Showing posts with label Curhat. Show all posts
Showing posts with label Curhat. Show all posts

Sunday, May 17, 2020

Menjelang Akhir Ramadan, Ini doa yang kupanjatkan

May 17, 2020 0 Comments
Idul Fitri sudah di depan mata, tinggal hitungan hari Ramadan akan usai. Sedih rasanya, Ramadan di tengah pandemi seperti ini. Ada banyak doa yang ingin kupanjatkan. Semoga wabah Covid-19 segera berakhir.

Menjelang akhir Ramadhan ini doa yang kupanjatkan

Kesan Ramadan Kali ini


Terasa beda memang, tak ada tarawih, tilawah dan salat berjamaah di masjid. Biasanya, ada lembaran kertas jadwal takjil yang dibagikan tapi kali ini ditiadakan. Penerimaan Zakat dilakukan jauh di awal Ramadan.

Kesan berbeda di Ramadan kali ini, mungkin terasa aneh bahkan sebagian berasumsi bahwa Ramadan terasa seperti hari biasa pada umumnya. Semua orang berjaga dan menjaga jarak dari kerumunan, jalan terasa lengang selepas Maghrib. Gang-gang ditutup, beberapa berjaga tiap malam. Tenaga medis masih disibukkan dengan tugasnya menangani pasien Covid-19, tak ada gelaran operasi ketupat, yang ada kepolisian berjaga ketat bukan lagi menyambut pemudik tapi mengawasi masuknya, termasuk soal kriminalitas yang kabarnya meningkat. Masyarakat panik, BPJS dikabarkan akan naik sementara PHK dimana-mana. Sedih melihat kondisi ini, jangankan mudik, bepergian keluar rumah juga terbatas.

Doaku kali ini untuk Ramadan ini


Memasuki 10 hari terakhir, beberapa memutuskan mudik, sebagian tetap bertahan. Bekerja dan beribadah, semua dilakukan di rumah. Beberapa pusat perbelanjaan justru ramai, pasar jauh lebih ramai. Sampai bingung, apalagi 2 hari terakhir info terbaru bahwa salah satu pedagang di pasar pagi pingsan dan ternyata positif Corona. Beliau tertular putranya yang baru saja mudik dari Jakarta. Tinggal di Kabupaten tetapi berjualan di Kota Salatiga, dan sebenarnya ini yang bikin aku sedih. Banyak yang tak mempedulikan kesehatan keluarganya hanya karena ingin mudik dan akibatnya semua orang termasuk keluarga terdekatnya kena imbas. Semoga Allah menyadarkan dan membuka hati orang yang masih se-egois ini. Mementingkan dirinya sendiri tanpa mengukur resikonya.

Semoga wabah ini segera berakhir, kami rindu beraktivitas seperti sedia kala. Ya Rabb..ampuni dosa kami, terimalah ibadah kami dan pertemukan kami dengan Ramadan berikutnya, jika Ramadan tak ada lagi untukku, jadikan amalan Ramadan kami kali ini sebaik-baiknya amalan. Ada beberapa harapan dan doa yang kupanjatkan di Ramadhan kali ini :

1. Allah menerima semua amal ibadah kami di bulan Ramadhan
2. Allah melindungi kami dan keluarga kami dari wabah dan segala penyakit
3. Allah memberi kesehatan kepada kami semua
4. Allah mengampuni segala dosa dan kesalahan kami
5. Allah menunjukkan hidayahnya agar tetap berada di jalan yang diridhoiNYA
6. Sakinah mawaddah wa rahmah dalam tujuan yang sama, ke SurgaNYA
7. Pandemi segera usai dan Allah ijinkan kami menuju baitullah
8. Allah melapangkan rejeki kami dan memudahkan urusan kami


Allahuma innaka afuwun kariim..tuhibbul afwa wa fuanna yaa kariim , doa akhir Ramadhan
Allahuma innaka afuwun kariim..tuhibbul afwa wa fuanna yaa kariim



Minal Aidin Wal Faidzin, Shiyamana wa shiyamakum
Mohon maaf lahir dan batin ya teman-teman..semoga Allah menerima semua amal ibadah kita..aamiin




Friday, May 15, 2020

Tradisi Sungkeman Lebaran Kali Ini di Rumah Aja

May 15, 2020 0 Comments
Tradisi sungkeman lebaran kali ini di rumah aja

Sudah jadi tradisi kami, sebagai keluarga dari Jawa menjelang atau setelah salat ied untuk melakukan sungkem kepada orang tua sebagai wujud permohonan maaf kami. Namun, kondisi pandemi seperti sekarang tak memungkinkan kami untuk mudik, lantas apakah tradisi ini akan ada di Lebaran kali ini mengingat banyak yang memutuskan di rumah aja?

Tradisi Sungkeman Kala Lebaran


Sungkeman adalah sebuah tradisi jawa turun temurun yang dilakukan anak kepada orangtua dimana anak duduk bersimpuh di hadapan orangtua guna memohon maaf atas kesalahan yang telah dilakukan selama ini. Tradisi ini biasanya dilakukan setelah melaksanakan shalat ied dan sebelum berkunjung untuk bermaaf-maafan ke sanak saudara.

Selama aku tumbuh di rumah, jarang sih ada momen berkesan selama sungkeman ini karena biasanya sehabis sungkeman ini bapak mengajak kami silaturahmi bersungkeman ke kerabat terdekat sekampung. Sebelum pergi, bapak memastikan kami anak-anaknya hafal kata-kata dalam bahasa krama inggil yang akan kami ucapkan kala sungkeman itu. Kira-kira begini kalimatnya:
"Mbah, ngaturaken sugeng riyadi, sedaya kalepatan kula nyuwun pangapunten"
yang kurang lebih artinya Nek/Kek, minta maaf atas segala salah dan dosa" .
Biasanya para sesepuh atau orang tua akan menjawab
"Podo-podo ya nduk/ke mugo-mugo dosaku lan dosamu dilebur marang Gusti Allah , dilancarna Rejekinya, dadi anak kang Sholih Sholihah, Bekti marang wong tua"
Artinya kurang lebih sama-sama nak, semoga doaku dan dosamu diampuni Allah, dilancarkan rejekinya, jadi anak yang Sholih Sholihah dan berbakti kepada orangtua. Kadang ada selipan doa enteng jodoh segala plus amplop fitrah alias angpao yang bikin aku makin semangat kala itu, hehe.

