Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Wednesday, June 24, 2020

Review Konvermex, Obat cacing untuk anak dan dewasa

June 24, 2020 20 Comments
Review Konvermex obat cacing anak dan dewasa


Di masa pandemi ini, kita harus pintar menjaga kesehatan. Termasuk dari cacingan yang dapat mencuri nutrisi di tubuh dan mengakibatkan imunitas turun sehingga menjadi gampang sakit. Di postingan ini aku berbagi pengalamanku mengonsumsi Konvermex, obat cacing untuk anak dan dewasa.

Pola Hidup Sehat Selama Pandemi


Pandemi Covid-19 membuat seluruh kebiasaan kita berubah, termasuk bagaimana cara kita menjaga kebersihan dan kesehatan. Di masa new normal, saat  pembatasan sosial dilonggarkan semua orang dihadapkan tentang bagaimana menjaga imunitas diri dari penularan virus corona. Penularan berbagai macam penyakit termasuk Covid-19 ini bisa kita hindari salah satunya dengan menerapkan gaya hidup sehat. 

Tips hidup sehat new normal
Pola hidup sehat yang coba aku jalankan ini ternyata bermanfaat


Banyak lho, manfaat yang bisa kita ambil jika kita berusaha menerapkan gaya hidup sehat, antara lain :

1. Badan jadi fit


Olahraga, minum cukup, tidur cukup dan makanan bergizi seimbang ternyata mampu membuat tubuh makin segar apalagi diimbangi bangun pagi dan minum multivitamin.

2. Imunitas meningkat


Tentunya dengan menjalankan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan akan membuat daya tahan tubuh meningkat. Dengan begitu kita jadi gak gampang sakit. Misal, jika kita suka jajan sembarangan tanpa memperhatikan kebersihan atau malas cuci tangan, kita akan terkena cacingan oleh makanan yang terpapar debu atau kotoran.

3. Terlindungi dari berbagai penyakit


Imunitas yang baik akan menghindarkan dari beragam penyakit. Jika kita malas menjaga kebersihan dan kesehatan maka tubuh akan dengan mudah terpapar penyakit, salah satu contohnya cacingan. Ketika seseorang terkena cacingan maka imunitas tubuhnya menjadi berkurang sehingga mudah terkena penyakit seperti flu, batuk, dan yang lain. Dengan  rajin memeriksakan kesehatan, mengontrol gula darah, kolesterol dan mengonsumsi obat cacing setiap 6 bulan sekali maka kita jadi terlindungi dari cacingan. 

Sekedar berbagi pengalaman, dulu saya pernah cacingan juga akibat malas cuci tangan. Waktu itu karena saya harus operasi kaki yang tak memungkinkan untuk bolak balik ke kamar mandi atau wastafel saat harus makan dan gak kepikiran pakai sanitizer. Kira-kira seminggu setelah operasi itu beberapa malam saya gak bisa tidur. Ada rasa gatal menggelitik yang sangat kuat di bagian anus. Karena malu untuk periksa saya akhirnya browsing di internet dan  ternyata gejala yang saya alami ternyata disebabkan oleh cacing kremi. Sadar kena cacingan akhirnya saya minum Konvermex.

Konvermex, Bagian dari Gaya Hidup Sehat Kami


Cara Mencegah Cacingan


Meskipun cacing lebih sering mengintai anak kecil karena sering bermain tanah dan belum cukup telaten cuci tangan, namun orang dewasa bisa tertular juga seperti pengalaman  yang saya alami. Biasanya cacingan disebabkan karena kebersihan yang kurang, malas cuci tangan, mengonsumsi daging yang tak benar-benar masak, sayuran mentah yang tak terjaga kebersihannya dan tak suka memakai alas kaki ketika berhadapan dengan tanah.

Ada beberapa cara mencegah terkena cacingan, antara lain

1. Rajin cuci tangan
2. Memastikan kebersihan sayuran mentah ketika akan dimakan
3. Hindari makan daging mentah
4. Memakai alas kaki saat keluar rumah
5. Rutin minum konvermex tiap 6 bulan sekali

Kenapa Konvermex?


Ternyata Konvermex ini tak hanya mampu mengatasi cacingan yang disebabkan oleh  cacing parasit seperti cacing kremi ( Enterobius vermicularis), tapi juga cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing tambang ( Ancylostoma duodenale), cacing tambang ( Necator americanus) dan orientalis. Jadi aku makin yakin bahwa Konvermex obat cacing yang tepat untuk menghancurkan cacing parasit di tubuh.

Selain sebagai obat cacing orang dewasa ternyata Konvermex juga aman digunakan untuk anak. Ada baiknya ketika salah satu anggota keluarga mengalami cacingan maka bukan hanya seorang tapi keseluruhan anggota keluarga juga mengonsumsi karena dikhawatirkan jika salah seorang kecacingan, anggota keluarga lainnya juga mengalami yang sama. Hal ini juga bertujuan untuk memutus rantai penularan cacingan selain dengan pola hidup bersih dan sehat. Untuk hasil maksimal, disarankan untuk rutin minum obat cacing tiap 6 bulan sekali. 

Ada 3 bentuk Konvermex yang ada di pasaran, yaitu

1. Konvermex 125 


Konvermex 125 ini  bentuknya terdiri dari tablet dan suspensi. Mengandung 125 mg pirantel pamoat dalam setiap tablet dan sedangkan untuk yang suspensi mengandung 125 mg pirantel pamoat dalam 5 ml dan berisi 10 ml dalam satu wadahnya dengan rasa jeruk yang tentunya disukai anak-anak. Sesuai dosisnya, Konvermex 125 ini lebih tepat dikonsumsi anak-anak. 

Aturan pakai konvermex obat cacing keluarga
Aturan pakai konvermex 125 mg

Aturan Pakai  

Konvermex 125 tablet :

2 - 6 tahun : 1 - 2 tablet
6 - 12 tahun : 2 - 3 tablet
lebih dari 12 tahun : 3 - 4 tablet

Konvermex 125 suspensi :

2 - 6 tahun : 1/2 - 1 takaran ( 5 - 10 ml)
6 - 12 tahun : 1 - 11/2 takaran ( 10 - 15 ml)

2. Konvermex 250

Konvermex  obat cacing tablet dan kaplet
Konvermex kaplet dan tablet

Konvermex 250 ini berisi 2 kaplet dengan kandungan pirantel pamoat 250 mg tiap kapletnya.
Konvermex obat cacing orang dewasa
Aturan pakai konvermex 250 mg

Konvermex jeruk 125 mg tiap 5 ml dan konvermex vanila 250 mg tiap 5 ml


Terdapat 2 jenis Konvermex 250 berbentuk kaplet dan suspensi. Untuk konvermex biru dengan rasa vanila berisi 10 ml dengan kandungan sebesar 250 mg tiap 5 ml, sementara untuk yang kaplet mengandung 250 mg Pirantel pamoat dalam tiap kapletnya. Konvermex 250 ini disarankan dikonsumsi orang dewasa. 
Untuk orang dewasa dianjurkan minum sekitar 15 - 20 ml atau 1,5 - 2 gelas takar untuk hasil yang maksimal. Kita juga tak perlu mengonsumsi obat pencahar lagi.


Konvermex suspensi rasa jeruk dan vanila, konvermex tablet, serta konvermex kaplet


Biasanya aku membeli Konvermex ini dalam 2 wujud. Obat cacing untuk anak aku pilihkan Konvermex 125 rasa jeruk , sedangkan yang dewasa aku pilihkan yang tablet atau konvermex 250 dengan rasa vanila. 
Karen masing-masing ada aturan dan dosis pakainya, janga lupa untuk  tetap membaca petunjuk dan takaran penggunaan juga ya. Sharing juga yuk, gimana cara teman-teman untuk menjaga kesehatan di masa pandemi ini. Semoga sehat selalu..

Monday, June 22, 2020

Rapid Test : Pilih lokasi Terdekat dan Aman

June 22, 2020 26 Comments
Rapid Test : pilih lokasi terdekat dan aman

Pemerintah menjalankan rapid test massal di berbagai daerah. Tujuan utamanya agar Penularan Covid-19 dapat ditekan dan masyarakat merasa aman mengakses sarana umum seperti bus, kereta api atau pesawat terbang. Lalu apa sih rapid test itu, dimana bisa mendapatkan rapid test terdekat yang ada di kotamu? 

