Showing posts with label Family. Show all posts
Showing posts with label Family. Show all posts

Saturday, July 25, 2020

Pengalaman Belajar dan Mengajar Anak TK di Rumah

July 25, 2020 5 Comments
Pengalaman belajar jarak jauh anak TK di rumah


Ternyata belajar di rumah (School from Home) atau yang biasa disingkat SFH ini banyak suka dukanya. Anak kecil yang tahun ini belajar di TK akhirnya harus mengikuti kegiatan belajar online. Beberapa kali ia mengeluh kapan sekolah lagi, ibu juga mengalami kesulitan membagi tugas domestik, menulis, menemani anak dan me time, hehe. Mau tak mau saya belajar menyulap diri menjadi Guru Kreatif untuk menemani anak belajar sekaligus berselancar di Dunia Maya.
Penting sih buatku untuk me time apalagi setelah berkutat dengan pekerjaan yang sama setiap hari dan sebagian besar semuanya dilakukan di rumah. Akhirnya beberapa bisa kusiasati dan aku tulis disini.

Suka Duka Anak Belajar Daring


Sudah seminggu saat postingan ini aku tulis sekolah dimulai, mulai dari MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) yang dilakukan secara online hingga setor tugas hafalan dan kegiatan belajar secara online. Bahkan masa perkenalan dengan teman sekolahpun dilakukan di dunia Maya. Dunia yang tak menampakkan wujud nyata temannya Uty ketika berangkat sekolah, hanya sekedar perkenalan pada umumnya dengan menyebutkan nama lengkap, nama panggilan, nama Orangtua serta alamat rumah yang sekaligus menjadi bahan tugas penilaian guru.

Anakku : "Buk, Corona ya masih ya?
Aku : Iya, masih belum boleh sering-sering keluar rumah
Anakku : Uty kan sudah ganti sekolah? Kapan masuk sekolah lagi? Uty nggak mau belajar di rumah
Aku : Tapi Uty bisa sekolah lagi kalau Corona sudah selesai, sekarang diminta belajar di rumah dulu
Anakku : Tapi Uty gak suka belajar pakai hp terus
Aku : Boleh kok belajarnya gak pakai hp tapi belajarnya sama ibuk trus kalau sekolah nunggu pak walikota bolehin sekolah ya?

Ternyata tak hanya orangtua yang mengeluh belajar di rumah tapi juga anak, berikut suka dukanya :

1. Kelebihan belajar di rumah :

  • Lebih bisa mengetahui kemampuan, kelebihan dan kekurangan anak sehingga metode belajar yang cocok bisa diterapkan
  • Bisa sekaligus mengajarkan lifeskill dan ilmu agama
  • Waktu belajar lebih panjang
  • Mampu lebih intens mengawasi belajar anak
  • Mampu mendekatkan hubungan orangtua dan anak

2. Kekurangan belajar di rumah 

  • Seringkali orangtua tak mampu membagi waktu untuk pekerjaan dapur, rumah dan belajar anak
  • Anak menjadi cepat jenuh karena tatap muka dan kegiatan belajar dilakukan via daring
  • Boros kuota dan ribet terutama bagi keluarga yang gawainya cuma satu
  • Kesabaran dan konsistensi orangtua diuji

Solusi Bagi Orangtua


Awalnya aku cukup stress menemani dan mengajari anak belajar via daring di rumah karena mau tak mau aku harus membiasakan diri belajar materi yang akan disampaikan sekaligus mengatur waktu agar pekerjaan domestik selesai dan dua anakku mendapatkan porsinya. Sedih juga di  awal karena kakak sempat mutung alias tak mau melanjutkan sesi belajarnya yang dirasa kurang nyaman. Beberapa solusi yang aku lakukan :

1. Membaca secara rinci RPP (Rencana Program Pembelajaran) mingguan yang dibagikan guru


Kenapa RPP perlu dibaca? Hal ini tentu memudahkan kita, Orangtua yang merangkap jadi guru kreatif untuk mengetahui hal apa saja yang akan dipelajari anak. Tak mengapa semua kegiatan tak dikuasai anak karena ini jadi tugas kita mengajarkan ke mereka.

2. Mempelajari hal-hal yang dirasa sulit sebelum menyampaikan ke anak


Contoh riilnya ketika mengajak anak mempelajari surat baru yang belum pernah diajarkan guru, tugas kita adalah mempelajari bagaimana pelafalannya yang benar, panjang pendeknya dan sabar dalam mengulang. Tak perlu memaksa anak hafal bacaan suratnya saat itu juga karena tugas kita juga adalah murojaah alias mengulang hafalannya.