Setelah menikah, hampir tiap tahun suami selalu mengajak mudik ke mertua, jadi jarang-jarang bisa merasakan lebaran di rumah Orangtua. Padahal dalam hati kadang juga ingin gantian, tapi ya sudahlah. Bapak mertua yang meninggal tahun 2017 membuat suami memutuskan mudik tiap kali ada libur lebaran dan cuti akhir tahun dan akhirnya mau tak mau itupun jadi keputusan bersama. Kalau di tempat ibu mertua, jarang sekali ada kunjungan ke tetangga karena semua kegiatan itu sudah terwakili dengan tradisi jabat tangan di masjid dan lapangan usai salat Ied. Jadi, selesai salat Ied, biasanya sampai di rumah kami sungkeman dengan ibu lalu salam-salaman dengan kerabat. Setelah itu lanjut foto-foto dan makan ketupat opor ayam deh, dan ini jadi salah satu momen yang dikangenin.

Pandemi dan Lebaran Online


Lebaran kali ini memang beda, semenjak ada pandemi ini dan pemberlakuan pembatasan sosial akhirnya kami memutuskan di rumah aja. Maksudnya demi menjaga kebaikan dan keselamatan bersama sih, takut juga kan kalau kita yang tanpa gejala pulang membawa virus dan mengakibatkan orang di sekitar kita tertular. Selain itu, karena ada anak-anak yang imunnya belum sekuat orang dewasa dan membutuhkan perlindungan. Deal, akhirnya no mudik dan di rumah aja.

Tradisi sungkeman lebaran kali ini di rumah aja
Yang dikangenin saat mudik, kumpul keluarga
Dok.pri


Dengan kemajuan teknologi yang ada serta akses internet yang semakin cepat membuat kita dengan mudah berkomunikasi via daring, baik melalui Videocall maupun video conference. Rencananya kami akan sungkem ke Orangtua via video call dengan bantuan Tante Opi. Sementara karena letak rumah orangtuaku dengan rumah kami tak terlalu jauh, jika memungkinkan kami akan datang berkunjung. Jadi tak usah takut tak bisa lebaran, salat Ied cukup di rumah dan salam-salaman kali ini secara online aja kayaknya seru. Siapa tau teman-teman nanti akan mengajak reuni online juga nih, apalagi udah lama gak ngobrol bareng nih karena kesibukan masing-masing. Rendang atau opor dan ketupat bisa kok diusahakan, yang penting keluarga sehat semua ya. Aamiin..moga lebaran kali ini berkesan, diampuni segala dosa dan kesalahan kita, diterima amalan kita dan masih dipertemukan dengan Ramadan berikutnya ya gaess..

Thursday, May 14, 2020

Pilih Mana? Yes Mudik or No?

May 14, 2020 0 Comments
Pilih mana mudik yes or no?

Kalau dengar cerita teman-temanku, biasanya mereka pesan tiket mudik jauh-jauh hari. Rata-rata H-100 hari mereka udah beli tiket pulkam agar bisa Nerima tiket pesawat atau kereta tanpa berdesakan dan tanpa khawatir tak kebagian. Lalu kalau udah terlanjur beli, sementara kondisi sedang pandemi seperti ini apakah akan tetep pulang? Apalagi jika benar pemerintah akan menerapkan Herd Immunity.

Wabah Covid-19 dan Penularannya


Covid-19 adalah sejenis virus Corona yang menyerang bagian pernapasan dan membuat penderitanya mengalami radang paru, ISPA dan badan lesu. Tetapi karena virus ini lumayan cerdas, beberapa gejalanya menjadi sulit dikenali. Beberapa penderita bahkan punya keluhan yang jauh beda, seperti hanya pusing, diare atau bapil. Dan saat tulisan ini aku tulis, banyak orang berstatus OTG (Orang Tanpa Gejala) ada di sekitar kita. Ada yang sudah melakukan swab test dan dinyatakan reaktif hasilnya sehingga harus isolasi mandiri dan ada yang sama sekali belum tersentuh dengan segala macam tes deteksi Covid-19. Yang jadi persoalan, apakah kita aman dari OTG ini? Mungkin kita akan aman dengan OTG yang sudah diisolasi mandiri, lalu bagaimana dengan orang yang belum menyadari dirinya terpapar virus dan masih aktif bekerja, ke pasar, bahkan berencana mudik ke tempat asalnya?

Jadi, Baiknya Mudik atau Enggak?


Beberapa hari yang lalu pemerintah telah resmi mengijinkan dibukanya jalur transportasi via pesawat. Mereka yang boleh naik pesawat adalah yang memiliki surat keterangan perjalanan dinas disertai surat keterangan sehat yang dikeluarkan rumah sakit, jadi tentunya dibukanya jalur penerbangan ini bukan diperuntukkan bagi mereka yang berencana pulang ke kampung halaman. Dari beberapa platform berita besar seperti Kompas, Detik, dan Kumparan terlihat begitu sesaknya antrean bandara hingga aturan physical distancingpun akhirnya tak dihiraukan. Bahkan sempat beredar penjualan Surat Keterangan Sehat di sebuah platform e-commerce meski akhirnya  akun tersebut diblokir.

Pilih mana mudik yes or no?
Antrean di Bandara Soetta 14 Mei 2020
Image : Instagram/jktinfo


Utamanya, pembatasan sosial, Karantina mandiri, bekerja dan bersekolah dari rumah dibuat demi melindungi masayarakat agar penularan virus corona sendiri bisa ditekan. Lantas, apakah dengan kebijakan dibukanya jalur transportasi ini membuat saya ingin mudik meski ada aturan pembatasan penumpang maksimal 50% dari kapasitas normal? Jelas saya jawab, NO WAY!!!