Mengenal Rapid Test


Rapid Test adalah skrining  atau uji awal yang dilakukan  untuk mendeteksi keberadaan antibodi igM dan igG yang terbentuk ketika seseorang terpapar virus Corona. Pemerintah melakukan uji rapid test ini dengan tujuan menekan penyebaran virus Corona sehingga tak bertambah jumlahnya.
Cara kerja Rapid Test hampir sama dengan uji kolesterol atau gula darah. Rapid test dilakukan dengan mengambil sampel darah pada ujung jari kemudian meneteskannya pada alat uji. Alat uji ini akan menunjukkan hasil kurang lebih 15 menit setelah diteteskan. Jika hasilnya negatif, maka perlu dilaksanakan uji ulang 7 hari setelahnya. Uji ulang ini dilakukan karena biasanya antibodi akan terbentuk setelah 7-10 hari terpapar virus Corona. 
Jika hasilnya positif atau reaktif maka dibutuhkan uji swab atau PCR untuk mengetahui hasil yang lebih akurat karena bisa saja seseorang yang dinyatakan positif hasilnya tak menunjukkan gejala terpapar Covid-19. Orang tersebut akan dinyatakan sebagai OTG ( Orang Tanpa Gejala). Seseorang yang berstatus OTG sebaiknya melakukan isolasi mandiri selama 14 hari  dan apabila menunjukkan gejala Covid-19, maka sebaiknya segera hubungi tenaga medis terdekat untuk melakukan perawatan. 

Menjaga Diri dari Ancaman Covid-19


Beberapa waktu lalu pemerintah kota Salatiga melakukan Rapid Test ke sejumlah pedagang dan pembeli di pasar, sopir angkutan umum, driver ojol, tukang becak, sais dokar serta juru parkir  untuk memastikan keamanan masyarakat yang mulai menjalankan kehidupan new normal. Meskipun pengaturan spasi antar pedagang pasar telah dilakukan, ternyata masih ada sejumlah  orang yang terpapar Covid-19. Lalu apa yang sebaiknya dilakukan untuk mencegah tertular virus Corona saat new normal ini? Ada beberapa tips yang bisa dilakukan, antara lain :

1. Mengenakan masker ketika akan bepergian


Masker merupakan salah satu cara yang efektif untuk mencegah tertular Covid-19 melalui droplet atau percikan. Sebaiknya pilih masker yang aman dan nyaman saat digunakan.

2. Rajin Cuci Tangan

Cegah Covid-19 dengan cuci tangan
Salah satu cara efektif membunuh kuman dan virus adalah mencuci tangan
Image : canva


Bekali diri dengan hand sanitizer saat bepergian sehingga ketika tetap bisa memastikan tangan tetap bersih meski tak ada air dan sabun cuci tangan.

3. Hindari Memegang Wajah Saat Belum Cuci Tangan


Hal ini juga berlaku ketika kita akan memasang atau melepas masker, pastikan tangan sudah bersih saat akan memakai atau melepaskan masker. Tahan diri untuk menyentuh wajah saat berada di luar rumah.

4. Tak berjabat tangan atau berpelukan


Selama new normal ini, sementara hindari  kebiasaan berjabat tangan atau berpelukan ketika bertemu dengan teman atau saudara.

5. Jaga Jarak


Usahakan untuk membatasi jarak ketika berada dalam kerumunan. Hal ini untuk memastikan keamanan dan keselamatan bersama karena kita sama-sama tak tahu siapa yang menularkan atau tertular virus Corona ini.

6. Bawa alat ibadah sendiri


Untuk menjaga keamanan diri, bawalah sajadah dan mukena sendiri. Dengan demikian ibadah di tempat umum tetap bisa dilakukan tanpa harus was-was.

7. Bawa bekal, hindari makan di tempat umum


Jika harus bekerja atau bepergian jauh, usahakan bawa bekal sendiri dan hindari makan di tempat umum. Jika tak memungkinkan, kita bisa memanfaatkan jasa antar makanan atau membungkus pesanan tanpa perlu makan di tempat.



Rapid Test Yang Aman


Ada beberapa orang yang dianjurkan melakukan Rapid Test, yaitu

1. ODP Orang Dalam Pemantauan)


Yaitu orang yang terindikasi gejala batuk, pilek, demam, sakit tenggorokan atau mengalami gangguan pernapasan lain dan tinggal atau pernah berada di daerah penularan Covid-19. Meskipun tidak pernah melakukan kontak langsung dengan pasien positif Covid-19, namun seseorang berstatus ODP wajib melakukan karantina mandiri selama 14 hari dengan tujuan mencegah penularan terjadi.

2. PDP ( Pasien Dalam Pengawasan)


PDP adalah seseorang yang juga menunjukkan gejala gangguan pernapasan dan pernah kontak langsung dengan seseorang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

3. OTG ( Orang Tanpa Gejala)


Orang yang sehat dan tak memiliki gejala sakit pernapasan seperti yang dialami pasien positif Covid-19 belum tentu aman, apalagi jika pernah kontak langsung dengan pasien terkonfirmasi Covid-19. OTG juga berstatus rawan dalam menularkan virus Corona karena tidak menunjukkan gejala apapun. Bisa saja mereka yang baik dan sehat secara fisik ternyata menjadi media penularan Covid-19.

Jika kita merasa cemas karena gangguan pernapasan dan gejalanya mirip Covid-19,  bisa kok melakukan uji Rapid Test mandiri dengan mendatangi Rumah Sakit yang membuka layanan atau melalui aplikasi.
Berikut beberapa cara melakukan Rapid Test :

1. Mendatangi Puskesmas


Hampir semua puskesmas yang ditunjuk di seluruh Indonesia bisa melakukan Rapid Test, sayangnya uji ini hanya bisa dilakukan untuk orang yang berstatus ODP.

2. Ikut Rapid Test Massal


Untuk menanggulangi bertambahnya jumlah pasien Covid-19 dan menghadapi era new normal, pemerintah akan secara rutin melakukan Rapid Test massal. Beberapa perusahaan swasta seperti perusahaan asuransi juga melakukan kerjasama mengadakan Rapid Test massal. Sayangnya waktu Rapid Test insidental, tak bisa dilakukan setiap saat.  

3. Mendatangi Rumah Sakit

  • Rapid Test Gratis

Terdapat 7 Rumah Sakit yang ditunjuk pemerintah provinsi Jawa Tengah untuk menjadi tempat rujukan Rapid Test. Tempat tersebut antara lain :
  • RSUD Dr Moewardi Surakarta
  • RSUD Prof. Margono Soekarjo Purwokerto
  • RSUD Lelet Jepara
  • RSJD Surakarta
  • RSJD Dr Amino Gondohutomo Semarang
  • RSUD Tugurejo Semarang
  • RSJD Dr RM Soedjarwadi Klaten

  • Rapid Test Berbayar

Beberapa Rumah Sakit ikut mengurangi penyebaran Covid-19 dengan turut berpartisipasi melayani Rapid Test.  Bahkan di Jakarta beberapa Rumah Sakit swasta juga membuka layanan Drive Thru. Dengan membuat janji terlebih dahulu, pengguna yang ingin Rapid Test dapat melakukan pengujian tanpa harus keluar dari mobil.

4. Melalui Aplikasi

Jangan khawatir jika lokasi Rapid Test yang ditunjuk terlalu jauh dan waktunya tak bisa dijadwalkan sesuai kebutuhan. Aplikasi Halodoc membantu menjawab perasaan cemas untuk segera Rapid Test.

 Cara mengaksesnya aplikasi Halodoc :

1. Download aplikasi Halodoc lalu buka aplikasi dan tekan tombol Covid-19 Test
2. Pilih lokasi dan tempat uji dengan klik Lokasi Test Drive 
3. Upload foto, scan KTP atau KK untuk reservasi
4. Lakukan pembayaran
5. Menerima SMS Notifikasi detail pesanan sebagai bukti saat pemeriksaan.

Pilih Lokasi Terdekat Rapid Test Halodoc
Alur Reservasi Halodoc

Keuntungan Reservasi Rapid Test di Halodoc :

1. Lokasi Rapid Test terdekat dengan mudah ditemukan
2. Tak perlu antre dan berkerumun
3. Hasil tes terjaga kerahasiaannya
4. Waktu uji bisa disesuaikan
5. Praktis 
6. Hasil uji bisa langsung diketahui sehari setelah Rapid Test cukup melalui aplikasi saja
7. Disediakan Rumah sakit rujukan jika hasilnya positif

Selain mudah, tentunya kita jadi merasa aman dan tenang. Jangan lupa perhatikan protokol kesehatan juga saat akan tes dengan tetap memakai masker dan kelengkapan serta bukti saat berangkat Rapid Test.

Referensi : Tirto.co.id
                     Halodoc
                     IDN Times




Saturday, June 20, 2020

Liputan dr Reisa tentang Sidang Paripurna saat New Normal

June 20, 2020 0 Comments
Beberapa waktu lalu  dokter Reisa Broto Asmoro meliput jalannya sidang paripurna di istana. Berbagai protokol bekerja saat new normal life berusaha dijaga ketat agar semua terlindungi, lantas apa saja mekanisme yang harus dijalani?