3. Membuat kesepakatan belajar dengan anak


Kita tak bisa memaksa anak belajar ketika moodnya sedang tak baik atau ketika dia sudah mengantuk. Sepakati bersama kapan waktu belajar, waktu bermain dan waktu istirahat.

4. Selesaikan tugas domestik dan atur pekerjaan menurut kepentingan dan waktunya terlebih dahulu


Stress ketika mengajari anak sekolah di rumah bisa dikurangi dengan membagi pekerjaan yang mendesak atau yang bisa ditunda waktunya. Misal, menyapu atau mengepel rumah bisa dilakukan ketika sore setelah semua pekerjaan dan tugas menemani belajar selesai.

5. Komunikasikan kesulitan ke guru


Beberapa pekerjaan rumah yang diberikan sekolah bisa dikomunikasikan kepada guru ketika kita mengalami kesulitan. Misal, menanyakan kapan tugas maksimal dikumpulkan atau bagaimana metode yang baik dalam memahamkan anak ketika belajar sesuatu bisa dibahas dalam grup WhatsApp yang telah dibuat.

6. Memulai belajar yang paling mudah dan paling disukai anak terlebih dahulu

Menggambar, kegiatan belajar yang disukai anak di rumah
Salah satu kegiatan yang disukai anakku, menggambar


Karena materi belajar anak TK diberikan seminggu sekali, tentu setor tugasnya dapat diatur sesuai dengan rentang waktu yang diberikan. Memaksa anak belajar ketika sedang Moody atau pada materi yang belum pernah diajarkan tentu membutuhkan proses dan bisa berakibat anak tak mau belajar. Maka dari itu ada baiknya mengajarkan materi bisa disesuaikan pada yang mudah dan disukai anak

7. Beri semangat ke anak


Ketika anak mulai mengeluh tak bisa, berikan semangat agar anak semangat lagi dalam belajar. Aku memberikan motivasi ke anak dengan memberinya bintang ketika anak melakukan kegiatan positif. Bintang yang terkumpul penuh dalam botol kecil yang aku siapkan bisa ditukar dengan mainan yang ia inginkan atau jajan yang ia suka. Hal ini berlaku untuk semua kegiatan rumah, mulai dari mengaji, shalat, menyayangi adek, membantu ibu dan bapak, dan semua kegiatan positif lain 

Nah beberapa hal tersebut sudah coba aku terapkan, meski mengenai kesabaran kadang memang diuji. Sebagai ibu yang bekerja di rumah sekaligus mengerjakan pekerjaan domestik dan menemani anak memang tak mudah. Semoga  tips nya dapat membantu ya teman-teman.









Saturday, May 30, 2020

Ini Caraku Menumbuhkan Minat Membaca pada Anak

May 30, 2020 2 Comments
Ini Caraku Menumbuhkan Minat Baca Pada Anak


Fakta dari UNESCO tahun 2019 menyebutkan bahwa Indonesia berada dalam peringkat kedua terakhir soal literasi. Itu artinya minat baca dan menulis kita masih sangat rendah, perbandingannya 1 orang diantara 1000. Miris kan? Mengetahui hal tersebut lantas membuat saya berpikir bagaimana menumbuhkan minat anak dalam hal literasi ini, termasuk dengan pendekatan parenting.

ini caraku menumbuhkan minat baca pada anak
Di Perpusda Salatiga

Manfaat Membaca


Di usia 3 - 4 tahun, bisa dibilang Uty termasuk anak yang kosa katanya lumayan banyak. Support keluarga dengan sering mengajaknya berkomunikasi, bercerita dan mendengarkan lagu ternyata sangat membantu peranku yang lebih banyak membacakan buku ketika akan tidur. Alasan lainnya, karena Uty waktu itu sering diajak jalan-jalan berkeliling RW setiap pagi. Alhasil Uty jadi lebih populer dari saya dan jadi suka bercerita. Ada 4 tahapan mengenalkan literasi ke anak, antara lain

  • Tahap Mendengarkan

Tahap ini dimulai sejak dalam kandungan hingga anak dalam usia emasnya dengan membacakannya buku atau bercerita


  • Tahap Berbicara

Dimulai ketika anak berusia 2 - 4 tahun dimana kosakatanya sudah lumayan banyak. Mengajaknya bersilaturahmi dan berinteraksi dengan orang akan meningkatkan kemampuan berbahasanya.

  • Tahap Membaca

Menurut IDAI, usia yang tepat untuk mengenalkan anak pada membaca adalah di usia 4-5 tahun. Di tahapan ini, anak bisa kita latih membaca dua suku kata dan mengenal huruf vokal dan konsonan.