Kenapa?

1. Ingin melindungi diri dan keluarga yang akan diajak mudik
2. Melindungi keluarga dan sanak saudara yang dikunjungi dari paparan virus
3. Lebaran online juga bisa tetap seru-seruan kok, apalagi teknologi sekarang membuat semuanya menjadi mudah termasuk ngobrol bebarengan dari beberapa lokasi dan gawai yang berbeda.
4. Membantu pemerintah dan berusaha menjadi warga yang patuh demi menolong diri dan sesama



Nah, bagi yang tetap ingin mudik atau pulang kampung, tak salah juga kok, setiap orang boleh memiliki argumen berbeda tentang hal ini. Yang pasti, ada keluarga dan orang terdekat yang juga mesti kita perhatikan keamanan dan keselamatannya.


Monday, May 11, 2020

Baju Terbaik Kami Saat Lebaran 2020

May 11, 2020 0 Comments
Baju Terbaik Kami Saat Lebaran 2020

Dari kecil, tiap akan lebaran bapak sebenarnya termasuk yang perhatian selalu membelikan anak-anaknya baju lebaran. Tapi saat aku mulai menikah, kebiasaan itu sedikit demi sedikit aku hilangkan. Karena esensi lebaran sebenarnya bukan pada penampilan baru, tetapi kepada hati dan jiwa yang kembali suci dan bersih. Lalu, di lebaran 2020 kali ini apa yang kira-kira kami kenakan?

Tren Baju Lebaran


Entah siapa yang mengawali dan menjadikannya sebuah kebiasaan, seperti aturan tak tertulis kalau lebaran itu identik dengan baju yang baru. Pada akhirnya, muncul tren baju terbaru ketika lebaran, seperti saat tren baju kaftan, hampir sebagian besar memiliki baju model ini. Berbagai tren hijab mulai dari jilbab persegi yang dililitkan, pashmina dan yang terbaru voal juga jadi populer. Kalau saya sendiri, karena jilbab dan gamis itu semacam pencerminan diri saya , jadi  mulai dari mode dan cara mengenakannya bisa dibilang tak sama dengan yang lain dan masih berusaha mengenakan yang syar'i atau sesuai syariat.

Baju Terbaik Lebaran 2020
Kaftan yang sempat populer beberapa waktu silam
Image : pinterest/lyst



Baju Terbaik Lebaran 2020


Jadi, seperti Sunnah nabi Muhammad SAW, bahwa ketika salat Ied kita dianjurkan Makai pakaian terbaik kita. Tidak ada larangan baju tersebut lama atau baru, yang jadi larangan hanya jika baju berbahan sutra dikenakan laki-laki. 
Teman-teman sah-sah saja membeli baju baru atau tetap memakai yang lama dengan tetap mengingat batasan bahwa baju yang kita kenakan :

1. Tidak menerawang dan menampakkan aurat
2. Bersih dan wangi ( diutamakan untuk laki-laki)
3. Warnanya tidak mencolok atau yang mengundang syahwat ( untuk perempuan)
4. Tidak berlebihan 


Lalu pada akhirnya, karena lebaran ini berlangsung saat pandemi Covid-19 belum usai ditambah banyak pengusaha akhirnya gulung tikar dan mem-PHK karyawannya membuat saya jadi berpikir ada baiknya kita banyak berhemat karena tak tahu masa pembatasan sosial ini akan berapa lama. Kebutuhan terutama pangan yang membengkak karena wfh bisa jadi bahan pertimbangan, apalagi kita butuh dana darurat dalam waktu yang tak pasti. Jadi, untuk lebaran kali ini kami hanya prioritaskan membeli baju anak yang memang sudah mulai kekecilan. Semoga amal ibadah Ramadan kita diterima Allah SWT dan masih dipertemukan dengan Ramadan tahun depan ya..aamiin.

Sunday, May 10, 2020

Doa Ramadan Kali Ini dan Harapanku

May 10, 2020 0 Comments
Doa Ramadan Kali ini

New normal life, istilah baru ini jadi marak disebut karena pandemi akhirnya memaksa kita berubah. Melakukan kegiatan tak biasa menjadi sebuah fase kehidupan normal yang harus dijalani. Di saat Ramadan sebelumnya, Allah memberi kesempatan kita salat tarawih di masjid dan Ramadan kali ini Allah memperingan kita dengan memberi kesempatan beribadah di rumah. Apakah lantas kita mengeluh?

Doa Ramadan Kali ini


Ramadan tak biasa memang, mungkin banyak di luar sana yang tengah rindu melangkahkan kakinya ke masjid. Mengurai kenangan sejuknya lantai masjid, riuhnya anak-anak minta bubuhan tanda tangan sang imam tarawih, dan sibuknya ibu-ibu membagikan takjil, dan mungkin berjumpa seseorang..*ups..

Tapi sudahlah, nikmati saja dan tetaplah berdoa dan melangitkan mimpimu..supaya Allah mengijabah doa yang kita panjatkan..

Semoga, pandemi ini segera berakhir agar kami bisa beraktivitas seperti sedia kala.
Berharap agar Allah meridhoi setiap amalan kami, mengampuni segala dosa dan kesalahan kami, menjadikan kami insan yang diijinkannya masuk surgaNYA, dan selalu dilimpahi Rahmat dan hidayah-Nya.
Berharap agar Allah mengijinkan kami menuju Baitullah, melaksanakan rukun Islam yang kelima.
Menjaga kami dari perbuatan maksiat yang tak diridhoi, menjaga anak keturunan kami agar tetap lurus dijalanNYA, rajin beribadah dan berbakti kepada orangtua.

Doa Ramadan, Allahumma innaka afuwu, tukhibbul afwa fa'fuanna
Doa Ramadan


Semangat ya semuanya..

Saturday, May 9, 2020

Jurnal Syukur : Puasa Ramadan Saat Pandemi

May 09, 2020 0 Comments
Jurnal syukur puasa Ramadan saat pandemi

Ada banyak rasa yang ingin dikeluhkan selama pandemi ini.  Tetapi, mengingat  segala yang Allah berikan kepada kita malu rasanya. Dan ini kutulis jurnal syukurku agar tetap waras yaa..