Tata Laksana New Normal di Istana


Pemerintahan harus berjalan, maka selama PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang dijalankan pemerintah membuat semua kegiatan rapat kenegaraan berjalan secara online. Namun, dengan harapan bahwa perekonomian segera pulih kembali maka diberlakukanlah pembiasaan baru yang lebih dikenal dengan istilah new normal life. Kebiasaan baru ini memungkinkan kita yang memiliki kebutuhan mendesak seperti bekerja atau berbelanja kebutuhan tetap dapat berada di luar rumah. Tentunya semuanya dilakukan dengan tetap melaksanakan anjuran memakai masker, tidak menyentuh wajah area wajah dan rajin cuci tangan.  Dokter Reisa baru saja melakukan liputan tentang pelaksanaan sidang paripurna di istana negara. Apa saja protokoler yang harus dijalani ketika akan dan saat rapat paripurna tersebut berlangsung? Berikut hal yang wajib dijalankan :

1. Memakai masker


Pemakaian masker berlaku bagi semua orang, tak terkecuali bagi mereka yang akan bekerja dan melaksanakan rapat di istana. Masker yang dipakai pun merupakan masker pada umunya seperti masker bedah dan masker kain meski ada beberapa menteri yang memakai masker bedah khusus N-95. Hal ini bertujuan menjaga agar resiko penularan Covid-19 dapat dikurangi.

2. Mencuci tangan


Menjaga kebersihan saat rapat perlu dilakukan untuk menghindari penularan Covid-19 dari sentuhan atau kontak dengan benda yang terpapar virus. Cara yang dilakukan adalah dengan mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer untuk membunuh kuman atau virus yang melekat di tangan.

3. Cek Suhu tubuh


Cek suhu tubuh dilakukan dengan tujuan untuk mendeteksi seseorang yang terkena demam, yaitu yang suhunya diatas suhu normal atau sekitar 37,5 derajat Celcius. Jika suhu badan peserta rapat lebih dari suhu normal tentunya tidak diperkenankan mengikuti rapat paripurna ini. Tampak dalam videonya yang diunggah di Instagram, beberapa jajaran kabinet Indonesia Maju seperti Prabowo Subianto, Doni Munardo, dan Erick Thohir menjalani pemeriksaan suhu dan rapid test.

4. Rapid test


Rapid test adalah tes diagnostik awal yang dilakukan untuk mendeteksi adanya 
Antibodi yang diproduksi saat seseorang terkena Corona. Namun karena sifatnya hanya mendeteksi antibodi dan bukan keseluruhan maka rapid test ini sebetulnya hanyalah langkah awal pencegahan terpaparnya Covid-19 antar peserta rapat. 

5. Jaga jarak


Kursi rapat juga disusun sedemikian hingga berjarak antara 1-2 meter satu sama lain. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah penularan Covid-19 dari sesama peserta rapat paripurna.

Mau tak mau kita tetap harus melakukan penyesuaian terhadap kehidupan new normal  yang mungkin tak praktis tapi jadi satu-satunya cara menjaga diri dari penularan Covid-19.

Mengenal dokter Reisa


Reisa Kartikasari atau yang lebih populer dengan nama dokter Reisa Broto Asmoro adalah seorang dokter yang juga putri Indonesia Lingkungan 2010. Namanya semakin dikenal ketika menjadi host di dalam acara dr. oz  Indonesia di salah satu stasiun televisi bersama dr. Ryan Thamrin. 

Muncul pro kontra tentang pemilihannya sebagai anggota tim komunikasi publik untuk gugus tugas percepatan Covid-19. Ada yang berpendapat bahwa dokter Reisa kurang tepat menjadi juru bicara, tetapi sebagai lain berpendapat bahwa dokter Reisa ini seperti angin segar yang membawa kabar baik tentang penanganan Covid-19. 

Dokter Reisa saat new normal life
dokter Reisa mengajak kita untuk menerapkan gaya hidup sehat seperti makan bergizi seimbang, olahraga, cukup minum dan tidur
Image :  IG @reisabrotoasmoro


Seperti yang disampaikan dokter Reisa Broto Asmoro bahwa perkantoran, bisnis dan perdagangan diperbolehkan dibuka kembali untuk menjalankan  perekonomian negara, tentunya dengan melaksanakan protokol kesehatan yang ketat dengan tetap menjaga kebersihan, tidak memegang wajah dengan tangan kotor dan selalu kenakan masker.

Saturday, April 25, 2020

Jenis Masker dan Fungsinya

April 25, 2020 0 Comments
Akhir-akhir ini pemerintah gencar meminta kita memakai masker. Selain sebagai pelindung diri, masker juga merupakan salah satu sarana menghambat penularan Covid-19 melalui percikan atau droplet. Nah, sebenarnya ada berapa jenis masker sih dan jenis mana yang sebaiknya dipakai?

Jenis Masker dan Fungsinya


Berdasarkan bahan dan kegunaannya, ada 3 jenis masker yang digunakan untuk mencegah penularan infeksi pernapasan, antara lain

Jenis masker dan fungsinya, cara menggunakan masker yang tepat
Jenis masker dan fungsinya

1. Masker Kain


Sebenarnya fungsi utama masker kain ini adalah sebagai pencegah masuknya partikel debu dan menjaga kehangatan. Cukup efektif untuk mencegah terkena percikan atau droplet tapi tak efektif untuk mencegah patogen yang ada di udara. Jadi, masker ini hanya disarankan dipakai oleh masyarakat umum yang sehat dengan tetap menjaga jarak 1-2 meter. Keuntungan dari masker kain ini adalah bisa digunakan berulang. Cara pemakaiannya juga mudah seperti masker lain. Sementara untuk melepasnya, sebaiknya sebelum melepas disarankan untuk mencuci tangan terlebih dahulu lalu tarik bagian depan masker sambil melepas earloop. Jika tak memungkinkan cuci tangan, maka untuk melepasnya dengan melepas langsung melalui earloop agar bagian masker tak tersentuh. Masker kain harus diganti jika pemakaiannya lebih dari 4 jam atau sudah basah dan sebaiknya hanya dipakai mereka yang sehat.

2. Masker Bedah


Masker Bedah sebaiknya digunakan oleh masyarakat yang mempunyai masalah pernapasan seperti batuk, pilek maupun bersin atau mereka yang bekerja di bidang medis. Masker Bedah ini memiliki lapisan kedap air di bagian depannya sehingga mampu mencegah droplet atau percikan menembus masuk atau keluar dari masker. Masker ini mampu mencegah masuknya serbuk sari maupun bakteri berukuran mikro. Tingkat efektvitas masker bergantung pada kualitas masing-masing brand dan hanya bisa sekali pakai. Tingkat efektivitasnya lebih rendah dibandingkan masker N-95 tapi lebih baik daripada masker kain. Masker bedah ini terdiri dari lapisan pertama yang sifatnya anti air, lapisan kedua untuk menyaring partikel lebih kecil dan ketiga untuk menyerap kelembaban.

3. Masker N-95


Masker N-95 merupakan masker dengan tingkat efisiensi sebesar 95 % . Dinamakan juga respirator dan efektif mencegah partikel berukuran piko masuk saluran pernapasan. Terdapat 2 jenis masker N-95 yaitu yang menggunakan katup maupun tanpa berlatih. Masker N-95 berkarya memungkinkan kita bebas mengeluarkan udara dengan tetap membatasi udara yang masuk. Masker N-95 efektif melindungi dari infeksi pernapasan yang ditularkan melalui udara.

Nah, dari ketiga jenis itu, sebaiknya gunakan sesuai dengan kebutuhan ya dan sebaiknya hindari menimbun masker untuk mencegah kelangkaan masker di masa pandemi seperti ini.

Friday, April 24, 2020

Kenapa Harus Social Distancing?

April 24, 2020 0 Comments
Kenapa Harus Social Distancing

Ada banyak istilah baru yang aku dapatkan selama pandemi ini terjadi. Ada istilah Isolasi Mandiri, Lock down, Social Distancing, PSBB ( Pembatasan Sosial Berskala Besar), APD (Alat Pelindung Diri) dan masih banyak lagi. Lalu, kenapa sih pemerintah meminta kita tetap #dirumahaja alias tidak pergi tanpa keperluan mendesak. Bahkan sebagian daerah telah melakukan Lock down dan Jakarta sudah menerapkan PSBB.

Kenapa Harus Social Distancing?


Pandemi Covid-19 sejak kemunculannya pertama kali di Wuhan China berkembang begitu pesat. Saat postingan ini aku tulis, ada sekitar 
2,79 juta orang yang telah dikonfirmasi positif terkena Covid-19. Sebanyak 196 ribu orang dari seluruh dunia dinyatakan meninggal akibat terkena virus ini. Covid-19 adalah jenis virus yang menyerang saluran pernafasan dan menyebabkan penderitanya mengalami gangguan seperti batuk kering, demam dan bahkan pneumonia (radang paru-paru) yang menyebabkan kesulitan bernapas. Virus ini memiliki masa inkubasi 14 hari dan selama masa tersebut, mungkin orang yang terpapar akan merasa baik-baik saja. Virus yang menular lewat percikan batuk atau bersin, baik dari udara maupun sentuhan bisa dihambat dengan efektif salah satunya dengan menerapkan Social Distancing. Kenapa Social Distancing dianggap efektif mencegah penularan virus ini? Karena dengan Social Distancing, berdiam diri di rumah dan membatasi jarak dengan orang lain kita dianggap memutus rantai penyebaran virus tersebut.

