Showing posts with label Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Bisnis. Show all posts

Tuesday, October 22, 2019

Mengentaskan Kemiskinan Melalui Kampung Zakat

October 22, 2019 0 Comments
Mengentaskan Kemiskinan Melalui Kampung Zakat

Berdasarkan data BPS tahun 2015, ternyata masih terdapat sekitar 28, 51 juta jiwa masih berada di garis kemiskinan padahal potensi zakat di Indonesia berkisar nilai triliunan rupiah.

Data tersebut tentunya akan bertambah besar dari tahun ke tahun jika kita, sebagai seorang muslim dan pemerintah hanya diam dan tidak tergerak melakukan perubahan. Zakat yang berarti bertumbuh, bersih, dan suci, secara luas  dapat diartikan sebagai harta dalam jumlah yang ditentukan yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim kepada mustahik (orang yang berhak menerima zakat). Zakat sendiri dibagi menjadi dua yaitu
  • Zakat fitrah : Zakat yang dibayarkan ketika menjelang hari Idul Fitri yang besarnya sekitar 2,7 kg makanan pokok daerah setempat. 
  • Zakat Maal (harta) : Zakat yang wajib dibayarkan seorang muslim karena hartanya telah mencapai perhitungan dan waktu tertentu yang wajib dikenakan zakat. Zakat Maal mencakup harta yang dimiliki dari hasil perdagangan (perniagaan); pertanian,  perkebunan, dan kehutanan; emas, perak, dan logam mulia lainnya; uang dan surat berharga lainnya; peternakan dan perikanan; pertambangan; perindustrian; pendapatan dan jasa; dan rikaz. Dari masing-masing zakat mal ini nilai (nisab) nya telah diatur masing-masing.
Ada beberapa golongan yang berhak menerima zakat (Mustahik) antara lain fakir, miskin, gharim (orang yang tak sanggup membayar hutang), orang yang berjihad di jalan Allah termasuk da'i, orang yang safar (melakukan perjalanan) dan kehabisan bekal, mualaf (yang dengan hijrahnya membutuhkan penyesuaian untuk hidup), budak yang ingin memerdekakan dirinya, serta Amil (pembagi zakat) tentunya dengan aturan yang telah ditetapkan.

Manfaat Zakat

Islam melarang riba tetapi menghalalkan perniagaan atau berdagang. Praktik ekonomi konvensional yang mengajarkan memupuk kekayaan sebanyak-banyaknya mengakibatkan ketimpangan sosial yang cukup tinggi. Dengan adanya zakat dan perekonomian yang berbasis syariah, diharapkan kesejahteraan masyarakat adil dan merata sesuai sila kelima Pancasila. Zakat selain fungsi utamanya yang mampu mensucikan harta si pemberi, ternyata juga memiliki manfaat antara lain
  • Zakat mendorong distribusi kekayaan
Dengan berzakat tentu saja, kita juga ikut bergerak mencukupkan kebutuhan orang lain. Harta yang dizakatkan tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan meningkatkan kesejahteraan bagi penerimanya.
  • Menjaga stabilitas sistem keuangan 
Dengan meningkatnya kesejahteraan penerima zakat melalui proyek-proyek pembangunan umat, pengoptimalisasian unit kegiatan masyarakat, pencerdasan umat, dan pendampingan usaha tentunya akan meningkatkan angka pendapatan nasional.  Dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan berkurangnya angka kemiskinan, tentunya stabilitas sistem keuangan dapat terjaga.

Berdasarkan UU No 23 tahun 2011, dana zakat yang berasal dari Mustahik dapat dikelola dan didayagunakan untuk pemberdayaan sosial, ekonomi, pendidikan dan kesehatan yang berguna untuk kesejahteraan rakyat.

Pendistribusian Zakat dalam Bidang Ekonomi

Sesuai dengan UU No 23 tahun 2011, dana zakat dapat didayagunakan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat baik di bidang dakwah, ekonomi, pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan.
Ada yang menarik dari program yang dijalankan BAZNAS di bidang ekonomi, antara lain adanya Zakat Community Development, Micro finance,  pemberdayaan petani, serta pemberdayaan peternak.

Zakat Community Development sendiri merupakan program peningkatan Sumber Daya Daerah yang dijalankan oleh BAZNAS dengan memetakan  wilayah dan potensi daerah setempat. Program pemberdayaan desa tersebut terintegrasi dalam bidang dakwah, pembangunan, pendidikan, ekonomi dan sosial yang pada tujuan akhirnya meningkatkan kemandirian masyarakat dalam bidang ekonomi, kesehatan, kesejahteraan, sosial dan spiritual.