Alhamdulillah, Syukur Luar biasa


Jika kita telaah lagi, banyak dari kita yang kini berduka dengan keadaan ini. Ekonomi yang sulit membuat pengusaha akhirnya melakukan PHK sehingga banyak pengangguran sana-sini. Belum lagi, pedagang, bisnis travel, makanan, jasa banyak yang mengeluhkan sepinya peminat. Beberapa bahkan akhirnya gulung tikar. Lalu, ketika semua di rumah masih tersedia, pantaskah kita mengeluh?

Aku bersyukur :


1. Masih ada makanan yang disajikan di meja makan
2. Masih ada canda tawa anak-anak di rumah
3. Kita semua masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk berbenah, memperbaiki diri, belajar dan terus berusaha agar tetap Istiqomah.
4. Masih punya sandang dan papan.
5. Masih diijinkan beribadah dengan tenang
6. Masih diberi kelapangan rezeki
7. Masih dipertemukan dengan Ramadan dan diijinkan beribadah berjamaah di rumah
8. Masih diberi nafas dan anggota badan yang sehat untuk mencari rezeki.
9. Masih ada suami yang baik dan sabar
10. Dijauhkan dari dosa yang mungkin kami lakukan saat berjumpa dengan orang banyak

Dan banyak hal..


Lalu, nikmat apalagi yang akan kami dustakan?
Rasanya apa yang kami ingat tak cukup mengungkapkan semua nikmat yang telah Allah berikan. Di 10 hari terakhir Ramadhan ini semoga Allah masih ijinkan kita bertemu dengan Ramadan berikutnya dalam suasana yang lebih baik, bebas pandemi dan hati yang lapang..aamiin..

Monday, May 4, 2020

8 Ibadah Sunnah RamadhanYang Bisa Diamalkan Saat Pandemi

May 04, 2020 0 Comments
8 Ibadah Sunnah Ramadan selama pandemi


Sekali-kali jangan pernah berpikir bahwa pandemi Covid-19 jadi alasan untuk kita membatasi melaksanakan ibadah ramadhan. Kalau kata Ustad Abdul Somad, kita hanya melaksanakan sunnah satu ke Sunnah lainnya dan bukan menghalangi kita menjalankan perintah Allah. Lalu, ibadah apa saja yang bisa kita jalankan meski di rumah saja?

Sunnah Ramadhan kala Pandemi


Satu-satunya alasan yang menghalangi ibadah kepada Allah sebetulnya adalah diri kita sendiri, kemalasan kita, padahal Allah selalu menerima kemudahan dalam beribadah termasuk dalam kondisi wabah. Saat kita sakit misalnya, kewajiban melaksanakan shalat tetap harus dilakukan kecuali dalam kondisi tak sadarkan diri tetapi kemudahan melaksanakannya dengan berbaring dan tayamum tidak menghalangi kegiatan sholat itu sendiri. Nah, kalau di Ramadhan kali ini kita tak bisa mengunjungi masjid untuk beribadah, maka ada bermacam Sunnah yang bisa kita lakukan selama bulan suci ini di rumah, yaitu

1. Shalat tarawih


Shalat tarawih bisa dilakukan sendiri maupun berjamaah dan tak harus ke masjid. Bahkan, momen tarawih ini bisa jadi cara kita mendekatkan hubungan keluarga serta melatih anak tarawih juga. Di awal belajar salat, anak lebih suka mengikuti temannya berlarian di masjid dan hal ini akan mengganggu kekhusyukan salat. Dengan di rumah, kita jadi lebih leluasa mengingatkan anak agar nantinya lebih siap ketika salat di masjid.

2. Shalat Rawatib


Salat rawatib adalah salat sunnah yang dijalankan sebelum atau sesudah salat wajib. Salat qobliyah adalah salat sunnah yang dilaksanakan sebelum salat wajib antara lain sebelum salat subuh, dhuhur, asar,  maghrib dane isya. Sementara salat ba'diyah dilaksanakan sesudah salat wajib antara lain dilaksanakan setelah salat dhuhur, Maghrib dan isya.

3. Shalat Dhuha

Shalat yang dilakukan di waktu dhuha, yaitu antara pukul 07.00 - 11.00 WIB atau ketika matahari mulai naik seujung tombak ini memiliki manfaat yang baik. Selain untuk mendekatkan rezeki seperti doa dipanjatkan di waktu dhuha, juga memberi hak tulang rusuk kita yang berjumlah 144 untuk ikut bersedekah juga.

5. Tilawah Al-Qur'an

Siapa sih yang tak ingin mendapatkan syafaat di hari akhir nanti? Membaca Qur'an selain pahalanya membacanya satu huruf dinilai 1 kebaikan dan membuat bercahaya di langit,mampu tilawah ternyata juga mengangkat derajat Orangtua kita nanti ke surga. Apalagi pahala setiap amalan kita dilipatkan 700x dalam bulan Ramadan.

6. Mendengarkan Kajian

Allah mengangkat derajat lebih tinggi terhadap orang yang berilmu, karena untuk bisa beribadah dengan baik ternyata tak sekedar niat yang baik, namun pelaksanaannya harus sesuai dengan sunnah Nabi. Salah satu cara menuntut ilmu di kala pandemi ini adalah mendengarkan kajian di rumah baik melalui radio, TV, membaca artikel di web atau blog, mendengarkan podcast atau melalui youtube dan IG Live kajian.

7. Iktikaf

Iktikaf selain dilaksanakan di masjid, bisa juga dilaksanakan di rumah terutama untuk kaum wanita. Namun ulama mendorong agar iktikaf sebisa mungkin dilaksanakan di rumah selama pandemi. Inti dari iktikaf itu sendiri adalah memperbanyak melakukan kebaikan, ibadah sunnah dari tilawah, berdzikir dan hafalan serta memperbanyak memohon ampunan atas dosa dan kesalahan kita selama ini.