Pengaruh Social Distancing


Dilihat dari segi kesehatan, penerapan Social Distancing merupakan cara yang efektif menghentikan penyebaran virus ini tapi di lain pihak, banyak stressor yang timbul mulai dari PHK, work from home, sekolah dari rumah, pembatasan semua kegiatan pengumpulan massa seperti pengajian, resepsi pernikahan, arisan dan beragam kegiatan lain. Pembatasan berbagai kegiatan dan memusatkan seluruh kegiatan baik sekolah maupun bekerja dari rumah saja menjadi pemicu timbulnya stress. Jika kita tak mampu mengelola stress itu dengan baik, keadaan yang ada justru akan membuat mental kita terganggu. Dengan tetap tenang dan berpikiran positif semua yang timbul justru menjadi pemantik diri untuk berubah dan berbuat lebih baik. Misal, kita jadi peduli soal manajemen waktu bersama anak dan tetap fokus bekerja, manajemen keuangan dimana kita bisa cermat membagi pemasukan ke dalam pos-pos yang ada dan tetap bisa menabung misalnya.

Thursday, April 23, 2020

5 Tips Mencegah Penularan Covid-19

April 23, 2020 1 Comments
5 tips mencegah penularan Covid-19

Khawatir berlebihan di saat pandemi bisa menyebabkan kita stress dan turunnya imunitas, yang sebaiknya kita lakukan adalah tetap waspada dan melakukan tindakan pencegahan agar kita tetap terlindungi. Apa saja tindakan preventif yang bisa kita dan keluarga lakukan?

5 Tips Mencegah Penularan Covid-19

1. Rajin cuci tangan


Sering-seringlah mencuci tangan terutama setelah berkegiatan di luar rumah dan setelah bersin. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir dapat mencegah penularan Covid-19. Lakukan 6 langkah  cuci tangan dengan benar
1. Basahi tangan dengan air mengalir
2. G QQosok sabun pada permukaan tangan, punggung tangan, sela-sela jari
3. Bersihkan jempol dan kuku-kuku dengan gerakan memutar
4. Bilas dengan air mengalir
5. Keringkan dengan handuk atau tissue bersih

5 langkah cuci tangan dengan benar
Image : Kemenkes



2. Gunakan Masker


Gunakan masker saat bepergian, hal ini untuk mencegah penularan Covid-19 melalui percikan dan melalui udara. Masker yang kita gunakan sebaiknya hanya dipakai selama 4 jam. 

3. Tutup batuk maupun bersin dengan tissue


Saat berada di luar jangan lupa membawa tissue, terutama saat sedang batuk atau bersin dan jangan menyentuh wajah sebelum cuci tangan. Jika tidak memungkinkan, tutuplah bersin atau batuk dengan siku baju.

4. Makan bergizi seimbang dan olahraga


Imunitas yang baik bisa diperoleh dari pemenuhan kebutuhan gizi yang cukup, olahraga dan pikiran positif.

5. Physical distancing


Hindari berada dalam kerumunan dan lakukan physical distancing maupun berdekatan terutama dengan orang yang sudah terinfeksi atau terpapar Covid-19.

Dengan melakukan tindakan preventif diharapkan kita semua terlindungi dan penyebaran virus Corona bisa dihambat. Yuk mulai lakukan dari diri sendiri dulu..

Tuesday, April 21, 2020

Haruskah Terlambat Imunisasi Saat Pandemi?

April 21, 2020 8 Comments
Haruskah Terlambat Imunisasi Saat Pandemi

Saat pandemi Covid-19 seperti ini, Orangtua terutama yang memiliki balita memang sebaiknya di rumah. Selain mengikuti anjuran pemerintah, juga untuk mencegah diri dan keluarga dari paparan virus Corona. Apalagi, imunitas anak terutama balita belum sebaik orang dewasa. Namun, bagi ibu yang anaknya belum imunisasi, galau nggak sih? Kalau aku terus terang iya, tapi haruskah anak terlambat imunisasi saat pandemi?

Terlambat Imunisasi

Imunisasi Dasar yang diterima anak sedari lahir hingga usia 1 tahun antara lain Hb 0-4, BCG, Polio, DPT dan campak, sedangkan DPT-Hb-Hip lanjutan diberikan di usia 18 bulan. Alhamdulillah Imunisasi Dasar untuk Tito sudah selesai dan aku ingin meneruskan pemberian vaksin lanjutannya untuk usia 18 bulan, meski sekarang usia Tito 21 bulan. Hanya saja, ketika pandemi seperti ini apa ya yang sebaiknya dilakukan? Akankah menunda imunisasi lebih lama lagi atau tetap melanjutkannya?

Jadwal imunisasi IDAI 2017
Jadwal Imunisasi dari IDAI tahun 2017
Sumber : kulwap dr Chintya

Imunisasi di kala pandemi Corona


Aku sempat mencari artikel terkait Imunisasi kala pandemi dan mengikuti kulwap dr Cynthia Centauri, sp. A dari parentstory community. Ada beberapa tips yang dibagikan dr Cynthia tentang Imunisasi di kala Pandemi, yaitu

1. Sebaiknya memberikan imunisasi tepat waktu


Imunisasi Dasar bisa terlambat diberikan ke anak asalkan sesuai dengan anjuran IDAI dan untuk vaksin BCG dan Rotavirus, ada batas maksimal usia jadi diusahakan tepat waktu. Untuk imunisasi dasar, bisa ditunda maksimal 1 bulan dari jadwal.  Wajib bagi anak kurang dari usia 9 bulan untuk melaksanakan imunisasi dasar lengkap. Menunda lebih lama hanya akan meningkatkan resiko penyakit serius yang disebabkan oleh virus.

2. Hindari berkerumun


Sebelum melakukan Imunisasi, perhatikan tempat dan orang yang datang. Jika pasien yang datang tidak dibatasi dan memungkinkan kerumunan maka sebaiknya dihindari. Apalagi biasanya anak tidak nyaman menggunakan masker terlalu lama.

3. Imunisasi di puskesmas tetap bisa dilakukan selama puskesmas menerapkan prinsip social distancing, sirkulasi udara baik dan ruangan cukup luas.

Standar ruangan yang digunakan imunisasi saat pandemi adalah yang terbuka dan cukup luas serta tetap memperhatikan prisip social distancing. Pastikan hanya satu pengantar yang diijinkan masuk ruangan antrian.


4. Pilih RS atau tempat imunisasi yang memisahkan antara pasien sakit dan sehat

Beruntung di Salatiga, puskesmas memusatkan imunisasi di puskesmas pembantu yang ada di sekitar warga sehingga bisa dipastikan pasien sehat dan sakit tidak tercampur.

5. Tetap menggunakan masker, 

Berjaga-jaga itu penting, sehingga sebaiknya selalu gunakan masker saat di luar. Baik anak, orangtua yang mengantar serta petugas yang memberi vaksin wajib mengenakan masker. Bahkan khusus untuk tenaga medis, diwajibkan memakai APD saat memberi vaksin.


6. Bila memungkinkan, buat janji terlebih dahulu

Membuat janji terlebih dahulu dengan dokter atau tenaga medis membuat kita bisa tetap menjalankan physical distancing sehingga keamanan dan keselamatan bisa tetap diupayakan.

Orangtua juga harus memperhatikan tentang keamanan dan keselamatan anak saat berangkat dan sesudahnya. Rajin mencuci tangan dan mandi setelah berkegiatan di luar ruangan mampu mengurangi resiko penularan virus Corona. Semoga bermanfaat yaa


Monday, April 20, 2020

Covid-19 dan Pertanyaan Anak Tentangnya

April 20, 2020 0 Comments
Covid-19 dan Pertanyaan Anak Tentangnya

Pandemi Covid-19 membuat kesehariaan kita berubah 180 derajat. Hal yang tadinya tak pernah kita sangka akan seluas ini persebaranya. Beberapa kali anakku menanyakan kapan ia dan teman-teman bisa main seperti sedia kala dan beberapa pertanyaan lugu juga ditanyakan perihal covid-19 ini. Lalu, apa jawaban yang aku pilih?