Dengan melihat potensi zakat yang begitu besar, maka dibentuklah kampung zakat. Di kampung zakat ini, BAZNAS mengkaji potensi daerah yang kemudian mendampingi dan membangkitkan potensi tersebut agar maju dan berkembang. Di bidang ekonomi, BAZNAS memberikan dana bergulir yang nantinya  keuntungan yang diperoleh tersebut akan dikembalikan dalam bentuk pemberian modal bagi yang membutuhkan sekaligus melakukan pendampingan usaha dimulai dari pemetaan potensi, perintisan usaha dan pendampingan termasuk dalam hal pengolahan, pendistribusian dan penjualan hasil usaha yang dikelola. Di tahun 2019, Ditjen Bimas Islam BAZNAS menetapkan 7 lokasi kampung zakat antara lain Kota Bekasi, Kab. Aceh Singkil, Kab. Indragiri Hilir (Riau), Kab. Bulukumba (Sulawesi Selatan), Kab. Nunukan (Kalimantan Utara), Kab. Buru (Maluku) dan Kab. Nabire (Papua). Wujud bantuannya pun beragam, ada yang berupa pendampingan dan penambahan modal untuk UKM, perintisan usaha, pemberian modal dan pendampingan peternakan, perkebunan, maupun pertanian . Dalam menjalankan tugasnya BAZNAS tak sendiri, tetapi merangkul beberapa lini baik dari pemerintah pusat maupun daerah sehingga terjadi sinergisitas yang membuat program kampung zakat ini lebih optimal.

Stakeholder Kampung zakat

Tak hanya di bidang ekonomi, BAZNAS juga turut membangun peradaban dengan mengikutsertakan seluruh aspek masyarakat hingga bagian terkecil yaitu keluarga. Dengan memberikan penyuluhan terkait pola hidup sehat, program wajib belajar dan pemberian beasiswa, peningkatan spiritual dan pendampingan masyarakat sekaligus pengkaderan kader lokal dari tiap daerah. Jika suatu daerah telah mandiri secara ekonomi, maka diharapkan angka kemiskinan berkurang dari tahun ke tahun.

Seperti di Kabupaten Gresik, melalui dana zakat yang dibayarkan Muzakki, BAZNAS memberdayakan desa dengan memberikan aset produktif berupa ternak dan kemudian melakukan pendampingan baik dalam hal ekonomi, pemberian pelatihan maupun penguatan spiritual. Tak hanya itu, setiap peternak juga dibantu bagaimana mendistribusikan maupun mengolah hasil ternaknya demi mewujudkan kemandirian desa dan mengentaskan kemiskinan.

Peresmian balai ternak BAZNAS di Gresik
Sumber : BAZNAS.go.id

Dengan mengetahui segala hal yang berkaitan dengan  pendayagunaan dan distribusi dana zakat yang dibayarkan, semoga semakin menambah keyakinan kita untuk mensucikan harta dan memberikan kebahagiaan bagi saudara kita. Untuk informasi mengenai program lain terkait pengelolaan dana zakat,  bisa diakses melalui website Bimasislam.kemenag.go.id dan literasizakatwakaf.com

5 Tips meraup penghasilan bunda milenial dari rumah

October 22, 2019 0 Comments
5 Tips meraup penghasilan dari rumah untuk bunda milenial
Melepas gelar sarjana dan fokus membersamai anak-anak di rumah memang bukan perkara mudah jika tidak disiapkan secara matang. Salah-salah bukannya kita bahagia membersamai, justru lebih banyak mengeluh karena menjadi ibu rumah tangga itu bukan hanya butuh kesiapan fisik tetapi juga mental yang kuat dibarengi ilmu yang cukup tentunya.
Jika masalah utamanya adalah terkait mom shaming atau cibiran, maka tugas utama bunda adalah membentengi diri agar tak mudah terbawa emosi dan perasaan. Tetapi jika akar utamanya adalah penghasilan, maka bunda bisa kok mempersiapkan pekerjaan yang bisa dilakukan ibu rumah tangga untuk menambah penghasilan sambil membersamai anak di rumah. Berikut beberapa ide untuk menambah penghasilan bagi ibu rumah tangga milenial:

1. Membuka Online shop

Memiliki online shop ibarat kita memiliki toko tapi tak perlu membayar sewa tempat. Kita bisa berjualan via sosial media seperti Instagram, Facebook atau melalui whatsapp. Cara lainnya adalah dengan mendaftarkan toko atau produk yang kita jual di market place seperti Shopee, Bukalapak, dan lainnya. Apa yang bisa dijual? Apa saja, termasuk kebutuhan rumah tangga, baju, makanan dan minuman. Bahkan ada toko unik di Instagram dan marketplace yang menjual souvernir atau perkakas bengkel. Cara mendapatkan barangnya pun bisa dengan menjadi dropshiper atau reseller atau jika modal kita lumayan besar, kita bisa menjual produk dengan kulakan secara grosir.

2. Menjadi penulis dan content writer

Jika bunda suka menulis dan memiliki fasilitas internet di rumah, tidak ada salahnya bunda memanfaatkan kemampuan menulis dengan menjadi penulis baik penulis buku, sebagai blogger atau menulis melalui platform seperti Kompasiana, the Asian parent, atau yang lain. Sebetulnya jika kita mau menelisik lebih jauh, banyak kok tawaran job menjadi content writer.

3. Menjadi Buzzer dan influencer

Jika bunda suka termasuk yang eksis di media sosial, ternyata media sosial milik bunda bisa dimanfaatkan sebagai penambah penghasilan, apalagi jika akun milik bunda sudah menjadi akun bisnis dan memiliki follower yang lumayan banyak.