8. Sedekah


Saat ini, sedekah dapat dilakukan dengan bermacam cara, bisa melalui layanan Amil Zakat baik dengan transfer tunai maupun menggunakan e- money seperti gopay atau ovo. Kalaupun mendesak untuk membagikan makanan takjil atau berbagi sembako misalnya, kita bisa meminta tolong relawan zakat untuk membagikan kepada yang membutuhkan tanpa membuat kita keluar rumah terlalu lama dan terlalu banyak kerumunan.

Pada dasarnya semua perbuatan yang diniatkan karena Allah dan membaca basmalah ketika melakukannya sudah dinilai sebagai bentuk ibadah kepada Allah. Berdzikir pun bermakna luas, selain bibir yang berkata baik dan mengucap kebesaran Allah, hati yang ikhlas dan ihsan juga dengan perbuatan yang baik tentunya



Sunday, May 3, 2020

5 Objek Wisata Salatiga Yang Ingin AKu Kunjungi Usai Pandemi

May 03, 2020 0 Comments
Saat tulisan ini aku tulis, baru-baru ini pemerintah mewacanakan adanya dispensasi pembatasan sosial. Rasa-rasanya jenuh juga dengan aktivitas yang ada di rumah, jadi kebayang deh tempat kece mana saja yang ingin aku kunjungi di Seputaran Salatiga.

1. Langit Senja Cafe

Obyek wisata Instagramabel Salatiga
Langit senja cafe
Image : Instagram/nanang_a_e


Meskipun berada di pinggiran kota Salatiga, teteapi tempat makan dan menikmati kopi bersama teman-teman alias nongkrong ini justru populer di kalangan anak muda luar kota seperti Semarang dan Solo. Dengan bilik yang terbuat dari kaca dan view pemandangan yang bagus di sekitar membuat tempat ini jadi salah satu destinasi favorit. Jika mau kesana, akses aja alamatnya dari Google Map ya.

2. Cerita Kita Cafe and Eatery

Objek wisata Instagramabel Salatiga
Malam di Cerita Kita Cafe and eatery
Image : Instagram/ckceritakitacafe

Cafe yang berada di jalur utama Salatiga - Magelang ini menyajikan pemandangan indah di sekitar, begitu pula view yang ada di dalamnya. Kabarnya sih tempat ini menawarkan menu makanan dan minuman enak yang patut untuk dicoba. Karena banyak yang mereview tempat ini aku jadi penasaran, makanya ingin berkunjung kesini. Tapi selama pandemi ini, tempat ini sementara tutup ya.


3. Saloka Theme Park


Saloka merupakan wahana permainan bertema yang ada di Salatiga. Terakhir kali, sekitar bulan Februari 2020 harga tiket masuk Saloka sebesar Rp. 145.000 per orang. Ada diskon khusus jika booking secara rombongan dan kadang memberikan diskon khusus di hari-hari tertentu. Di masa pandemi seperti ini, Saloka tutup beroperasi sementara dan hanya buka pukul 14.00 hingga 20.00 WIB. Semoga ketika pandemi covid-19 ini berakhir, aku bisa segera mewujudkan mimpi berkunjung ke tempat ini. Siapa tau, tahun depan anak-anak piknik sekolah disini..semoga..

4. Watu Gunung Lerep Ungaran


Kalau kamu suka berenang, kayaknya cocok banget berkunjung ke tempat ini karena selain view kolam renangnya yang menarik, kita juga bisa menikmati berenang bukan hanya di 1 kolam tapi ada 4 kolam. Harga tiket terakhir adalah Rp. 25.000 sudah temasuk air minum.


5. Kragilan Kopeng

Objek wisata Instagramabel Salatiga
Siapa sih yang gak pengen di tempat keren seperti ini
Image : Instagram / johanyong


Siapa yang suka pemandangan gunung dan hutan? Di Kragilan, kita bisa menikmati sejuknya udara dan pemandangan hutan pinus di kiri dan kanan kawasannya, tempat ini jadi salah satu tujuan destinasi yang aku impikan karena selain terjangkau juga menawarkan keindahan alamnya.

Ini kelima tempat yang ingin aku kunjungi usai pandemi nanti, semoga bisa terwujud ya teman-teman..semangat dan terus berdoa semoga virus Corona segera ditemukan vaksinnya dan dunia kembali aman, aamiin..

Sunday, April 26, 2020

Hal yang Kurindu Semenjak WFH

April 26, 2020 1 Comments
Sudah sebulan semenjak pemerintah mengumumkan pembatasan sosial (social Distancing) ini aku lebih banyak mengisi keseharian ku di rumah. Padahal selama ini, aku lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah (dan terkadang mengeluh juga, astaghfirullah). 

Perasaan sedih, jenuh dan mungkin marah adalah bentuk emosi yang wajar ketika ada stressor atau pemicu stress seperti yang terjadi selama pandemi ini. Yang tidak wajar adalah bagaimana mengelola emosi itu sendiri agar tak berlarut dan menyebabkan emosi negatif semakin banyak dan emosi positif berkurang. Menurutku, boleh kok kita merasa demikian. Semua perasaan sedih, jenuh dan ingin marah harus kita terima agar solusi segera didapatkan. Akhirnya lama berpikir, tetiba teringat bagaimana caraku mengatasi kebosanan ini. Ya, memikirkan hal-hal yang membuat kita optimis dan mulai menulis apa saja yang ingin dilakukan ketika pandemi Covid-19 ini berakhir.

Aku meyakinkan diri bahwa di luar sana masih banyak orang yang justru tak seberuntung kita. Di saat Ramadhan di tengah pandemi Covid-19 seperti ini misalnya, mungkin di luar sana banyak pedagang yang tengah menantikan pembeli berdatangan padahal daya beli masyarakat tengah turun. Ada juga buruh pabrik, karyawan perusahaan dan asisten rumah tangga yang terpaksa kehilangan pekerjaan karena rumah dan kantor tempat mereka bekerja sedang mengurangi pengeluaran. Adakah rasa syukur, di saat di luar sana ada yang  menanti dibagikan menu berbuka barangkali. 