  • Tahap Menulis

Ketika anak bersemangat belajar membaca pada usia 4-5 tahun, di Sekolah Dasar anak akan belajar bagaimana menulis dan mengeja kata-kata sederhana.

Lalu yang jadi pertanyaan, kenapa sih kita mau repot menumbuhkan minat baca pada anak? Buat saya, ketika anak memiliki minat baca yang baik, ia akan
1. Memiliki kemampuan bahasa yang baik
2. Wawasannya menjadi luas
3. Lebih cerdas menyikapi dan memecahkan masalah
4. Mampu mencari solusi

Caraku Meningkatkan Minat Baca Anak


1. Read Aloud dan Membacakan Buku Ketika Anak Akan Tidur


Membeli Paket Buku Halo Balita waktu itu jadi keinginan terbesarku, tapi yang namanya ingin kadang memang perlu disisihkan dahulu. Akhirnya aku beli beberapa buku anak dari penerbit Mizan waktu itu. Sebenarnya buku anak ini juga serian sih tapi aku hanya beli 3 biji. Beberapa buku lain dan majalah anak aku dapatkan dari berburu di toko buku bekas di belakang pasar Shopping Salatiga. Akhirnya, stok yang lumayan banyak di rumah jadi bekal tiap malam dan waktu senggang untuk membacakan buku dan bercerita.

Ini Caraku Menumbuhkan Minat Baca Pada Anak
Ada juga akhirnya Halo Balita di Perpusda Salatiga

2. Mengajak anak mengunjungi dan Meminjam Buku di Perpusda


Hampir tiap pekan aku dan suami mengajak anak ke Perpusda Salatiga. Tersedia beragam mainan edukatif dan buku anak yang membuat Uty betah di ruang anak. Sambil menemani di ruang anak, biasanya kami membawa beberapa majalah dan buku untuk dibaca juga. Di tahun ke-empatnya akhirnya anakku punya kartu keanggotaan perpusda dan buku pertama yang dipinjamnya adalah buku yang penuh gambar dan sedikit tulisan, maklum belum bisa baca.


3. Menyediakan Majalah dan Buku Bergambar di rumah 


Stok buku dan majalah kami di rumah sebenarnya tak seberapa, tapi anak tak pernah bosan mendengarkan cerita karena disajikan dengan beragam intonasi suara yang memicu tawa dan pertanyaan anak tentangnya. Kadang buku hasil meminjam perpusda ikut meramaikan kegiatan bercerita kami. 

4. Memberi Teladan


Stok buku punyaku memang banyak di rumah, tapi sebagian malah belum sempat terbaca. Pada beberapa buku malah hanya dibaca ketika butuh saja, misalkan buku tentang fikih ramadan yang membuat kami membuka ulang hukum-hukum dan rukun berpuasa. Nah, yang jadi persoalan kadang baik aku maupun suami kadang masih sulit meluangkan waktu membaca buku meskipun hampir tiap hari aku membaca postingan blog teman. Ini jadi PR terbesarku menumbuhkan minat baca di rumah.

Nah, buibuk, punya tips apalagi yang bisa didiskusikan nih? yuk tinggalkan komentar yaa..

Mengenalkan Anak Dunia Literasi

May 30, 2020 0 Comments
Mengenalkan anak dunia literasi
Mengenalkan anak dunia literasi

Tahukah teman-teman kalau minat baca orang Indonesia masih sangat rendah dengan rasio 1:1000 yang artinya di tiap seribu orang hanya ada satu orang yang mencintai literasi. Padahal pemerintah telah berupaya meningkatkan minat baca tersebut dengan berbagai program. Di postingan parenting kali ini, aku ingin membahas tentang bagaimana mengenalkan anak pada dunia literasi.

Tahapan Mengenalkan Literasi


Dunia anak adalah dunia bermain. Ketika anak mulai menunjukkan minat pada huruf dan membaca, kita bisa mengenalkannya dengan cara yang menyenangkan agar kelak, anak bukan saja mencintai membaca tetapi juga pandai menulis. Tapi sebelum mengajaknya belajar membaca dan menulis ada beberapa tahapan agar anak mencintai literasi. Apa saja tahapan-tahapan yang harus dikenalkan :

1. Tahap mendengarkan

  • Tahapan mendengarkan dapat kita ajarkan sejak anak dalam kandungan dengan cara mengajaknya berkomunikasi, membacakan buku, mendengarkan musik atau Murottal. 
  • Membacakan buku ketika akan tidur
  • Mendengarkan lagu anak
  • Read aloud atau membaca buku ceritanya dengan lantang agar anak bisa melihat sekaligus mendengarkan

2. Tahap Berbicara


Kita bisa melatih anak berbicara dengan sering mengajaknya silaturahmi atau berkunjung ke teman sebaya atau yang lebih tua, juga menumbuhkan kepercayaan diri anak dengan menjadi pendengar yang baik untuk anak dan dorong anak bercerita apa saja termasuk hal menyenangkan di sekolah atau saat bermain.