Covid-19 dan Isolasi Mandiri

Covid-19 merupakan singkatan yang diambil dari Corona Virus Disease 2019, sebuah penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus corona jenis baru yang masih satu keluarga dengan SARS dan MERS yang muncul di tahun 2003. Virus Corona sendiri pertama kali muncul di Wuhan tahun 2019 sehingga nama di belakangnya terdapat angka 19. Seseorang yang terpapar dan memiliki imunitas rendah akan mudah terserang penyakit ini dengan gejala kelelahan, demam, batuk dan gejala infeksi pernafaan lain.
Cara melawan virus Corona
Cara melawan virus Corona
Image : Unicef

Penyakit ini bisa menular ke orang lain melalui kontak langsung, percikan ketika bersin atau berbicara, dan udara. Jika percikan ini mengenai benda seperti logam, kaca atau plastik maka virus tersebut mampu bertahan hingga 24 jam dan mampu bertahan di udara dalam suhu kamar sekitar 2-3 menit. Dengan mengamati bagaimana virus ini tersebar, pemerintah akhirnya melakukan bermacam pembatasan, mulai dari isolasi mandiri, karantina wilayah, hingga PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Hal ini juga yang mendasariku untuk berada lebih banyak di rumah bersama anak-anak.

Pertanyaan Anak Tentang Virus Corona


 Awal-awal saat terkonfirmasi ada 1 pasien positif corona di Salatiga , aku masih mengijinkan anakku, Uty untuk ikut berbelanja atau pergi keluar dengan memakai masker kain. Tetapi, saat jumlah yang positif terus bertambah dan banyak perantau pulang ke kampung halaman, aku akhirnya melarang Uty untuk ikut kemanapun dan tetap berada di rumah bersama adik dan bapak. Kebiasaan berbelanja yang tadinya kulakukan 2 hari sekali akhirnya kulakukan setiap 3-4 hari sekali dan hanya satu orang yang bisa keluar rumah. Uty yang tadinya suka bersepeda keliling komplek kubatasi hanya di depan rumah dan aku bersyukur saat menjumpai sadel sepedanya patah, kebiasaannya bersepeda terhenti sementara waktu. Uty akhirnya menghabiskan waktu bermain dan belajar di rumah. Kulihat, anakku sudah mulai bosan dengan begitu panjangnya waktu di dalam rumah dan beberapa pertanyaan akhirnya muncul.

Uty      : Bapak, kapan kita ke tempat embah Putri ? Udah lama Uty nggak kesana..
Bapak  : Nanti, kalau Coronanya udah hilang ya?
Uty       : Kapan Uty sekolah? , Corona itu apa?

Berbagai pertanyaan Uty tanyakan kepada kami. Menjelaskan hal baru kepada anak tentu harus disampaikan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami. Akhirnya, waktu itu aku pilih sebuah gambar tentang Covid-19 yang aku browsing di google dan menceritakan komiknya mba Watik Ideo yang aku dapatkan di laman facebook. Pertanyaan yang sering ia tanyakan selain apa itu Corona dan  kapan bersekolah antara lain

1. Kenapa memakai masker?


Aku menjawabnya sederhana, agar tak ketularan saat ada orang batuk, bersin atau berbicara. 

2. Kenapa harus mencuci tangan sering-sering?


Karena virus bisa menempel pada benda yang kita sentuh, jadi di tangan mungkin ada virus. Maka dari itu kita harus sering cuci tangan

3. Kenapa tak boleh main?

Biar gak ketularan. Kan kita gak tau orang yang diluar membawa virus atau enggak

4. Kenapa gak sekolah?

Karena gak boleh sama pak Presiden, takut ketularan Corona

5. Kenapa gak ke tempat embah putri?

Karena kalau mudik, nanti bisa menulari dan kena Corona juga

6. Anak kecil juga bisa kena Corona?

Semua orang bisa terkena, anak kecil, orang tua, bapak, ibuk, embah, adik dan yang lain juga bisa kena kalau gak hati-hati

7. Corona itu virus ya?

Iya, virus yang bikin orang bisa batuk, demam, badan sakit semua dan bisa meninggal

8. Kapan Coronanya hilang?

Kalau patuh sama pemerintah ,gak main di luar, sering cuci tangan, pakai  masker, makan makanan bergizi, insyaAllah Corona hilang sendiri.

Nah itu tadi beberapa pertanyaan yang sempat anakku ajukan. Kalau teman-teman biasanya pertanyaan apa yang disampaikan anak tentang Corona?



Friday, March 20, 2020

Agar wanita tetap sehat menjalani aktivitas

March 20, 2020 6 Comments
Wanita bugar menjalani aktivitas

Terpaan virus Corona


Beberapa hari setelah KBM alias kegiatan belajar mengajar diliburkan, rasa jenuh pada aktivitas di dalam ruangan mulai muncul, buat saya ini adalah tantangan yang harus dihadapi. Segala aktivitas anak, baik belajar dan bermain dilakukan di dalam rumah.  Menurut saya hal ini berat memang karena beberapa pekerjaan menjadi terbengkalai karena harus membagi fokus dengan membersamai anak belajar dan bermain.

Mewabahnya virus Corona (Covid-19) membuat sejumlah negara melakukan lock down. Sekolah diliburkan 14 hari, tempat wisata ditutup sementara dan kita sebagai warga Indonesia sudah dihimbau untuk melakukan sosial distancing, yaitu mengurangi berbagai kegiatan di luar ruangan dan menjaga jarak dari kerumunan atau kumpulan. Sterilisasi fasilitas publik dengan cairan pembersih seperti masjid, RPTRA, stadion, tempat wisata juga telah dilakukan pemerintah untuk mencegah penularan virus.

Menjaga Badan Tetap Sehat dan Bugar


Pemberitaan yang ada baik di media online maupun televisi semakin membuat keadaan semakin meresahkan.Tentu tak sedikit dari kita yang was-was jika nantinya virus tersebut mengenai salah satu dari diri kita atau keluarga kita. Hal tersebut tersebut menyebabkan masyarakat berperilaku panic buying atau membeli sesuatu karena panik yang akhirnya berakibat langkanya masker dan hand sanitizer.
Kita, sebagai benteng pertahanan keluarga tentu melakukan berbagai cara agar keluarga tetap terjaga kesehatannya. Tugas terpenting kita saat ini adalah memikirkan bagaimana menjaga kekebalan tubuh agar tak rentan terkena penyakit.

Lalu, apakah social distancing yang kita lakukan bisa menjamin bahwa kita tetap terbebas dari penularan virus maupun penyakit? Tentu jawabannya bergantung pada pola hidup yang kita jalani. Selanjutnya, bagaimana langkah menjaga pola hidup sehat yang tepat? Simak yuk, tips sehat saya :

1. Mengurangi stress


Sebetulnya, perasaan tertekan atau stress karena pekerjaan dapat diminimalisir dengan berbagai langkah. Tentunya masing-masing personal punya cara yang berbeda mengatasi stress itu sendiri.

Menurut saya, stress utama yang sering dialami oleh ibu rumah tangga sekaligus freelancer antara lain
 a. Manajemen waktu yang kurang baik
 b. Terlalu banyak pekerjaan yang harus dipenuhi
 c. Komunikasi yang kurang efektif dengan anak maupun pasangan

Beberapa hal yang mampu mengurangi stress itu sendiri :
a. Bangun lebih pagi
b. Berbagi tugas dan melatih kemandirian anak
c.  Berusaha saling memahami dan berkomunikasi secara efektif dengan pasangan


2. Makan sayur dan buah


Mengonsumsi sayuran dan buah terutama yang mengandung antioksidan tinggi seperti jeruk, pisang, pear, nanas, brokoli, anggur, tomat mampu membantu mengurangi radikal bebas yang memicu penyakit kanker, jantung dan diabetes. Selain itu kandungan berbagai vitamin dan mineralnya juga membantu tubuh tetap bugar dan sehat.
Makan buah dan sayur sumber antioksidan
Olahan jus sebagai sumber antioksidan
Source : canva

3. Olahraga

Plank membakar lemak dan mengencangkan otot perut
Plank ( membakar lemak dan mengencangkan perut)
Source : canva

Sebagai ibu bekerja di ranah domestik, tentunya seabrek kesibukan kadang membuat kita sulit meluangkan waktu untuk melakukan olahraga. Namun, sebenarnya aktivitas fisik yang kita lakukan sehari-hari seperti menyapu dan beberes rumah juga turut menyumbang pembakaran kalori tubuh. Olahraga ringan seperti yang biasa saya lakukan juga sudah cukup memacu adrenalin dan membuat tubuh segar terutama saat musim hujan. Selain itu, olahraga juga membantu perasaan lebih positif, metabolisme lancar dan peredaran darah menjadi lancar. Selepas subuh, biasanya cukup dengan pemanasan yang dimulai dari kepala, tangan, dan kaki serta ditambah beberapa kali sit up dan plang mampu membuat perut terasa lebih kencang lho, apalagi selepas melahirkan anak kedua perut saya terasa bergelambir


4. Berjemur 


Dikutip dari halodoc.com, ternyata berjemur di bawah sinar matahari mampu merangsang terbentuknya hormon serotonin dalam tubuh yang membuat suasana hati lebih positif. Jadi, apa salahnya kalau kita sedikit meluangkan waktu sekitar 5 - 10 menit untuk berjemur.