Hal Yang Kurindukan


Ada beberapa hal yang ingin aku lakukan jika pandemi ini berakhir. Hal yang Kurindukan tersebut antara lain

1. Bisa Menimba Ilmu Blog Secara Offline


Sebagai seorang newbie blogger, rasanya kepengen dong menuntut ilmu sebanyak-banyaknya dari para senior blogger. Dan ini salah satu yang Kurindukan, siapa tau juga ikut kecipratan jobnya kan, hehe..

2. Berenang


Rasanya udah lama banget gak berenang dan aku merasa butuh penyegaran lewat hobi yang sudah lama tak kulakukan ini. Sekalian mengajarkan anak biar pintar berenang juga pengen ku.

3. Meminjam Buku di Perpusda


Sudah sebulan semenjak ada pembatasan sosial ini aku tidak bisa ke perpus dan meminjam buku. Bahkan kali terakhir aku mengembalikan buku hanya bisa dititipkan di box pengembalian buku yang ada di depan gerbang perpusda. Hal ini dilakukan perpusda demi mengurangi terjadinya kerumunan.

4. Mudik

Momen foto bersama saat mudik kalimendong
Momen kumpul Saat Mudik

Beberapa kali ketika pak suami telepon ke ibu mertua, Uty  bilang ke embah kalau sudah pengin banget mudik. Padahal pemerintah baru saja menerbitkan pelarangan mudik. Kita tahan dulu deh, perasaan rindunya demi keselamatan semua pihak.

5. Jalan-jalan

Uty sedang kecehan di sungai saat ibu sedang foto untuk blog
Sudah kangen jalan-jalan


Iya nggak sih? Sudah lama banget gak ngerasain jalan-jalan baik ke lokasi yang dekat maupun yang jauh. Minimal ke alun-alun kota, selebihnya pengen jalan-jalan ke Singapura. Hehe, ngarep..siapa tau nanti menang lomba blog dan hadiahnya jalan-jalan..hihi..

Apa lagi ya, kira-kira? Kalau pekerjaan, sudah pasti kangen banget ya. Tapi entahlah..aku berharap yang baik-baik aja. Tempat kerja itu cuma sarana, semua Rezeki datangnya dari Allah. Pastinya rezeki tak akan tertukar kok dan tinggal kita menjemputnya dengan cara yang baik dan halal. 







Sunday, April 19, 2020

Kebiasaan Baru Setelah Pandemi Covid-19

April 19, 2020 2 Comments
Kebiasaan Baru Setelah Pandemi Covid 19

Sepertinya mental kita sedang diuji di tengah pandemi Covid-19 ini ya. Stressor yang datang bisa saja membuat kita sedih, bosan, mengeluh atau marah dan bisa pula justru mengubah kita jadi makin termotivasi untuk memperbaiki diri. Tak cuma orang dewasa yang kebiasaaannya berubah after covid-19 ini datang, anak-anakpun mau tak mau harus beradaptasi dengan keadaan, bermain, berkegiatan dan belajar di rumah  seperti yang pemerintah harapkan saat ini.

Pandemi Covid-19

Pandemi menurut KBBI merupakan wabah yang tejadi serempak dimana-mana dan meliputi daerah yang luas. Kita bisa sebut wabah yang terjadi mendunia ini sebagai pandemi. Sedangkan Covid-19 sendiri menurut WHO merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh jenis corona virus baru yang tidak dikenal sebelum terjadi wabah di Wuhan, Tiongkok tahun 2019. Akibat terkena virus ini, penderita akan mengalami batuk kering, pilek, sakit tenggorokan, diare hingga rasa nyeri. Saat artikel ini aku tulis pemerintah tengah berupaya mencari obat untuk mengatasi Covid-19 itu sendiri. Karena ini virus, mungkin saat ini para ilmuwan tengah berjuang menciptakan vaksin Corona juga. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk mengurangi penyebaran virus ini. Dari himbauan untuk rajin cuci tangan, memakai masker, isolasi mandiri, penyemprotan disinfektan dan melarang adanya kerumunan. Banyak istilah-istilah baru yang akhirnya aku kenal semenjak pandemi ini. Awal ketika pandemi ini muncul di Wuhan, ada rasa cemas. Berbagai berita menyebut bahwa wabah virus tersebut telah masuk ke Indonesia, dan ternyata benar. Bahkan saat postingan ini aku tulis, sudah ada sekitar total 161.000 orang meninggal dari seluruh dunia akibat wabah Corona virus. Mau tak mau, kami sekeluarga melakukan upaya mandiri agar tetap aman dari serangan virus ini, yaitu dengan cara :

1. Menerapkan physical distancing (jaga jarak, menghindari segala bentuk kerumunan dan menunda segala bentuk kegiatan yang bersifat mengumpulkan orang) seperti mengganti arisan PKK yang biasanya kumpul-kumpul menjadi arisan online.

2. Rajin mencuci tangan dan wajib berganti pakaian setelah aktivitas keluar rumah seperti berbelanja sayur yang kulakukan 3 hari sekali.

3. Mengurangi aktivitas di luar ruangan apalagi mengajak balita. 

4. Selalu memakai masker ketika akan pergi 

5. Mengusahakan agar anak tetap bermain dan belajar di rumah

6. Menjaga kesehatan dengan tetap memperhatikan pemenuhan gizi seimbang

7. Berjemur

8. Olahraga ringan atau tetap beraktivitas seperti biasa

9. Stay positif

Sebetulnya after covid-19 ini muncul, banyak kebiasaan baru yang akhirnya jadi rutinitas di rumah. Stress yang bagi keluargaku mendatangkan kebiasaan positif seperti mencuci tangan, rajin bebersih dan kepedulian terhadap pentingnya kesehatan meningkat. Seperti Uty misalnya, semenjak aku ceritakan mengenai bagaimana virus ini menular, ia mulai suka cuci tangan, baik ketika akan makan maupun setelah dari luar rumah. Menurutku, Uty juga jadi lebih kalem dan emosinya lebih stabil. Barangkali karena merasa lebih sering mendapat perhatian orangtuanya dan tak banyak menerima efek negatif dari lingkungan.