3. Tahap Membaca

Mengenalkan anak dunia literasi
Menikmati buku bacaan di perpusda

  • Hal sederhana yang bisa kita lakukan adalah Menempeli atau melabeli setiap benda sesuai dengan namanya

misal tulisan kulkas untuk ditempel di kulkas, tulisan pintu, meja, kursi, lemari masing-masing bisa ditempel sesuai nama bendanya.
  • Mengajak anak ke perpustakaan 
Dengan mengenalkan berbagai macam bacaan di perpustakaan serta mengajaknya bercerita tentang apa yang dilihatnya dalam buku mendorong anak belajar berbagai kosakata dan meningkatkan kepercayaan dirinya
  • Memberi teladan kebiasaan membaca
Kebiasaan baik itu ditularkan, jika sebagai orang tua kita masih malas membaca, apalagi dengan anak yang masih butuh contoh dari orangtuanya.
  • Membuat pohon literasi keluarga.

Membuat pohon literasi keluarga sekaligus menempel pohonnya dengan buku yang sudah dibaca membuat anggota keluarga saling berkompetisi menghijaukan dahannya. Kalau sudah demikian, secara tak langsung semangat anak untuk membaca tumbuh.

4. Tahap Menulis

Ada bermacam ide yang bisa kita lakukan dalam tahap menumbuhkan minat untuk menulis, antara lain

Melatih anak membuat buku jurnal kegiatan sehari-hari
Meluangkan waktu untuk mengisi diary
Ajak anak menuliskan buku catatannya sendiri Sediakan flip chart atau papan tulis agar anak bebas mengekspresikan dirinya lewat menulis.
Bagi anak yang cukup besar, bisa nih diajak belajar menulis dengan media blog juga

Nah, beberapa tahapan tersebut bisa kita coba di rumah. Tentunya masing-masing tahapan dilakukan sesuai usia dan kebutuhan anak.

Referensi : kuliah bunda sayang level 5

Monday, May 18, 2020

Menyembuhkan Inner Child Menuntaskan Luka Pengasuhan

May 18, 2020 5 Comments
Menyembuhkan inner Child menuntaskan luka pengasuhan

Menjadi orangtua bukanlah perkara mudah. Memperlajari ilmu parenting tak lantas membuat perilaku kita berubah dalam mendidik anak kecuali disertai tekad yang besar ingin memperbaiki diri, apalagi jika dalam diri masih menyimpan luka masa lalu akibat kesalahan pengasuhan yang kita kenal sebagai inner child. Lalu bagaimana caranya self healing atau menyembuhkan luka pengasuhan yang masih belum tuntas hingga dewasa ?

Apa Itu Inner Child?


Suatu hari ketika selesai memarahi putrinya, sang ibu menangis karena hal serupa pernah beliau dapatkan semasa kecil, padahal kenangan tersebut begitu beliau benci. Lain hari, tiba-tiba beliau mendiamkan putrinya tanpa sebab dan akhirnya sang anak terluka? Sang anak akhirnya merasa semua yang dilakukan salah dan membenci kejadian tersebut. Bertahun lamanya hal tersebut dipendam hingga saat berkeluarga, sang anak menyadari ada yang salah dalam dirinya. Ternyata pola didikan yang diterima semasa kecil menyisakan luka dan tanpa sadar diimitasi polanya. Kadang, saat terpancing marah akhirnya cubitan kecil mendarat di tangan mungil anaknya. Padahal perbuatan tersebut harusnya bisa dicegah.

Inner child sendiri sebetulnya merupakan jiwa anak-anak yang masih ingin direngkuh dalam diri kita, lebih tepatnya luka semasa kecil (belum baligh) yang belum tuntas dan terekam alam bawah sadar hingga dewasa. Hal tersebut tanpa kita sadari ternyata berpengaruh pada respon kita terhadap suatu masalah atau keadaaan. Pemicunya bisa timbul ketika kita merasa tidak nyaman terhadap suatu hal, seperti sindiran, bentuk perhatian, desakan atau ketika merasa tidak dilibatkan.