5. Istirahat cukup


Menurut saya, tidur tak terlalu malam dan bangun lebih pagi akan membuat badan lebih bugar, perasaan lebih nyaman karena segala sesuatu yang direncanakan malam harinya bisa segera diselesaikan tepat waktu dan mampu mengurangi stress akibat kesibukan yang berjubel di pagi hari. Dengan pekerjaan yang selesai lebih tepat waktu maka perasaan menjadi lebih tenang dan positif.

Tentunya kebutuhan masing-masing individu terhadap kesehatan ini berbeda. Nah, teman-teman juga bisa share di kolom komentar ya, tentang apa saja yang bisa dilakukan agar badan tetap fit dan sehat. Salaam.







Monday, March 9, 2020

Bunda, Yuk Kenali Gejala Demam Berdarah Pada Anak

March 09, 2020 79 Comments
ibu dan kakak bermain boneka dan bercerita

Ketika anak Demam

Ingat musim hujan gini, jadi ingat yang namanya Aedes Aegypti, si nyamuk pembawa demam berdarah itu. Setahun yang lalu daerah tempat tinggalku sempat jadi daerah endemik demam berdarah Kalau sudah gitu, kita sebagai ibu dan istri otomatis khawatir kalau anak-anak atau suami terkena demam.

Pernah waktu Tito usia 6 bulan, badannya demam. Jadi, ketika malam hari Tito badannya panas tinggi dan kalau pagi ceria lagi, bahkan bisa main bareng kakaknya. Deg-degan, lelah dan khawatir bercampur jadi satu karena kalau malam Tito jadi susah bobok. Perasaan jadi gak karuan karena
Ibu, Tito dan Uty
Hindari panik ketika anak demam 
minggu sebelumnya kami baru saja besuk saudara yang terkena DBD juga. Karena panas yang tinggii itulah akhirnya kami pergi ke dokter untuk melihat kondisi Tito. Dokter waktu itu menanyakan tempat tinggal kami dan menanyakan stok Paracetamol di rumah. Jadi jika tiga hari setelah terhitung demam  pertama Tito tak berubah kondisinya, maka dokter menyarankan untuk periksa ulang sekaligus uji laboratorium.

Paracetamol adalah obat penurun panas yang biasa diresepkan atau bisa dibeli di apotek danm minimarket ketika anak panas atau demam. Salah satu contoh parasetamol yang dijual bebas adalah Termorex. Jadi ketika panasnya sudah dua hari seperti ini, maka setelah kompres dan yang lain tak
cukup membantu, akhirnya Tito kuminumkan parasetamol ini dengan harapan panasnya bisa turun.
Sebenarnya, panasnya setelah diminumkan obat turun, tapi karena keadaan tak membaik maka kita
putuskan untuk membawa Tito ke klinik lagi. Di klinik, dokter yang melihat catatan rekam medis Tito akhirnya merujuk Tito ke salah satu laboratorium di Salatiga. Di lab, setelah mengambil nomora antrian kami diminta mengisi formulir dan masuk ke ruangan untuk diambil uji sampel darahnya.
Hasil laboratorium kami bawa lagi ke klinik. Dokter mengatakan trombositnya bagus tapi kandungan sel darah putih meningkat, jadi kemungkinan panasnya bukan disebabkan karena Demam Berdarah tetapi karena infeksi. Akhirnya Tito dirujuk ke dokter spesialis dan akhirnya dokter menemukan infeksinya waktu itu. Satu persatu bagian tubuh Tito diperiksa dokter dan ternyata Tito terkena infeksi saluran kencing karena saluran kencingnya terhambat atau bahasa medisnya dinamakan Fimosis.

Tito dan segala kepintarannya
Pernah demam tinggi karena infeksi saluran kencing

Dari pengalaman tersebut, akhirnya aku baca ulang dan cari artikel mengenai gejala DBD, penyebab dan cara mengatasi Demam berdarah ini.  Emak pasti juga khawatir juga kan Dikutipdengan anggota keluarga lainnya. Dari artikel yang aku baca di Panduan Bunda, ada beberapa gejala demam berdarah yang patut kita perhatikan yaitu demam yang muncul tidak diikuti dengan penyakit lain atau penyebab lain seperti infeksi karena yang dialami Tito. Berikut gejala Demam Berdarah pada anak yang wajib menjadi perhatian bunda :

1. Anak demam tinggi dan kadang disertai sakit kepala
2. Anak mengalami nyeri sendi dan tulang.
3. Keluar bintik merah di sekujur badan
4. Anak mengalami mual dan muntah
5. Jika sudah parah, maka bisa berlanjut ke mimisan bahkan anak bisa tak sadarkan diri

Jadi setelah membaca beberapa artikel terkait demam berdarah ini, kita tak perlu langsung panik
ketika anak terkena demam jika tanda atau jika gejala yang ditunjukkan tidak seperti yang aku sebutkan di atas. Jadi, jika anak menunjukkan gejala panas atau demam, langkah awal yang bisa kita lakukan adalah memberikan Termorex agar panasnya segera turun dan segera periksa atau kenali gejala lain sebelum memutuskan anak kita terkena DBD.
Dan langkah terbaik yang memang sebaiknya dilakukan adalah mencegahnya dengan menjagak lingkungan sekitar kita, memakai lotion anti nyamuk dan memasang anti nyamuk di rumah. Kalau bunda, apa yang sudah dilakukan untuk mencegah demam berdarah ini?

Jangan lupa juga untuk mengunjungi website panduan bunda pada anak dalam artikel ini terdapat informasi  mengenali gejala dan mengatasi DBD yaa.


Jangan lupa juga untuk kunjungi sosial media panduan bunda di bawah ini :

Friday, January 24, 2020

Cara Merawat Gigi Anak yang benar

January 24, 2020 22 Comments
Gigi sehat anak

Rasanya sedih banget melihat gigi kakak yang meski tumbuhnya sebenarnya rapi, tapi gigi depannya terutama bagian atasnya gigis. Penyebab utamanya adalah karena kakak suka banget makan permen dan coklat dan kadang enggan sikat gigi. Akhirnya mulailah aku berusaha mencari info terkait menjaga kesehatan gigi buat adek dan menanggulangi masalah gigi kakak.

Kapan Memulai Merawat Gigi?


Kebetulan beberapa waktu lalu aku mengikuti kuliah WhatsApp dengan tema senada dengan yang aku pikirkan. Kuliah tersebut dipandu oleh drg. Murni K Siregar (drg. Miki) sebagai pematerinya dengan judul Preparing healthy teeth for children. Drg. Miki memaparkan bahwa ternyata menjaga kesehatan gigi anak bisa kita persiapkan sedini mungkin yaitu dengan cara menjaga gigi kita dengan baik sebelum hamil dan mencari informasi sebanyak-banyaknya terkait permasalahan gigi ini. Mulailah dari sekarang juga dan berikut  cara merawat gigi yang bisa bunda lakukan ketika hamil

1. Menjaga asupan nutrisi


Hal ini perlu dilakukan karena ternyata, benih gigi bayi itu bisa muncul sejak minggu kelima kehamilan. Dengan memenuhi kebutuhan gizi saat  hamil berarti bunda telah mempersiapkan kesehatan gigi anak sedari dini. Dalam pembentukan janin tersebut, apabila nutrisi yang dibutuhkan kurang maka gigi yang dimiliki bunda menjadi rapuh dan rentan berlubang.

2. Hindari mengkonsumsi obat tanpa resep dari dokter


Di trimester awal kehamilan, kadang gangguan berupa mual, sakit kepala, gusi berdarah atau yang lain bisa timbul tetapi ibu hamil perlu berhati-hati karena tak semua obat aman dikonsumsi untuk ibu hamil. Beberapa obat justru  bisa menyebabkan gangguan pada perkembangan janin sehingga untuk mempergunakannya dibutuhkan saran dari dokter.

3.  Scalling (Membersihkan Karang Gigi)


Saat hamil, permasalahan karang gigi ternyata dapat menyebabkan infeksi kronis sehingga tubuh menghasilkan oksitosin yang menyebabkan bayi lahir prematur. Membersihkan karang gigi minimal 1x dalam kehamilan dapat mencegah kelahiran prematur.

4. Menjaga Kebiasaan baik dalam menjaga Kesehatan Gigi


Kebiasaan baik sebaiknya selain dimulai sejak dini juga perlu dilakukan berkelanjutan. Menyikat gigi secara teratur, mengkonsumsi makanan sehat dan mengurangi makanan manis berarti ikut menjaga kebiasaan baik sedari awal.