Kegiatan Belajar di Rumah

Sebulan semenjak pemerintah mulai menerapkan sekolah berbasis online dan physical distancing, timbul rasa bosan pada diriku dan sudah kepengen jalan-jalan rasanya.  Uty juga demikian, kadangkala ia menanyakan kapan bisa sekolah lagi. Tetapi demi kebaikan bersama, aku tetap berusaha patuh terhadap perintah tersebut. Anakku sendiri awalnya bosan karena melakukan kegiatan itu-itu saja dan hanya menunggu intruksi yang diberikan bunda gurunya via pesan di whatsapp dan malahan ada beberapa kegiatan yang tak anakku lakukan karena moodnya kurang bagus atau karena sudah melakukan kegiatan belajar yang baginya lebih seru. Lalu, apa saja usaha yang aku lakukan untuk mengganti kegiatan belajarnya di sekolah? Berikut beberapa hal yang aku list untuk Uty meskipun ada yang belum terlaksana juga

2.1 Mengajarkan Kemandirian

Dengan kondisi pandemi demikian, fokusku sekarang lebih menekankan pada kemandiriannya dalam belajar dan mengajarkan life skill di rumah. Mengharapkan ketuntasan belajar pada anak kok rasanya seperti berat, apalagi tentunya banyak hal yang perlu dikerjakan selain menemaninya belajar. Di usia 3-5 tahun, anak lebih suka meniru dan melakukan semua kegiatan yang dilakukan orang dewasa di sekitarnya. Tetapi, karena masing-masing anak memiliki kecepatan dan gaya belajar yang berbeda maka aku sesuaikan seperti gaya belajar Uty yang audio kinestetik. Ketika anak ingin membantu pekerjaan kita misalnya, maka berikan pekerjaan yang mudah dan bisa dilakukan. Sebagai contoh, ketika aku sedang menyetrika baju, maka Uty yang berkeinginan membantu aku ijinkan untuk ikut membantu menyetrika bajunya sendiri atau merapikan baju yang baru saja diambil dari jemuran untuk disetrika sekalian. Terkadang ia juga berinisiatif mengajak adeknya bermain ketika ibunya memasak.

2.2 Mengajarkan Hafalan Surat Pendek

Menceritakan tentang sebab turunnya surat pendek yang sedang dihafalkan serta mengulang-ulangnya di depan anak ternyata memudahkannya menghafal. Menghafal bisa dilakukan sambil bermain, tiduran di kamar, belajar atau memutar beberapa serial youtube yang menampilkan bacaan surat pendek tersebut. Ternyata beberapa kali hafalan surat pendek, hadis dan shalawat Uty sudah hafal semuanya meski belum laporan lagi ke bunda gurunya. PR ku yang belum tuntas adalah mengajarkannya Asmaul Husna karena ibunya juga agak gelagapan menghafalkan sesuai dengan yang diberikan sekolah.

2.3 Kegiatan Mewarnai

Uty selalu antusias dengan kegiatan ini. Selain stok buku mewarnai yang aku beli, aku juga sediakan beberapa print out hasil pencarianku di pinterest. Di kertas yang aku cetak tersebut ada seri belajar menggunting, mencocokkan bentuk dan gambar, dan mengeja huruf yang kesemuanya bisa diwarnai.

Tracking garis, menggunting dan mewarnai
Kiri : Lembar Mewarnai, Kanan : Permainan

2.4 Mengajarkan shalat berjamaah dan mengaji


Meski belum bisa rutin, tiap kali bapak dan ibunya  shalatbiasanya Uty akan mengikuti terutama saat shalat Maghrib dilanjutkan dengan belajar mengaji dan mengulang hafalan. Kadang karena ingin segera bisa, Uty meminta ngajinya langsung loncat halaman biar cepat bisa katanya.

2.5 Membiasakan kata Tolong, Maaf, Terimakasih dan Permisi

Kebiasaan tolong, terimakasih,  dan maaf sebenarnya sudah rutin dilakukan tinggal mengajarkan kata permisi yang masih asing untuk Uty.

2.6 Mengajarkan shirah

Mengajarkan shirah ternyata butuh ilmu yang cukup banyak, meski sudah paham tetapi ibuk perlu melengkapi referensi belajar sepertinya agar pemahaman Uty semakin bagus. Sementara shirah masih jadi PR buat ibu dan Uty.

Oiya, pak suami juga punya tambahan. Beliau mulai merutinkan berbahasa Jawa ke anak agar anak tak kehilangan jati dirinya sebagai orang Jawa dan paham bahasa daerahnya. Nguri-uri budaya Jawa istilahnya.

Lalu, apa keinginan terbesarku setelah pandemi ini?


Setelah pandemi ini berakhir, rasa-rasanya kok kita semacam dilahirkan kembali ya? Apalagi di ramadhan kali ini, suasana yang kita rasakan jauh berbeda dengan ramadhan sebelumnya. Ada rasa kangen tarawih ke masjid dan mudik ke tempat mertua yang tak bisa  kulakukan.  Dari sini, jadi ada niatan untuk memperbaiki diri lebih dari sebelumnya, ingin jauh lebih bermanfaat dan lebih produktif membagi waktu. Ingin merealisasikan beberapa target yang sempat tertunda setelah menikah seperti rutin membaca buku, merutinkan tilawah dan menambah beberapa ibadah lain. Juga membuat family projects agar tujuan keluarga kami tercapai. Semoga pandemi ini lekas berakhir ya dan kita berubah menjadi kupu-kupu cantik, menjadi manusia yang lebih baik setelahnya. Aamiin..


Wednesday, October 2, 2019

Menumbuhkan adab terhadap berilmu

October 02, 2019 1 Comments


Belajar menuntut ilmu
Add caption
"Malam Bu, tolong kerjakan nomor yang saya lingkari ya?"
Perkataan ringkas tersebut menjadi pesan singkat seorang siswa yang meminta tolong pengajar mengerjakan tugasnya untuk besok pagi. Miris rasanya membacanya, apalagi pesan tersebut datang di waktu orang sudah tertidur lelap. Tak sekali dua kali akum keluhan sesama pengajar tentang hilangnya etika siswa ketika bertanya kepada gurunya.