Luka terpendam tersebut akhirnya mempengaruhi bagaimana kita berinteraksi dengan suami, anak, dan lingkungan sekitar kita. Sebagai contoh :

Contoh 1 : jika dari kecil seorang anak sering dituduh atau disalahkan tanpa sebab oleh orangtuanya, maka tanpa disadari pola tersebut diimitasi atau ditiru sehingga ia mendidik dengan cara yang tak jauh berbeda dengan orangtuanya ditambah rasa rendah diri yang timbul tanpa ia sadari penyebabnya.

Contoh 2 : Si A, istri yang lahir dalam keluarga pekerja keras dan cenderung menyalahkan akan sering berkonflik ketika menikah dengan B yang lahir dari keluarga B yang jarang mengingatkan. Si B yang easy going sementara A yang perfeksionis membutuhkan jembatan penyelesaian terhadap pola asuh yang salah tersebut dengan menyadari kekurangan masing-masing.

Menyembuhkan inner Child menuntaskan luka pengasuhan
Quote pengasuhan yang saya suka dari Dorothy Law
 Anak Belajar dari Kehidupannya

Ciri-ciri Inner Child yang belum tuntas


Dikutip dari Loonerwolf.com , seseorang yang masih memiliki inner child akan memiliki tanda seperti:


  1. Kurang fleksibel dan mudah marah
  2. Insecure atau tak nyaman berada di sekitar orang banyak
  3. Sulit menunjukkan ekspresi ketika senang, sedih, marah, terluka atau tidak nyaman
  4. Memiliki rasa bersalah yang berlebihan dan minder
  5. Mudah marah
  6. Merasa kesepian
  7. Merasa bukan dirinya ketika berbuat sesuatu yang salah
  8. Perfeksionis
  9. Sulit mempercayai orang lain
  10. Sulit dekat dengan orangtua

Cara Menyembuhkan Luka Pengasuhan


Secara garis besar, ada dua metode yang diterapkan untuk menyembuhkan inner child itu sendiri yaitu

1. Dengan Bantuan Orang Lain


Melalui bantuan orang lain ini bisa berwujud curhat kepada suami misalnya atau konsultasi terapi psikiatri.

2. Self Healing


Menyembuhkan inner child bisa dilakukan sendiri dengan cara

a. Mengakui

Dengan mengakui bahwa ada pribadi kita bermasalah dan harus disembuhkan akan mempermudah kita memulihkan luka itu sendiri

b. Memaafkan

Memaafkan kesalahan orangtua di masa lalu dan berusaha memperbaiki kembali hubungan yang ada akan mempermudah kita menyelesaikan inner child. Mengingat kenangan baik di masa kecil dan memahami peran orang tua yang tak mudah tentu bisa jadi sarana bersyukur bagaimana beruntungnya hidup kita. 
  1. Jika memungkinkan, bisa juga kok membicarakan hal yang membuat kita terluka dengan orang tua selama tak menyakiti, menyudutkan dan menyampaikannya dengan luapan emosi berlebihan. 
  2. Jika hal tersebut dirasa sulit, ada baiknya terima apa yang sudah terjadi. Ikhlaskan, toh semua yang kita alami tak luput dari yang Allah takdirkan.
  3. Mengingat kebaikan-kebaikan orangtua 
  4. Yakinkan diri bahwa kita layak disayangi, dihargai, dan bahagia
  5. Menyadari bahwa semua manusia bisa salah melakukan atau menyadari sesuatu
  6. Boleh kok menangis, tersenyum, tertawa, dan menunjukkan kesedihan. Kita bebas mengekspresikan diri selama tak melanggar norma yang ada.
  7. Berdamai dengan diri, belajar bersabar saat kita berhak marah. Menarik nafas panjang
Menyembuhkan inner Child menuntaskan luka pengasuhan
Penggalan surat yang saya suka. Membantu membuat kita mengikhlaskan dan menerima yang menjadi ketetapanNYA

Anak-anak yang bahagia adalah anak-anak yang tumbuh dari ibu yang bahagia juga. Jadi tugas utama kita adalah menuntaskan inner child kita sehingga mampu menjalani peran sebagai ibu dengan gembira. 


Wednesday, September 25, 2019

Inner child dan Solusinya

September 25, 2019 1 Comments
Inner child dan solusinya
Inner child dan solusinya
Inner child, merupakan bagian dari diri yang terluka ketika belum baligh dan akhirnya menuntun kita untuk bersikap sebagaimana yang terekam dalam bawah sadar. Luka ini akhirnya mempengaruhi bagaimana kita bersikap dengan orang sekitar sekaligus berdampak pada cara kita menghadapi suatu keadaan ataupun masalah 

Inner Child, Luka Masa Kecil


Di hari yang melelahkan, tiba-tiba si kecil  menumpahkan minumannya ke lantai yang selesai dipel. Padahal baru saja bunda mengingatkan kalau minum seharusnya duduk. Bunda yang terpancing emosinya akhirnya membentak dan mencubit si kecil. Kemudian akhirnya bunda ngerasa bersalah dan menangis karena membuat si kecil terluka.