Tips Menjaga Kesehatan Gigi Balita


Agar terhindar dari sakit gigi dan gangguan mulut pada anak maka hal yang perlu dilakukan antara lain


1. Melatih membersihkan gigi sedari dini

Melatih membersihkan gigi bisa dilakukan sedari dini. Kebetulan aku tak banyak mengalami kesulitan ketika mengajak adek bersikat gigi. Kesulitan aku alami justru ketika melatih  kebiasaan menyikat gigi ke kakak dan bagiku waktu itu sungguh-sungguh merupakan perjuangan karena kakak yang begitu suka permen agak sulit ketika diajak sikat gigi ketika akan tidur. Menularkan kebiasaan bersikat gigi ke adeknya buatku jauh lebih mudah. Cukup menyediakan sikat gigi seusia adek, kemudian memberi contoh ibu  atau kakaknya yang sedang bersikat gigi ternyata efektif membuat adek ikut membersihkan giginya juga.

2. Membatasi konsumsi permen

Permen, makanan mengandung gula dapat menyebabkan timbulnya karies gigi terutama gigi susu yang tidak terawat dengan baik sehingga langkah tepat yang bisa dilakukan adalah membatasi konsumsi permen. Bunda juga bisa mengganti kebiasaan makan permen dengan makanan sehat lain seperti keju yang justru bagus menjaga suasana mulut agar tak terlalu asam dan kandungan kalsiumnya yang bagus untuk gigi dan tulang. Tidak ada ukuran khusus yang menekankan jumlah maksimal permen yang dikonsumsi anak per harinya karena kebutuhan dan ketahanan yang dimiliki anak beda bedany

3. Mengenalkan ke dokter gigi


Dengan terbiasa menemani keluarga saat periksa ke dokter gigi, maka anak akan mulai paham bagaimana menjaga giginya dengan baik dan tidak takut nantinya saat akan berkonsultasi ke dokter gigi. Jangan sekali-kali menakut-nakuti anak dengan dokter gigi karena hal ini menyebabkan anak nantinya enggan pergi ke dokter gigi.


4. Oles Flour


Nah, pembahasan mengenai permasalahan gigi akan aku kupas di postingan berikutnya, jadi tetep stay tune yaa..


Saturday, December 14, 2019

Mengatasi Drama Tumbuh Gigi

December 14, 2019 0 Comments
Mengatasi Drama tumbuh gigi
Beberapa hari ini Tito jadi sensitif, gampang sekali rewel. Puncaknya kemarin ketika saya, Uty dan Tito bersiap mengantar Uty ke sekolah. Biasanya sih, ketika pup, adek bilang iik ke saya dan memegang popoknya minta diganti. Saat saya berusaha membujuk adek ke kamar mandi, si adek tidak mau dan justru menangis. Karena keburu terlambat, akhirnya saya berusaha menggendong adek ke toilet. Di toilet, saat dibersihkan adek menangis. Selesai dibersihkan dan akan dipakaikan popok adek justru nangis di pojokan, hehe gaya anak milenial sekarang kalau nangis di pojokan. Ibu yang berusaha memakaikan popoknya ditepis tangannya sambil menangis. Akhirnya saya dan kakaknya menunggu hingga tangisan reda.

Seperempat jam lebih adek menangis, kakaknya mulai menggerutu takut sekolahnya terlambat. Beberapa ide bujukan juga tak berhasil, hingga total setengah jam lamanya adek menangis dan akhirnya terdiam karena haus minta minum. Setelah mengantar kakaknya sekolah (pertama kalinya kakak terlambat ke sekolah ) adek minta ASI dan tertidur. Mungkin karena capek menangis, akhirnya adek mengantuk. Sorenya pun kepala adek agak anget, keluar air liur terus menerus sambil sesekali menggosokkan jari telunjuknya ke gusi. Setelah saya amati, ternyata adek akan tumbuh gigi.

Gejala tumbuh gigi pada anak


Di usia 16 bulan ini, gigi gerahamnya mulai tumbuh dan ada beberapa gejala ketika anak tumbuh gigi antara lain

1. Air liur meningkat sehingga sering ngeces

Ini terlihat beberapa hari sebelum kepala dan telapak kaki Tito anget. Bersyukur tidak disertai demam.

2. Kepala agak anget

Kepala adek anget sekitar dua hari sehingga membuat tidurnya tidak nyenyak dan kagetan.

3. Rewel

4. Nafsu makan berkurang

Saat gigi tumbuh seperti ini, biasanya adek yang makannya cukup lahap menjadi ogah-ogahan dan hanya mau beberapa suap saja. Akhirnya agar tetep kenyang, saya buatkan jus jambu di rumah dan cemilan kesukaan.

5. Memasukkan jari ke gusi

Karena mungkin gatal dan sedikit bengkak, adek beberapa kali mengusap-usap kepala dan mengisap telunjuknya hingga ngeces.

6. Menggigit gigit benda yang ditemukan

Kemarin ketika menyapu, saya tak sadar menyapu sesuatu yang ternyata cuilan alas tripod Gorilla mini yang digigit Tito dan baru menyadari ketika tadi adek memegang tripod sambil tiduran di kasur. Hadeeh..

Menggigit benda saat anak tumbuh gigi
Alas kaki tripod Gorilla mini yang digigit adek

Penanganan


Agar anak tetap nyaman, maka yang perlu kita lakukan adalah

1. Memberi parasetamol khusus anak jika dirasa diperlukan.
2. Siapkan cemilan dan makanan yang disukai anak
3. Jauhkan dari benda terutama plastik keras yang rawan digigit anak dan bahkan bunda bisa siapkan teether atau gigitan
4. Jaga kebersihan tangan anak
5. Siapkan celemek atau slabber agar bajunya tak basah terkena air liurnya.

Meskipun masih suka gigit jari, sejak diberi parasetamol panas di kepala dan kakinya menghilang dan adek jadi pulas tidurnya. Alhamdulillah..semoga postingan hari ini bermanfaat moms..

Sunday, December 1, 2019

Pilih mana, ASI atau Sufor?

December 01, 2019 2 Comments
Pilih asi atau susu formula
Beberapa waktu lalu di sebuah aplikasi kehamilan, ada seseorang bertanya mengenai sebuah produk Sufor apakah produk tersebut layak dibeli atau enggak. Beragam ibu-ibu membalas status tersebut, ada yang memuji si penulis status tersebut keren, tapi ada beberapa pula yang menyayangkan soal harga susu formula yang ditampilkan. Karena kejulidanku, akupuntur ikut komentar kalau " sayang uangnya beli Sufor mahal". Maksudnya sih, bukan berarti aku menolak Sufor dan 100% pro ASI, tapi kalau ada produk yang lebih terjangkau dengan kualitas sama kenapa enggak?

Beberapa ibu-ibu juga turut berkomentar menanggapi balasanku. Katanya "hidupku bisa kok dibeli, gegara menanggapi tanggapan tersebut. Karena tak berfaedah akhirnya komentarku kuhapus, meski maksudnya sebenarnya bukan karena tak setuju. Lantas sebenarnya kenapa sih Asi harus didahulukan?
Kalau menurutku, ASI sendiri kan alami dengan beragam manfaat yaitu

1. ASI takaran lemak dan proteinnya lebih sesuai dengan kebutuhan bayi sedangkan Sufor yang berbahan dasar susu sapi sebenarnya kandungan lemak dan proteinnya lebih disesuaikan dengan kebutuhan "maaf" sapi, meskipun manfaatnya juga baik untuk manusia

2. ASI juga meningkatkan ikatan (bonding) antara ibu dengan bayi. Inipun dengan syarat si ibu fokus ke anak saat menyusui,bukan disambi masak, ngerumpi atau buka sosmed via gawai.

3. ASI lebih aman dikonsumsi sedangkan Sufor tidak sepenuhnya aman untuk bayi terutama bagi bayi yang memiliki alergi terhadap susu sapi.

4. Proses menyusui ternyata mampu mengurangi resiko radang payudara (mastitis)

5. Faktor kepraktisan dan hemat karena anak bebas minum kapan dan dimana saja. Meski Sufor sama praktisnya tetapi dengan memakai Sufor berarti kita harus merogoh kocek lebih dalam. Adakalanya, Sufor juga lebih praktis ketimbang ASI terutama ASI perah yang diterapkan bagi ibu bekerja.

6. Terkecuali untuk ibu yang ASI nya tak melimpah, tentu pemilihan Sufor lebih tepat agar anaknya mendapatkan pemenuhan kebutuhan gizi yang maksimal.

7. Untuk bayi yang memerlukan perawatan khusus semisal prematur atau harus dirawat di Rumah sakit, tentunya pemberian Sufor maupun ASI tentunya berdasarkan pertimbangan dan saran petugas medis (dokter) tentunya.

8.  Yang pasti, baik Sufor maupun ASI tentu sama-sama bagus menurutku. Karena setiap keluarga memiliki kebutuhan, kebiasaan dan prioritas sendiri terkait keluarganya. Apapun yang menjadi pilihan, tentu semuanya melalui pengambilan keputusan yang matang dan dilakukan demi memberikan yang terbaik untuk anak.