4. Mengerjakan survei Online

Bunda juga bisa lho, memanfaatkan gawai untuk mengerjakan survey. Berbagai platform survey bisa bunda daftar, tetapi hati-hati. Sebaiknya pilih platform survey resmi yang kredibel karena sebagian besar platform online memanfaatkan media sosial bunda sebagai otorisasi dan verifikasi yang berarti bisa berbahaya jika kita salah memilih platform.

5. Menjadi Content creator

Memiliki hobi memasak (Baking, cooking) , bebikinan DIY (Do itu Yourself) semacam menjahit, meronce, melukis atau jika bunda suka mendokumentasikan kegiatan sehari-hari bersama anak, atau suka jalan-jalan bunda bisa kok memanfaatkan hobi dan bakat bunda ini dengan merekamnya dan memonetisasi akun bunda sebagai penambah penghasilan.

Yuk bunda, bunda tetap bisa produktif kok meski di rumah. Selamat mencoba Yaa..

Thursday, October 17, 2019

6 Tips Agar Bisnis Kita Dikenal Secara Online

October 17, 2019 0 Comments
6 Tips agar bisnis kita dikenal secara online
Seni menawarkan atau menjual menjadi salah satu hal yang penting dipelajari dalam berdagang atau berjualan. Tidak hanya mental yang tangguh dan rasa  percaya diri, tetapi berbagai trik perlu dilakukan untuk menaikkan omset.
Dengan seiring berkembangnya jaman yang serba digital, maka diperlukan cara agar bisnis dan produk kita dikenal dengan mudah oleh masyarakat. Lantas, bagaimana caranya? Yuk, simak tips berikut ini

1. Endorsment

Seperti referral, endorsment adalah upaya mengajak orang mengenal dan menggunakan produk yang kita jual dengan cakupan yang lebih luas. Penikmat sosial media seperti Instagram, Facebook, atau YouTube pasti tak asing dengan istilah endorsment ini apalagi jika yang difollow atau diikuti adalah selebgram atau influencer. Influencer biasanya ditunjuk oleh agensi untuk menawarkan produk tertentu. Kita bisa memakai cara ini jika produk kita ingin dikenal luas. Kita juga bisa memanfaatkan jasa teman atau keluarga sendiri untuk menawarkan produk kita dengan memberinya produk gratis dan memintanya memberikan review  produk kita di sosial media.

2. Mendaftar sebagai seller di online shop

Tidak dipungkiri, ketika kita masuk di era 4.0 yang menuntut kita menggunakan gawai sebagai salah satu cara berkomunikasi dan mendapatkan informasi membuat masyarakat mulai beralih berbelanja secara online daripada secara langsung dengan alasan jauh, macet dan tak punya banyak waktu. Masyarakat menjadi cenderung melihat dan memilih produk di online shop seperti shopee, lazada, Blibli, JD.ID , atau bahkan dari online shop yang tertera di sosial media. Maka, mulailah daftarkan produk kita dan mulailah berjualan secara online dalam situs belanja tersebut.

3. Manfaatkan iklan pay per click di sosial media

Cara lain untuk mengenalkan produk dan menawarkannya adalah memanfaatkan iklan yang ada di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube dan sosial media lain. 

4. Membuat akun berjualan di sosial media

Cara lain memasarkan produk adalah dengan membuat akun di sosial media. Cara efektif mengelola akun tersebut adalah dengan membagikan tips yang berhubungan dengan produk yang kita jual dan berteman dengan akun yang benar-benar berhubungan dengan produk kita. Semisal, berjualan kaktus, maka konten sosial media kita sebaiknya berisi tips merawat kaktus,berbagai jenis kaktus dan segala hal yang berhubungan dengan kaktus. Konten yang sesuai akan dicari oleh orang yang benar-benar membutuhkan informasi tersebut.

5. Review produk

Hampir sama dengan endorsment, review produk membuat produk kita makin dikenal masyarakat terutama pengguna sosial media. Jika endorsment 'memaksa' konten kreator memberi nilai positif , review produk justru menampilkan sisi positif dan negatif produk kita. Di sisi lain, cara ini menguntungkan sekaligus merugikan. Menguntungkan jika produk kita dinilai baik dan akan merugikan jika produk kita dinilai kurang layak, terlebih jika rating yang diberikan nilai kurang baiknya lebih banyak daripada yang baik.

6. Mendaftarkan produk dan alamat di Google bisnisku

Dengan mendaftarkan bisnis dan produk yang kita jual di akun google google , maka produk yang kita jual bisa dianalisis traffic-nya dan bahkan kita bisa berkomunikasi langsung dengan pelanggan. Alamat bisnis kita pun juga dijelajahi lewat google map jika telah terdaftar google bisnisku.

Yuk, segera kenalkan bisnis dan produk kita agar semakin dikenal luas. Selamat mencoba

recent posts

Featured post

Kenangan : Traveling Bersama Bapak Saat Kecil

Aku selalu ingat, kala bapak mengajakku traveling kala kecil dulu. Ini menjadi permata pengalamanku yang tak bisa kulupakan. Bahkan hingga...