Pernahkah bunda mengalami hal tersebut? Kalau iya, siapa tau bunda mengalami trauma yang bernama Inner child. Inner child menurut John Brandshaw merupakan pengalaman masa lalu yang belum mendapat penyelesaian dengan baik. Nah ternyata, hal tersebut terjadi akibat pengalaman buruk yang masih belum kita maafkan dan terpendam bahkan terlupakan tetapi masih tersimpan di alam bawah sadar kita.

Dikutip dari Loonerwolf.com ternyata ada beberapa tanda bahwa kita mengalami inner child, antara lain :
1. Merasa bahwa ada bagian yang salah dengan diri kita
2. Cemas ketika keluar dari zona nyaman
3. Tak memiliki identitas yang kuat
4. Merasa lebih hidup jika berkonflik dengan orang lain
5. Suka menimbun benda atau barang
6. Merasa bersalah ketika membela diri
7. Terdorong untuk selalu berprestasi
8. Perfeksionis dan kurang luwes
9. Malu mengekspresikan perasaan senang, sedih,  maupun menangis
10.Menghindari perseteruan
11. Merasa tidak dekat dengan orang tua
12. Sulit mengatakan tidak

Jika beberapa indikator di atas ada, maka barangkali luka masa kecil kita tersebut belum tuntas, maka tugas kita adalah menemukannya. Renungkan baik-baik apa yang membuat kita terluka, memberi respon kurang baik  ke orang lain, atau ketika emosi kita tersulut.

Inner Child dan solusinya


Cara Menyembuhkan Inner Child


Cara satu-satunya menyelesaikan inner child agar tuntas adalah memaafkan dan mengikhlaskan. 2 hal yang mungkin tak mudah bagi kita, namun perlu kita coba. Bisa dengan menulis diary, membuat jurnal syukur, perbanyak istighfar dan menyesali kesalahan masa lalu bahwa kita pernah marah, terluka, sebel, atau jengkel akibat perlakuan lingkungan ke kita, mengajak berbicara ke diri sendiri agar mau memaafkan lalu berjanji bahwa kita akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Karena kita berharga, maka sudah seharusnya lah kita mencintai diri kita dan berusaha mengatasi rasa terluka. Anak-anak punya hak untuk mendapatkan pengasuhan yang baik dan tumbuh menjadi pribadi memiliki Akhlaqul Karimah.



Referensi : materi kuliah pra bunda sayang iip


Monday, May 6, 2019

Tips agar Momen Buka Bersama teman Terealisasi

May 06, 2019 0 Comments
Kalau dulu semasa kuliah, buka bersama menjadi momen paling ditunggu. Pada saat itu, status sebagai mahasiswa dan anak kos membuat kita lebih fleksibel menentukan jadwal buka bersama. Lambat laun ketika semuanya lulus, bekerja dan menikah, momen buka bersama begitu sulit terealisasikan. Enggak dengan teman sekolah atau teman di kantor lama, yang ada kayaknya perlu mikir panjang kalau sudah punya suami dan anak, apalagi mereka adalah prioritas utama kita. Alasannya sih karena buka bersama di rumah dengan keluarga lebih menyenangkan, hemat dan gak pake ribet segala.

Merealisasikan buka bersama
Buka bersama

Lalu, bagaimana cara agar momen buka bersama dengan teman bisa terealisasi, Yuuk..intip..

1.  Yang diundang sepaket
Kalau kebanyakan dari kita yang mau berbuka bersama telah berkeluarga, maka ada baiknya jika acara buka bersama yang dibuat ditujukan bukan hanya pada teman tapi plus keluarga intinya yaitu suami atau istri dan anak.

2. Tempatnya ramah anak
Bagi yang sudah punya anak, ketika memutuskan ikut buka bersama di luar rumah maka hal ini pasti jadi prioritas karena yang pasti gak mau dong kalau kita ribet dan memutuskan pulang awal gegara anaknya rewel gak betah latena gak ada tempat bermain.