Jadi menurutku, baik ASI, sufor, ataupun keduanya diberikan tak masalah. Karena setiap bayi dan Orangtua memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Jadi keduanya sah-sah saja. Kalau kamu? Bagaimana pendapatmu?

Pengalaman Kehamilan dengan Skoliosis

December 01, 2019 3 Comments
Skoliosis kelainan tulang
Skoliosis adalah sebuah kondisi dimana tulang belakang melengkung atau bengkok, baik ke kanan maupun ke kiri. Kondisi ini umumnya disebabkan antara lain karena trauma kecelakaan,posisi duduk atau berjalan yang salah. Skoliosis semakin parah biasanya dilihat dari besarnya sudut bengkok atau kemiringan skoliosis itu sendiri dimana kemiringan atau bengkoknya akan mengakibatkan punggung menjadi nyeri.

Aku sendiri memiliki skoliosis setelah beberapa waktu mengalami kecelakaan yang mengakibatkan patah tulang paha sehingga tulang yang dipasangi pen tersebut lebih pendek serta memiliki otot yang lebih kecil. Ini berakibat tulang panggul yang menopang menjadi asimetris dan ternyata mengakibatkan tulang punggung menjadi melengkung ke kiri. Ini juga sempat diperparah karena aku memakai tas bahu yang cukup berat karena selalu bawa laptop ke tempat kerja. Awal aku sadar adalah ketika aku sering merasa mudah lelah dan kaku terutama tulang leherku waktu itu dan ketika diperiksa sudah sekitar 10 derajat.

Proses Caesar saat hamil anak pertama aku tempuh bukan karena scoliosis tapi lebih karena tak kontraksi sama sekali saat menjelang minggu-minggu akhir HPL dan di kehamilan pertama aku sadari lebih capek karena lebih sering melakukan perjalanan luar kota waktu itu. Tidak adanya kontraksi kehamilan bisa jadi juga karena disebabkan adanya pen sepanjang 30 cm yang terpasang hingga pangkal paha.

Dua bulan setelah anak pertama lahir, pen di kakiku dilepas. Dalam proses pemulihan karena jahitan SC dan pelepasan pen tersebut kurasakan hari-hari yang cukup melelahkan ditambah aku juga full ASI untuk anak. Posisi salah saat menyusui dan juga demi melindungi bekas jahitan SC inilah yang juga membuat badan mudah lelah dan beberapa kali kurasakan kaku otot terutama di jari kelingking kaki kiri dan aku kadang Neuropati. O iya, pen kakiku dilepas bukan karena sudah masa lepas ya, tapi justru karena sudah sangat jauh terlewat dari masa lepas dan karena insiden pen  menusuk paha yang mengakibatkan syaraf di pangkal paha terluka. Terlukanya syaraf ini mengakibatkan rasa tajam seperti tersengat aliran listrik saat itu dan menjadi tumpul setelahnya (menjadi kebas seperti ketika kesemutan). Akhirnya aku turunkan minum resep dari dokter dan mengonsumsi vitamin B demi mempercepat penyembuhan syarafku.

Hamil anak kedua, dengan selisih hampir tiga tahun dengan anak pertama justru fisikku jauh lebih siap. Tak banyak keluhan nyeri tulang atau kelelahan berlebih seperti saat hamil anak pertama. Ada rasa khawatir anakku juga skoliosis, tapi kan skoliosis ku bukan bawaan tetapi karena panggul yang asimetris. Beberapa kali cek kondisi kehamilan, dokter menyarankan untuk SC lagi. Padahal aku berharap bisa normal, dengan berbagai macam alasan dan berusaha meyakinkan dokter kala itu akhirnya dokter bilang oke ketika ingin persalinan normal dengan  syarat kalau proses bukaan tak terlalu lama. Dokter sebenarnya tahu kalau pinggulku asimetris karena kecelakaan dan aku skoliosis juga.

Meski akhirnya anak kedua SC juga, tetapi alasan utama aku SC bukan terletak pada poin bahwa pinggulku asimetris atau karena aku skoliosis tetapi lebih karena proses bukaan ku lama dan aku sudah terlalu kelelahan karena semalaman tak tidur dan sudah diharuskan puasa kala itu.

Kendala akibat skoliosis kutemui justru bukan pada saat kehamilan tetapi setelah persalinan karena saat itu fisik kembali berubah dan tubuh melakukan banyak penyesuaian yang mengakibatkan tulang leher dan punggung sering nyeri. Tipsku untuk penderita skoliosis adalah perbanyak melakukan peregangan dan berenang bisa mengurangi sakit akibat skoliosis.

Thursday, November 28, 2019

Ketika anak Diare

November 28, 2019 3 Comments
Gambar anak sakit diare
Beberapa hari ini, cuaca di Salatiga agak kurang bersahabat. Pagi sampai siang panas, eh tetiba sorenya hujan deras. Alhasil malamnya jadi dingin banget. Kedua anakku, Uty dan Tito muntah dan pup beberapa kali dan cair alias diare. Anehnya, tetangga dan anaknya juga kena.
Setelah dibawa ke klinik, dokter meresepkan obat anti mual dan zinc. Sudah lumayan reda sih, tapi giliran emaknya nih yang ngedrop dan membuat beberapa tugas menulis terbengkalai.

Oiya, sebenarnya apa sih diare itu?

Seseorang dikatakan diare jika dalam sehari dia telah mengalami BAB dengan konsentrasi cair lebih dari tiga kali disertai beberapa gejala. Apa saja penyebabnya?

1. Kurang higienis

Kebiasaan bayi dan anak kecil yang kurang suka cuci tangan, memasukkan benda ke mulut dan memegang apa saja kemudian setelahnya makan bisa jadi penyebab diare. Biasanya diare karena kurang higienis ini disebabkan karena adanya bakteri dan parasit seperti salmonella dan E. Coli menyerang pencernaan.

2. Alergi laktosa

Diare juga bisa disebabkan karena pencernaan belum begitu kuat menerima protein susu yang mengakibatkan pencernaan terganggu dan berakibat diare.

3. Konsumsi Antibiotik

Antibiotik ternyata juga mampu menimbulkan diare. Adanya antibiotik ternyata menyebabkan ketidakseimbangan jumlah bakteri baik dan bakteri jahat yang akhirnya menyebabkan saluran pencernaan terganggu.

Ketika anak Diare

Biasanya gejala-gejala yang dialami ketika anak Diare antara lain,

1. BAB cair atau lembek lebih dari 3x sehari
2. Perut kembung
3. Mual dan muntah
4. Kenaikan suhu tubuh
5. Lemas dan mengantuk terus-menerus

Nah, ternyata beberapa gejala di atas dialami kedua anakku. Karena mual, otomatis mereka jadi enggan makan. Awalnya aku belum paham makanan yang boleh atau enggak boleh dimakan ketika diare dan dari konsultasi dengan dokter, beberapa makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi antara lain

1. Makanan beralkohol

Makanan beralkohol seperti tape, nangka, durian dan  brem sebaiknya tidak dikonsumsi terlebih dahulu karena menyebabkan perut semakin perih.

2. Buah buahan asam

Saat mual sebenarnya sih mungkin seger kalau makan buah, tapi buah yang mengandung alkohol dan asam seperti durian, mangga, jeruk, sebaiknya tak dikonsumsi. Pisang dan alpukat lebih dianjurkan karena kandungan Zincnya memperbaiki fungsi pencernaan.

3. Makanan yang menimbulkan gas

Makanan yang mengandung gas seperti brokoli, kubis, kembang kol dan nangka muda justru memperparah diare karena menyebabkan perut menjadi kembung.

4. Susu dan yoghurt

Minuman dan makanan berbahan dasar susu yang relatif asam akan menyebabkan perut semakin perih. Sementara yoghurt sebetulnya dianjurkan diminum orang dewasa karena kandungan bakteri baiknya akan membantu mengembalikan fungsi pencernaan, namun tidak disarankan dikonsumsi anak karena kadar asamnya justru menyebabkan perut si kecil menjadi perih.

5. Obat penghenti diare

Untuk anak lebih dari 4 tahun, minum obat penghenti diare diperbolehkan namun tidak disarankan kepada anak 1 tahun karena justru akan mengakibatkan anak terkena kolik abdomen.

Setelah mengetahui bermacam jenis makanan yang harus dihindari serta beberapa makanan yang bisa dikonsumsi akhirnya aku jadi hati-hati memilih agar mereka berdua cepat sembuh. Thanks sudah membaca tulisanku.


recent posts

Featured post

Kenangan : Traveling Bersama Bapak Saat Kecil

Aku selalu ingat, kala bapak mengajakku traveling kala kecil dulu. Ini menjadi permata pengalamanku yang tak bisa kulupakan. Bahkan hingga...