan lebih mudah dan aku diminta menunggu 1x 24 jam atau menunggu menerima SMS. Tapi karena aku tak menerima SMS, aku telepon ulang dan diminta cek rekening bulan berikutnya apakah terpotong atau tidak. Bersyukur ternyata asuransiku benar-benar sudah dibatalkan. Bagian Call Center hanya berpesan jika ada nomor yang menawarkan asuransi lagi, sebaiknya langsung ditutup atau tak perlu diangkat sama sekali. Fiuh..ribet juga ternyata..

Wednesday, October 16, 2019

Tips keuangan ala Prita Ghozie

October 16, 2019 0 Comments
Tips keuangan Prita ghozie
Di jaman yang serba digital sekarang ini, kita dituntut cermat dalam mengatur keuangan. Mau tak mau, agar kebocoran keuangan alias besar pasak daripada tiang tak terjadi maka ada baiknya kita melakukan 3 tips yang Prita Ghozie bagikan dalam bincang WhatsApp kumparan Mom hari selasa, 15 Oktober 2019. Apa saja tipsnya :

1. Selalu atur rencana keuangan bulanan

Budgeting alias plot pemasukan dan rencana pengeluaran menjadi sangat penting agar kita membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan. Dahulukan semua hal yang menjadi kebutuhan pokok seperti biaya pendidikan, tagihan, simpanan jangka panjang dan investasi , serta dana darurat. Prita dalam instagramnya juga membagi cara mengatur keuangan antara lain untuk dana sosial 5%,dana darurat dan asuransi 10%, biaya hidup 60%, tabungan dan investasi 15%, serta kebutuhan gaya hidup 10%. Dalam merencanakan keuangan tersebut dibutuhkan kedisiplinan agar tidak terjadi bobol pengeluaran.

2. Memiliki 3 rekening

Sebenarnya, 3 rekening ini kita gunakan sebagai rekening tabungan yang digunakan untuk operasional, rekening investasi, dan rekening di dompet elektronik yang digunakan untuk hal yang sifatnya cashless. Jika kita kesulitan menabung, Prita Ghozie juga mengenalkan istilah HAPSARI (Hanya Perlu Selembar Sehari). Prita mencontohkan, jika kita menabung atau menyisihkan sepuluh ribu sehari, maka dalam setahun kita telah menyimpan dana sebesar 3.650.000 rupiah dan jika hal tersebut dilakukan selama kurun waktu lima tahun, dana yang terkumpul sebesar 20.168.550 ( dengan perhitungan suku bunga 5%) jika disimpan dalam bank dan menjadi sekitar 27.161.840 jika disimpan dalam bentuk investasi (perhitungan suku bunga 10%). Kalaupun dana tersebut tidak disimpan di bank atau digunakan untuk kebutuhan usaha, maka kita telah menyisihkan nilai yang cukup lumayan dengan kedisiplinan kita menyisihkan sehari satu lembar.
Hapsari hanya perlu selembar sehari
Hanya perlu selembar sehari (HAPSARI)
Sumber : Akun IG ZAP Finance

3. Disiplin

Bagaimanapun, serapi-rapinya kita membagi dan mengatur rencana keuangan bulanan akan menjadi tidak berguna jika dalam pelaksanaannya kita tidak disiplin. Alokasi gaya hidup 10% yang tadi diatur akan menjadi sia-sia jika kita mengikuti hawa nafsu, misal belanja atau pesan makanan online di jam kritis kantor ( sekitar jam 4-5 sore) atau membelanjakan lebih dari yang telah diatur.

Semoga tips-tips yang saya resume dari kulwap berguna. Selamat mencoba

Sunday, October 6, 2019

4 Tips Menghemat Uang Jajan Anak

October 06, 2019 15 Comments
Menghemat uang jajan anak

Galau karena anak jajannya banyak? Ini Caraku menghemat uang jajan anak, nanti kita sharing ya, gimana teman-teman mengelola kebutuhan dan keinginan anak..

Hai bunda, beberapa waktu lalu aku sempat gelisah. Bukan karena apa-apa sih, tetapi lebih karena Uty sudah mulai bisa bermain sendiri tanpa ditemani. Lho kok gelisah? Iya dong, karena sekarang anakku menjadi betah bermain seharian, kadang ibu perlu menjemput Uty untuk makan siang. Saya khawatir karena mainnya bukan di sekitar kompleks lagi tapi sudah berani keluar perumahan untuk sekedar menemani temannya membeli jajan. Udah gitu, Uty jadi sering merengek ke ibu minta jajan.

Kekhawatiran keduaku yaitu soal hobi jajan yang terlalu sering. Padahal sebelumnya Uty tak pernah jajan kecuali ketika pergi bersama orangtuanya atau neneknya. Kalau tak dituruti, Uty mungkin bisa jajan hingga 5-6 kali sehari padahal sebelumnya Uty hanya jajan sehari sekali dan selalu dalam pengawasan agar tak memilih jajan yang tidak sehat. Kebiasaan yang mulai harus dibatasi menurutku, karena jika dilanjutkan hingga besar bisa berujung pada gaya hidup berlebihan dan boros. Padahal Allah memerintahkan kita membelanjakan harta kita secukupnya.