3. Dekat tempat shalat
Kalau aku sih, suka mikir kalau buka bersama terus temen-temennya malah lebih prioritas ke acara kumpul-kumpul aja dan melalaikan shalat maka kupastikan untuk gak ikut acara ini gengs..jadi baiknya ibadah yang utama seperti shalat mahgrib dan isya tetep diprioritaskan. Semisal tempat buka bersamanya di outdoor, maka pastikan ada tempat ibadahnya yaa

4. Hemat
Kalau saya yang emak-emak, pasti kepikiran dong kalau bika bersamanya di resto mahal sementara kebutuhan ketika ramadhan justru diprioritaskan untuk memenuho yang lebih beanfaat.

5. Atur jadwal jauh hari
Ketika bulan ramadhan seperti ini, restoran kebanyakan akan full menjelang mahgrib karena tempatnya akan digunakan untuk berbuka bahkan beberapa udah full booked. Jadi untuk mengantisipasinya, buatlah jadwal yang pasti untuk menentukan kapan, dimana dan bagaimana acaranya. Selain resto atau tempatnya, kita juga perlu mengatur waktu yang tepat agar bosa datang semua.

6. Konsep acara jelas
Ada baiknya acara buka bersama yang disusun memiliki konsep acara yang jelas seperti akan ada kultum atau tidak? Atau sekedar kumpul, ngobrol, makan, lalu pulang

Nah, menurutku sebagai emak-emak  hal inilah yang sering jadi kendala ketika akan membuat acara buka bersama di luar ruangan. Kalau kamu?

Thursday, April 25, 2019

Mendidik Anak Cerdas Finansial Usia Dini Hari ke 1

April 25, 2019 0 Comments
Mendidik anak cerdas finansial bisa diajarkan kepada anak sejak dini. Semakin cepat semakin baik menurut saya.Bagaimanapun,  rejeki itu pasti dan kemuliaan harus dicari. Rejeki dari Allah yang bisa berwujud makanan, hubungan baik, uang datang dari Allah dan anak kita, tetapi bagaimana agar rejeki tersebut bisa dimanfaatkan untuk mencapai keberkahan dan kemuliaan itulah yang harus diajarkan. Bukan untuk boros dan membeli hal yang tak bermanfaat tapi untuk membeli yang kita perlukan saja.
Di hari pertama ini, saya belum menyiapkan stoples 3S (Save, Spend, Share) untuk kakak karena kebetulan kencleng atau stoples save nya kami sudah punya dan tinggal menjalankan sebagaimana biasanya sambil mengajarkan di sisi spend dan share nya ke kakak karena saya merasa hal ini masih kurang. Di hari pertama melatih anak agar cerdas finansial ini saya isi dengan mencoba mengingatkan kembali ke kakak untuk tidak minta jajan ke tukang sayur jika ibu tidak ada.
Sebenarnya saya sudah mencoba berbicara ke bapak tukang sayurnya agar tidak memberikan jajan ketika kakak meminta atau terbujuk temannya yang jajan di tukang sayur meskipun sudah pasti disampaikan ke saya. Beberapa kali saya meminta kakak untuk bilang ke ibu saat mau beli di tukang sayur atau pulang terlebih dahulu.
Hari ini saya memberitahunya lagi sekaligus menceritakan cerpen yang ada di majalah bobo kakak tentang gimik. Gimik atau Gimmick adalah barang atau aktivitas untuk menarik pembeli membeli sebuah produk. Misal di supermarket sebuah mug atau kotak makan dipakai produsen susu memasarkan produknya, atau piring pada detergen atau hadiah boneka di susu anak-anak.
Mendidik anak cerdas finansial melalui cerita
Cerita Tentang Gimik

Nah di cerita ini, Sisi diajak ibunya berbelanja ke Supermarket untuk membeli kebutuhan bulanan termasuk sabun cuci piring dan susu. Di saat ibunya akan mengambil sabun cuci piring ternyata pandangan justru tertuju pada piring hadiah dari sabun cuci merk lain dan membuat ibu kepincut ingin membelinya juga. Selanjutnya ada anak yang merengek minta Susu karena ada hadiah boneka yang menyertainya namun orangtuanya justru mengajak anaknya mengutil bonekanya dan mengantonginya. Kemudian ketika Sisi dan ibunya bertemu SPG yang menawarkan susu sekaligus mug bonusnya asalkan membeli 3 kardus susu membuat ibunya akhirnya memasukkan susunya ke keranjang belanja. Mereka kaget ketika uang yang dibawa ibu Sisi tak cukup untuk membayar semua yang dibeli hari itu. Akhirnya dengan ramah, kasir menawarkan ibu Sisi untuk mengurangi belanjanya. Terpaksa ibunya mengembalikan 2 dus susunya dan membatalkan sabun cuci berhadiah piring tadi. Dari cerita ini, hikmah yang diambil agar kita membeli atau berbelanja sesuai kebutuhan bukan keinginan. Tak lupa saya menyisipkan contoh beberapa hari lalu ketika kakak merengek minta pasta gigi dan sikat gigi baru bergambar barbie. Saya jelaskan bahwa pasta gigi yang ada di rumah masih banyak jadi kita tak perlu membelinya dulu dan sikatnya akan kita belikan bersama kebutuhan bulanan berikutnya.