Lalu yang menjadi pertanyaan, apakah kaum milenial semuanya seperti itu? Atau itu hanya oknum siswa yang kehilangan adabnya? Ternyata, bahasan adab sudah tak lagi menjadi pokok penting dalam dunia pendidikan kita. Sepertinya para siswa mulai tergeser Budi pekertinya karena perkembangan jaman yang begitu pesatnya membuat semua orang tergesa-gesa melakukan sesuatu dan kehilangan unggah-ungguh (etikanya).

Nah, sebenarnya apa yang dimaksud adab sendiri? Adab adalah tata Krama atau etika yang dipegang seseorang dalam berkehidupan sosial sehingga terjalin kesatuan hidup yang harmonis. Sedang bagi penuntut ilmu atau siswa sendiri, adab merupakan pembuka ilmu. Adab harus hadir terlebih dahulu sebelum menuntut ilmu.

Bagaimana adab yang perlu dimiliki seorang penuntut ilmu? Dalam menuntut ilmu, ada beberapa adab yang harus dimiliki, antara lain

1. Penuntut ilmu sudah seharusnya memiliki rasa hormat kepada guru atau pengajarnya. Tidak menghilangkan kepekaan dan rasa hormat.
Misal, tidak bertanya di waktu istirahat malam kecuali mendesak. Bertanya dengan nada atau kalimat yang sopan.
2. Sebaiknya tidak mendahului guru ketika menjawab pertanyaan atau menjelaskan sesuatu.
3. Meminta ijin ketika akan menyebarkan ilmu.
4. Tidak merasa lebih tahu terhadap ilmu yang diberikan. Bisa jadi, ketika kita mendengarkan dengan baik dan berusaha merendah justru kemuliaan dan bertambahnya ilmulah yang kita peroleh.
5. Tidak menyela maupun memotong pembicaraan sebelum guru menuntaskan perkataannya.

Belajar di meja kelas masing-masing
Sumber : canva

Adab dalam menuntut ilmu bisa menjadi pembuka keberkahan dan Ridha sang guru sehingga ilmu yang kita dapatkan bisa bermanfaat.

Sumber : materi adab menuntut ilmu , matrikulasi Institut ibu profesional

Saturday, September 21, 2019

Menjadi diriku dengan Menulis

September 21, 2019 0 Comments
Judul tulisan menjadi diriku dengan menulis
Menulis sebagai healing teraphy
Pict : canva

Sebagai seorang yang introvert (tertutup) dan agak pemalu, bisa dikatakan sebetulnya temanku tak banyak. Bahkan untuk curhat sekalipun aku bisa bebas menceritakan apapun hanya kepada orang tertentu. Bukan karena tak percaya, tapi sekedar memilah mana kira-kira yang bermanfaat dan yang justru menebarkan aura negatif. Karena itu terkadang aku melepaskan segala beban dan keluh kesah dengan membangun kekuatan lewat menulis. Bisa menulis apa saja, tapi kalau ditanya maka aku akan lebih suka jika diminta menulis dengan tema non-fiksi, bisa berupa artikel, tips yang membangun dan berbagai motivasi. Karena aku merasa dengan menulis hal yang positif aku seolah mendapatkan sebuah kekuatan untuk bangkit dan mengatasi setiap permasalahan dengan pikiran yang lebih tenang.

Ada beberapa hal yang mendorongku tetap menulis dan ingin bisa konsisten menulis, antara lain :

1. Menulis bisa menjadi penyembuh

Menurutku, dengan menulis dan memposting hal yang positif kita berarti menebarkan aura positif. Dari beberapa yang pernah kubaca, ketika kita menebarkan hal positif maka hal yang sama pulalah yang kita dapatkan. Lebih mudahnya energi positif itu akan memantulkan energi yang positif juga sehingga otomatis bisa jadi penyembuh saat kita sedang sedih atau terluka.

2. Menulis agar bisa

Maksudku disini, karena aku bukan termasuk pengingat yang baik maka ketika mendapatkan ilmu baru, baik dari hasil membaca buku atau artikel, mengikuti seminar atau waminar, mengikuti workshop atau menekuni sesuatu aku berusaha menuliskannya sehingga aku menjadi semakin paham terhadap hal yang kupelajari plus agar aku tetap ingat.

3. Melatih kemampuan menulis

Karena aku pernah bermimpi ingin menghasilkan beragam tulisan, maka aku melatihnya dengan menulis hal apa saja yang ingin kutulis selama hal tersebut bermanfaat.

4. Merekam jejak
Quote ikatkan ilmu dengan menuliskannya
Pict. Canva

Bagaimana aku belajar, berproses mempelajari sesuatu atau hijrah menuju hal yang lebih positif di hidup maka hal terpenting yang ingin aku lakukan adalah merekam jejaknya dengan menuliskannya sehingga semoga kelak bisa dibaca anak cucu.

5. Mempertahankan nilai diri

Selain sebagai bukti eksistensi, menulis menurutku juga bisa menjadi bukti bagaimana kita menjaga prinsip dan mempertanggungjawabkan apa yang kita tulis.

6. Menikmati proses

Proses perjalanan kehidupan yang kita jalani baik suka maupun duka menurutku tetap bisa dinikmati dengan menulis. Hidup tak selamanya mulus, karena Allah telah menggariskan setiap manusia mengalami sedih dan senang, saat lapang dan sempit, ketakutan, kekurangan, serta kecukupan. Maka dari itu, daripada memperbanyak mengeluh ada baiknya aku menulis agar pandai bersyukur.

Yuk, tebarkan energi positif kita dengan menulis. Semoga bisa Istiqomah menjalani odop ini..

recent posts

Featured post

Belajar Hikmah perjuangan Cinta Hajar, Ismail dan Ibrahim

Dalam Idul Adha, kita bisa mengambil hikmah perjuangan Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS dan Siti Hajar bahwa ketaatan pada Allah adalah sumbe...

Popular Posts