Lalu langkah apa yang saya lakukan untuk mengatasi kebiasaannya jajan?

Berikut Pengalamanku Mengurangi Keinginan Jajan Anak :

1. Briefing

Aku mulai membiasakan briefing dulu ( hehe kayak pekerja kantoran aja) sebelum jajan. Biasanya dari pagi aku bilang ke Uty bahwa jatah jajannya sehari hanya sekali. Ini bertujuan untuk mengontrol hobi jajannya. Kejam mungkin, tetapi lebih baik kebiasaan mengatur jajan ini memang dikenalkan dari awal. Tapi cara ini bisa mengontrol keinginannya untuk jajan. Ketika anak akan jajan, tanyakan barang apa yang ingin dibeli. Jika yang dibeli makanan, perhatikan kesehatan dan kebersihan jajanan yang akan dibeli.

2. Keinginan dan kebutuhan

Sempat suatu saat ketika mengajak Uty ke supermarket, Uty mengambil jajan cukup banyak. Dari situ ibuk menjelaskan bahwa tidak semua keinginannya harus terbeli seluruhnya. Memberikan pilihan adalah cara yang bisa dilakukan. Kita bisa membatasi jajannya dengan memintanya memilih beberapa jajanan yang benar-benar diinginkan saja. Misal, ketika mengambil 5 jajanan dan 1 mainan, ajak anak menentukan pilihan. Memilih 1 jajanan dan 1 mainan atau 2 jajanan saja. Dengan mengajak anak menentukan pilihannya akhirnya anak mengerti konsekuensinya. Secara tak langsung, hal ini mengajarkan anak menjadi percaya diri saat keinginannya tak seperti teman-temannya.

3. Mulai mengajari menabung


Menabung anak dan ibu
Mengajarkan menabung dari dini
Dok. Pribadi

Biasanya, ketika Uty minta sesuatu yang kiranya tak bisa kubeli langsung aku menjelaskan terlebih dahulu kalau perlu menabung untuk membeli mainan atau barang yang ia inginkan. Aku juga mulai memberinya uang saku ke sekolah dengan tujuan dimasukkan ke tabungan.

4. Menyiapkan Makanan dan Cemilan Kesukaan


Sebelum bapak mertua meninggal, beliau sering berpesan bahwa agar anak menyukai masakan ibunya maka ibunya harus telaten membuat cemilan di rumah. Nah..lho..padahal waktu itu aku tak punya dasar ilmu membuat kue, cemilan, atau jajan pasar. Nah, dari situ aku mulai berlatih mengatur menu tiga hari dan berjanji pada diri sendiri bahwa tiap Sabtu dan Minggu aku membuat cemilan yang bisa dinikmati di rumah.

Itu tadi pengalamanku mengatur uang jajan Uty saat anakku berusia 4 tahun. Kalau teman-teman apa pengalamannya? Share di komentar yuk!..


Thursday, October 3, 2019

Kakeibo, Mengatur Uang ala Jepang

October 03, 2019 1 Comments
Orang mengisi anggaran belanja

Pernah merasa anggaran yang kita buat di awal bulan menjadi tak berguna gara-gara pengeluaran menjadi lebih besar? Atau gaji dan pemasukan lain selalu kurang meski sudah berusaha maksimal dan berhati-hati dalam menggunakan uang?

Fumiko Chiba, di tahun 2017 kembali mempopulerkan sebuah seni menata keuangan ala Jepang yang pernah dikenalkan sebelumnya oleh Hani Mutoko. Lalu bagaimana langkah-langkah yang tepat dalam mengatur keuangan ala Kakeibo itu sendiri?

1. Buat anggaran di awal bulan dan pisahkan masing-masing anggaran menjadi 4 kategori yaitu survival, optional, culture dan extra.

Survival (kebutuhan pokok) merupakan anggaran yang sifatnya wajib seperti kebutuhan makan, transportasi dan obat-obatan.
Optional atau tambahan merupakan kebutuhan yang sifatnya tidak wajib seperti rekreasi, jalan-jalan, beli cemilan, rokok. Biasanya bagi kaum pria kebutuhan yang paling sulit dikontrol adalah konsumsi rokok.
Cultire atau kebiasaan lebih terkait pembelian koran maupun majalah, CD, download film.
Extra merupakan kebutuhan tambahan seperti membeli kado, jagong manten, servis motor atau mobil.

2. Sediakan amplop khusus untuk membagi pemasukan ke dalam pos-pos pengeluaran yang telah ditetapkan dan jangan gunakan amplop survival untuk membeli kebutuhan optional misalnya.

3. Konsisten dan berusaha membelanjakan uang sebagaimana anggaran yang telah ditetapkan di awal bulan.

4. Cek atau renungkan kebutuhan mana yang kira-kira menyebabkan post pengeluaran membengkak dan tekan kebutuhan dengan menghemat kebutuhan. Misal, bawa air minum sendiri dan kurangi membeli air minum dalam kemasan ketika bepergian.


Sumber : Tirto.id

recent posts

Featured post

Belajar Hikmah perjuangan Cinta Hajar, Ismail dan Ibrahim

Dalam Idul Adha, kita bisa mengambil hikmah perjuangan Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS dan Siti Hajar bahwa ketaatan pada Allah adalah sumbe...

Popular Posts