Aliran Rasa game level 7 bunda sayang

April 25, 2019 0 Comments
Setelah game level 7 bertemakan “semua anak adalah bintang” saya lalui dan membaca ulang materi pandu 45, saya baru menyadari bahwa ternyata kakak memiliki karakter berikut :
  1. Energizing memiliki energi yang berlebih, tidak bisa diam anteng bahkan di rumahpun semua bisa jadi mainan. Dari keranjang baju yang dijadikannya ring basket, sehari berlarian di depan rumah dan masih banyak lagi. Kakak juga seolah tidak punya lelah dalam melakukan segala hal dan ini sudah teramati dari kecil. Berlarian, bermain pasir, naik lemari dan rak susun, membuat kemah di rumah, bermain boneka, bermain air dan mencuci baju dan bahkan kadang ikut ngepel dan bersih-bersih kamar mandi. Tak jarang kadang justru membuat saya agak kewalahan. Malamnyapun ketika tidur kakak lebih sering berputar kesana sini.
  2. Maximizer, suka sesempurna mungkin. Ini berdasarkan pengamatan beberapa kali ketika minta dikuncir rambutnya sampai sekitar 7-8 kali kakak baru puas karena merasa pas posisinya, memasang karet di boneka dilakukannya hingga berulang, memasang tangan boneka yang lepaspun demikian, kalau sudah berulang tapi belum sesuai keinginannya maka hal ini akan membuat kakak berteriak seperti frustasi.
  3. Includer & relator, merasa tak tahan sendirian dan akan keluar rumah dan mengunjungi temannya, kakak juga suka kalau diajak jagong manten, mengunjungi teman saya yang lahiran,  silaturahmi ke tempat teman atau saudara saya serta suka kalau banyak teman di rumahnya. Kadang digiringnya teman yang diluar untuk main ke dalam rumah. Selanjutnya kakak keluarkan semua mainannya di kardus mainan dan mengajak semuanya bermain bareng. Kadang berselisih tapi setelah itu baikan dan main bareng lagi.
  4. Strategic, pintar mencari cara agar keinginannya tersampaikan. Kadang kalau meminta sesuatu memakai alasan kalau adeknya yang pengen. Kalau waktu kecil kakak suka ngajak sekolah sekolahan dengan berjalan keluar komplek hanya karena alasan ingin jajan sebetulnya. Pernah bahkan embahnya merasa “dibohongi” karena kakbilang ke embah bahwa akan ada saudara yang datang dan meminta
  5. Commander, yang benar-benar saya tak ketahui karena kadang menimbulkan teriakan karena ketidakpahaman saya dan kurangnya komunikasi produktif.
  6. Ideation, semua yang dilihat bisa jadi ide bermain. Mengambil sayuran di kulkas dan digunakan untuk mainan, mbuatkan baju bonekanya dari kaus kaki adeknya yang sudah kekecilan dan memakaikn karet agar tak terlepas. Menanam bunga ala kakak memakai pasir dan bunga yanh ditancapkan ke gelas mainan..hehe ini karena saya belum lengkap mengajari cara bercocok tanam kepada kakak.
  7. Competiton, ada bagus dan tidaknya menurut saya karena kakak seperti jadi suka ikut-ikutan temannya soal memelihara ikan, tapi semoga ini bukan soal kompetisi kepemilikan materi ya..
Dari yang sebelumnya saya merasa beberapa karakter ini negatif buat saya, akhirnya saya hanya perlu mengarahkan bahwa karakter kakak menjadi bagian positif untuknya. Dengan kelebihan ini, kakak menjadi unik karena semua anak adalah bintang. Semua anak adalah bagian yang unik dan semua anak itu very limited edition, tidak ada anak yang sama bahkan kembarpun demikian. Maka jangan samakan anak dengan parameter yang ada tapi buatlah standar sesuai karakternya. Selama anak tidak melanggar norma yang ada dan ak melanggar agama dan selama itu baik maka didiklah anak sebaik mungkin sesuai jamannya..

recent posts

Featured post

Belajar Hikmah perjuangan Cinta Hajar, Ismail dan Ibrahim

Dalam Idul Adha, kita bisa mengambil hikmah perjuangan Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS dan Siti Hajar bahwa ketaatan pada Allah adalah sumbe...

Popular Posts